NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri Buangan

Balas Dendam Sang Putri Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Jiang Qiuye, putri tabib Jiang begitu sedih setelah tahu bahwa dirinya bukanlah putri kandung dari orang yang telah membesarkannya selama lima belas tahun.

Apalagi saat ia tahu bahwa ayah kandungnya tidak menginginkannya bahkan tega membuangnya begitu saja.

Untuk itu Qiuye berusaha agar bisa masuk ke dalam istana dan berharap mendapatkan informasi mengenai dirinya dan keluarga aslinya itu.

Akan tetapi perjuangannya tidak lah mudah, Qiuye harus menghadapi berbagai macam rintangan. Bahkan ayah kandungnya yang telah mengetahui bahwa dirinya masih hidup pun, menjadikannya sebagai buronan istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Pesan dari Jenderal besar

Istana.

"Selamat ulang tahun putriku sayang, kamu terlihat sangat cantik hari ini," puji Permaisuri.

"Terima kasih Ibu," balas Putri Xu senang.

"Bawa masuk ke dalam!" titah Permaisuri kepada beberapa pelayan pembawa hadiah yang sudah menunggu di depan.

"Wah banyak sekali, ini semua untukku?" ucap Putri Xu senang.

"Ya ini semua hadiah ulang tahun dari Ayah dan ibumu, jadi terimalah," balas Permaisuri Liu dan pelayan menyerahkan semua hadiah.

Beberapa perhiasan, mutiara, emas permata, kain sutera, obat-obatan dan masih banyak lagi.

"Terima kasih ya Ibu," ucap Putri Xu menerima. Lalu memerintahkan kepada dayang Han agar menyimpannya di gudang harta miliknya.

"Perayaan ulang tahunmu sebentar lagi akan dimulai, bagaimana kalau kita melihat lokasinya," ajak Permaisuri.

"Nanti saja Bu, ada seseorang yang ingin ku temui sebelum datang ke perayaan," ucap Putri Xu menolak.

"Menemui siapa?"

"Ya sudah pasti putra mahkota, kakakku. Sejak matahari terbit, dia tidak datang kesini dan sama sekali tidak memberiku ucapan selamat maupun memberi hadiah. Huh! Aku ingin sekali memarahinya," balas Putri Xu.

Permaisuri Liu terkekeh kecil. "Oh begitu, baiklah."

"Iya Ibu, paling tidak aku harus meminta hadiah istimewa padanya karena telah berani mengabaikanku."

"Baiklah, baik sayang. Terserah kau saja. Oh iya, ibu tidak bisa lama-lama disini karena ibu harus mengurus Yang Mulia sebelum pergi ke perbatasan utara," ucap Permaisuri menyudahi.

"Baiklah Bu," balas Permaisuri Liu tidak mengapa.

Setelah Permaisuri Liu pergi, Putri Xu ditemani oleh para dayang keluar kamarnya untuk menemui sang kakak.

"Yang Mulia Putra Mahkota, Putri Xu meminta ijin bertemu dengan anda," ucap pelayan meminta ijin.

"Biarkan Putri Xu masuk," ucap Putra Mahkota memberi ijin.

"Baik, Yang Mulia."

Setelah mendapat ijin Putri Xu memasuki kamar Putra Mahkota dan bersikap manja seperti biasanya

"Kakak," panggilnya manja.

"Ada apa Xu Er?"

"Keterlaluan sekali! Hari ini aku ulang tahun, kenapa kakak sama sekali tidak datang padaku dan memberiku ucapan selamat," cebik Putri Xu kesal.

"Oh hari ini ulang tahunmu ya, pantas saja kau berpakaian seperti itu," ledek Putra Mahkota.

"Huh! Kenapa kakakku tidak peka sama sekali."

"Ya maaf, maaf adikku. Kakakmu ini lupa. Selamat ulang tahun ya adikku yang cantik," ucap Putra Mahkota Song mencubit gemas hidung Putri Xu.

"Aduh, sudah sakit."

"Haha ... Baiklah, katakan hadiah apa yang harus aku berikan untukmu untuk menebusnya?"

Putri Xu tersenyum malu lalu bergelayut manja pada Putra Mahkota. "Kakak, kau dan jenderal Guan Yu kan sahabat dekat. Bisakah kakak mengajaknya menghadiri pesta ulang tahunku?"

"Guan Yu? Waduh sepertinya ini hal yang cukup sulit."

"Ayolah Kakak, bantu lah aku kali ini saja. Ajak dia ya, aku ingin sekali Guan Yu melihat penampilanku hari ini," bujuk Putri Xu memohon.

"Kau ini, kenapa tidak meminta barang saja? Kau malah menyulitkan kakakmu seperti ini. Kau kan sudah tahu seperti apa pria yang bernama Guan Yu itu. Dia sama sekali tidak tertarik dengan perayaan seperti ini, sifatnya juga sangat dingin, bahkan melebihi dinginnya peti es."

"Ya cobalah sekali ini saja, aku akan berhutang budi padamu seumur hidup," mohon Putri Xu tidak menyerah.

Putra Mahkota menggelengkan kepalanya dan menolak menyanggupi. "Aku bisa memberikanmu hadiah atau setengah dari hartaku, asal jangan meminta Guan Yu menghadiri pesta ini."

