NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Sang Buruk Rupa, Awal Sang Ratu

Angin dingin menusuk tulang, membawa aroma amis sampah dan keputusasaan. Di sebuah sudut kumuh kota Jing, tubuh Li Hua tergeletak tak bernyawa. Luka di kepalanya berdenyut, bukan karena benturan, tapi karena memori terakhirnya: tatapan jijik dari para pedagang, bisikan-bisikan "monster" dan "kutukan" yang selalu mengiringi langkahnya. Wajahnya yang cacat sejak lahir, dengan bekas luka parah di pipi kiri dan hidung yang bengkok, telah menjadi cap neraka di bumi. Li Hua, si buruk rupa, mati sendirian, seperti yang selalu ia takuti.

​Namun, kegelapan itu tidak abadi.

​Sebuah sensasi terbakar, lalu dingin yang tajam, menyerbu kesadarannya. Saat matanya terbuka, ia disambut oleh kemilau emas, sutra halus di kulitnya, dan aroma melati yang memabukkan. Ia tidak lagi terbaring di tanah becek. Ia berada di atas ranjang bertiang empat dengan ukiran naga emas, dikelilingi oleh tirai brokat.

​"Yang Mulia! Anda sudah sadar!" seru seorang pelayan wanita berseragam biru muda, wajahnya penuh kelegaan.

​Li Hua mencoba berbicara, tetapi suaranya yang keluar adalah melodi jernih, bukan serak dan kasar seperti biasanya. Panik, ia mengangkat tangannya. Jari-jemarinya lentik, kukunya terawat, dan kulitnya seputih giok. Ia berlari ke cermin tembaga di sudut ruangan.

​Pantulan di sana membuat jantung Li Hua berhenti berdetak.

​Di hadapannya, bukan lagi monster yang dicaci maki dunia, melainkan seorang wanita dengan kecantikan menakjubkan. Kulitnya mulus tanpa cacat, mata almondnya tajam dan berbinar, bibirnya merah delima. Mahkota emas bertahta di kepalanya, menahan tatanan rambut hitam legam yang anggun. Gaun sutra merah menyala membalut tubuh rampingnya, dihiasi sulaman naga emas yang megah—pakaian seorang Permaisuri.

​"Siapa... siapa aku?" bisiknya, gemetar.

​Pelayan itu berlutut. "Anda adalah Permaisuri Xuan, istri tercinta Kaisar Tian Long, penguasa Kerajaan Li!"

​Permaisuri Xuan. Li Hua pernah mendengar nama itu dalam gumaman para pengemis. Permaisuri yang kejam, yang kecantikannya mampu membuat Kaisar tunduk, tetapi juga yang kekuasaannya didasari teror. Rasa takut dan kebingungan membanjiri Li Hua. Ini bukan dirinya. Ini adalah orang lain, seorang Permaisuri yang ia tahu telah meninggal karena diracuni semalam.

​Ingatan-ingatan asing menyerbu otaknya: kemewahan istana, intrik di balik tirai, wajah-wajah licik para selir, dan tatapan dingin Kaisar Tian Long. Juga, ingatan tentang wanita yang ia tahu adalah Permaisuri Xuan yang asli—seorang wanita kejam yang hanya peduli kekuasaan.

​Tapi Li Hua yang sekarang adalah Li Hua. Jiwa yang menanggung hinaan, yang tahu betapa sakitnya direndahkan. Ia melihat tangan halus di cermin, lalu teringat tangannya sendiri yang dulu kasar dan bernanah. Ia melihat bibir merah itu, lalu teringat bibirnya yang dulu selalu berbisik "maaf" karena keberadaannya.

​Sebuah senyum tipis, dingin, terukir di wajah barunya. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup. Ini adalah kesempatan kedua. Kesempatan untuk merasakan kekuasaan, untuk membalas dendam atas setiap tatapan jijik dan setiap makian. Jika dunia menolaknya karena wajah buruknya, kini dunia akan berlutut di hadapan kecantikan dan kekuasaannya.

​"Panggil penasihat utama," perintah Li Hua, suaranya mantap, penuh otoritas yang tak pernah ia miliki sebelumnya. "Aku punya banyak hal untuk dilakukan."

​Di balik gaun merahnya yang megah, jiwa seorang wanita buruk rupa telah bangkit kembali, siap menorehkan jejak takdir baru dengan warna merah darah dan emas.

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!