Perkenalkan nama saya Jajang Mulyana.
Saya seorang tukang somay keliling...
Saya lahir di Jawa namun besar di Kaltim.
Sebelum bekerja sebagai penjual somay keliling.., saya sempat bekerja di pergudangan boneka dibagian penyortiran.
Saya sudah bekerja hampir 3 THN di pergudangan tersebut,saya bekerja di sana tepat dua Minggu setelah saya Lulus SMA.
Saya lulusan tahun dua ribu delapan belas...,di jaman itu sungguh sulit untuk mencari pekerjaan.
Saya harus keliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menaruh berkas lamaran kerja.
Namun tidak ada panggilan sama sekali... jujur saja di saat itu saya sedikit frustasi karena kurangnya lapangan kerja.
Hingga membuat lulusan seperti kami sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
Hingga tiba saat di mana sahabat ku yang bernama noel menelfon ku.
Untuk menawarkan pekerjaan di gudang boneka..
Mendengar penawaran kerja seperti itu aku sungguh sangat senang.
Dan tanpa basa-basi aku pun pergi ke lokasi gudang tersebut dan menaruh berkas lamaran kerja.
Dan Alhamdulillah nya di saat saya datang dan menyodorkan surat lamaran kerja,staf di sana langsung mengharukan saya ke tempat interview dan setelah selesai interview saya langsung di terima.
Setelah lah saya langsung di traning...masa traning nya 1 mingguan setelah selesai aku pun resmi menjadi salah satu karyawan di gudang tersebut....
Seiring waktu berjalan tak terasa aku naik jabatan dan padah akhirnya di dua ribu dua puluh dua aku menjadi salah satu orang yang terkena PHK.
Setelah di PHK.., saya mencoba untuk melamar kerja ke tempat lain namun tidak ada panggilan untuk interview.
Dengan modal tabungan yang lumayan...
Aku pun memutuskan untuk berjualan somay...
Meskipun untungnya sedikit... setidaknya bisa nyambung hidup pikir ku dulu..
Akhirnya aku membeli semua keperluan yang dibutuhkan...
Dari gerobak,alat masak , bumbu sampai dengan bahan untuk membuat somay
Setelah mempersiapkan semuanya.., keesokan hari nya saya pun mulai berjualan somay dengan sepeda motor saya tidak lupa dilengkapi dengan dengan alat kelakson khas penjual tukang somay...
Dari mulai komplek hingga kawasan rumah rumah elit pun saya lalui untuk menjajakan somay saya.
Awal pertama kali jualan dagangan langsung habis dan uang saya dapat sekitar 400 ribu perhari itu kalau habis semua.
Suka dukanya pun ada ...
Suka nya itu ketika dagangan semuanya habis dan orang masih mau dan ada juga yang mesan untuk acara-acara kumpul.
Kalau dukanya sendiri ketika jualan tidak habis dan terkadang ada juga orang yang suku nyinyir .
Bilang kalau jualan seperti itu kapan kaya nya lah dan lain-lain.
Tapi saya selalu sabar dan membalas nya dengan senyuman.
Bila di tanya tetang pengalaman horor waktu jualan siomay pasti ada.
Dan dari sekian pengalaman horor yang saya alami dan rasakan ada satu pengalaman yang sangat membekas dan sempat buat diri saya trauma untuk berjualan siomay .
Kejadian itu terjadi tepat setelah sebulan saya berjualan siomay..., waktu itu saya berjualan sampai malam tepat nya sekitar jam 8 sampai 9 nan.
Malam itu saya tidak mengetahui bahwa malam itu adalah malam Jumat tepatnya malam Jumat Kliwon.
Di saat sedang menjajakan siomay seperti biasa ke komplek dan kawasan rumah elit
Tiba-tiba saja hawa di sekitar perjalanan menjadi begitu dingin...
Tak hanya dingin... suasana juga begitu terasa sangat sepi tak seperti biasanya..,
Dan di saat itu dagangan saya masih terlalu banyak.
Di situ saya merasa sedih karena dagangan saya tidak habis seperti biasanya..
Di saat aku ingin mengarah pulang...
Tiba tiba saja saya mendengar suara seseorang memanggil saya dari belakang.
Mas...mas... saya mau beli siomay nya.
Tapi di saat saya berbalik ke belakang.. hasil nya nihil..ya tidak adanya orang sama sekali...
Lalu dengan masih posisi duduk di motor sambil motor masih menyala...,aku berpikir sejenak apa kah yang ku dengar tadi itu hanya halusinasi.
Sambil terus memikirkan apa yang telah terjadi... tiba-tiba saya di kejudkan ole seorang bapak yang menepuk pundak saya dari belakang...
Puk..., suara dari tepukan pundak...
Saya yang terkejut pun langsung berbalik..
Sambil mengucapkan Astaghfirullah... ucap ku.
Di saat kami beradu tatap.., bapak itu bertanya kepada ku...
Mas nya ngapain berhenti di sini...?
Dari tadi saya lihatin mas dari kejauhan seperti orang yang lagi ngelamun...
Lalu saya menjawab... engak pak tadi saya berhenti karena saya mendengar suara seseorang perempuan lagi manggil saya..
Owh..,kalau boleh tau mas nya jualan apa..?
Dan sudah lamaran jualan nya.ucap bapak tersebut.
Siomay pak, baru masuk sebulan.ucap ku.
Mas nya pasti nyasar ya.., sampai bisa ke sini..ucap bapak tersebut.
Enggak kok pak.., saya sering lewat sini.
