Angin sejuk menerpa wajah sempurna gadis itu, yang sedang duduk di bangku taman, dengan seorang pria.
Gadis itu, yang tidak lain adalah -
Gisella.
seorang perempuan cantik dengan mata biru laut menenangkan yang berbinar penuh semangat dan antusiasme, dan rambut panjang halus berwarna coklat gelap yang hampir menyerupai pekat nya hitam.
Ia adalah gadis yang hati nya sangat suci. Ia seringkali berbaik hati untuk menolong dan pandai memasak.
Yah, bagaikan remaja sekarang, ia sedang dilanda sesuatu yang membuat hatinya selalu berdebar setiap kali menatap seseorang itu, mungkin di zaman sekarang disebut 'butterfly era'.
Gadis remaja yang duduk di bangku kelas 7 itu, kini duduk disebelah seorang laki-laki, yang selalu membuat hati nya berdebar tiap kali ia menatap matanya.
"Mau es krim?"
Tanya laki-laki itu.
-Aiko.
Namanya. sedangkan ia duduk di bangku sekolah kelas 10. sebenarnya dia dan Gisella tidak mempunyai hubungan khusus seperti kekasih atau gebetan. Lebih tepat nya Hubungan Tanpa Status (hts).
Meskipun menyandang status tersebut, mereka terlihat seperti lebih dari tanpa status, mungkin bisa dibilang sangat dekat.
Teman-teman Gisella terus mengira kalau ia mempunyai kekasih, begitupun sebaliknya dengan teman Aiko.
-"Mauu!"; Gisella
Jawab wanita itu dengan antusias dan penuh semangat.
Aiko tersenyum melihat tingkah lakunya yang terus ceria dan bersemangat.
-"Ayo, pelan-pelan jalannya, nanti jatuh."; Aiko
Mereka pun beranjak dari bangku taman itu, dan berjalan pergi menuju stan es krim.
****************************************
Hari-hari yang mereka lalui terasa lebih berharga karna mempunyai satu sama lain.
Gisella sebenarnya menyimpan perasaan pada Aiko,
─ Gisella sebenarnya tidak menganggap nya hanya teman, tetapi lebih dari itu.
Tetapi ia tidak pernah tahu, apakah laki-laki itu juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan.
Setiap malam, mereka berdua selalu bermain game bersama hingga lupa waktu dan larut malam menghampiri.
Mereka tertawa di dalam telepon, mendengar satu sama lain bergurau dan berbicara santai.
Gisella ingin terus seperti ini selama nya, selama-lamanya. Dimana ia bisa merasakan kebahagiaan dengan seseorang yang belum bisa ia miliki.
Jam di dinding mulai menggerakkan jarum nya, menunjukkan pukul setengah satu pagi.
-"Kamu ga tidur, Sel?"; Aiko
-"Jangan begadang nanti sakit, loh."; Aiko
-"Kamu sendiri ga tidur?, bisa nya ngomentari orang saja."; Gisella
dengan nada tengil.
Terdengar tawa pelan Aiko diseberang telepon, lalu berkata
-"Aku udah gede, kamu masih bocil, Gisella."; Aiko
Gisella dengan cepat membalas ejekan nya itu
-"Aku udah besar, ya!"; Gisella
-"Iya, deh."; Aiko
-"Tapi Sel, aku mau bilang sesuatu."; Aiko
-"Apa?"; Gisella
-"Aku..."; Aiko
Ia terdiam sejenak. memikirkan kata-kata yang tepat.
-"Aku mau pergi ke kota tetangga, La."; Aiko
-"Ke kota yang.. jauh dari kota kita sekarang."
-"aku mau pindah sekolah, ke sekolah disana karna aku ada urusan."; Aiko
Gisella yang mendengar itu sedikit tercekat
Pindah... itu berarti, dia tidak akan bisa bertemu dengannya setiap hari lagi, kan?
Ia terdiam sejenak, berpikir akan menjawab apa. Ia tidak bisa menjawab.
