NovelToon NovelToon
Menikah Karena Patah Hati

Menikah Karena Patah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Zayyan Mahendra membawa Lolly ke Swiss untuk merayakan kelulusannya sekaligus melamar wanita itu. Namun di saat Zayyan berharap cinta mereka berakhir bahagia, Lolly justru memilih pria lain.

Dengan hati hancur, Zayyan memutuskan pulang ke Indonesia. Tak disangka, di bandara ia bertemu kembali dengan teman lamanya dan membuat keputusan gila. Dia menikah Alin, teman lamanya itu.

Pernikahan tanpa cinta itu awalnya hanya pelarian. Tapi siapa sangka, takdir justru mempertemukan mereka pada cinta yang sebenarnya. Namun, keberadaan Lolly selalu mengganggu rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Tok

Tok

Tok

"Itu pasti orang yang mau mengembalikan dompetku!" seru Alin penuh harap. Gadis itu langsung bangkit dari sofa dengan wajah berbinar. Selama tiga hari terakhir hidupnya terasa begitu merepotkan hanya karena sebuah dompet hilang.

Tanpa memakai sandal rumah dengan benar, Alin berjalan cepat menuju pintu utama. Jantungnya sedikit berdebar karena akhirnya ada kabar baik juga setelah hari-hari yang melelahkan.

Ceklek...

Begitu pintu terbuka, langkah Alin langsung terhenti. Matanya membulat sempurna.

"Zayyan..." gumamnya lirih nyaris tak terdengar.

Pria tinggi yang berdiri di depan rumahnya itu terlihat santai dengan hoodie hitam dan celana jeans gelap. Di tangannya terdapat dompet cokelat milik Alin yang sudah beberapa hari membuat gadis itu frustasi.

Sementara Zayyan sendiri menatap Alin cukup lama, seolah memastikan sesuatu."Jadi benar kalau dompet ini milikmu," ucapnya pelan sambil mengangkat dompet tersebut sedikit.

Alin spontan menelan ludah. Entah kenapa suasana tiba-tiba menjadi canggung.

Mereka memang pernah saling mengenal. Karena pernah satu kampus. Namun hubungan mereka tidak pernah dekat. Alin hanyalah mahasiswi biasa yang lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan atau bekerja sambilan sepulang kuliah.

Sedangkan Zayyan...Siapa yang tidak mengenalnya dulu?

Pria itu cukup terkenal di kampus. Bukan hanya karena wajahnya yang menarik, tetapi juga karena keluarganya yang terpandang dan sifatnya yang mudah bergaul. Hampir semua orang mengenalnya.

Berbeda jauh dengan Alin yang keberadaannya nyaris tidak pernah diperhatikan.

"I-ini benar dompetku," jawab Alin gugup sambil menerima dompet itu perlahan.

Jarinya tanpa sadar menyentuh tangan Zayyan sebentar. Refleks Alin langsung menarik tangannya cepat-cepat.

"Maaf..." lirihnya.

Zayyan malah tersenyum tipis.

"Kamu masih sama seperti dulu."

Kalimat sederhana itu justru membuat Alin semakin salah tingkah.

"Hah?"

"Gampang gugup."

Alin terkekeh kecil menutupi rasa canggungnya. "Aku memang begini dari dulu."

Zayyan mengangguk pelan. Tatapannya sempat memperhatikan wajah Alin lebih lama. Gadis itu sedikit berbeda saat di lihatnya di kampus. Penampilannya lebih dewasa dan tenang, tetapi sorot matanya masih sama. Lembut dan tidak banyak bicara.

"Aku menemukan dompetmu di bandara. Aku sempat memanggilmu tapi sayangnya kamu sudah jauh," jelas Zayyan. "Awalnya aku mau menyerahkan ke satpam bandara, tapi waktu lihat KTP di dalamnya aku merasa namanya familiar."

Alin mengerjapkan matanya beberapa kali. "Kamu masih ingat aku?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja tanpa sempat ia tahan. Zayyan terkekeh kecil. "Aneh kalau lupa."

Padahal bagi Alin, dirinya dulu bukan siapa-siapa di kampus. Bahkan mungkin tidak pernah masuk dalam lingkaran pertemanan Zayyan sedikit pun.

