NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Sang Tetua Emas

​Bau anyir darah menguar pekat, mewarnai udara di puncak Gunung Taihang menjadi merah kecokelatan. Pelataran Aula Naga Emas yang dulunya merupakan simbol kebanggaan dunia persilatan fana kini telah berubah menjadi neraka dunia.

​Tiga ribu elit Aliansi Bela Diri tergeletak tak bernyawa. Di tengah lautan mayat itu, Arya Mahendra melayang dengan tenang, dikelilingi oleh kilatan petir biru dari pedang terbangnya.

​"I-Iblis... Kau adalah iblis dari neraka!"

​Tetua Perak, yang mentalnya telah hancur lebur menyaksikan pembantaian absolut tersebut, berteriak histeris. Ia tidak lagi memedulikan harga dirinya sebagai Puncak Grandmaster. Dengan sisa tenaga dalamnya, ia berbalik dan melesat ke arah tebing, berniat melompat dan melarikan diri ke dalam hutan di bawah gunung.

​Tetua Besi yang melihat hal itu pun ikut melompat ke arah yang berlawanan. Di hadapan eksistensi tingkat dewa, melarikan diri adalah satu-satunya insting yang tersisa.

​Arya bahkan tidak menoleh untuk melihat dua serangga yang sedang kabur itu. Ia hanya membalikkan telapak tangannya.

​"Mati."

​ZIIING!

​Petir Pembelah Langit menghilang dari pandangan. Detik berikutnya, dua kilatan cahaya biru menyambar di udara secara bersamaan, membelah jarak ratusan meter dalam sekejap mata.

​CRAT! CRAT!

​Tubuh Tetua Perak dan Tetua Besi terbelah menjadi dua bagian yang sangat simetris tepat saat mereka berada di udara. Hujan darah dan potongan tubuh jatuh berdebum ke dalam jurang, mengakhiri legenda dua raksasa Ibukota secara tragis.

​Pedang terbang itu kembali, melayang dengan patuh di samping Arya.

​Kini, hanya tersisa Jin Wudi, sang Tetua Emas. Pemimpin tertinggi Aliansi itu jatuh berlutut hingga tempurung lututnya retak menghantam marmer. Tubuhnya yang kekar kini menyusut seolah menua dua puluh tahun dalam satu menit. Arogansinya yang setinggi langit telah diinjak-injak hingga menjadi debu di bawah sepatu usang Arya.

​"T-Tuan Lin... Tuan Lin Tian Yang Agung!" Jin Wudi meratap, membenturkan kepalanya ke lantai berlumuran darah berulang kali. "Saya buta! Saya pantas mati! Tapi tolong, ampuni nyawa anjing tua ini! Saya akan menyerahkan seluruh kekayaan Aliansi! Gudang harta kami memiliki ribuan herbal langka dan pusaka fana... Semua untuk Anda!"

​Arya perlahan melangkah turun, kakinya menginjak lantai marmer. Ia menatap Tetua Emas dengan pandangan kosong.

​"Setelah membunuhmu, seluruh hartamu secara alami akan menjadi milikku. Untuk apa aku membutuhkan izinmu?"

​Menyadari bahwa Arya sama sekali tidak berniat mengampuninya, keputusasaan di mata Jin Wudi berubah menjadi kegilaan yang buas. Ia merogoh saku jubahnya dengan tangan gemetar, mengeluarkan sebuah medali giok berwarna hitam pekat yang memancarkan aura kegelapan absolut.

​"Kau memaksaku, Lin Tian! Kau pikir kau tak terkalahkan?!" teriak Jin Wudi, menggenggam medali itu erat-erat. "Aliansi Bela Diri Ibukota hanyalah cabang luar! Tuan sejati kami berada di Sekte Gerhana Langit di Alam Tersembunyi Kunlun! Jika kau membunuhku, medali ini akan hancur dan Tuanku akan langsung turun dari gunung untuk mencabik-cabik jiwamu!"

​Mendengar nama "Alam Tersembunyi Kunlun", Patriark Shen yang menonton dari jauh seketika memucat. Ia pernah mendengar legenda itu—sebuah dimensi terpisah di bumi tempat para Kultivator Sejati yang sesungguhnya bersembunyi dari peradaban modern!