-"Urusan, apa?"; Gisella
-"Urusan yang ga boleh kamu tau"; Aiko
-"Tapi aku janji, nanti kalau kita udah LDR-an, aku bakal sering-sering ngajak mabar, sama videocall."
-"biar kamu ga kangen sama wajah ganteng ku."; Aiko
-"Ganteng apanya? gausah kepedean deh."; Gisella
-"Tapi nanti balik lagi kesini, kan?"; Gisella
-"Hmm. mungkin"; Aiko
-"Jangan mungkin!"; Gisella
-"Harus balik"; Gisella
-"Iya-iya, bawel."; Aiko
-
-
-
-
Mereka terus bermain beberapa saat, sebelum mematikan telepon dan permainan, untuk pergi tidur.
________________________________________
Beberapa bulan berlalu...
Aiko kini sudah pergi ke kota yang ingin dituju nya, meninggalkan Gisella.
Aiko sebenarnya pindah karna ada alasan tertentu.
─ Ia ingin mengabulkan permintaan dari kedua orang tua nya yang kini telah bercerai sejak lama, dan kini sudah mempunyai keluarga nya lagi masing-masing. Menaruh tanggung jawab menjaga dan merawat Aiko pada Tante nya, saudara dari ibu nya Aiko.
Ia lebih seperti di... campakan? entahlah. Aku terlalu bingung dengan orang-orang tua yang bercerai dan malah melemparkan tanggung jawab nya sebagai orang tua ke kerabat atau orang lain yang belum tentu sanggup.
Oh ya, apa permintaan orang tua nya?
─Ingin ia tinggal di sekolah yang bagus dan tidak pas-pasan lagi.
Bagi Aiko, meskipun itu tidak pernah menjadi tuntutan baginya dari orang tuanya, tapi ia ingin melihat orang tua nya bahagia melihat nya bahagia juga. Bersekolah di sekolah yang diinginkan.
──────────────────────────────────
7 Bulan Kemudian...
Heh... mana yang katanya akan terus bermain bersama dan videocall?
Di dunia ini, mengingkari janji sudah menjadi hal lumrah, ya?
Gisella terus hidup dengan kesepian, terus menunggu telepon dari Aiko.
Tapi tahu apa yang membuat nya hancur?
─Suatu ketika, Gisella bangun dan melihat foto profil nomor Aiko, sudah tidak ada.
Nafas nya tercekat, dada nya seperti ditusuk dari luar dalam.
Ia mengetuk kontak nya, berharap nomornya tidak diblock oleh Aiko.
Gisella mencoba mengirim pesan, berharap mimpi buruk nya tidak jadi nyata.
Centang satu.
Gisella terdiam, tidak bisa berkata-kata, tidak percaya, tidak kuat, tidak tidak
Rasanya ingin menangis, meskipun Gisella tahu dia bukan siapa-siapa yang lebih selain teman bagi Aiko.
───______───________────______───_____
Bulan-bulan berlalu
Tanggal berjalan
Hari berganti
Masih tidak ada kabar dari Aiko, yang membuat Gisella semakin khawatir sekaligus kesal.
Kenapa, kenapa tiba-tiba ia memblokir nya? kenapa ia tidak memberi tahu kabar? kenapa ia menghilang? kenapa? why?
Banyak pertanyaan yang muncul di benak Gisella, ia tidak mengerti kenapa orang-orang semudah itu untuk datang lalu pergi.
Apakah ia hanya tempat singgah sementara nya?
Gisella sangat ingat, sekaligus rindu yang semakin mendalam.
**Flashback**
-"Hahaha! Cieee berduaan lagi tuh! kapan jadian nihh, pj pj"- ucap seorang teman Aiko yang bernama Felix, yang tiba tiba muncul saat Gisella dan Aiko sedang berjalan-jalan di sekitaran kota yang sepi.
-"Apasih, Felix?!"; Gisella
-"Oy sana, ganggu aja."; Aiko
-"Jangan gitu lah, bro. Nanti kalau udah sampai pelaminan kasi tau yak, mau makan rendang, nih."-
──────────────────────────────────
(Di lain waktu)
-"Hahahahahaha!! jelek banget!"; Gisella
Yang sedang mendandani Aiko dan mengikat rambut pendek nya, yang membuat nya menghela nafas pasrah.
