NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Pusat kota

Cuaca di luar semakin terasa panas, hampir satu jam lamanya Bella berjalan menuju pusat ibu kota di mana kantor polisi berada. kedua telapak kakinya sudah mulai melepuh karena terus berjalan kaki tanpa sendal selama hampir satu jam dengan cuaca yang cukup terik saat ini.

Saat sudah sampai di tengah pusat kota, terlihat mata Bella yang begitu berbinar menatap pemandangan yang selama 3 tahun ini tidak pernah ia lihat lagi semenjak tinggal di rumah om dan tantenya. karena mereka tidak pernah sekalipun mengajak gadis itu keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan atau pun makan di pusat kota, selama ini ia selalu di kurung di dalam rumah dan hanya keluar di sekitaran komplek perumahan saja.

"Wow...ternyata ibu kota semakin ramai,rasanya sudah sangat lama sekali tidak melihat dan menghirup suasana seperti ini." Gumam Bella pelan sembari mengirup nafasnya dalam-dalam dan terlihat memejamkan kedua matanya.

Namun saat membuka kedua matanya Bella terlihat mengerutkan keningnya heran, karena beberapa orang sedang menatap ke arah dirinya seperti sedang menilai penampilan nya saat ini. beberapa orang juga terlihat saling berbisik dan menatap aneh ke arahnya.

Sontak saja Bella langsung menoleh ke salah arah toko yang memiliki desain bangunan kaca transparan, lalu ia menatap penampilannya sendiri di sana.

"Pantesan saja mereka semua menatap aneh ke arah ku, ternyata penampilan ku sudah seperti pengemis saja." Lirih Bella pelan menatap pantulan dirinya sendiri di depan sebuah toko.

Bagaimana orang-orang tidak menatap terus ke arah dirinya dengan tatapan aneh, penampilannya sendiri sudah sangat mirip gembel/pengemis dengan pakaian yang begitu lusuh dengan celana jeans yang terlihat sobek di bagian lutut dan tanpa memakai alas kaki pula. untung saja saat ini ia memakai celana dan baju panjang sehingga luka cambukan di sekujur tubuhnya kemarin tidak terlihat. hanya luka lebam di wajah dan di sudut bibirnya saja yang terlihat jelas.

Dengan refleks Bella menyentuh wajahnya sendiri yang penuh luka memar itu dengan sebelah tangannya, namun saat asyik menatap pantulan dirinya sendiri di depan sebuah toko. tiba-tiba saja seorang pria baru baya keluar dari toko tersebut sembari membawa sapu di tangannya dengan ekspresi wajah marah.

"Hei gembel!, cepet pergi dari depan toko ku. nanti yang ada para pembeli ku tidak jadi masuk ke dalam karena jijik menatap penampilan mu yang berdiri tepat di depan toko ku!" Sentak pria paruh baya itu sepertinya pemilik toko tersebut.

"Maaf pak, saya tidak bermaksud membuat para pembeli anda kabur dan tidak nyaman. saya akan segera pergi." Ucap Bella dengan ekspresi wajah begitu ketakutan.

"Bagus jika kamu sadar diri, jadi cepatlah pergi dari sini sebelum aku pukul dengan sapu." Ucap pria paruh baya itu mengancam.

Bella yang takut akan di pukul segera pergi dari depan toko itu dengan perasaan yang sedih dan sakit, ternyata setelah keluar dari siksaan om dan tantenya dia tetap di perlakukan buruk di luaran. apa karena mungkin penampilannya yang sudah sangat mirip dengan gembel sehingga membuat jijik beberapa orang.

"Sabar Bella jangan menangis dan jangan di ambil hati ucapan pria paruh baya itu." Gumam Bella berusaha kuat.

Namun sebelum benar-benar pergi menjauh, terlihat Bella melirik sekilas ke arah toko tersebut dan sempat membaca nama toko yang ternyata menjual alat elektronik itu.

