NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 (sarapan)

"Viona!! cepet turun! mana sarapan nya, ini udah siang!!" teriak seorang laki-laki yang membuat sang empedu lari dengan wajah panik nya

"lama bangett sih! gak tau orang laper apa!" bentak nya

"maaf den"

hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulut gadis mungil itu, karena jika menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tetap saja tuan muda nya itu tidak akan mau mendengar alasan apapun yang keluar dari mulut Viona

"maaf-maaf! itu aja yang tiap hari elo ucapin! gak ada kata lain apa selain itu! bosen gue denger nya! "

laki-laki itu menarik kursi nya dengan kasar, mood nya pagi ini benar-benar rusak karena ulah pembantu nya yang tidak cekatan ini

"cepet siapin sarapan nya! kenapa malah bengong!!" bentak nya lagi

gadis itu dengan cepat berlari ke arah dapur, ia menyiapkan semua nya dengan wajah yang terlihat sangat pucat, sebenarnya hari ini diri nya ingin mengambil libur untuk tidak memasak, tetapi tuan muda nya melarang dengan alasan tidak ada lagi pembantu yang bisa memasak seenak masakan Viona, jadi mau tak mau gadis itu tetap bekerja meskipun tubuh nya terasa panas dingin dan juga terus mengeluarkan keringat

"haduh! harus nunggu berapa lama lagi Viona?!"

Brakkkk.....

suara pukulan meja membuat Viona dengan cepat membawa nampan yang berisi makanan untuk di letakan ke atas meja, tak lupa ia juga mengambil nasi dan menaruh nya ke atas piring tuan muda nya yang wajah nya sudah berubah menjadi seperti singa

"hari ini gue ada eskul basket di sekolah, elo harus tungguin gue sampai eskul nya selesai" titah tuan muda nya dengan nada yang tidak bisa di bantah

"tapi den? ak_

"dan_den dan_den! udah berapa kali gue ngomong, panggil aja Baskara! susah banget di bilangin!" omel laki-laki itu dengan nada tidak suka

"i-ya Baskara" ucap Viona dengan bibir bergetar

"aku hari ini izin gak masuk sekolah dulu, mau anter ibu ke rumah sakit" lanjut nya yang membuat Baskara terkejut

laki-laki itu menatap Viona dengan tatapan menyelidik, takut-takut jika gadis itu sedang berbohong, tetapi Baskara malah salfok dengan bibir mungil Viona yang ranum dan merah bak buah ceri

Bulu mata nya yang lentik dan hidung nya yang mancung membuat Baskara terpesona oleh kecantikan gadis itu, rasa nya ia ingin sekali menyentuh nya

Melihat tuan nya hanya diam dan terus menatap ke arah nya, membuat gadis itu sedikit salah tingkah, ia memalingkan wajah nya ke arah samping agar Baskara tidak melihat pipi nya yang mulai merah merona

ehem....

Dehem Baskara yang kini sudah mulai sadar dari lamunan nya, ia kemudian mengambil sendok dan mulai menyuap kan nasi dengan gerakan pelan

"emang nya nyokap Lo sakit apa? perasaan baru minggu lalu ke rumah sakit" tanya Baskara penasaran

"cuma mau kontrol, nanti kemungkin sebelum jam satu, aku udah ada di rumah ini" jawab Viona dengan memasang wajah memelas

Baskara nampak berfikir dengan wajah yang terlihat sangat serius, sebenarnya laki-laki itu merasa keberatan jika harus mengizinkan Viona libur hari ini, tetapi karena alasan nya sudah menyangkut tentang seorang ibu, mau tak mau ia harus memberikan izin pada gadis itu

"inget, sebelum jam satu harus sampai rumah, kalo enggak? awas aja, gue bakal kasih elo hukuman" ancam Baskara yang membuat Viona menghela nafas

hampir setiap hari Viona mendengar ancaman itu, tetapi nyata nya sampai detik ini diri nya tidak pernah mendapatkan hukuman yang di maksud oleh Baskara

"kali ini gue beneran, awas aja kalo pulang nya telat" ucap Basakara yang seperti nya mengerti dengan apa yang sedang Viona fikir kan

"iya, nanti aku usaha in pulang sebelum jam satu, kalo gitu aku ke atas dulu, mau siap-siap" pamit Viona yang langsung di anggukkan oleh Basakara

"hmm, Hati-hati di jalan nya, kalo nyebrang juga liat-liat jalan" pesan laki-laki itu yang membuat Viona terpaku, karena selama ini Baskara selalu bersikap acuh tak acuh, dan tidak peduli apapun yang terjadi pada kehidupan Viona

ketika sampai di dalam kamar nya, Viona langsung menyambar jaket yang sebelum nya sudah ia siap kan, dengan tergesa-gesa ia mengambil sebuah dompet dan juga ponsel untuk berjaga-jaga, siapa tau saja nanti Baskara akan menitip makanan atau cemilan ketika diri nya pulang nanti

"semoga aja nanti dokter nya kasih kabar baik buat kesehatan ibu" gumam nya

Viona dengan berlarian kecil mulai menuruni anak tangga, hati nya mulai di liputi rasa khawatir yang amat tinggi, sebab minggu kemarin dokter udah memvonis jika umur ibu nya itu sudah tidak akan lama lagi

ketika ia membuka pintu utama, betapa terkejut nya gadis itu ketika melihat Baskara sedang berdiri di dekat pintu mobil dengan baju yang sedikit acak-acakan

"tolong dong benerin baju gue" pinta Baskara yang membuat Viona meneguk ludah nya dengan kasar

"maaf, tapi aku buru-buru mau jemput ibu, lagian kamu kan udah gede, masa make baju aja gak bisa" ucap Viona

"bukan nya gak bisa, tapi gue males make nya, lagian cuma benerin doang loh"

Baskara maju beberapa langkah yang membuat jantung Viona berdetak tak karuan, tetapi gadis itu mencoba terlihat tenang agar Baskara tidak berani berbuat macam-macam pada diri nya

"ayok benerin, tolong masukin baju gue ke dalem celana" titah nya dengan wajah tengil nya

"apa! masukin baju ke dalem celana? kamu gak usah aneh-aneh deh, lagian ini di luar rumah, takut ada yang ngeliat"

wajah Viona kini berubah menjadi merah karena mendengar ucapan Baskara yang menurut nya sangat gila itu, meskipun setiap hari selalu saja tingkah tuan nya yang membuat nya dari tinggi, tapi permintaan nya kali ini sungguh sangat di luar nalar

"jadi? kalo di dalem rumah gak papa? kan di dalem gak ada orang?"

langkah Baskara kini semakin dekat, hal itu membuat Viona menjadi bingung dan juga sangat panik, gadis itu meremas jari-jari tangan nya yang terasa sangat dingin

"m-aksud aku bukan gitu ta_

belum sempat Viona menyelesaikan ucapan nya, tiba-tiba saja tangan nya di cekal kuat oleh Baskara, laki-laki itu menarik tangan Viona dan membawa nya masuk ke dalam mobil sport berwarna hitam

" aku mau ke rumah sakit, please bukain pintu nya" ucap Viona dengan mata yang berkaca-kaca

"iya gue tau, udah elo diem aja, kita jemput nyokap elo, baru habis itu ke rumah sakit!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!