Biasanya sih banyak beli tapi ini tumben sepi... ucap ku.
Bapak itu hanya membalas dengan senyuman kecil seakan tahu sesuatu sambil bilang ke aku.
Mas..mas tau ini malam ap...?
Lebih baik mas cepat pulang sebelum terlambat...jalan keluar nya tinggal lurus aja.ucap bapak tersebut.Engak tahu pak memang nya ini malam apa pak...?
Dan sebenarnya apa yang terjadi... sampai bapak menyuruh saya pulang cepat dan memberikan sebuah arah...?
Kan saya sudah tahu arah pulang nya..ucap ku.
Bapak itu hanya tersenyum sambil berkata kalau di saat kamu sedang berkendara pulang dari sini pasti kan kamu tidak berhenti apalagi sampai menengok ke arah belakang atau suara yang memanggil kamu.ucap bapak itu.
Jujur Saja saya sedikit merasa ada sesuatu yang janggal.., tapi saya mencoba mendengarkan saja mungkin saja itu baik.
Sambil menawarkan siomay gratis dan mengucapkan terimakasih saya pun langsung berlalu pergi..
Belum begitu jauh jaraknya saya berkendara
Tiba-tiba saya ingin melihat kebelakang ke arah bapak tadi itu...
Dan tiba-tiba saja bapak itu menghilang tanpa jejak..., melihat hal seperti itu aku langsung tancap gas....
Di saat aku merasa sudah lumayan jauh dan sedikit lagi sampai di gerbang komplek tiba-tiba aku mendengar samar samar suara perempuan yang sama sedang memanggil aku....
Dan suara nya begitu sangat dekat...., tapi aku tidak berhenti apalagi menoleh karena mendengarkan nasihat dari bapak yang ku temui tadi....
Semakin tindak ku herani maka semakin besar pula suaranya dan itu pun terus terulang hingga aku pun melewati gerbang tersebut dan tiba-tiba suara itu pun menghilang tanpa jejak.
Dan akhirnya tak terasa sampai lah aku di rumah ku, aku tinggal ngekos jau dari orang tua karena orang tua ada di Jawa sedangkan aku di Kalimantan.
Di saat sampai aku pun mulai membereskan semua alat-alat dagangan ku setelah nya.. seharusnya aku ingin mandi.
Tapi teringat kata-kata bapak yang tadi ku temui yang menanyakan tentang hari apa sekarang aku pun jadi penasaran dan aku pun langsung pergi ke arah kalender yang berada di tembok di ruang tengah di bawah jam dinding.
Aku terkejut setelah melihatnya karena ternyata malam itu ternyata malam Jumat Kliwon...pantas saja aku merasakan sesuatu yang aneh...
keesokan hari nya aku kembali berjualan seperti biasanya tapi di saat aku menjalankan siomay ku ke perumahan elit yang biasanya tempat aku jualan..
Tiba-tiba ada beberapa ibu-ibu yang membeli sambil bertanya kepada ku...
Ibu itu panggil aja namanya lia..,nah ibu Lia itu nanya ke saya.
Mas nya enggak jualan nya kemarin..?
Soalnya kami tunggu tunggu engak ada lewat tuh.ucap Bu Lia
Sambil membuatkan pesanan Bu Lia aku menjawab... jualan ko buk... cuma engak tau aja Kenapa ko tiba-tiba sepi kemarin.
Dagangan saya juga masih banyak yang enggak habis.tapi say cuma bertemu sama bapak bapak...
Ha...? Ucap ibu ibu itu..
Masa sih mas nya jualan kemarin..., tapi mungkin enggak lewat sini kan..? ucap ibu ibu itu..
Lalu aku menjawab lagi...aku lewat sini kok cumah kemarin itu enggak tau kenapa kok sepi banget itu pun cuma ketemu satu bapak bapak.
Masa sih mas...?ibu ibu itu bertanya dengan nada seperti kebingungan dan tidak percaya.
Hingga saya bilang sumpah saya jualan kemarin lewat ini cuma kebetulan sepi saya liat.dan saya hanya bertemu sama satu bapak bapak yang menyuruh saya untuk segera pulang..
Tiba tiba ibu itu langsung saling beradu tatap dan secara bersamaan mereka berkata.
Kayak nya mas nya masuk gerbang alam lain mungkin...ucap para ibu-ibu itu.
Ya kali..., dengan nada sedikit tertawa kecil
Tapi setelah di pikir pikir mungkin saja benar karena suasana dan tempat nya seperti asing menurut ku saat itu..
Setelah menyiapkan siomay ibu ibu tersebut aku memutuskan untuk pulang dan tidak berjualan karena apa kalian tau setelah kejadian tersebut.
Setiap malam di saat saya ingin tidur say mendengar di kos saya seperti ada orang yang memanggil saya untuk memesan siomay.padahal tidak ada orang lain yang ngekos selain aku di kos tersebut dan para nya lagi suara itu menganggu sampai berhenti di jam tiga dari selesai sholat isya sampai jam tiga dinihari... coba kalian bayangin.
Setrauma apa saat itu saya... sampai engak Bisa tidur dan memutuskan untuk berhenti jualan.
Dan karena tidak ingin di ganggu terus karena gangguan itu sudah semingguan.
Aku mencari seorang ustadz untuk di bacakan doa di kos dan sekalian diriku di ruqyah.
mana tau ada yg ketempelan dan Alhamdulillah nya setelah di doakan dan di ruqyah semua nya kembali normal dan sampai sekarang di 2026 aku punya warung yang menjual aneka makanan tidak cuma siomay.