NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Revisi sampai bab 20

"Kamu hari ini pulang jam berapa? Bisa tidak pulang lebih cepat?" tanya Kiandra ketika dia dan sang suami selesai menyantap sarapannya.

"Tidak bisa, hari ini aku pulang malam. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Adam.

Kiandra mengangguk paham, tidak memaksanya. "Ya sudah, kalau begitu hati-hati" ucap Kiandra.

Adam mencium kening istrinya, dan setelah itu keluar pergi meninggalkan rumah.

Kiandra menghela nafas panjang, melihat kepergian suaminya.

Pagi itu rumah terasa terlalu sunyi setelah Adam benar-benar menghilang di balik pintu. Bunyi mesin mobil yang menjauh perlahan seolah menjadi penanda awal dari hari-hari Kiandra yang kembali harus dilalui seorang diri. Ia masih berdiri di dekat meja makan, menatap piring yang sudah kosong dengan pandangan kosong pula. Udara pagi yang biasanya menenangkan justru terasa berat di dadanya.

Kiandra menghela napas panjang, dia meminta pembantu untuk membereskan meja makan. Tangannya bekerja otomatis, namun pikirannya melayang entah ke mana. Tatapannya sesekali tertuju ke arah pintu depan, berharap Adam akan kembali, mengatakan bahwa pekerjaannya bisa ditunda, atau setidaknya berjanji akan pulang lebih cepat. Tapi harapan itu segera ia tepis sendiri.

Sejak awal menikah dengan Adam, Kiandra sudah memahami betul siapa suaminya. Adam adalah tipe laki-laki yang menaruh tanggung jawab di atas segalanya. Pekerjaan selalu menjadi prioritas, di banding dirinya dan sang anak. Dulu, Kiandra mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu dilakukan demi masa depan keluarga mereka. Demi kehidupan yang lebih baik. Demi mereka.

Awalnya, Kiandra bisa menerima dengan lapang dada. Ia menunggu Adam pulang larut malam dengan secangkir teh hangat yang sudah dingin, atau tertidur di sofa ruang tamu sambil memeluk bantal, berharap suaminya pulang dengan selamat. Senyum dan pelukan Adam di pagi hari sering kali cukup untuk menenangkan hatinya, meski lelah dan rindu kerap ia pendam sendiri.

Namun belakangan, semuanya terasa berbeda.

Jam pulang Adam semakin tidak menentu. Kadang pulang menjelang subuh, kadang hanya mengirim pesan singkat bahwa ia harus lembur dan tak bisa pulang. Bahkan ada hari-hari di mana Adam sama sekali tak memberi kabar hingga keesokan paginya, dengan alasan tertidur di kantor atau rapat mendadak di luar kota. Alasan-alasan yang terdengar masuk akal, tapi entah kenapa kini terasa hambar di telinga Kiandra.

Ia mencoba tetap berpikir positif. Mungkin benar pekerjaannya sedang menumpuk. Mungkin Adam sedang berada di puncak kariernya dan membutuhkan fokus ekstra. Kiandra berulang kali menegur dirinya sendiri agar tidak berprasangka buruk. Ia tidak ingin menjadi istri yang penuh curiga dan menciptakan masalah dari pikirannya sendiri.

Namun hati seorang perempuan tidak pernah benar-benar bisa dibohongi.

Ada rasa asing yang perlahan tumbuh setiap kali Adam pergi tanpa banyak penjelasan. Ada kegelisahan yang muncul ketika ponsel suaminya tak pernah lagi ia lihat tergeletak sembarangan. Ada juga perubahan kecil dalam sikap Adam menjadi lebih pendiam, lebih sering menatap layar ponsel, dan cepat mengakhiri percakapan saat Kiandra mencoba bertanya lebih jauh.

Kiandra duduk di kursi ruang makan, kedua tangannya terlipat di atas meja. Ia memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba terasa sesak. Ia tidak ingin berburuk sangka, tetapi firasat itu semakin hari semakin kuat, menggerogoti ketenangannya sedikit demi sedikit.

“Semoga ini hanya perasaanku saja,” gumamnya lirih.

Namun jauh di lubuk hatinya, Kiandra tahu, ada sesuatu yang sedang berubah dalam rumah tangganya. Dan cepat atau lambat, kebenaran itu akan menuntut untuk dihadapi, entah ia siap atau tidak.

“Mommy, hali ini jadi kelumah nenek nda?” tanyanya dengan suara cadel, sedikit terbata namun terdengar begitu menggemaskan. Kedua tangannya saling menggenggam, seolah menahan rasa tak sabar.

Kiandra menoleh, hatinya menghangat melihat kedatangan putranya. Ia berjongkok agar sejajar dengan tinggi putranya, lalu mengusap lembut rambut halus Zayyan.

Kini putranya itu sudah menginjak usia dua tahun, usia di mana kata-kata mulai keluar satu per satu, meski belum sepenuhnya jelas. Namun bagi Kiandra, setiap kata yang diucapkan Zayyan adalah kebahagiaan kecil yang tak pernah membosankan untuk didengar.

“Jadi, sayang,” jawab Kiandra lembut sambil tersenyum. “Mommy ambil tas dulu ya. Zayyan tunggu di ruang tamu, jangan ke mana-mana.” ucap Kiandra tegas, namun masih terdengar lembut.

“Iya, mommy,” jawab Zayyan patuh. Senyumnya mengembang lebar, lalu ia berbalik dan melangkah menuju ruang tamu dengan langkah kecilnya yang belum stabil.

Kiandra memperhatikannya beberapa detik, memastikan putranya benar-benar duduk dengan aman.