-"....."; Aiko
──────────────────────────────────
(Di lain waktu)
Gisella dan Aiko yang sedang bermain di taman favorit mereka, seperti biasa.
Dan dengan Gisella yang sedang berlari mengejar kucing yang ingin dia elus.
-"Awas jatuh, jangan lari lari"; Aiko
-"Mengg! Sini!"; Gisella
-"Aduh!"; Gisella
Gisella yang hampir tersandung karna ingin melompat melewati batu di depannya.
Aiko yang tertawa karna melihat nya tersandung,
-"Kenapa tidak jatuh sekalian, sih?"; Aiko
-"Biar aku ketawai keras-keras."; Aiko
-"Jahat!"; Gisella.
──────────────────────────────────
**Flashback Off.**
─Kini sudah bulan April, dan Aiko tak kunjung mengirim kabar lewat media apapun.─
Gisella ingin bertanya pada temannya Aiko, Felix. tetapi dia juga menghilang, mungkin juga ikut pindah ke kota atau negara lain.
Sahabat Gisella, yang prihatin melihat Gisella yang terus menerus sedih dan berusaha mencari seseorang yang ia sayangi itu, akhirnya berusaha ikut membantu.
Tapi apa?, hasilnya nihil.
Satu-satunya cara, hanya menenangkan Gisella dan mendengarkan seluruh cerita dan keluh kesah nya.
-"Masih belum bisa dihubungi, ya?"; Neana
Ucap sahabat Gisella itu.
Gisella menggeleng pelan, sedikit menunduk, menatap ke arah tanah yang kosong. Berdiri diam di depan sahabat nya itu.
-"Cerita saja, aku akan selalu dengarkan."; Neana
-"Sepertinya.."; Gisella
-"Aku merindukan nya setengah mati, mencari nya kemana-mana, tapi aku sendiri tidak pernah tahu... apakah dia juga gila karna merindukan ku seperti aku merindukan nya."; Gisella
-"Mana, mana 'janji-janji' nya itu?"
-"Aku tidak percaya lagi dengan janji."
-"Aku selama ini sudah berusaha, menghungi nya, menanyakannya kemana-mana, mencari nya, tapi apakah dia sebenarnya masih mau aku cari?"; Gisella
-"Bagaimana kalau dia sengaja menghilang dariku, dan tidak berusaha juga untuk bertemu dan memberi kabar padaku lagi?; Gisella
──────────────────────────────────
Asal kalian tahu... banyak laki-laki yang sudah lama mengincar Gisella selama ini, tapi, ia tidak bisa.
─ Hatinya masih untuk laki-laki yang namanya berawalan huruf A itu.
Ia tidak bisa. Mau ditanya seratus kali pun, kalaupun dia menyukai seseorang, itu tidak benar-benar dari lubuk hati nya yang paling dalam, tidak seperti pada Aiko.
♡
♡
♡
♡
Terkadang... seseorang yang kita cari, tidak menginginkan untuk dicari.
Dan, seseorang yang ingin dicari, justru tidak pernah dipertanyakan bagaimana keadaan dan kondisi nya.
People Come And Go.
-"Aku tidak pernah percaya kata 'Abadi' itu benar-benar nyata di alam semesta manapun."-
Jangan Mencintai Seseorang Terlalu Dalam
Jika Luka Mu Tidak Ingin Sedalam Samudera.
───────────────End─────────────────
Keep strong buat kalian yang lagi ngerasain fase ini..
Ini kisah nyata dari kisah temen ku,
aku kasian plus muak tiap kali dia cerita hts an nya.
jadi aku bantu dengan buatin cerpen biar nama orang yg dia sayang abadi di sebuah karya :> , karna dia kaga bisa bikin cerpen
semua nama disini aku palsukan, kecuali satu orang
Sekiann ( ╹▽╹ ) ♥︎♥︎♥︎
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
ʚɞ