karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.
(hah!! K k kenapa aku merasakan guncangan hebat? Dan kenapa aku merasakan ada beban berat menimpa tubuhku?)
Bathin gadis cantik bertanya-tanya Dengan memejamkan matanya, tanpa mau membuka matanya, Dia juga sedikit merasakan pusing di bagian kepalanya. Hingga membuatnya sukar untuk membuka matanya barang sekejap.
Tunggu??
Kenapa dia juga merasakan ada yang masuk dan keluar di area vaginanya?
Rasanya sungguh perih campur nikmat. Rasa apa ini? Sebabnya dia sungguh merasa asing dengan apa yang tengah dirasakan nya!< Bisik nya dalam hati dengan segala praduga nya.
"Uhhhh... Ini sungguh nikmat luar biasa!
Milik ku terjepit nikmat dalam tubuhmu.
Ahhhhhhhhhh... S sebentar lagi a akan keluar...
Uhhhhh...ahhhh.."lolongan panjang penuh kenikmatan ketika cairan putih kental menyembur dalam lembah milik wanita yang berada di bawah Kungkungan tubuhnya.
Degg
(S s suara siapa itu??) Bathin sang wanita bertanya-tanya.
Dan segera sang wanita pun membuka matanya perlahan-lahan untuk mengetahui siapa gerangan yang berada didekatnya?
"Hhh gelap! Kenapa semuanya gelap? Sampai dia pun tak bisa menjangkau Apa yang ada di sekitarnya."
Namun samar samar dia mendengar hembusan nafas seseorang yang sepertinya tengah tertidur.
Lantas wanita itu pun meraba raba telapak tangannya diatas pembaringan tempat tidurnya untuk Bisa mengetahui lebih jelas.
Dapat!!
Kemudian??
BRUK! DUGH!
"BANG*** APA YANG KAU LAKUKAN JALANG??"
Raungnya dengan suaranya yang menggelegar ketika dengan tiba-tiba tubuhnya di dorong kuat oleh wanita yang bermalam dengan nya. Hingga jatuh dengan posisi terjengkang diatas lantai dalam keadaan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun,
"Siapa kau?" Tantang sang wanita dengan gestur tubuhnya yang sedikit bergetar lantaran takut. Walaupun dia tak bisa melihat jelas siapa pria yang berada didekatnya, namun entah mengapa dia bisa merasakan aura mencekam dari pria tersebut, Dan juga
ternyata dia baru menyadari jika dirinya dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
"Cihh!! Kau berani menantang ku, heh? Punya nyawa berapa kau, huh?"geram sang pria seraya berjalan untuk mendekat pada sang wanita yang terlihat gemetaran sekujur tubuhnya.
Walaupun keadaannya yang gelap gulita, namun mata elang itu bisa melihat dengan jelas ketakutan dari sang wanita yang tengah memeluk dirinya sendiri sambil menundukkan kepalanya. Hanya saja sang pria tidak bisa melihat jelas rupa dari wanita yang bermalam dengannya, untuk apa? Tak penting! Hanya seorang wanita jalang yang menjajakan tubuhnya pada semua lelaki hidung belang. Sepertinya dia harus segera memeriksakan dirinya ke dokter, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Awww s s sakit.. t t tolong lepaskan??"
Pinta sang wanita meringis kesakitan lantaran rambutnya dijambak kuat oleh sang pria, hingga kepalanya mendengak keatas.
"Wanita jalang sepertimu berani menantang ku heh? Seharusnya kau beruntung bisa bermalam dengan ku KEPARAT!!" Hardik sang pria dengan aura nya yang dingin.
"A a aku b bukan wanita seperti itu! A a ku gadis baik-baik." Kilahnya dengan gugup. Karena sungguh merasa begitu ketakutan dengan aura pria yang sedang menarik kuat rambutnya,
HAHAHAHA HAHA...
