NovelToon NovelToon
Savage Royalty

Savage Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Diam-Diam Cinta
Popularitas:216
Nilai: 5
Nama Author: SeraphinSky

SMA Pertiwi dan STM Rajawali bagaikan langit dan bumi yang dipaksa berdampingan. Hanya terpisah oleh satu tembok tinggi, Pertiwi adalah istana bagi putri-putri konglomerat yang dipimpin oleh Roseanna Vallerian, sang Ratu Es yang perfeksionis. Sementara di sebelahnya, Rajawali adalah medan perang bagi Fattah Maverick, legenda jalanan yang memimpin pasukannya dengan kepalan tangan dan loyalitas tanpa batas.

​Selama tiga tahun, "Perjanjian Batas" menjaga gencatan senjata di antara mereka: Jangan sentuh wilayah kami, dan kami tidak akan menyentuh kalian.
​Namun, kedamaian itu hancur dalam semalam. Serangkaian teror misterius menghantam kedua sekolah. Mobil-mobil mewah siswi Pertiwi dirusak dengan lambang Rajawali, dan markas Rajawali dibakar oleh sosok berseragam Pertiwi. Fitnah menyebar lebih cepat dari api. Tawuran pecah di perbatasan, dan kedua sekolah terancam ditutup permanen oleh Dinas Pendidikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeraphinSky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: RAPAT PLENO LIBURAN DAN KERIBUTAN KOPER

Minggu Siang, H+1 Prom Night

Poolside Rumah Roseanna Vallerian

​Siang ini, area kolam renang rumah Roseanna yang biasanya tenang berubah jadi pasar kaget.

​Anak-anak Savage Royalty berkumpul untuk satu misi: Merencanakan "The Last Ride" sebelum mereka berpencar mengejar takdir masing-masing.

​Posisi Duduk:

​Roseanna & Fattah: Duduk di kursi utama (kayak Raja & Ratu), memegang tablet.

​Aqeela: Duduk di floating bed (kasur apung) di tengah kolam sambil minum jus jeruk, dipayungi Harry.

​Lia: Duduk di kursi jemur, pake kacamata hitam, kakinya dipijat (pura-pura) sama Ilham.

​Mohan: Duduk di lantai sambil mangku toples keripik singkong segede gaban.

​Raisa: Lagi push-up di pinggir kolam (nggak bisa diem).

​Oliver & Naura: Duduk di meja bundar dengan laptop menyala, siap mencatat notulen rapat.

​"Oke, Guys," buka Roseanna sambil mengetuk gelas dengan sendok. "Fokus. Kita butuh destinasi liburan perpisahan. Waktu kita cuma seminggu sebelum pendaftaran ulang kampus."

​"Paris!" teriak Aqeela dari tengah kolam. "Aku traktir tiket Business Class! Kita belanja di Champs-Élysées!"

​"Nggak bisa, Qeel," potong Fattah realistis. "Anak-anak Vanguards paspor aja belum punya. Bikin visa Eropa butuh waktu sebulan. Keburu ubanan."

​"Yah..." Aqeela cemberut. "Padahal aku mau foto Harry di depan Menara Eiffel."

​"Tenang Neng, Harry difoto di depan tower sutet juga tetep estetik kok," hibur Harry sambil kipas-kipasin Aqeela.

​"Gimana kalau naik gunung?" usul Raisa semangat, berhenti push-up. "Semeru atau Rinjani? Kita mendaki, masak mie di puncak, liat sunrise. Romantis kan?"

​Lia langsung menurunkan kacamata hitamnya. "Big No. Gue nggak mau naik gunung. Nggak ada toilet duduk, nggak ada sinyal, dan gue benci lintah."

​"Setuju sama Lia," sahut Mohan dengan mulut penuh keripik. "Di gunung susah cari nasi Padang. Mohan nanti kurus gimana?"

​"Lo nggak bakal kurus cuma gara-gara sehari nggak makan nasi Padang, Gajah," ledek Ilham sambil terus mijitin kaki Lia (modus). "Lagian kasian Lia, nanti betisnya gede kalau nanjak."

​"Lo ngatain betis gue gede, Botak?!" Lia nendang pelan bahu Ilham.

​"Ampun, Nyonya! Maksudnya betis indah lo sayang kalau lecet!"

​Oliver mengangkat tangan. "Berdasarkan analisis demografi, 50% dari kita anak kota yang manja (Royals), 50% anak alam yang liar (Vanguards). Kita butuh tempat yang memfasilitasi kedua variabel itu."

