Suasana dipagi hari begitu ramai,dengan ditemani udara yang sedikit hangat,suara burung burung berkicau,dan suara ayam yang berkokok.
Tak lupa pula ditemani juga dengan merdunya suara takbir yang menyambut pagi hari raya Idhul Fitri,terlihat banyak Ada bapak bapak perpakain rapi dan ibu ibu yang mengenakan mukenah shalatnya,terlihat diwajah mereka sebuah ukiran senyuman yang hangat yang merekah bahagia ingin melaksanakan shalat Idhul Fitri bersama warga sekitar.
Hari sudah menunjukkan pukul 06:59 semua warga sudah bersiap untuk melaksanakan sholat Idhul Fitri berjamaah,jelang beberapa waktu warga telah usai melaksanakan sholat Idhul Fitri,terlihat warga duduk rapi mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh bpk.dimas selakunya imam dikampung tersebut.Setelah, mendengarkan khutbah seluruh warga berbaris untuk melakukan acara bersalam-salaman,setelah selesai warga pun pulang ke tujuan masing masing.
Disebuah bangunan sederhana yang hanya terisi oleh 3 anggota,terdapat suasana yang sangat haru.Ana selaku anak pertama didalam rumah ia pun memulai bersalaman dengan ibunya,"Bu..mohon maaf lahir dan batin ya Bu,Ana banyak salah sama ibu"ucap ana dengan nada yang terengah-engah karna menangis.sontak tangan ibunya pun lansung mengelus pelan pucuk kepala Ana dengan wajah yang sedih terharu sambil mengucapkan"maafkan ibu ya Ana,ibu belum bisa turutin semua kemauan Ana".setalah itu disusul oleh adiknya Ana yang bernama Rendi.
Setelah itu,Ana,ibunya dan adiknya pun makan bersama,kini suasana berubah terdengar canda tawa yang riang diantara mereka."Assalamualaikum..Ana..Ana.."teriak teman-teman Ana didepan rumahnya.tak lama dari itu Ana pun keluar menjumpai teman-temannya."ehh Jannah,Nia awal sekali kesini?"ucap Ana dengan senang.mereka ber 2 pun menjawab"iya soal sekalian kita ber 2 lagi keliling disini".Ana pun mempersilahkan mereka berdua masuk,dan akhirnya mereka ber 2 pun masuk dan mengobrol banyak hal.
Hari pun begitu cepat tak terasa sudah sore,terlihat didepan rumah sederhana itu sekumpul anak muda sedang bersenda gurau,"Rendi..Rendi"teriak ibunya dari dalam rumah.Rendi pun sontak terkejut iapun menjawab panggilan itu dengan suara pelan,lembut sambil berjalan menghampiri ibunya yang berada didapur."iya ibu,ada apa?"tanya Rendi kepada ibunya.Lalu ibunya menyodorkan sebuah piring yang terisi dengan beberapa potong bolu sembari berkata"ini suguhkan keteman-temanmu" tangan Rendi pun dengan gercepnya langsung mengambil alih piring dengan mengucapkan terima kasih kepada ibunya.
Singkat cerita,hari raya pun sudah usai,semua orang melaksanakan pekerjaannya dengan normal seperti biasa.disebuah kamar kecil milik Ana terlihat gadis yang memilik mata indah seperti ayahnya tapi ia tak pernah mau mengakui ayahnya,mata itu pun mulai berkedip kedip karena terkena sedikit sinar matahari yang menembus dari sela sela ventilasi dikamarnya.ia pun bergegas bangun dan membersihkan tempat tidurnya.
Setelah selesai Ana melakukan aktivitas paginya ia pun harus menggemaskan barang barangnya yang akan dibawa pergi kerja.tak lama setelah selesai ia pun pergi ketempat kerjanya yang tak jauh dari rumahnya mungkin sekitar 25 menit,sampai ditempat kerja ia melakukan aktifitas seperti biasanya.
Keesokkan harinya,Ana mendapat kabar bahwa temannya Jannah akan berangkat ke asrama siang ini,hati Ana campur aduk ada sedih,dan bahagia.Ana pun mengirim pesan kepada Jannah.
Ana:Jannah kapan kamu berangkat?
Jannah:kurang tau aku,bis nya lagi dijalan
Tak lama dari itu Ana melihat dari halaman depan tempat kerja banyak bisa berlalu lalang.
Ana:aku lihat bis loh
Jannah:iya itu bis aku,bis 1
Ana:yahh ketemunya nunggu setahun deh,itupun kalo kamu pulang.
Jannah:iya 😓
Ana:padahal lebaran ini kita belum ada main.
Jannah:(mengirim vidio )
Ana:rame banget Jannah,bisnya banyak banget.(Terakhir dilihat pukul 11:15)
Jam menunjukkan pukul 11:25,Ana pun bolak-balik membuka layar ponselnya memastikan pesannya terbaca,tapi lama kelamaan waktu berjalan cepat nyatanya,pesan itu tak akan kunjung membiru smpai temannya benar-benar ada didekatnya.
𝐶𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑖𝑠𝑎ℎ 𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎, 𝑚𝑜ℎ𝑜𝑛 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑎𝑝𝑎𝑏𝑖𝑙𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑘𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎ℎ𝑎𝑚𝑎𝑛. 𝑆𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑖𝑛𝑖