NovelToon NovelToon
TAHTA YANG DICURI

TAHTA YANG DICURI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:99
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

Menceritakan tentang Baskara, seorang cowok yang berencana merebut kembali perusahaan milik mendiang sang ibu.

Setelah sang ayah menikah lagi, perusahaan tersebut kini dikuasai oleh Sarah, ibu tiri Baskara. Tak terima dengan keputusan ayahnya, Baskara pun merencanakan balas dendam. Ia berusaha mendekati Sarah.

Di luar prediksi, Baskara justru terpikat pada Alea, anak yang dibesarkan oleh Sarah. Lantas, bagaimana akhir rencana balas dendam Baskara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaring-Jaring di Balik Meja

Ruang Audit Internal yang ditempati Baskara terletak di sayap timur gedung, sebuah area yang sengaja dijauhkan dari hiruk-pikuk lantai eksekutif. Ruangan itu kedap suara, dingin, dan dipenuhi dengan aroma kertas tua serta mesin pendingin yang mendengung rendah. Di sinilah, selama berhari-hari, Baskara mengurung diri bersama Alea. Sarah benar-benar menjalankan rencananya: ia membombardir Baskara dengan ribuan dokumen fisik dan digital terkait pengadaan barang yang tampak sepele, berharap Baskara akan kehilangan arah dalam labirin birokrasi.

Baskara duduk di balik meja kayu besar, sementara Alea berada di meja kecil di sudut ruangan, tekun memindai tumpukan faktur tahun 2010. Cahaya lampu meja yang kekuningan menimpa wajah Alea, mempertegas gari-garis kelelahan yang mulai muncul di sudut matanya.

"Kau tahu, Alea," Baskara memulai pembicaraan tanpa mengalihkan pandangan dari monitornya, "Sarah sangat cerdik. Dia memberiku akses ke data tahun 2010 karena dia tahu semua 'dosa' besar di tahun itu sudah diputihkan lewat pengampunan pajak. Dia memberikan kita jerami untuk menyembunyikan jarum yang sebenarnya."

Alea menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia menatap Baskara dengan ragu. "Nyonya Sarah hanya menjalankan prosedur, Baskara. Dia ingin kau memastikan bahwa fondasi keuangan perusahaan ini bersih sebelum kau mengusulkan perubahan besar."

Baskara tertawa kecil, suara yang terdengar hambar di ruangan yang sunyi itu. Ia berdiri, berjalan mendekati Alea, dan bersandar di pinggir meja gadis itu. "Fondasi yang bersih? Mahardika Group tidak dibangun di atas tanah kosong, Alea. Ia dibangun di atas reruntuhan perusahaan lain. Apa kau pernah mendengar nama Suryakencana Transport?"

Tubuh Alea menegang sesaat. Nama itu terasa asing namun memicu getaran aneh di dalam benaknya, seolah-olah itu adalah kata kunci yang terkunci di balik pintu besi dalam ingatannya. "Tidak. Sepertinya itu bukan bagian dari anak perusahaan kita."

"Tentu saja bukan sekarang. Karena perusahaan itu sudah 'dihapus' dari sejarah," bisik Baskara. Ia mencondongkan tubuhnya, menatap langsung ke netra Alea yang mulai menunjukkan kegelisahan. "Kau dikirim ke sini oleh Sarah untuk menjagaku agar tidak melihat ke belakang. Tapi pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri, kenapa kau—seorang putri angkat keluarga Mahardika—harus bekerja lembur di ruang pengap ini sebagai asistenku? Kenapa dia tidak membiarkanmu menikmati hidup seperti sosialita lainnya?"

Alea memalingkan wajah, jemarinya meremas pinggiran map plastik. "Beliau bilang aku harus belajar mandiri. Beliau tidak ingin aku menjadi wanita yang manja."

"Atau mungkin," Baskara merendahkan suaranya menjadi bisikan yang manipulatif namun terasa seperti perlindungan, "dia ingin kau tetap berada dalam jangkauan pandangannya. Dia takut jika kau terlalu bebas, kau akan mulai bertanya tentang orang tua kandungmu. Tentang kenapa satu-satunya kenangan yang kau punya hanyalah sebuah kalung lumba-lumba dan cerita singkat tentang kecelakaan yang tidak pernah ada catatan resminya di arsip kota."

Mata Alea berkaca-kaca. Pertahanan mentalnya mulai retak. Selama bertahun-tahun, Sarah telah membangun narasi bahwa dunia luar adalah tempat yang kejam dan hanya Sarah yang bisa melindunginya. Namun kini, Baskara menawarkan sudut pandang yang berbeda: bahwa penjara paling berbahaya adalah penjara yang tidak memiliki jeruji besi.

"Ibu sangat menyayangiku," suara Alea bergetar, lebih terdengar seperti ia sedang meyakinkan dirinya sendiri daripada menjawab Baskara.

"Orang yang menyayangimu tidak akan menjadikanmu mata-mata untuk melawan kakak tirimu sendiri," balas Baskara lembut. Ia mengulurkan tangan, menyentuh pundak Alea sejenak—sebuah gestur yang direncanakan untuk membangun ikatan emosional. "Aku tidak memintamu untuk berkhianat, Alea. Aku hanya memintamu untuk membuka matamu. Bantulah aku mencari data Suryakencana di server cadangan. Jika aku salah dan Sarah benar, aku akan berhenti dan meminta maaf padanya."

Alea terdiam cukup lama. Di kepalanya, suara Sarah yang otoriter berbenturan dengan suara Baskara yang menawarkan kebebasan. Ia tahu Sarah memantau aktivitas digital mereka, namun ia juga tahu ada satu celah: kunci fisik untuk server lama tersimpan di dalam brankas ruang kerja Sarah di rumah, bukan di kantor.

"Server lama itu... tidak bisa diakses dari sini," bisik Alea akhirnya. "Kuncinya ada di rumah. Di ruang kerja pribadi Nyonya Sarah."

Baskara tersenyum tipis di balik kegelapan ruangan. Jaring-jaringnya telah bekerja. Alea tidak hanya memberinya informasi, ia baru saja memberikan kunci untuk menghancurkan Sarah. "Kalau begitu, kita harus mencarinya di rumah, Alea. Bersama-sama."

Malam itu, saat mereka pulang bersama dalam satu mobil, Baskara tahu bahwa loyalitas Alea tidak lagi utuh. Parasit itu mulai kehilangan inangnya, dan Baskara siap untuk menyuntikkan racun terakhirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!