"Aku harus segera mencari kantor polisi." Ucap Bella setelah melirik sekilas ke arah toko tersebut.

Saat ini Bella mulai berjalan kembali untuk mencari kantor polisi, ia tidak memperdulikan tatapan beberapa orang yang tertuju ke arahnya. dengan kaki tanpa sendal atau pun alas kaki Bella terus berjalan di ramainya penduduk di daerah pusatnya ibu kota.

Tidak jauh Bella berjalan, ia sudah menemukan sebuah kantor polisi dan saat ini ia tepat berdiri di depan kantor polisi tersebut.

Dengan perasaan agak deg-degan gadis itu memberanikan diri untuk segera memasuki kantor polisi. ingin membuat laporan tentang perlakuan om dan tantenya selama ini.

"Permisi saya mau membuat laporan." Ucap Bella polos setelah memasuki kantor polisi.

Sontak saja beberapa polisi yang sedang berjaga di sana langsung menatap ke arah Bella yang sedang berdiri mematung di depan pintu.

"Mau buat laporan apa de?" Tanya salah satu polisi yang bertugas mulai menghampiri Bella.

"Saya mau melaporkan om dan tante saya karena telah berbuat jahat selama ini." jawab Bella langsung to the poin.

"Baiklah, kalo gitu antri di ruang tunggu dulu ya?. karena masih ada beberapa laporan yang masuk saat ini." Ucap polisi tersebut ke arah Bella.

"Iya pak polisi." Jawab Bella mengerti dan mulai duduk di ruang tunggu.

Namun saat Bella telah duduk di ruang tunggu, tiba-tiba saja salah satu orang polisi menghampiri temannya yang sempat mengobrol dengan Bella barusan.

"Hei kawan, bukanya gadis remaja itu sangat mirip dengan yang ada di dalam foto ini." Ucap polisi bertubuh agak gemuk itu kepada temannya.

"Mana coba aku lihat." Ucap polisi yang sempat berbicara Dengan Bella tadi.

"Mirip bukan?, satu jam yang lalu ada sepasang suami istri yang membuat laporan kehilangan. katanya sih gadis yang ada di dalam foto ini adalah keponakan mereka, namun sayang kondisi mentalnya agak gila/kurang waras dan sering berbicara aneh dan menyakiti dirinya sendiri. katanya sih beberapa jam yang lalu telah kabur dari rumah." Beritahu polisi bertubuh agak gemuk itu.

"Yang benar?, kalo gitu kita harus segera menelepon keluarganya saat ini juga." Ucap polisi tersebut berniat untuk menelpon keluarga Bella.

DEG!

DAG! DIG! DUG!

Bella terlihat diam mematung di tempatnya, kini tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin setelah mendengar percakapan kedua orang polisi tersebut yang akan segera menelpon om dan tantenya saat ini juga.

"Aku harus segera pergi dari sini, jangan sampai om dan tante menemukan ku." Batin Bella terlihat begitu panik.

Saat ini Bella tengah menatap ke arah dua polisi yang sedang berdiri di meja mereka dan salah satu dari mereka terlihat sedang menelpon seseorang, yang di yakini Bella adalah om dan tantenya. di saat dua polisi itu lengah dengan berjalan mengendap-endap Bella keluar dari kantor polisi dan segera berlari secepat mungkin.

Seakan sadar Bella sudah tidak lagi duduk di ruang tunggu, posisi bertubuh gemuk itu seketika panik dan refleks menepuk lengan teman nya yang baru saja selesai menelpon keluarga gadis itu.

"Gadis itu kabur!" Seru polisi bertubuh agak gemuk itu panik.

"Ah yang benar?, kenapa gak kamu awasin jadi deh kabur!" Kesal polisi tersebut menatap ke arah teman nya.

"Sudahlah jangan berdebat!, ayo cepat segera keluar cari gadis itu pasti belum berlari jauh." Ajak polisi bertubuh agak gemuk.