"Tapi Kak ---"

"Sudah jangan tapi tapi, pergilah dari sini. Aku masih ada urusan," usir Putra Mahkota.

"Huh! Awas saja kalau sampai kakak tidak menuruti keinginanku, maka jangan panggil aku adik lagi!" kecam Putri Xu berbalik. Lalu pergi meninggalkan ruangan Putra Mahkota dengan wajah kesal.

...----------------...

Sementara itu, aku beserta Nona muda Huang dan rombongan telah tiba di gerbang istana. Bukan hanya rombonganku saja, banyak sekali rombongan keluarga pejabat dan bangsawan lain terlihat memasuki gerbang istana untuk menghadiri pesta ulang tahun Putri Xu.

Seperti putri adipati, putra dan putri para perdana menteri istana, sarjana, dan putra-putri bangsawan lainnya.

Dan begitu memasuki halaman depan istana, aku seketika terpana melihat bangunan megah didepan mataku ini.

"Jadi itu yang namanya istana ya? Bagus sekali, " gumamku berdecak kagum.

"Ya, itu istana."

"Bagian luarnya saja sudah megah, bagaimana bagian dalamnya ya. Aku sungguh tidak sabar," ucapku penasaran.

Nona muda Huang hanya terkekeh melihat tingkahku, mungkin rasa kagumku pada hal baru ini sangat lucu baginya.

"Bersabarlah, Qiuye. Sebentar lagi kau akan melihatnya," ucap Nona Muda Huang.

Setibanya didalam istana, aku kembali terpana. Bahkan aku tidak sadar memutar tubuhku mengikuti kemana pandanganku beredar ke segala penjuru.

Begitu luas dan indah, hiasan berunsur perayaan istana tersebar dimana-mana.

"Nona muda Huang, apa setiap tahun perayaan ulang tahun keluarga istana selalu seperti ini? Mewah dah meriah?" tanyaku.

"Tentu, bahkan ulang tahun kaisar Song tahun lalu lebih meriah daripada ini."

"Wah, begitu ya."

"Ya ... Oh iya Qiuye, kapan ulang tahunmu?" tanya Nona muda Huang.

Seketika aku kembali murung. "Hari ini," jawabku lesu. Aku murung sebab di hari ulang tahunku kali ini tidak ada kegembiraan maupun hadiah ulang tahun seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi hari ini kau juga berulang tahun?" tanya Nona muda Huang.

"Ya," jawabku kembali memikirkan ayah. Dan berusaha menepis semua rasa sedihku dengan mengganggap jika ijin dan pil ini adalah hadiah dari ayah untukku.

"Nona Qiuye, jangan bersedih. Bagaimana kalau begini saja, karena hari ini kau berulang tahun. Maka aku akan mentraktirmu dan mengajakmu jalan-jalan keliling pusat ibukota setelah perayaan ulang tahun putri Xu selesai. Bagaimana?" tawar Nona muda Huang.

"Baiklah," balasku setuju.

"Ayo kita masuk dulu," ajak Nona Muda Huang.

"Ya Nona, setelah masuk ke dalam. Aku akan menyiapkan obat anda."

"Hmm, baik."

...----------------...

Kediaman Jenderal Guan.

Setelah membutuhkan waktu hingga berjam-jam perjalanan tanpa beristirahat, akhirnya seorang utusan pengirim pesan jenderal Guan Mu Long dari perbatasan utara telah tiba di kediamannya.

Pengirim pesan itu segera masuk dan memberikan surat tersebut agar diterima oleh jenderal Guan Yu secepat mungkin.

Pengawal di kediaman itu pun bergegas menghadap tuannya dan memberikan pesan tersebut agar segera dibaca.

"Dari siapa Xin?" tanya Guan Yu pada kaki kanannya.

"Dari Jenderal besar," jawab pengawal Xin.

"Bawa kesini!" titah Guan Yu.

"Baik Tuan muda," patuh pengawal Xin.

Setelah membaca surat dari ayahnya, jenderal Guan Yu berdiri dan menatap asistennya. "Bersiaplah Xin, kita harus segera ke istana menghadiri pesta perayaan ulang tahun putri Xu." ucapnya kemudian berlalu begitu saja.

"Apa? Pesta? Setahuku tuan muda tidak pernah tertarik pada pesta atau perayaan apapun, tapi hari ini kenapa dia mau kesana? Apa otaknya sedang kemasukan debu?" gumam pengawal Xin terheran-heran.

"Xin!" pekik tegas Jenderal Guan Yu memanggil kaki kanannya agar bergerak cepat.

"B-baik Tuan muda," patuh Xin bergerak cepat.

...Bersambung....

1
Noviyanti
terima kasih sudah membaca karyaku, jangan lupa berikan like dan komen ya.
Joan
keren thor satu persatu mulai terungkap. gk sabar sama reaksi qiuye pas dia tahu guan yu ngerawat dia🤣
Joan
semakin seru lanjut thor
Joan
semakin pnasran. lanjut thor💪
Joan
parah banget kaisarnya /Panic/
Joan
makin seru thor, lanjutkan💪
Joan
lanjut thor
Noviyanti
Selama menunggu kelanjutan cerita ini, kalian bisa baca karya yang lain dulu ya
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak Nov.... selamat aktif menulis kembali ya.
total 3 replies
Joan
ceritanya bagus dan cukup menarik. terus semngat
Noviyanti: terima kasih semangatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!