NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Gue langsung tersadar dari lamunan panjang gue di ruang kerja Bu Diana. Sialan, pikiran gue sempat melantur jauh memikirkan hal aneh soal faksi samudra dan karakter anime yang nggak jelas dari mana asalnya. Itu sama sekali bukan alur cerita kita yang realistis dan penuh intrik ini. Gue segera menggelengkan kepala buat menjernihkan pikiran gue kembali ke dunia nyata.

Di depan gue, Bu Diana masih setia memeluk leher gue dengan sangat erat di atas sofa ruang kerjanya yang sejuk. Napasnya yang hangat masih terasa di kulit leher gue. Wajah cantiknya mendongak ke atas menatap mata gue dengan penuh perasaan sayang yang mendalam akibat efek Keahlian Manipulasi Pikiran yang baru saja gue rapalkan tadi.

"Raka, kamu kenapa kok mendadak melamun begitu sambil pasang muka tegang," tanya Bu Diana dengan nada suara yang sangat lembut dan manja, beneran beda seratus delapan puluh derajat dari sifat galaknya yang biasa di depan kelas.

Gue tersenyum tipis lalu mengelus pipinya yang halus untuk menenangkan dia. "Nggak apa apa kok Diana. Gue cuma lagi mikirin gimana manisnya wajah lu kalau lagi manja begini. Bikin gue makin nggak mau lepas dari lu."

Mendengar ucapan gue, wajah Bu Diana langsung memerah merona hebat karena malu tapi dia malah makin menenggelamkan wajahnya di dada bidang gue. Tingkat kasih sayang di layar hologram atas kepalanya masih stabil menyala terang di angka delapan puluh lima persen.

Gue meraba kantong celana gue buat mengecek ponsel. Layar sistem hologram biru mandiri kembali muncul memberikan ringkasan status terbaru gue setelah berhasil menaklukkan dosen tergalak di kampus ini.

"Status Tuan Rumah Raka saat ini.

Kekuatan Fisik Level Dua.

Keahlian Aktif Aura Intimidasi Raja Level Satu, Mata Pemikat Level Satu, dan Manipulasi Pikiran Level Dua.

Total Saldo Rekening Uang Tunai Dua Ratus Juta Rupiah.

Total Poin Sistem Tujuh Ratus Poin.

Kerajaan Harem Saat Ini Target Bella dan Target Diana."

Gue tersenyum puas membaca rangkuman data diri gue yang sekarang sudah melesat jauh jadi cowok idaman berkelas. Uang ratusan juta aman di rekening, fisik kuat, dan sudah punya dua wanita paling cantik di kampus yang siap bertekuk lutut di bawah pesona gue. Siska mantan cewek gue yang matre itu dijamin bakal menangis darah kalau sampai tahu kondisi gue yang sekarang bisa dengan mudah memeluk dosennya sendiri di dalam ruangan pribadi.

"Diana, sekarang kelas lu udah lu bubarkan lebih awal kan. Berarti lu udah nggak ada jadwal mengajar lagi sampai sore nanti," tanya gue sambil menatap kedua mata indahnya yang sayu.

Bu Diana mengangguk pelan dalam dekapan gue. "Iya Raka. Jadwal aku hari ini sudah kosong total. Aku murni cuma mau menghabiskan waktu berdua saja sama kamu di sini. Kamu mau kan nemenin aku seharian ini."

"Gue mau banget nemenin lu di sini Diana. Tapi jujur perut gue udah mulai lapar lagi nih karena tadi pagi cuma makan sedikit di apartemen," ucap gue jujur karena tenaga gue lumayan terkuras habis setelah mengaktifkan dua keahlian sistem sekaligus sejak tadi di area kantin.

Bu Diana langsung melepaskan pelukannya dan berdiri dari pangkuan gue dengan sangat bersemangat. Dia merapikan kemeja putih ketatnya yang sedikit kusut lalu mengambil tas tangan mahalnya yang ada di atas meja kerja.

"Kalau begitu ayo kita pergi keluar cari tempat makan siang yang paling enak di dekat kampus Raka. Biar aku yang traktir semua makanan kamu hari ini sebagai bentuk terima kasih karena kamu sudah mau mengerti isi hati aku," ajak Bu Diana sambil menggandeng erat tangan kanan gue tanpa mempedulikan statusnya sebagai dosen lagi.