"Kamu dulu sering di perpustakaan lantai tiga, kan?" lanjut Zayyan santai.

Alin terlihat terkejut.

"Iya..."

"Kadang duduk dekat jendela sambil pakai headset."

Kali ini Alin benar-benar melongo. Bagaimana bisa Zayyan mengingat detail seperti itu?

Melihat ekspresi Alin, Zayyan justru terlihat geli sendiri. "Kenapa lihat aku begitu?"

"Aku kira... kamu nggak kenal aku."

"Kenal." Jawaban singkat itu sukses membuat suasana kembali hening sesaat.

Angin berembus pelan menerbangkan beberapa helai rambut Alin. Gadis itu mendadak salah tingkah karena tatapan Zayyan terasa terlalu intens.

"Eh... makasih ya sudah mau mengantarkan langsung," ucap Alin cepat untuk mengalihkan suasana. "Kalau dompet ini hilang lebih lama lagi mungkin aku bisa stres."

Zayyan terkekeh. "Memangnya sepenting itu?"

"Penting banget. Semua kartu ada di dalam."

Alin buru-buru membuka isi dompetnya memastikan semuanya lengkap. Begitu melihat seluruh kartu dan uangnya masih utuh, wajahnya langsung berubah lega.

"Astaga... lengkap semua."

"Tentu saja. Aku bukan pencuri."

Alin langsung menggeleng panik. "Bukan begitu maksudku!"

Zayyan tertawa kecil melihat kepanikan Alin yang tidak berubah sedikit pun sejak dulu. Dan anehnya... Dia justru merasa suasana itu cukup menyenangkan.

Sudah lama Zayyan tidak bertemu seseorang yang reaksinya sesederhana ini di hadapannya.

"Tapi serius, terima kasih banyak," ucap Alin tulus. "Aku sampai hampir putus asa."

Zayyan memasukkan kedua tangannya ke saku hoodie. "Sama-sama."

Suasana kembali hening beberapa detik.

Alin menggigit bibir bawahnya pelan, merasa tidak enak jika membiarkan Zayyan langsung pergi begitu saja setelah bersusah payah datang ke rumahnya.

"Emm... mau masuk dulu?" tawarnya ragu. "Setidaknya minum sebentar."

Zayyan menatap Alin beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum tipis.

"Boleh."

Zayyan mengikuti langkah Alin masuk ke dalam rumah. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi terasa hangat dan nyaman. Aroma kayu bercampur wangi masakan menyeruak lembut memenuhi ruangan.

Beberapa pot tanaman tertata rapi di dekat jendela, sementara foto-foto keluarga terpajang di dinding ruang tamu. Semuanya terlihat sederhana, namun justru memberi kesan tenang.

"Duduk aja," ucap Alin sambil menunjuk sofa.

Zayyan mengangguk lalu duduk di sana. Matanya sempat memperhatikan sekitar rumah sebelum kembali tertuju pada Alin yang terlihat sedikit sibuk merapikan beberapa majalah di atas meja.

"Kamu tinggal sendiri?" tanya Zayyan.

"Nggak, aku tinggal sama nenek," jawab Alin cepat.

"Oh."

Belum sempat percakapan berlanjut, langkah pelan terdengar dari arah dapur. Seorang wanita lanjut usia muncul sambil membawa nampan berisi teh hangat dan beberapa camilan sederhana.

"Nah, tamunya diminumin dulu," ucap beliau ramah.

Alin langsung berdiri membantu membawa nampan itu.

"Nenek, ini Zayyan. Teman kampus Alin dulu."

Zayyan ikut berdiri sopan lalu menundukkan kepala sedikit. Nenek Alin tersenyum hangat sebagai balasan.

Setelah meletakkan minuman di meja, nenek Alin memperhatikan Zayyan beberapa detik seolah sedang mengingat sesuatu.

"Kamu yang dulu pernah nganterin Alin waktu hujan deras itu ya?"

Deg.

Alin langsung membelalak.

"Nenek!"

Wajah gadis itu memerah seketika.

Sementara Zayyan terlihat sedikit terkejut sebelum akhirnya terkekeh pelan.

"Ternyata nenek masih ingat."

"Tentu ingat" sahut nenek Alin santai.

"Nenek..." Alin langsung merengek malu.

