"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahlah denganku
“Tolong, menikahlah dengan Saya!” pinta Kiara dengan putus asa.
Kiara Jasmin, gadis cantik berusia 25 tahun itu, sedang mengajukan permohonan kepada seorang lelaki tampan, rupawan nan matang sempurna –untuk mau menikah dengannya.
Bukan tanpa alasan, Kiara memilih lelaki yang tak lain adalah bos di perusahaannya ini, karena hanya dialah satu-satunya lelaki yang paling tepat di jadikan suami agar pembalasan pada mantan pacar dan adik tirinya -sukses.
Ya, Kiara ingin membalas perbuatan pacarnya yang telah berani berselingkuh dengan adik tirinya. Dengan cara menikahi Paman dari sang pacar yang merupakan bos di tempat Kiara bekerja.
“Bukankah kamu pacarnya Fernando?” Tanya sang bos, curiga pada permintaan Kiara yang sangat absurd.
“Mantan! Saya sudah putus dengan Fero sebulan yang lalu!” ketus Kiara.
“Kumohon! Satu tahun saja, setelah itu kita bisa bercerai!’ lanjut Kiara berusaha mendapatkan atensi dari sang bos tampan itu.
“Untungnya apa buatku, jika aku menikahimu?” tatapan setajam elang yang ingin menyambar tikus yang akan menjadi mangsa, tercetak jelas di netra hitam legam itu.
“Kau bukan orang kaya yang bisa mendukung bisnisku, cantik pun standart, apa kelebihanmu yang membuatku di untungkan dalam perjanjian ini?”
“Ka- eh, anda bisa melakukan apapun padaku selama perjanjian pernikahan kita!” ucap Kiara, bibirnya sedikit gemetar saat mengucapkan kata-kata tak masuk akal itu.
Kiara sadar dia memang tak memiliki kelebihan apapun, Bodynya biasa saja, wajah pun tak terlalau cantik, harta pun tak punya! Ya, ucapan bosnya semuanya benar, makanya hanya raga ini yang bisa Kiara tawarkan sebagai imbalan.
“Maksudnya?" sang bos tampan menaikkan sebelah alisnya sambil memandangi tubuh Kiara dari ujung kepala hingga ujung kaki.
“Ya.. me-melakukan apapun… yang Anda mau…”
“Aku tidak suka dengan seorang amatir!” ketusnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
“Aku yakin kau belum pernah melakukannya, kan?”
“Me-melakukan apa?”
“Yang kau tawarkan barusan. Memangnya kau pernah berhubungan ranjang dengan lelaki?” ucap sang Bos to the point.
Kiara menelan salivanya, gugup. “Sa-Saya akan berusaha keras! Saya cepat belajar, Saya pintar! Cek saja CV Saya. Saya adalah lulusan universitas Negri dengan predikat cumlaude! Di kantor pun Saya selalu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bahkan selalu mendapatkan bonus karena selalu target setiap bulannya!” ucap Kiara dengan penuh kebanggan pada dirinya sendiri.
Sang Bos tampan tersenyum smirk, lalu berjalan mendekati Kiara. Kiara hanya diam mematung, saat tangan kekar bos tampannya itu meraih dagu lancipnya dan dengan gerakan yang sangat tenang mendekatkan wajahnya. Sangat dekat hingga Kiara bisa merasakan bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar dagu lelaki tampan itu.
"Kemampuan itu... tidak ada hubungannya dengan nilai cemerlkangmu ataupun kemampuanmu mencapai target tiap bulannya." Dia menatap bibir ranum Kiara yang mungil namun tebal seperti buah matang yang siap di petik, lalu dengan satu gerakan saja, bibir ranum itu di lahap oleh bibir tipis nan lembut miliknya.
Kiara terkejut, namun dia berusaha tenang dan meresapi lumatan lembut sang bos tampan. Saat sedang focus menikmati lumatan maut itu, tiba-tiba sang bos melepaskan bibirnya.
