Nada di Balik Pagar
Namaku Yuda. Aku seorang pemain biola yang sering tampil di restoran kecil di kota. Rumahku terletak di pinggiran kota, di sebelah rumah seorang pengusaha kayu yang kaya raya. Istri pengusaha itu, Li
0
0
Jejak di Buku Tua
Namaku Fajar. Aku seorang pustakawan muda yang bekerja di perpustakaan kota. Rumahku kecil, penuh dengan buku-buku bekas yang kubeli dari toko buku tua. Di rumah sebelah, tinggallah keluarga Kusuma.
0
0
Bayangan di Pelukan Malam
Namaku Irfan. Aku seorang insinyur sipil yang baru saja pindah ke kota besar untuk proyek baru. Apartemenku sederhana namun nyaman, menghadap ke sebuah taman kota yang sering kumakani dari jendela. D
0
0
Cerpen ku
Aku dulu adalah seorang pengangguran, tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hidupku. Aku telah mencoba banyak hal, tapi tidak ada yang berhasil. Aku merasa tidak berguna, tidak ada tujuan. Hari
0
0
Dari pengangguran menjadi penulis online
Hari ini, aku merasa sangat bersyukur. Aku dulu adalah seorang pengangguran, tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hidupku. Tapi, sekarang aku adalah seorang penulis cerpen online di aplikasi.
0
0
Takdir Di Ujung Penantian
Dulu, aku percaya bahwa cinta adalah hak istimewa bagi mereka yang "berpunya". Berpunya wajah yang rupawan, berpunya harta yang cukup, atau setidaknya, berpunya kepercayaan diri yang tinggi. Sementar
0
1
Pesan yang tak kunjung membiru
Suasana dipagi hari begitu ramai,dengan ditemani udara yang sedikit hangat,suara burung burung berkicau,dan suara ayam yang berkokok. Tak lupa pula ditemani juga dengan merdunya suara takbir yang me
0
1
Rindu Yang Tak Terbalaskan
Angin sejuk menerpa wajah sempurna gadis itu, yang sedang duduk di bangku taman, dengan seorang pria. Gadis itu, yang tidak lain adalah - Gisella. seorang perempuan cantik dengan mata biru laut me
1
3
SEKANTUNG KRESEK IBU
Krusak! Ibu memasukkan kantung kresek bekas belanjaan ke dalam kantung kresek besar berwarna merah. Kantung kresek sedang berwarna kuning transparan. Sedikit lecek. Dilipatnya rapi kantung kresek it
0
1
Langkah Terakhir Di Lantai 13
Berita utama di Daily Fashion pagi ini seharusnya hanyalah tentang peluncuran "The Midnight Stiletto", sepatu hak tinggi hitam mengkilap dengan sol bergerigi yang sedang viral. Namun, bagi Aris, jurna
0
0
"SINYAL DI ATAS SAJADAH"
DI BALIK SINYAL TAKDIR: TUJUH TAHUN MENCARI RUMAH Bab 1: Pertemuan di Titik Terendah Segalanya bermula di tahun 2019, sebuah awal yang tidak terduga. Lana sedang berada di titik nadir kehidupannya; n
0
0
Kasih sayang yang tidak akan kembali lagi
Aku Karata Azuna, anak tunggal di keluargaku, orang orang selalu bilang bahwa aku beruntung karna aku anak tunggal, jadi aku akan mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuaku, namun itu salah. Sej
0
1
Bangku Yang Salah
Pagi itu Raka Pradana benar-benar sedang sial. Alarm ponselnya mati, kakaknya lebih dulu membawa motor, dan gerbang sekolah hampir ditutup saat ia baru sampai. Dengan napas tersengal, ia berlari me
0
1
Pintu Langit Menyapa Ranty
Gerimis tipis menyapu kaca jendela kamar Ranty Astuti, meninggalkan jejak-jejak air yang tampak seperti air mata yang enggan jatuh. Di usianya yang menginjak tujuh belas tahun, Ranty sudah terbiasa de
0
2
Keimanan vs ketenaran. Bersyukur lebih baik
Aku duduk di kamar kecilku, memandang ke cermin. Aku merasa berbeda, aku merasa lebih damai. Aku telah belajar bahwa ketenaran tidak membawa kebahagiaan, tapi bersyukur membawa kedamaian. Aku dulu ad
0
0
Ketenaran vs keimanan
Aku dulu adalah seorang penulis yang sangat ambisius. Aku ingin menjadi terkenal, ingin memiliki ribuan penggemar yang mengidolaku. Aku menulis dan menulis, tapi semakin aku menulis, semakin aku meras
0
0
Aku penulis cerpen amatiran
Aku duduk di kamar kecilku, memandang kertas kosong di depanku. Aku penulis cerpen amatiran, dan aku tahu masih banyak yang harus aku pelajari. Tapi, aku tidak akan menyerah. Aku suka menulis cerpen,
1
1
Dicintai Ketua Kelas yang Galak Itu
Semua orang mengenal Raka sebagai ketua kelas paling galak. Tegas, disiplin, jarang tersenyum. Aturan baginya bukan pilihan—tapi kewajiban. Dan Arman adalah kebalikannya. Pendiam, pengamat, sering dia
1
0
Dari Obsesi ke Rasa
Raka dan Arman sudah bersahabat sejak lama. Mereka saling mengenal kebiasaan masing-masing—diam Raka saat berpikir, tatapan Arman yang selalu mencari makna. Dua obsesi yang berbeda, tapi justru saling
0
0
Dua Pria dan Obsesi
Malam selalu menjadi saksi bagi Raka dan Arman. Dua pria yang berjalan di jalur hidup berbeda, namun terikat oleh satu hal yang sama: obsesi. Raka terobsesi pada kesempurnaan. Baginya, hidup adalah ra
0
0