Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Penistaan Wajah Sang Kekasih
Shen Long mendarat di ujung jembatan pelangi yang membentang di antara galaksi. Langkah kakinya berat, menciptakan retakan pada cahaya padat yang menjadi pijakannya. Di depannya, berdiri seorang wanita dengan wajah yang identik dengan Lin Er—lembut, cantik, namun matanya memancarkan kebencian yang tajam dan tawa mengejek yang memuakkan.
"Shen Long... lihat dirimu. Begitu menyedihkan," ucap wanita itu, suaranya sengaja dibuat mirip dengan desahan terakhir Lin Er di pelukannya. "Apakah kau masih merindukan sentuhanku?"
Tangan Shen Long yang memegang pedang Pembantai Surga bergetar hebat. Bukan karena takut, melainkan karena amarah yang mendidih hingga ke sumsum tulangnya. Mata ketiganya di telapak tangan berdenyut liar, memindai aliran energi pada sosok di depannya.
"Sihir Pengubah Wajah tingkat Dewa..." desis Shen Long, suaranya rendah seperti geraman naga di kedalaman neraka. "Kau berani menyentuh kenangan suci itu dengan tangan kotormu?"
Wanita itu tertawa melengking, menghunuskan pedang emasnya. "Aku adalah Dewi Bayangan, Yan Mo. Para Dewa Tertinggi menyuruhku menyambutmu. Mereka bilang kau punya titik lemah pada wajah ini. Bagaimana? Apakah kau sanggup menebas wajah yang kau cintai ini?"
Di belakang Yan Mo, ribuan Dewa Perang Alam Ketiga bersorak, mengejek Shen Long dengan tawa yang memenuhi ruang angkasa.
"Kau salah besar, jalang," Shen Long mengangkat kepalanya. Matanya yang merah menyala kini sepenuhnya berubah menjadi hitam pekat tanpa dasar. "Kau baru saja memberikan alasan bagiku untuk menghancurkan Alam Ketiga tanpa menyisakan satu pun debu."
BOOOOOOM!
Shen Long meledak dalam kecepatan yang melampaui konsep waktu. Yan Mo terbelalak; ia mengira Shen Long akan ragu, tapi pedang raksasa hitam itu justru mengarah tepat ke lehernya tanpa ragu sedikit pun.
TRANG!
Yan Mo menangkis dengan susah payah, kakinya tergelincir di jembatan pelangi. "Kau benar-benar monster! Kau bahkan tidak ragu menyerang wajah ini!"
"Wajah itu hanya kulit yang menutupi bangkai!" raung Shen Long.
Ia melepaskan rentetan serangan yang brutal. Setiap hantaman pedangnya menciptakan gelombang kejut yang meledakkan bintang-bintang kecil di sekitar jembatan pelangi. Yan Mo mulai kewalahan; meskipun ia berada di ranah Transformasi Esensi Puncak, kekuatan fisik Shen Long yang telah menyatu dengan raga sejati dan esensi Pohon Dunia berada di level yang berbeda.
"Garda Dewa, Serang!" Yan Mo berteriak panik.
Ribuan Dewa Perang melompat dari posisi mereka, mengepung Shen Long dari segala arah dengan senjata pusaka yang bersinar. Tombak, cakram, dan panah energi menghujani Shen Long seperti badai meteor.
"Seni Iblis: Amukan Naga Kehampaan!"
Shen Long memutar tubuhnya. Dari punggungnya, muncul sembilan kepala naga yang terbuat dari api hitam dan akar berduri. Naga-naga itu melesat keluar, menelan para Dewa Perang hidup-hidup. Suara jeritan kematian bersahutan dengan dentingan senjata yang patah. Shen Long tidak lagi bertarung sebagai pendekar, ia bertarung sebagai mesin pemanen nyawa.
Ia kembali menerjang Yan Mo. Dengan tangan kirinya, ia mencengkeram wajah Lin Er palsu itu. Kuku-kukunya yang tajam merobek kulit wajah sihir tersebut, memperlihatkan wajah asli Yan Mo yang mengerikan dan dipenuhi luka bakar di bawahnya.
"Kembalikan wajah aslimu, sampah!"
Shen Long menghantamkan wajah Yan Mo ke lantai jembatan pelangi hingga hancur. Ia kemudian menginjak dadanya, menghancurkan zirah emas sang dewi.
"Tunggu! Aku hanya menjalankan perintah!" teriak Yan Mo ketakutan.
"Perintahmu adalah untuk mati." jawab Shen Long dingin.
Namun, sebelum Shen Long bisa memberikan serangan terakhir, sebuah cahaya raksasa turun dari puncak Alam Ketiga. Sebuah panah perak raksasa melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dihindari, menusuk bahu kanan Shen Long hingga ia terpental jauh melintasi beberapa galaksi.
SRAKKK!
Shen Long terhempas ke sebuah planet tak berpenghuni, menciptakan kawah raksasa yang menembus inti planet tersebut. Di langit planet itu, muncul sosok pria dengan busur besar yang terbuat dari tulang naga purba.
"Satu mangsa jatuh, tersisa jutaan lainnya," ucap pria itu—Dewa Pemanah, Hou Yi.
Shen Long bangkit dari kawah, mencabut panah perak dari bahunya. Lukanya tertutup dalam hitungan detik berkat kemampuan regenerasi mutannya, namun matanya menunjukkan bahwa ia benar-benar telah kehilangan kesabaran.
"Satu per satu kalian muncul... bagus," Shen Long melayang naik, auranya menyelimuti seluruh planet tersebut hingga planet itu mulai retak. "Aku akan membunuh kalian semua sebelum matahari terbit di alam ini."
Yan Mo yang terluka parah kembali ke barisan para dewa, wajahnya hancur setengah. Namun, ia menyeringai sambil memegang sebuah bola kristal yang berisi jiwa seseorang.
"Kau mungkin tidak peduli dengan wajahku, Shen Long... tapi bagaimana dengan jiwa Lin Er yang asli yang kami temukan di celah dimensi ini?"