​"Bahasa lo ketinggian, Ver," potong Fattah. "Intinya, cari tempat yang ada mewahnya tapi ada liarnya. Ada ide?"

​Hening sejenak.

​Naura mengetik sesuatu di laptopnya, lalu memutar layar ke arah Roseanna.

​"Gimana kalau... SUMBA?" usul Naura.

​Semua menoleh.

​"Sumba?" tanya Harry. "Itu yang ada kuda liar sama kain tenun mahal itu kan?"

​"Tepat," jawab Naura. "Di sana ada Savana Puru Kambera buat jiwa liar Fattah dan Raisa. Ada kuda liar. Tapi juga ada Resort Nihiwatu (atau sejenisnya) yang super mewah buat Aqeela, Lia, dan Rose. Paket lengkap."

​Mata Roseanna berbinar. "Sumba... Exotic Luxury. Gue suka."

​Fattah mengangguk setuju. "Ada kuda? Gue bisa naik kuda. Deal."

​"Gimana Li?" tanya Ilham ke Lia. "Ada resort mewah tuh. Ada AC-nya."

​Lia berpikir sejenak. "Asal nggak disuruh jalan kaki 5 kilo di bawah matahari, gue ikut."

​"Oke!" Roseanna mengetuk palu imajiner. "Destinasi dikunci: SUMBA, Nusa Tenggara Timur. Kita berangkat lusa naik Jet Pribadi Papa Aqeela."

​"YEEAAAYY!!" sorak semuanya (kecuali Oliver yang langsung pusing ngitung budget bensin jet).

​Sesi "Deep Talk" Pemimpin

​Rapat bubar. Anak-anak langsung sibuk sendiri.

Aqeela dan Harry sibuk bahas outfit.

Ilham dan Lia debat soal sunblock.

Mohan dan Raisa ke dapur nyari makanan berat.

Naura dan Oliver sibuk booking villa.

​Fattah berjalan menjauh ke teras samping, menyalakan rokok. Roseanna menyusulnya, membawa dua kaleng soda.

​"Nih," Roseanna menempelkan kaleng dingin ke pipi Fattah.

​Fattah tersentak, lalu tersenyum. "Makasih, Ratu."

​Mereka duduk bersisian di ayunan gantung (hammock chair).

​"Kenapa ngelamun? Mikirin biaya?" tanya Roseanna peka. "Tenang aja, Aqeela yang maksa bayarin semua. Katanya hadiah kelulusan."

​Fattah menghembuskan asap rokok ke atas. "Bukan soal duit, Rose. Gue tau temen lo pada tajir melintir."

​"Terus?"

​"Gue cuma mikir," Fattah menatap teman-temannya yang lagi ketawa-tawa di kolam renang. "Ini terakhir kalinya kita ngumpul lengkap kayak gini dalam waktu lama, kan?"

​Roseanna terdiam. Dia meneguk sodanya.

​"Iya. Abis ini Lia ke London. Aqeela ke Paris. Gue sama lo di Jakarta, tapi beda kesibukan. Ilham mau fokus teknik mesin. Raisa mau masuk Akpol."

​"Gue takut, Rose," aku Fattah pelan. "Gue takut Savage Royalty cuma jadi kenangan SMA. Gue takut pas kita sukses nanti, kita jadi orang asing."

​Roseanna meletakkan kaleng sodanya. Dia meraih tangan Fattah yang kasar dan besar, menggenggamnya erat.

​"Fattah, liat gue."

​Fattah menoleh. Mata mereka terkunci.

​"Kita bukan geng SMA biasa. Kita disatuin sama darah, keringet, dan air mata (lebay dikit, tapi bener). Kita ngalahin mafia pelabuhan bareng. Ikatan kayak gitu nggak bakal putus cuma karena jarak."

​Roseanna mendekatkan wajahnya.

​"Dan khusus buat lo sama gue..." bisik Roseanna. "Gue nggak bakal biarin lo jadi orang asing. Gue bakal neror lo tiap hari kalau lo berani lupa sama gue."

​Fattah tertawa renyah. Beban di pundaknya sedikit terangkat.

​"Siap, Tuan Putri. Gue nggak bakal lupa. Lagian siapa yang bisa lupa sama cewek segalak lo?"

​Roseanna mencubit pinggang Fattah. "Sakit tau!"

​"Aw! KDRT!"

​Mereka tertawa bersama di ayunan itu, menikmati momen tenang sebelum badai perpisahan.