Kiara membola dan menatap netra hitam sang bos, seolah bertanya ‘kenapa di lepas? Aku sedang menikmatinya!’ Aneh sekali, sewaktu Fero mencuri ciumannya, Kiara sangat marah, tapi kenapa sekarang rasanya berbeda? Kiara tak merasa kesal sama sekali pada tindakan bos tampannya itu.
Sang bos tampan tersenyum miring, “hem! Amatir! Berciuman saja tak bisa, Bagaimana kau bisa memuaskan aku saat menjadi istri kontrakku, hem?” ucapnya sambil berjalan mundur beberapa langkah.
Kiara terdiam. Bagaimana ini? Masa usahanya menjaga dirinya dari sentuhan laki-laki hidung belang selama 25 tahun malah jadi boomerang buat dirinya? Hey! Di mana-mana lelaki kan sukanya dengan wanita polos, suci, virgin! Ini laki-laki malah pengennya perempuan yang sudah pro! Agak lain emang laki-laki ini. Ganteng-ganteng tapi kurang waras!
“Buatlah proposal!”
“Hah? Eh, maaf, bagaimana?” Tanya Kiara bingung.
“Buatlah proposal sebaik mungkin, agar Saya tertarik untuk menerima tawaranmu, Saya tunggu satu kali dua puluh empat jam!” ucapnya, lalu dengan gerakan bak seorang model yang berjalan di catwalk, dia meninggalkan Kiara -yang masih di landa kebingungan- begitu saja.
“Proposal?” gumam Kiara tak percaya.
“Mentang-mentang bos, semuanya harus pake proposal! Oke! Aku akan buat proposal sebaik mungkin supaya kamu mau menerima lamaranku!” janji Kiara penuh semangat.
Kiara keluar dari rooftop tempatnya mengadakan pertemuan rahasia dengan sang bos. Dia menuruni tangga darurat sambil terus berpikir, apakah keputusannya sudah benar? Sepadan kah semua yang dia lakukan ini demi pembalasan dendamnya pada Fero dan Mona –adik tiri sialan-.
Bukan hanya Mona, Fero pun sama! Mereka benar-benar pasangan brengsek! Cocok sebenarnya, namun Kiara tetap kesal. Apalagi gara-gara perbuatan mereka, Ayah Kiara menjadi shock dan tak mau makan selama beberapa hari, membuat Kia makin khawatir.
Akhirnya Kiara memutuskan untuk membohongi Ayahnya, bahwa dirinya telah memiliki kekasih yang lebih baik dari pada Fero, Dan benar saja, ayahnya menjadi bahagia dan mau makan dengan lahap seperti sedia kala.
Namun sudah satu minggu ini, Ayah kembali tak napsu makan. Itu karena dia terus-menerus meminta bertemu pacar yang sangat di elu-elukan Kia setiap hari di depannya. Dan kini Kiara seperti sedang menikmati bola salju dari kebohongan yang dia buat, hingga akhirnya harus mengambil keputusan gila untuk mengajukan pernikahan pada Kaisar Julian –bos di perusahaannya yang merupakan paman dari Fero –mantan berengseknya.
Sebenarnya alasan Kiara meminta Kaisar untuk menikah dengannya, bukan untuk ayahnya semata, melainkan untuk harga dirinya! Dia ingin membuktikan bahwa dirinya pun bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari Fero. Laki-laki yang isi otaknya bukan cuma hal-hal mesum seperti Fero dan suka menghambur-hamburkan uang dan bergaya sok kaya padahal harta yang dia pamerkan bukan miliknya, melainkan milik Pamannya, ya si Kaisar yang dingin dan arogan ini, yang baru saja meminta proposal pada Kaira.
Kaira berjalan keluar dari pintu darurat dan berjalan menuju kantornya yang ada di lantai 5. Kesal rasanya karena dia satu lantai dan satu ruangan dengan Fero! dan Mona -si adik tiri yang mengekorinya bekerja di perusahaan ini dengan bantuan dari Fero.
