Berita utama di Daily Fashion pagi ini seharusnya hanyalah tentang peluncuran "The Midnight Stiletto", sepatu hak tinggi hitam mengkilap dengan sol bergerigi yang sedang viral. Namun, bagi Aris, jurnalis mode kawakan, ada sesuatu yang salah dengan foto promosi yang baru saja diterimanya.
Sepatu di foto itu—persis seperti yang kita lihat—memiliki detail gesper perak yang unik.
Masalahnya, Aris pernah melihat sepatu itu sebelumnya. Bukan di panggung runway, melainkan di sebuah arsip kasus hilangnya seorang model papan atas sepuluh tahun silam.
Penasaran, Aris menyelinap ke gudang penyimpanan kantor pusat brand tersebut di lantai 13 yang sudah lama dikosongkan. Di tengah kegelapan, ia menemukan kotak sepatu terakhir yang masih bersegel. Saat ia membukanya, aroma parfum mawar yang sangat ia kenali—parfum milik model yang hilang itu—langsung menyeruak.
Aris mengambil sepatu itu, namun tangannya gemetar. Di bagian dalam sol sepatu yang seharusnya mulus, ia merasakan sesuatu yang menonjol. Ia merobek lapisan kulit dalamnya dan menemukan sebuah microchip kecil serta secarik kertas lusuh bertuliskan:
"𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢."
Tiba-tiba, lampu gudang menyala. Aris berbalik dan melihat direktur utama perusahaan berdiri di ambang pintu dengan senyum yang tidak sampai ke mata. Sang direktur tidak memakai sepatu formal, melainkan memegang pasangan sepatu yang satunya lagi.
"Kamu terlambat satu dekade untuk berita ini, Aris," bisik sang direktur.
Aris mundur selangkah, namun pintu di belakangnya tiba-tiba terkunci secara otomatis. Di bawah cahaya lampu yang berkedip, ia menyadari bahwa sol bergerigi sepatu itu tidak bersih; ada noda merah mengering yang tersembunyi di sela-selanya.
"Nyonya Andromeda," suara Aris tercekat.
Wanita itu melangkah maju, hak sepatu stiletto-nya mengetuk lantai beton dengan irama yang mengerikan—klik, klik, klik. Senyumnya tetap kaku, seolah wajahnya adalah topeng porselen yang retak.
"Aris, kamu selalu punya hidung yang tajam untuk berita busuk. Sayangnya, kali ini kamu mencium aroma yang salah."
Aris meremas microchip di tangannya. Ia tahu jika ia tertangkap sekarang, ia hanya akan menjadi 'catatan kaki' dalam sejarah fashion yang gelap. Dengan gerakan kilat, ia melemparkan kotak sepatu berat itu ke arah lampu gantung di tengah ruangan.
PRANK!
Kegelapan total menyelimuti gudang. Aris tidak menunggu. Ia berlari zigzag di antara rak-rak tinggi yang penuh dengan prototipe sepatu. Di belakangnya, ia mendengar suara gesekan logam—Nyonya Andromeda tidak mengejarnya dengan tangan kosong.
"Lantai 13 tidak punya jendela terbuka, Aris! Kamu hanya berputar-putar di dalam peti mati yang indah!" teriak Andromeda, suaranya bergema dingin.
Aris sampai di pintu darurat, namun gagangnya tidak bergeming. Ia teringat microchip di tangannya. Apakah ini kunci digital? Ia meraba-raba dinding di samping pintu, menemukan panel sensor yang tersembunyi di balik poster promosi "The Midnight Stiletto".
Ia menempelkan chip itu. Bip. Lampu panel berubah hijau.
Pintu terbuka sedikit, menyingkap lorong sempit yang menuju ke arah lift barang. Aris melompat masuk, namun sebuah tangan dengan kuku merah tajam mencengkeram kerah jaketnya. Andromeda ada di sana, matanya berkilat di kegelapan.
"Lepaskan!" Aris menyentak sekuat tenaga, meninggalkan potongan kain jaketnya di tangan wanita itu. Ia berhasil masuk ke lift barang dan menekan tombol lantai dasar berkali-kali.
Saat pintu lift perlahan menutup, Aris melihat Nyonya Andromeda berdiri tenang di depan sensor. Ia tidak mengejar lagi. Ia justru mengangkat ponselnya dan membisikkan sesuatu yang membuat darah Aris membeku:
"Dia membawa 'kuncinya'. Aktifkan pelacak di sol sepatu yang dia pegang."
Lift bergerak turun. Aris menunduk, menatap sepatu hitam mengkilap yang masih ia genggam erat. Di sela-sela sol bergerigi yang kokoh itu, sebuah lampu merah kecil mulai berkedip cepat.
Tit... tit... tit...
Pintu lift berdenting terbuka di lantai dasar yang sepi, namun di luar sana, puluhan pasang sepatu hitam yang sama persis sudah berbaris rapi menunggu kedatangannya.