Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
Sesuai janji Angkasa kalau dia akan memberi tahu Angga untuk menjemput adiknya. Jam dua Angga sudah ada di depan sekolah adiknya dan stand by di atas motornya.
"Itu Bang Angga ya," tunjuk Nia pada kakaknya Anggie yang memang sudah ada di depan gerbang menunggunya.
"Abang," teriak Anggie.
"Cepat pulang, Abang panas banget tahu."
"Emangnya Abang udah lama di sini?"
"Dari jam satu Abang di sini."
"Kan aku udah bilang sama Bang Asa buat jemput jam dua kenapa dari jam satu udah ke sini."
"Bang Asa bilang kamu pulang setelah Dzuhur makanya Abang cepet-cepet ke sini. Tahu gitu Abang ikut dulu ekskul."
"Kok Abang udah pulang?"
"Udahlah kamu banyak ngomong banget cepetan Abang udah lapar banget."
Anggie pun langsung siap-siap menaiki motor Angga tapi ia teringat Nia belum ada yang jemput.
"Nia kamu pulang sama siapa?" Tanya Anggie pada Nia yang ada di sampingnya.
"Aku mau nunggu angkot aja."
"Kamu naik angkot? Memangnya kemana Tante Rasti?" tanya Angga.
"Mama ke Bandung urusan kerjaan katanya."
"Iya udah kamu ikut kita aja pulang bareng," ajak Angga.
"Masa kita naik motor bertiga Bang?" tanya Anggie.
"Iya cepetan."
"Apa gak bahaya Bang?"
"Iya makanya cepetan kalian naik."
"Bang nanti gimana kalau kita ditangkap polisi?"
"Makanya kalian cepat naik Abang udah lapar banget."
Akhirnya mereka pun naik ke atas motor dan Angga pun dengan cepat mengendarai motornya hingga tidak memakan banyak waktu hanya lima belas menit sudah sampai.
"Assalamualaikum," ucap Angga masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam. Abang mana adek?"
"Masih di luar Bun. Aku lapar Bun mau makan," setelah mencium punggung tangan ibunya Angga langsung menuju meja makan.
Anggun sang Bunda hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya.
"Assalamualaikum," ucap Anggie dan Nia.
"Waalaikumsalam, Nia ikut juga?"
"Iya Bun tadinya aku mau naik angkot tapi Bang Angga ngajak naik motor bertiga," jelas Nia.
"Kalian bertiga nain motor? Memangnya kemana Mama Nia gak bisa jemput?"
"Mama ada kerjaan di Bandung buat beberapa hari Bun."
"Kok Mama kamu gak ngasih tahu Bunda ya?"
"Katanya mendadak Bun tadi juga Mama berangkatnya pagi-pagi banget Bun."
"Kamu tadi ke sekolah naik apa?"
"Aku naik Ojek online Bun."
"Kasian banget," Anggun sambil mengusap kepalanya.
"Kalau begitu ayok kalian makan aja dulu. Gimana kalau nanti kamu tinggal aja di sini selama Mama kamu gak ada. Nanti biar Bunda yang bilang sama Mama kamu."
Anggie sangat senang saat Nia diijinkan menginap di rumahnya.
"Asik aku ada temannya tidur sekarang," Anggie antusias.
"Iya aku juga senang Gie," seru Nia yang sama antusias.
"Kalian berisik banget sih," cibir Angga.
"Kita ke kamar aja yuk Abang emang kayak gitu selalu mengganggu kesenangan kita."
"Kalian harusnya terima kasih udah Abang jemput."
"Terima kasih Abangku tersayang," ujar Anggie sambil mencium pipi Abangnya. Angga untuk tersenyum.
"Kalian kalau mau berisik mending di kamar aja."
"Kenapa Abang gak di kamar aja kan udah selesai makannya?"
"Terserah Abang lah mau gimana juga."
Mereka memang selalu seperti itu apalagi Angga mempunyai caranya sendiri untuk menunjukkan rasa sayangnya pada adik perempuannya itu. Walaupun selalu diisengin tapi Angga orang pertama yang akan marah ketika ada orang yang mengganggu Anggie.