​Namun, bukan nama sekte atau alam tersembunyi itu yang menarik perhatian Arya.

​Mata Arya menyipit tajam menatap medali giok hitam di tangan Jin Wudi. Fluktuasi energi dari medali itu... sangat kental, sangat dingin, dan sangat akrab. Itu adalah aura dari Teknik Kegelapan Pemakan Bintang.

​Di seluruh hamparan kosmos dan Sembilan Langit, hanya ada satu garis keturunan yang menggunakan teknik menjijikkan tersebut. Garis keturunan dari murid pengkhianat yang telah menusuknya dari belakang dan merebut tahta Alam Semesta Atas.

​Lin Chen.

​Hati Arya yang selama ini setenang air danau mati, tiba-tiba bergejolak hebat. Niat Membunuh yang jauh lebih mengerikan dari sebelumnya meledak keluar dari tubuhnya, membuat suhu di puncak Gunung Taihang anjlok hingga menciptakan bunga es di udara.

​"Katakan padaku," suara Arya kini terdengar seperti bisikan iblis purba yang baru merangkak keluar dari jurang neraka. "Dari mana sekte majikanmu itu mendapatkan teknik warisan ini?"

​Jin Wudi tertawa terbahak-bahak, mengira Arya akhirnya merasa ketakutan.

​"Hahaha! Takut sekarang?! Leluhur Sekte Gerhana Langit kami menerima pencerahan ilahi tiga ratus tahun yang lalu dari sebuah proyeksi Dewa Tertinggi dari langit! Dewa itu menyebut dirinya Kaisar Surgawi Lin Chen! Melawan kami berarti melawan kehendak Dewa Lin Chen!"

​BLAAAR!

​Langit cerah di atas Gunung Taihang tiba-tiba digantikan oleh awan hitam pekat. Petir menyambar-nyambar dengan ganas merespons kemarahan mutlak dari Sang Penguasa Dao yang sesungguhnya.

​"Lin Chen..." gumam Arya, matanya memancarkan cahaya keemasan yang menembus batas dunia. "Bahkan di planet pengasingan yang miskin energi ini, tangan kotormu masih mencoba menjangkau dan menanam benih sekte peliharaanmu? Sempurna. Jika aku tidak bisa membunuhmu di Alam Atas sekarang, aku akan membantai setiap anjing peliharaanmu di bumi ini hingga tak tersisa satu sel pun."

​Arya mengangkat tangannya. Medali giok hitam di tangan Jin Wudi terbang tak terkendali ke telapak tangan Arya, lalu hancur menjadi serbuk hanya dengan satu remasan.

​"A-Apa yang kau lakukan?! Tuan Besar Sekte Gerhana Langit akan tahu kau—"

​"Aku sengaja menghancurkannya," potong Arya dingin. "Agar anjing majikanmu itu tahu bahwa majikan aslinya telah kembali."

​BUM!

​Arya mengayunkan tangannya. Sebuah telapak tangan energi emas raksasa menghantam tubuh Jin Wudi, meremukkan seluruh tulang, daging, dan meridiannya menjadi genangan darah di atas lantai marmer, menghapus eksistensi sang Tetua Emas untuk selamanya.

​Di kejauhan, Patriark Shen dan ratusan pasukannya menahan napas dalam keheningan yang mencekik. Mulai hari ini, struktur kekuasaan fana di negara ini telah hancur. Penguasa yang baru telah lahir, berdiri di atas lautan mayat Gunung Taihang.

​Arya berbalik, menatap ke arah Pegunungan Kunlun di barat laut. Perjalanan balas dendamnya melintasi ribuan bab baru saja menemukan pijakan pertamanya.

​"Patriark Shen," panggil Arya tanpa menoleh.

​"H-Hamba di sini, Tuan Lin!" Patriark Shen segera berlari mendekat dan berlutut.

​"Bersihkan tempat ini. Kumpulkan seluruh isi perbendaharaan Aliansi. Besok, kita akan mulai bersiap menuju Kunlun."

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!