Zayyan naik ke sofa dengan sedikit usaha, lalu duduk manis sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya yang belum menyentuh lantai. Matanya sesekali menatap ke arah tangga, memastikan mommynya masih ada di rumah. Tangannya memainkan bantal kecil di sampingnya, sementara bibirnya sesekali bersenandung dengan suara pelan, entah lagu apa yang ia ingat.

Sementara itu, Kiandra melangkah ke kamar dengan perasaan campur aduk. Melihat keceriaan Zayyan selalu berhasil mengusir sebagian kegelisahan yang belakangan sering menghantuinya. Di depan anaknya, ia selalu berusaha terlihat baik-baik saja, meski hatinya sering terasa lelah.

Ia meraih tasnya, memastikan semua keperluan Zayyan sudah lengkap, seperti popok, botol minum, dan beberapa camilan kecil. Sesekali ia melirik jam dinding, lalu kembali teringat wajah Zayyan yang begitu bersemangat ingin bertemu neneknya. Ada ketenangan tersendiri bagi Kiandra ketika berada di rumah sang ibu, tempat di mana ia bisa sedikit bernapas dan merasa tidak sendirian.

Dari arah ruang tamu terdengar suara Zayyan yang memanggil pelan, “Mommy…” seolah ingin memastikan keberadaannya.

“Iya, mommy di sini,” sahut Kiandra cepat, mempercepat langkahnya menuju ke ruang tamu, ia kembali ke ruang tamu dan mendapati Zayyan masih duduk manis di sofa, sesuai dengan pesan yang ia berikan.

Kiandra tersenyum lega. Dalam hatinya, ia bersyukur, setidaknya di tengah segala kerumitan hidupnya, ia masih memiliki alasan terkuat untuk bertahan. Senyum kecil Zayyan yang selalu menunggunya pulang.

Zayyan turun dari atas sofa, dan menggandeng lengan mommy nya keluar rumah menuju ke mobilnya yang sudah terparkir di depan.

Mereka berdua pun masuk kedalm mobil. Dan sopir segera melajukan mobilnya menuju ke ruamh orang tua Kiandra.

Setelah menempuh kemacetan di Jakarta, akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua Kiandra. Kiandra dan putranya turun dari mobil, dan masuk kedalam rumah.

Kedatangannya langsung di sambut oleh Galuh mamanya.

"Aduhh.... Cucu oma yang ganteng ini sudah datang" ucapnya sambil menggendong Zayyan dan membawanya menuju ke ruang keluarga, meninggalkan Kiandra begitu saja.

Kiandra menggelengkan kepalanya, semenjak memiliki anak, dia seperti terlupakan oleh orang tuanya sendiri. Tetapi dia tidak marah, dia merasa bersyukur karena mamanya sangat menyayangi anaknya.

Tak lama Marsha, adik Kiandra menghampirinya

"Kak, ayo. Ikut aku ke kamar" ajaknya tiba-tiba sambil menarik tangan kakaknya menuju ke kamarnya.

"Ada apa sih Ca? Sabar napa, kakak baru juga datang sudah di tarik-tarik seperti ini" kesal Kiandra.

"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan ke kakak" kata Marsha dan membuka pintu kamarnya.

Ceklek......

Setelah dia dan sang kakak masuk, Marsha langsung menutup pintu kamarnya kembali memastikan tidak ada orang lain yang mendengarnya.

Dia menarik tangan Kiandra, mengajaknya duduk di atas ranjang.

"Ada apa Ca?" tanya Kiandra penasaran.

Marsha membuka galeri ponselnya, dan memperlihtkan sebuah foto kepada kakaknya.

"Kak, ini kak Adam kan?"

Deg....

1
pink blossoms
ini kowh ga lanjut2 pdhal seru lho thor
Sunarmi Narmi
lnjutt thor
Sunarmi Narmi
Fi blokir Adam...ngapain cuma dimatikan...🥴🥴
Sunarmi Narmi
Demi moment ini kita memang hrs berjuang bertahan Kiandra....Semangat hempaskan pelakor 💪💪💪💪
Sunarmi Narmi
Kiadra..klo kmu pngen menang permainan Ranjangmu hrs lebih binal dri pelakor..toh suami SAH..aman ngak usah malu " Gass kan....sampai menttok dn milik suamimu kebas dn kenyang ...ngak ada wktu melirik yg lain🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Perjuangan yg amat berat bagi seorang berstatus istri dan seorang ibu..klo demi ego jelas males buat kembali sama suami..tpi klo demi anak dn keluarga hrs jdi prioritas..disitulah kdang kita merasa berat buat memilih..rata" EGO yg dominan..baca kisah ini jujur jiwa dn hatiku tersentuh Thor....pokoke karyamu is the best 👍👍👍👍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Kata" tulisanya keren Thor...mengena di hati dn bermakna dlm...👍👍👍👍
louis
dasar gundik tak tahu malu dan tidak ada akhlak
louis
dasar laki2 bejat. lihatlah karma akan menimpamu karena telah mengkhianati istrimu.
Sunarmi Narmi
Blm mau Coment karena cerita ino terlalu bagus..cuma satu kata untukmu Thor LANJUTKAN💪💪💪💪
Isabela Devi
laki laki gitu buat dia menyesal seumur hidup aja thor, apa lagi ga menghargai wanita gitu
Isabela Devi
lanjut thor, buat laki laki itu jadi gembel aja thor
Bunda Kevin
Lanjut
Sunarmi Narmi
Wah keren karyamu Thor..kita di sini bila berhadapan dgn pelakor balasnya hrs elegan,cantik dn kontrol emosi....berat jg ya...lanjut thor 💪💪💪💪😘😘😘😘😘😘😘😘😘🤔♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!