Zayyan menahan tawanya melihat reaksi Alin.

Jujur saja, ekspresi gadis itu lucu sekali.

"Aku cuma kebetulan lewat waktu itu," ujar Zayyan santai.

"Iya, tapi habis itu dia senyum-senyum sendiri. Dia juga sering bercerita tentang kamu"

Alin hampir tersedak minumannya sendiri. "Nenek, jangan ngomong sembarangan deh!"

Zayyan akhirnya benar-benar tertawa kecil. Suaranya rendah namun terdengar hangat.

"Jadi aku pernah bikin kamu senyum-senyum?"

Alin langsung menatap tajam pria itu meski wajahnya masih merah. "Jangan percaya sama nenek."

"Nggak bisa. Kayaknya lebih jujur nenekmu."

"Zayyan!"

Tawa kecil kembali terdengar dari bibir pria itu. Pertemuannya dengan Alin cukup membuat dirinya terhibur, dan sejenak membuat dirinya lupa dengan Lolly.

Sementara nenek Alin hanya tersenyum puas melihat cucunya yang biasanya pendiam kini terlihat jauh lebih hidup.

"Yaudah, kalian ngobrol aja. Nenek mau lanjut masak dulu," katanya sebelum berjalan kembali ke dapur.

Begitu neneknya pergi, Alin langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Malu banget sumpah..."

Zayyan masih tersenyum geli. "Ternyata dulu aku cukup berkesan juga."

"Kamu pede banget."

"Memangnya salah?"

Alin mendecakkan pelan lalu menyandarkan tubuhnya di sofa. Rasa canggung yang tadi sempat ada perlahan mulai menghilang. Obrolan mereka mengalir begitu saja seperti teman lama yang dipertemukan kembali.

"Aku nggak nyangka kamu masih ingat kejadian itu," ujar Alin pelan.

"Masih banyak yang aku ingat."

Alin menoleh penasaran.

"Contohnya?"

Zayyan berpikir sejenak sebelum menjawab santai, "Kamu dulu selalu duduk paling pojok di kelas."

"Itu karena aku nggak suka jadi pusat perhatian."

"Dan kamu suka bawa roti cokelat tiap pagi."

Alin mengernyit kaget.

"Kamu serem juga ya ternyata."

Zayyan tertawa kecil. "Bukan seram. Cuma memperhatikan."

Entah kenapa kalimat itu membuat jantung Alin berdetak sedikit lebih cepat. Ia buru-buru mengambil gelas tehnya agar tidak terlalu terlihat gugup.

"Kamu sendiri gimana sekarang?" tanya Alin mencoba mengalihkan suasana. "Masih sesibuk dulu?"

"Kurang lebih."

"Kamu kerja di mana sekarang?"

"Di perusahaan keluarga."

"Pantas sibuk."

Zayyan mengangguk pelan lalu balik bertanya, "Kalau kamu?"

"Aku kerja di kantor desain interior kecil."

"Jadi dulu jurusanmu nggak sia-sia."

Alin tersenyum kecil. "Lumayanlah buat bertahan hidup."

Percakapan mereka terus berlanjut. Mulai dari membahas masa kuliah, dosen yang galak, sampai teman-teman lama yang kini sudah sibuk dengan hidup masing-masing.

Tanpa sadar suasana di antara mereka menjadi jauh lebih akrab. Bahkan beberapa kali tawa terdengar memenuhi ruang tamu rumah sederhana itu.

"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?" tanya Zayyan.

1
Mita Paramita
baru juga bahagia nih pengantin baru udah diganggu aja sama pelakor🤣🤣🤣 lanjut Thor 💪💪💪
Dew666
👄👄👄
Mita Paramita
so sweet zayyan & Alin 😘😘😘
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Dew666
💃💃💃
Mita Paramita
so banget pasutri ini 😘
Diah Anggraini
Lanjut ya Ka
Mita Paramita
alin malu malu kucing 🤣🤣🤣
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Dew666
🪭🪭🪭
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
ayo kak crqzy up
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
eits bang zay kemajuan ayo bang pepet terus....crazy up banyak2 ya kak🙏💪
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
crazy up ya kak👍💪🙏
Dew666
👑👑👑👑
merry yuliana
crazy up.kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!