​Sesi Packing: H-1 Keberangkatan

​Keesokan harinya, grup WhatsApp meledak dengan kepanikan packing.

​[VIDEO CALL GROUP: ON]

​Layar terbagi jadi 8 kotak.

​Kotak 1 (Aqeela):

Kamar Aqeela penuh dengan 5 koper raksasa yang terbuka. Isinya baju warna-warni.

"Guys! Menurut kalian aku bawa dress yang fuschia atau yang neon green buat foto sama kuda?" tanya Aqeela panik.

Harry (Kotak 2): "Yang ijo aja Neng! Biar kudanya nyangka Neng Aqeela rumput berjalan, terus dikejar!"

Aqeela: "Ih Harry jahat!"

​Kotak 3 (Mohan):

Mohan sedang memasukkan Rice Cooker mini dan satu karung beras kecil ke dalam tas ransel.

Raisa (Kotak 4): "HAN! NGAPAIN BAWA BERAS?! Di Sumba ada nasi!"

Mohan: "Kata Ibu, beras di sana beda rasanya, Sa. Mohan nggak bisa makan kalau nasinya nggak pulen. Mohan juga bawa abon sapi 2 kilo buat cemilan."

Semua: "GILA."

​Kotak 5 (Lia & Ilham):

Lia sedang video call dari kamarnya yang rapi. Ilham (lagi di bengkel) ikutan nimbrung.

Lia: "Botak, lo bawa baju apa aja?"

Ilham: "Kaos kutang, celana kolor, sama kemeja pantai gambar nanas."

Lia: "Bakar kemeja nanas itu. Gue udah kirim GoSend ke rumah lo. Isinya kemeja linen warna earth tone. Pake itu. Jangan bikin malu gue."

Ilham: "Siap Nyonya. Makasih bajunya. Wangi lo nempel nih."

Lia: "Itu wangi Laundry, bego."

​Kotak 6 (Oliver & Naura):

Mereka berdua kelihatan paling tenang.

Oliver: "Gue udah bikin Itinerary dalam bentuk Excel. Jam 08.00 bangun, 09.00 sarapan, 10.00 foto..."

Fattah (Kotak 7 - Gabung sama Rose): "Ver, buang Excel lo. Kita di sana mau liburan, bukan mau dinas militer. Biarin ngalir aja."

Roseanna: "Setuju sama Fattah. Tapi sunblock jangan lupa. Gue nggak mau kulit gue belang."

​Kotak 8 (Kosong):

Cuma suara angin. Ternyata Harry HP-nya jatoh pas lagi kayang.

​Malam Sebelum Berangkat

​Roseanna sedang mengecek ulang barang bawaannya di kamar. Tiba-tiba ada notifikasi chat dari Fattah.

​Fattah: Liat ke bawah.

​Roseanna berjalan ke balkon kamarnya. Di bawah, di jalanan depan rumah mewahnya, Fattah duduk di atas motor RX King-nya, melambaikan tangan sambil senyum.

​Roseanna tersenyum lebar. Dia lari turun ke bawah (pake piyama sutra).

​"Ngapain malem-malem ke sini?" tanya Roseanna di balik pagar. "Besok kan ketemu lagi."

​"Kangen," jawab Fattah singkat, padat, jelas.

​Wajah Roseanna memerah. "Gombal."

​"Gue cuma mau mastiin," Fattah menatap Roseanna serius. "Besok di pesawat, lo duduk sebelah gue ya. Gue takut ketinggian sebenernya."

​Roseanna tertawa. Raja Jalanan takut naik pesawat?

​"Serius?"

​"Serius. Gue lebih berani tawuran lawan 50 orang daripada naik burung besi," aku Fattah malu-malu.

​Roseanna mengulurkan tangannya lewat celah pagar, memegang pipi Fattah.

​"Oke. Gue pegangin tangan lo sepanjang perjalanan. Asal lo jangan teriak kalau ada turbulensi."

​Fattah memegang tangan Roseanna di pipinya.

​"Janji."

​Malam itu ditutup dengan janji sederhana. Sumba menunggu. Petualangan terakhir mereka sebagai remaja labil akan segera dimulai.

​Dan besok, Sumba akan saksi betapa kacaunya (dan manisnya) gabungan dua dunia ini.

1
anggita
ikut ng👍like, iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Yel
LANJUT SAMPAI TAMAT KAAAKKK 😍 pengen nabung bab nya karna bab 1 aja sdh rame. semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!