NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan yang Bersemi

Setelah badai pengkhianatan mereda, Istana Cahaya memasuki babak baru yang penuh dengan keajaiban sekaligus kecemasan. Mu Feng, adik Li Hua yang dulu penuh dendam, kini tinggal di Paviliun Bambu yang terpencil. Ia tidak banyak bicara, namun setiap pagi ia terlihat membantu para tukang kebun menanam kembali bunga-bunga yang hancur akibat pertempuran.

​Namun, fokus perhatian istana kini beralih pada si kembar, Tian Shu dan Li Mei, yang kini berusia satu tahun. Pertumbuhan mereka melampaui bayi normal mana pun, dan kekuatan yang mengalir di darah mereka mulai menampakkan dirinya.

​Keajaiban Kecil di Taman Istana

​Suatu sore, Li Hua sedang duduk di taman bersama Tian Long sambil mengawasi kedua anak mereka belajar merangkak. Tiba-tiba, seekor burung rajawali yang terkenal liar dan ganas turun dari langit. Bukannya menyerang, burung itu hinggap dengan tenang di bahu kecil Tian Shu.

​Bayi laki-laki itu tertawa kecil dan menggumamkan suara-suara aneh. Yang membuat kaisar Tian Long terperanjat adalah burung itu tampak membalas gumaman Tian Shu dengan kicauan yang teratur, seolah-olah mereka sedang berdiskusi.

​"Dia bisa berkomunikasi dengan makhluk hidup," bisik Li Hua takjub. "Tian Shu mewarisi koneksi murni dengan alam."

​Sementara itu, di sisi lain permadani, Li Mei tiba-tiba berhenti bermain. Matanya yang bulat mendadak berubah menjadi abu-abu jernih. Ia menunjuk ke arah pot bunga porselen di atas meja. "Pecah... jatuh..." gumam bayi perempuan itu dengan suara cadel.

​Detik berikutnya, hembusan angin kencang menjatuhkan pot tersebut hingga hancur berkeping-keping.

Kaisar ​Tian Long segera memeluk Li Mei. "Dia melihat masa depan beberapa detik sebelum terjadi. Li Hua, kekuatan mereka jauh lebih spesifik daripada Mata Emasmu."

​Bayangan di Balik Tembok

​Keajaiban anak-anak itu ternyata tidak luput dari pengawasan musuh lama. Sisa-sisa Klan Mu yang masih setia pada ajaran ekstremisme darah kini bersembunyi di pegunungan terlarang. Mereka dipimpin oleh seorang wanita misterius bernama Nenek Shira, seorang dukun kuno yang dulu merupakan guru dari Mu Feng.

​"Putri Li Hua pikir dia sudah memutus rantai itu," ucap Nenek Shira sambil menatap asap kemenyan yang membentuk wajah si kembar. "Tapi dia justru melahirkan dua kunci yang akan membuka gerbang kekuatan yang sesungguhnya. Jika kita tidak bisa memiliki Mu Feng, maka kita akan mengambil kedua anak itu."

​Penculikan di Tengah Malam

​Malam itu, keamanan istana ditingkatkan dua kali lipat. Namun, musuh kali ini tidak menggunakan pedang. Mereka menggunakan "Sihir Tidur" yang disebarkan melalui aroma bunga melati yang mekar di sekitar kamar bayi. Satu per satu penjaga jatuh tertidur dalam posisi berdiri.

​Li Hua, yang memiliki sensitivitas tinggi, terbangun dengan perasaan sesak. Ia melihat kabut ungu tipis masuk melalui celah jendela.

​"Tian Long! Bangun!" teriak Li Hua sambil menahan napas.

​Namun, sebelum Tian Long sepenuhnya sadar, jendela kamar bayi pecah. Tiga sosok berbaju hitam dengan topeng serigala melompat masuk. Salah satu dari mereka merenggut Li Mei, sementara yang lain mencoba mengambil Tian Shu.

​"Lepaskan mereka!" Li Hua menerjang, namun tubuhnya terasa sangat berat akibat sisa-sihir tidur tersebut.

​Di saat kritis, sebuah bayangan melesat masuk dari pintu samping. Itu adalah Mu Feng. Dengan kecepatan yang mustahil, ia memotong tali yang mengikat Li Mei dan menendang salah satu penculik hingga terpental ke dinding.

​"Kalian tidak akan menyentuh mereka lagi!" geram Mu Feng. Matanya yang perak berkilat dalam kegelapan.

​Pertarungan Kekuatan Batin

​Nenek Shira muncul di balkon, wajahnya yang keriput tersenyum licik. "Mu Feng, muridku yang berkhianat. Kau pikir kau bisa melindungi mereka dengan tangan kosongmu?"

​Nenek Shira mengacungkan tongkatnya, menciptakan gelombang tekanan udara yang menghancurkan perabotan kamar. Tian Shu yang berada di pelukan Li Hua tiba-tiba mengeluarkan suara lengkingan tinggi. Seketika, ratusan burung gagak dan kelelawar dari hutan istana datang menyerbu Nenek Shira, mematuki tubuhnya sebagai perlindungan bagi "Tuan Kecil" mereka.

​"Apa?!" Nenek Shira terkejut. Kekuatan bayi satu tahun itu mampu memanggil bala tentara alam secara insting. Luar biasa sekali.

​Memanfaatkan pengalihan itu, Li Hua memusatkan energinya. Meskipun matanya sudah normal, ia masih bisa memanggil sisa kekuatan Mata Emas di dalam batinnya. Ia memegang tangan Mu Feng, menggabungkan energi mereka.

​Cahaya putih emas terpancar, menciptakan perisai yang mendorong Nenek Shira dan para penculiknya terjatuh dari balkon ke arah taman bawah.

​Janji Seorang Paman

​Pasukan keamanan yang terbangun segera mengepung taman, namun Nenek Shira telah menghilang dalam kepulan asap hitam, meninggalkan pesan berdarah di lantai: "Mereka adalah milik kami."

Kaisar ​Tian Long mendekap kedua anaknya yang kini menangis. Li Hua berbalik ke arah Mu Feng, yang berdiri dengan napas tersengal dan luka sayat di lengannya.

​"Kau menyelamatkan mereka, Mu Feng," ucap Li Hua tulus.

​Mu Feng menunduk, menatap Li Mei yang merangkak ke arahnya dan menarik ujung jubahnya. Bayi perempuan itu menatap pamannya dengan mata abu-abu, lalu tersenyum seolah ia melihat bahwa di masa depan, pria inilah yang akan menjadi pelindung setianya.

​"Aku melakukan ini bukan untukmu, Kakak," ucap Mu Feng pelan. "Tapi untuk mereka. Mereka tidak boleh tumbuh dalam kegelapan seperti kita."

​Li Hua menyadari bahwa Mu Feng bukan lagi ancaman, melainkan perisai. Namun, kekuatan Tian Shu dan Li Mei yang mulai meledak menjadi beban baru. Dunia tidak akan membiarkan dua bayi dengan kekuatan dewa hidup dalam ketenangan.

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!