Kiara tak akrab dengan Mona, karena Mona adalah adik tirinya. Anak dari perempuan yang dinikahi Ayah tujuh tahun lalu. Saat Ayah Kiara masih sehat, dia menikahi Karina –ibu Mona- dan tak lama kemudian memboyong Mona untuk ikut tinggal di rumah Kiara yang terbilang sederhana. Rumah yang hanya memiliki 2 kamar itu, akhirnya di tempati oleh benalu-benalu itu, sehingga Kiata tersingkir dan harus tidur di kamar loteng yang kotor.
Awalnya Ayah tak tahu jika Kiara sudah terusir dari kamarnya dan tinggal di loteng kamar, dan saat beliau tahu, pecahlah pertengkaran antara dia dan istri barunya, hingga membuat tekanan darah Ayah Kiara naik tajam dan dia pingsan lalu terjatuh. Saat sadar, Ayah sudah tak bisa menggerakkan kaki kanan dan tangan kanannya, Dia lumpuh dan hanya bisa berbaring di ranjang sepanjang hari.
Setelah itu, Karina dan Mona semakin menjadi-jadi. Ingin rasanya Kiara pindah dan menyewa tempat untuk dirinya sendiri, namun saat memikirkan sang Ayah yang sedang terbaring sakit, Kiara tak tega melakukannya. Akhirnya Kiara bertahan sekuat mungkin tinggal di rumah yang seperti neraka itu, hanya agar bisa bersama sang Ayah.
Benar saja, saat memasuki kantornya, di lihatnya Fero sedang duduk di sebelah Mona, seolah-olah sedang mengajari Mona sesuatu padahal tangan mereka tengah sibuk di bawah sana saling meremas dan mengusap.
Sepertinya saraf malu Mona dan Fero memang sudah putus! Benar-benar memalukan. Padahal di ruangan ini ada begitu banyak orang, namun tak ada satupun yang berani menegur Fero karena Fero adalah keponakan Tuan Kaisar –sang CEO.
Kiara berusaha mengacuhkan dua pasang sejoli yang sedang berbuat mesum itu. Dia melewati begitu saja, walaupun Fero terlihat meliriknya dengan senyum smirk layaknya devil yang sedang menyeringai.
Kiara duduk di kubikelnya sambil mendesah, memikirkan proposal yang harus dia serahkan pada Kaisar. Proposal permohonan pernikahan agar Kaisar mau menerima lamarannya.
“Psst! Psst!”
Kiara melirik sahabatnya yang sudah berdiri di dekatnya.
“Kenapa Ri?” Tanya Kiara dengan jengah, karena dia tau pasti apa yang akan di ucapkan sahabatnya semenjak kuliah itu.
“Gila ya si Fero! Berani banget dia terang-terangan deketin adek Lu di kantor ini! Padahal gossip kalian berdua pacaran kan udah santer banget, tiba-tiba dia berpaling sama adek Lu, bener-bener nggak punya hati si kutu kupret itu!”
“Biarin aja lah, Ri! Bosen gue ngurusin cowok gila itu. Biarkan mereka berdua bahagia, mereka cocok banget kok emang. Yang satu mesum yang satu jablay!” ketus Kiara.
‘Brak!’
Kiara dan Riana terkejut dan spontan memandang ke meja sebelah mereka yang ternyata ada Mons di sana.
Mons menatap Kiara dengan wajah sedih dan air mata mulai berderai membasahi pipinya.
“Loh, Mon? Kenapa nangis?” Tanya Fero yang tiba-tiba mendekati Mona sambil menyapukan tisu di pipi mulusnya.
“Kak Kia benci aku, Mas… dia bilang aku perempuan jablay, hix… aku nggak mau di benci kak Kia…” ucapnya sambil terisak.
Kiara dan Riana langsung berpandangan sambil berakting ingin muntah.
“Kia! Kenapa kamu jahat sekali sih! Aku nggak nyangka kalau kamu perempuan yang mulutnya sangat kejam!” ketus Fero sambil melingkarkan tangannya di punggung Mona yang sedang terisak.
Kiara mendesah sambil menyesap kopinya –tak perduli.
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