Rangkuman 62 Hari
Pagi tadi kudapati dirinya menabur senyum di halaman hati, maka saat senyum itu tumbuh menjadi cinta kupetik lalu kutanam lagi dengan dalam dalam di taman sanubari dan tak kubagi bagi pada sesiapapun,
0
0
Wildan & Alana
Sudah tiga minggu ini aku melihatnya. Seorang gadis dengan wajah cantik namun selalu tampak murung. Sebelum bel berbunyi dia selalu duduk menyendiri di taman belakang sekolah yang selalu sepi. Namanya
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 5)
“Jingga”, ia mendekat. Aku bersiap memukulnya dengan buket di tanganku. Ia tersenyum, dipikirnya aku tengah mengajaknya bernostalgia. “Kamu ingat sewaktu kamu membaca komik dan aku…”. “Diam!” ujarku.
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 4)
Rekan kerjaku di kantor datang menjenguk, juga teman-teman lain yang kutahu memiliki simpati yang begitu besar dan tulus. Sulatri alias Latri juga menyempatkan diri untuk datang, ia marah-marah karena
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 3)
Perawat berbeda memeriksa tekanan darahku lalu ia juga mengambil darahku, ia mengatakan untuk mengecek kadar HB yang entah maksudnya apa. Kemudian aku dibawa ke ruang rontgen, untuk melihat kondisi lu
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 2)
Aku kembali ke laman instagram Latri, kubuka gambar kami berdua. Aku ingat gambar itu kami abadikan sewaktu kami berlibur ke Karimun Jawa sekitar dua tahun yang lalu. Liburan itu kami lakukan sebagai
0
0
Jingga Yang Mencintai Senja (Part 1)
Panggil aku Jingga. Namaku memang berarti sebuah warna. Warnaku segar namun kadang membakar. Saat pergantian antara siang dan malam di jembatan sore, warnaku terlihat amat memikat karena ia merupakan
0
0
Januari Kesayangan
Semuanya berawal di bulan januari dan berakhir tepat disaat bulan maret akan pergi. Masih ingatkah dia kepadaku? Seseorang yang pernah dia sebut first love dan kesayangan. Dan ku tahu, ku hanya Kesaya
0
0
In The Name of Love
“Kiran lo mau kemana?” tanya Mona. “gue mau ke perpus” jawabku singkat. “ohh ya udah” ucap Mona sambil berlalu. Kemudian kulangkahkan kakiku menuju perpus. Oh sialnya di perpus gue ketemu sama cowok t
0
0
Mimpi Yang Bertebaran
Semuanya berawal dari keikutsertaanku dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Dua tahun yang lalu, aku mengenal banyak orang dari kegiatan tersebut, dari kakak kelasku hingga adik-adik kelasku. Aku
0
0
Reuni Kecil
Secarik kertas sebuah invitation yang kugenggam saat ini, aku merasa geleng-geleng kepala sendiri. Sudah empat surat yang kuterima dan ini yang ke lima tapi aku tak pernah ingin menghadiri acara itu.
0
0
CLBK Membuatku Kehilangan Dia Untuk Selamanya
Hidupku selalu bahagia, tak ada sedih atau merasa kesepian. Kadang tersirat di benakku untuk mencoba belajar mencintai lagi. Namun sebesar apapun rasa sukaku terhadap seseorang, tetap saja cintaku han
0
0
Beranjak Dewasa
Sepertinya dewasa membuatku sedikit bijak dalam menyikapi setiap hal, terutama hal cinta. Ya, remaja memang tidak pernah terlepas dari namanya CINTA. Bahkan sering kali merasa hampa jika tidak ada cin
0
0
Kembali Terluka (Part 2)
Kampus akan mengadakan sebuah acara workshop, dan aku menjadi salah satu panitianya. Karena acara itu diadakan malam hari, mau tidak mau harus nginap di kampus. Hari itu aku kurang beruntung, kondisi
0
0
Kembali Terluka (Part 1)
Memilikinya adalah suatu kebahagiaan untukku. Padahal dia bukan tipeku, bukan pula kriteriaku, apalagi terdaftar sebagai cowok idaman dalam kamus percintaanku. Benar-benar tidak pernah terbesit dalam
0
0
Terungkapnya Sebuah Misteri
“Kriiiiiiing!!!” alarm di kamar anton berbunyi. Menandakan waktu subuh, anto yang masih mengantuk bangun untuk melaksanakan kewajiban umat muslim untuk shalat subuh. Ia pun bergegas menuju kamar mandi
0
0
Peterpan
Hari ini akan menjadi hari yang bahagia untuk Chanyeol, sebuah cincin telah disiapkan untuk melamar sang kekasih. Senyum indahnya terpancar, ketika ia mencoba memakai kedua cincin yang berbeda ukuran
0
0
Menanti Ketidakpastian
Hembusan angin pagi yang sejuk membuat aku mengingat suatu perasaan yang lama terkubur dalam, dimana perasaanku seakan membawaku terbang bersama semua kenangan indah yang kulalui bersamanya dulu. kena
0
0
Antara Cinta dan Restu Orangtua
Aku terbangun dengan mata sembab, kepala juga pusing. Semua ini karena semalaman aku menangis. Ya, aku menangis! Menangisi nasibku, masa depanku dan diriku sendiri. “Mah, aku nggak mau nikah sama Dima
0
0
LDR
“Derrrtt… derrrrtt…” Kulihat layar smartphone milikku. Hatiku tak karuan mendapati dia ternyata mencoba menghubungiku ditengah padat merayapnya jadwal latihan dari si pelatih. Tak menunggu waktu lama
0
0