NovelToon NovelToon
Kupu-Kupu Di Kota Batu

Kupu-Kupu Di Kota Batu

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

Keadaan berubah ketika Nowi memergoki kekasihnya berselingkuh tepat di atas ranjang mereka sendiri. Baru saat itulah ia menyadari bahwa seluruh kenyamanan yang selama ini dinikmatinya tak lagi miliknya. Padahal sebelumnya Nowi memiliki segalanya. Karier cemerlang, kehidupan berkecukupan, dan pasangan yang berparas tampan.

Kini, semuanya telah sirna. Tak ada lagi tempat tinggal, tak ada lagi sumber penghasilan, dan satu-satunya jalan keluar yang tersisa adalah menjual rumah warisan orang tuanya di kota Batu. Tempat yang sangat dibencinya, sarat akan kenangan pahit, serta menyimpan satu rahasia besar yang telah ia kubur dalam-dalam sejak masa remaja.

Kehancuran hidupnya itu pun memaksanya kembali menghadapi masa lalu yang telah ia tinggalkan sepuluh tahun silam, serta satu-satunya pria yang mencintainya sepenuh hati, sekaligus sosok yang paling menderita karenanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Golden Spring

Tempat kecil ini adalah satu-satunya lokasi di dunia yang selalu terasa paling aman bagi Nowi. Di sini, semua beban hidup terbawa pergi, persis seperti air yang mengalir terus-menerus.

Langit di atasnya gelap, lalu hujan turun dengan deras bersamaan dengan petir.

“Siaaaallll!” teriak Nowi sekuat tenaga.

Air matanya mengalir deras dan bercampur dengan air hujan. Ia berteriak lagi, kali ini tanpa tahu kepada siapa, hanya melampiaskan segala amarah, kekecewaan, dan rasa lelah yang memenuhi dadanya.

Ia terlalu larut dalam perasaannya sendiri sampai tidak sadar kalau Bass sudah duduk tepat di sampingnya. Tanpa banyak bertanya, pria itu langsung menarik tubuhnya masuk ke dalam pelukan erat.

“Hey, hey... Ssst, nggak apa-apa. Apa pun itu, semuanya bakal baik-baik aja,” kata Bass dengan suara rendah dan tenang tepat di telinga Nowi.

Awalnya Nowi ingin melepaskan diri dan menangis sendirian. Namun, tubuhnya justru menyerah karena sudah terlalu lelah dan butuh kenyamanan. Ia membiarkan dirinya bersandar erat di dada Bass. Pelukan itu terasa hangat, stabil, dan aman.

Bau keringat, serta kayu cedar yang melekat pada diri Bass tercium aneh, namun justru membuatnya semakin tenang.

“Ssst, tenang aja. Aku janji kamu bakal baik-baik aja,” bisik Bass sambil mengusap punggung Nowi secara perlahan dan teratur.

Sudah sangat lama tidak ada yang memeluknya sehangat ini. Hal itu justru membuat dadanya terasa semakin sakit. Hujan yang semula deras kini berubah menjadi gerimis tipis. Namun, Bass tetap memeluknya di atas batu batu sumber air yang berlumut.

Perlahan namun pasti, napas Nowi mulai teratur kembali dan air matanya berhenti mengalir. Rasa marah, kecewa, dan sedih yang meluap sebelumnya kini mulai mereda.

“Makasih...” bisiknya pelan sambil mengusap ujung hidungnya.

“Kamu nggak perlu bilang makasih. Syukurlah aku ada di sini, soalnya nggak ada orang yang seharusnya sendirian pas lagi hancur hancurnya kayak gini,” jawab Bass lembut.

Nowi hanya diam karena tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia membiarkan Bass terus memeluknya sampai ia merasa lebih mampu mengendalikan dirinya sendiri.

“Mau cerita kenapa kamu jadi begini? Aku nggak enak lihat orang nangis,” tanya Bass pelan setelah beberapa saat berlalu.

Nowi sedikit menjauh untuk melihat wajah pria itu. Bass bertubuh besar, bertato, dan terlihat menakutkan, tapi sikapnya sangat lembut, tenang, dan hangat.

Sejak pertama bertemu, pria itu selalu bersikap baik kepadanya. Ia menarik napas panjang beberapa kali, lalu mengusap wajahnya menggunakan lengan baju meskipun tidak ada gunanya karena hujan masih turun sedikit-sedikit.