"Iya ayo, segera siapan mobil patroli."

"Baik laksanakan."

Dua orang polisi itu segera keluar dari kantor untuk mencari keberadaan Bella mengunakan mobil troli.

Sementara setelah berhasil kabur dari kantor polisi Bella terus berlari tanpa tujuan yang jelas. kini tubuhnya sudah sangat lelah dan lemas karena terus berlari sedari tadi.

Kini Bea terlihat berhenti sebentar saat di rasa dia telah berlari cukup jauh dari kantor polisi yang artinya dia sudah aman saat ini.

Bella langsung menghirup nafasnya dalam-dalam, dadanya terasa begitu sesak karena terus berlari.

"Sepertinya mereka tidak akan mengejar ku sampai ke sini." Lirih Bella pelan sembari memegangi kedua lututnya dengan deru nafas tidak beraturan.

Namun di saat gadis itu merasa lega karena telah berhasil kabur dari kantor polisi, tiba-tiba terdengar suara sirine yang menuju ke arahnya. kini ekspresi wajah lega Bella berubah menjadi cemas bercampur panik setelah mendengar suara sirene polisi tersebut.

"Ya ampun ternyata mereka mengejar ku sampai ke sini." Lirih Bella pelan.

Kini Bella mulai menatap sekelilingnya mencari tempat persembunyian yang aman untuk sementara waktu dari kejaran para polisi itu, namun tiba-tiba saja tatapan mata gadis itu tertuju ke arah sebuah gang kecil gelap di sebrang tempatnya berdiri saat ini.

"Sepertinya bersembunyi di sana akan aman." Ucap Bella terus menatap ke arah gang kecil tersebut.

Suara sirine polisi terdengar semakin jelas ke arah tempat Bella sedang berdiri saat ini, refleks gadis itu langsung menoleh ke arah belakang dan terkejut melihat mobil polisi yang sedang melaju ke arahnya dengan jarak yang masih cukup jauh.

Bella yang sudah terlanjur panik segera berlari ke arah gang kecil tersebut dan langsung berbunyi di balik tong sampah yang cukup besar. kini Bella terlihat sedang berjongkok dan berusaha tidak mengeluarkan suara.

Mobil patroli polisi itu terlihat berhenti di dekat gang kecil, dua orang polisi terlihat keluar dari dalam sana dan akan mencari di sekitar sini. Karena dari informasi yang mereka dapatkan dari beberapa warga jika gadis remaja itu berlari ke arah sini.

"Kita berpencar saja, kamu ke arah sana aku ke arah sini." Ucap salah satu polisi.

"Baiklah." Jawab polisi bertubuh agak gemuk.

Sementara di balik tong sampah terlihat Bella yang membungkam mulutnya sendiri dengan kedua tangan nya.

"Bagaimana ini?, kalau sampai polisi itu menemukanya yang ada dia bisa di kembalikan kepada om dan tantenya itu." Batin Bella dalam hati.

Salah satu dari polisi tersebut kini mulai berjalan ke arah gang kecil yang cukup gelap dekat dengan tempat pembuangan sampah.

"Ah tidak mungkin gadis itu berlari ke dalam gang kecil tersebut, di sana tidak ada jalan lagi." Ucap polisi itu pelan mulai berbalik badan untuk mencari ke arah lain.

KREK!!

terdengar suara botol minuman yang tidak sengaja di injak oleh Bella saat mengeser tubuhnya.

"Astaga Bella kenapa kamu tidak bisa diam dan bodoh sekali!" Batin Bella merutuki dirinya sendiri.

SIAPA DI SANA?, CEPAT SEGERA KELUAR! teriak polisi tersebut mulai mengeluarkan pistol dari saku belakang celananya dan mengarahkannya tepat ke depan.

YA TUHAN APA YANG HARUS AKU LAKUKAN! batin Bella begitu panik.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!