Sang pria pun menyambutnya dengan gelak tawa yang menggelikan Indra pendengaran nya. Gadis baik-baik katanya "Bagaimana kalau kita mengulang kembali apa yang sudah kita lakukan,Hem?"ucapnya datar tepat di telinga sang wanita sambil menatapnya dengan tatapan maut. Dan tangan satunya mencengkram kuat rahangnya. Tangan yang satunya berada di pinggang ramping sang wanita. Karena posisi sang wanita yang berada tepat diatas pangkuan sang lelaki dengan keadaan mereka yang tanpa busana apapun. "TIDAK!! PERGI KAU!! PERGI DARI HADAPAN KU.." CUIHHH!! PLAK, Sang wanita pun memberontak dari atas pangkuan sang lelaki dengan bergerak gerak liar agar terlepas dari jeratan pria dihadapannya. Hingga sang wanita pun meludah tepat diwajahnya sang pria seraya menampar kuat di salah satu pipinya sang lelaki. KEPARAT KAU JALANG!! BERANI NYA KAU JALANG MENGOTORI TUBUH KU DENGAN AIR LIUR MU YANG MENGANDUNG NAJIS! RASAKAN INI!! CUIHHH. PLAK PLAK PLAK. Murka sang pria dengan meraung kencang dan membalas apa yang dilakukan oleh sang wanita seraya mencekik erat leher sang wanita. Sang wanita pun memegang pergelangan tangan sang pria guna melepas cekikan dilehernya hingga dirinya tak bisa bernafas. Namun sang pria semakin erat mencekik leher sang wanita. Sampai kedua mata sang wanita mendelik ke atas hanya nampak putihnya saja. Ayah ibu,, Laras datang!< Bathin sang wanita pasrah seraya memejamkan matanya. Dan seketika melepaskan pegangan pada pergelangan tangan sang pria yang terus mencekiknya. Merasakan kedua tangan sang wanita yang mengendur dari pergelangan tangannya, juga tak mendengar hembusan nafas dari wanita yang berada dalam kendalinya. Tiba-tiba kedua tangannya terlepas dari cekikan erat dilehernya sang wanita. Dengan perasaannya yang sedikit gelisah akan keadaan wanita tersebut. Bruk. Lelaki tersebut mendorong kuat tubuh sang wanita hingga terlentang diatas pembaringan. ( Ckck sial!! Apa yang Dia lakukan? Sampai tega menyakiti wanita? Tapi itu balasannya, karena berani beraninya menyakiti anggota tubuhnya yang berharga) Bathin sang pria berkecamuk. Dan segera menurunkan kakinya dari atas pembaringan lalu melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa percintaannya, tanpa mau mengecek keadaan sang wanita barang sekejap. Di dalam kamar mandi laki-laki dengan perawakan tubuhnya yang atletis, perutnya yang rata dengan beberapa roti sobek. hingga membuat para wanita membayangkan berada dibawah Kungkungan tubuhnya, mereka juga berlomba-lomba untuk Bisa menjadi teman kencannya walau hanya semalam. Tanpa di bayar pun mereka ikhlas menerimanya. Karena itu adalah impian para wanita bisa memuaskan sang tuan muda terakhir dari keluarga ANDERSON. ROLAND ANDERSON pria dewasa usia 35thn, berwajah tampan perpaduan Inggris campuran Jawa. Kebetulan ibu kandungnya asli dari tanah Jawa Surabaya. Berhidung mancung dengan kedua alisnya yang hitam tebal laksana semut yang berbaris rapi. Rahangnya yang tegas dengan bulu bulu tipis berada di bawah hidungnya. adalah bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya yang berprofesi sebagai dokter spesialis ternama, yakni Romi ANDERSON dan Roni ANDERSON. Mereka adalah Kembar tiga dari pasangan Robert Anderson dan Rania Lawalata Anderson. Dari kedua kakaknya hanya dia seorang lah yang sudah memiliki seorang istri cantik berprofesi sebagai model ternama dan bintang film. Namun sayang seribu sayang pernikahannya yang sudah berjalan hampir lima tahun belum juga adanya seorang anak ditengah-tengah kehidupan rumah tangganya bersama sang istri. Namun begitu Roland sangat mencintai sang istri tanpa melihat kekurangannya. Ralat bukan kekurangan! Melainkan kesepakatan keduanya untuk menunda kehamilan sampai kontrak sang istri berakhir dalam dunia modeling dan perfilman. Juga kesiapan sang istri untuk menjadi ibu dari anak-anak nya. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° ASSALAMMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BAROKATUH Hy..., Salam perkenalan,, author baru nie! Mencoba masuk dalam dunia kepenulisan. Semoga sukses,, diberikan kemudahan dan lancar tanpa hambatan apapun,, AMIN 🤲🤲 JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. HADIAH SAMA VOTE NYA JUGA BOLEH. JIKA KALIAN BERKENAN hehehe..., SALAM DUNIA HALU. WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BAROKATUH.