Gue berdiri dari sofa dan mengikuti langkah kakinya keluar dari ruangan kerja pribadi itu. Sebelum keluar Bu Diana memastikan untuk mengunci pintu ruangannya rapat rapat agar tidak ada staf kampus lain yang curiga melihat kemesraan kami berdua.

Kami berjalan beriringan menyusuri koridor lantai tiga gedung fakultas yang siang ini sudah mulai tampak sepi karena sebagian besar mahasiswa sudah pulang ke rumah masing masing. Saat kami baru saja turun menggunakan lift menuju lobby lantai dasar, tiba tiba langkah kaki kami terhenti karena melihat sosok yang sangat akrab sedang berdiri di depan pintu keluar utama lobby.

Itu Siska. Mantan cewek gue itu rupanya belum pulang ke rumahnya setelah kejadian memalukan di kantin tadi pagi. Dia sedang berdiri sendirian di dekat tiang gedung sambil memegang ponselnya dengan wajah yang sangat sembab habis menangis panjang. Sepertinya dia baru saja mencoba menghubungi Dion berulang kali tapi panggilannya terus menerus ditolak oleh cowok penakut itu.

Begitu pintu lift terbuka dan suara langkah kaki kami terdengar, Siska langsung menoleh ke arah kami. Matanya yang bengkak langsung melotot lebar melihat tangan kanan gue sedang digandeng sangat mesra oleh Bu Diana, dosen paling ditakuti yang terkenal tidak pernah mau dekat dengan pria mana pun di kampus ini.

"Bu Diana. Raka. Kalian berdua kenapa bisa jalan gandengan tangan mesra seperti itu," seru Siska dengan suara bergetar keras karena syok berat melihat pemandangan yang tidak masuk akal di depan matanya.

Bu Diana langsung menghentikan langkahnya dan memasang kembali wajah dingin berwibawanya khusus untuk menatap Siska. Aura dosen tegasnya kembali keluar dalam sekejap.

"Itu bukan urusan kamu Siska. Jaga batasan ucapan kamu sebagai mahasiswi. Kamu tidak punya hak sama sekali untuk mempertanyakan kehidupan pribadi saya dengan Raka," tegur Bu Diana dengan nada suara yang sangat tegas dan menusuk membuat Siska langsung terbungkam kaku ketakutan.

Gue cuma bisa menahan tawa melihat wajah Siska yang sekarang terlihat makin hancur lebur harga dirinya. Dia baru saja dibuang oleh Dion si cowok kaya pengecut, dan sekarang dia harus melihat mantan pacar kere yang dia buang justru sedang berjalan mesra menjadi milik dosen cantiknya sendiri.

Gue menatap Siska dengan pandangan yang sangat meremehkan dari atas sampai bawah. "Lu lihat sendiri kan Siska. Kelas kita sekarang sudah berbeda sangat jauh sekali. Lu mending pulang ke rumah sekarang dan cuci muka lu yang kusut itu biar nggak bikin polusi mata orang orang di kampus ini."

Siska tidak bisa berkata kata lagi. Air mata penyesalan kembali mengalir deras membasahi pipinya. Dia langsung membalikkan badan dan berlari keluar gedung sambil menangis histeris menahan rasa malu yang luar biasa ganda hari ini.

Layan sistem kembali berkedip memberikan notifikasi tambahan poin kecil ke arah mata gue.

"Poin kepuasan batin bertambah karena berhasil menghancurkan mental target Siska untuk kedua kalinya. Poin Sistem bertambah lima puluh poin."

Gue dan Bu Diana kembali melanjutkan langkah kaki kami menuju area parkiran mobil dosen yang ada di samping gedung fakultas. Bu Diana membawa gue menuju sebuah mobil sedan mewah berwarna putih miliknya yang terparkir rapi di bawah pohon rindang.

"Ayo masuk Raka. Kita pergi ke restoran steak premium di pusat kota yang suasananya sangat tenang dan romantis," ucap Bu Diana sambil membukakan pintu mobil sebelah kiri khusus untuk gue masuk duduk di dalam.

Gue langsung masuk duduk di kursi penumpang yang jok kulitnya terasa sangat empuk dan wangi mahal. Bu Diana menyusul masuk ke kursi kemudi dan langsung menyalakan mesin mobilnya yang terdengar sangat halus berkelas. Mobil sedan mewah putih itu kemudian melaju perlahan keluar dari area lingkungan kampus membawa kami berdua menuju petualangan harem gue yang baru.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!