Bass menunggu dengan sabar dan tidak memaksa Nowi untuk berbicara.

“Aku benci tempat ini, tapi di sisi lain aku juga sayang sama dia,” kata Nowi pelan sambil menatap uap air depannya.

“Aku nggak pernah balik lagi ke sini sejak umur delapan belas tahun. Dulu hidupku di sini berat banget, orang tuaku juga nggak baik, dan rasanya aku nggak pernah diterima di mana pun,” lanjutnya sambil tertawa kecil tanpa ada nada gembira di dalamnya.

Ia menunjuk ke arah sumber air panas itu.

“Tempat ini satu-satunya yang jadi pelarianku. Setiap kali datang ke sini, aku selalu merasa lebih lega. Kayaknya tubuhku sendiri tahu kalau di sini aku aman. Sepuluh tahun aku tahan semua masalah masalah ku, tapi akhirnya aku meledak juga pas balik ke sini.”

Bass tetap diam dan mendengarkan dengan saksama tanpa menyela ucapan Nowi. Karena merasa nyaman dengan ketenangan pria itu, Nowi pun melanjutkan ceritanya.

“Aku takut banget balik ke Batu. Hidupku di luar sana berantakan dan aku nggak punya pilihan lain selain pulang, makanya aku ada di sini sekarang,” katanya sambil mengembuskan napas berat.

Ia tertawa lagi dengan nada pahit.

“Yang lucu, setelah sepuluh tahun pergi, aku nggak punya apa-apa yang bisa dibanggakan. Rasanya aku nggak cocok hidup di mana aja, cuma berjalan tanpa tujuan di hidup ... Kehidupan yang bahkan nggak pernah aku inginkan. Sekarang aku balik ke sini, tapi ternyata di sini pun aku nggak punya apa-apa.”

Dadanya kembali terasa sesak, dan ia menundukkan kepala agar tidak terlihat wajahnya yang mulai berkaca-kaca lagi.

“Aku turut sedih dengar semua yang pernah nyakitin kamu, Nowi. Tapi percaya deh, semuanya bakal baik-baik aja. kamu harus yakin soal itu,” kata Bass dengan nada rendah dan tulus sambil menatap Nowi dengan pandangan yang mantap.

“Aku nggak tahu harus percaya atau enggak, tapi... makasih ya,” jawab Nowi lirih. Ia terdiam sejenak sebelum berbicara lagi dengan senyum kecil. “Tapi aku senang banget hari ini ketemu kamu. Syukurlah yang nemuin aku bukan orang lain.”

Nowi menarik lututnya lebih dekat lagi ke dada. “Masalahnya, aku bingung gimana caranya tinggal di kota ini tanpa harus ketemu orang-orang yang aku hindari.”

“Aku emang belum lama tinggal di sini, tapi kayaknya nggak banyak yang berubah dari dulu. Aku yakin kok warga sini bakal senang lihat kamu balik,” kata Bass pelan.

Nowi terdiam cukup lama, lalu berbisik sangat pelan, “Nggak semuanya.”

...***...

Bass mengantar Nowi pulang ke rumahnya, lalu segera berlari melintasi hamparan rumput yang membentang di antara kedua rumah itu menuju tempat tinggalnya sendiri. Begitu tiba di jalan masuk, ia buru-buru melepaskan seluruh pakaian yang basah dan langsung masuk ke kamar mandi.

Pikirannya kacau hingga membuatnya sesak napas. Nowi terlalu cantik, dan sialnya, gadis itu jelas sedang menghancurkan hatinya. Bass belum pernah melihat seseorang yang menyimpan beban seberat itu. Apa pun yang membuat Nowi kembali ke tempat ini, sangat berpengaruh besar pada kondisi gadis itu.

Ia sadar harus mengabari Vito bahwa Nowi ada di sini. Namun, apa konsekuensinya?

Sial.

Tatapan Nowi saat memintanya menyimpan rahasia itu masih terbayang dengan jelas. Begitu pula cara tubuh gadis itu melemas dalam pelukannya ketika ia menenangkannya di tengah luapan emosinya. Bahkan saat menangis, memeluknya terasa terlalu nyaman.

Jelas sekali ia tertarik pada Nowi. Ada ikatan yang terjalin di antara mereka, hal itu tak dapat disangkal. Namun, jika ada satu orang di dunia ini yang sepenuhnya terlarang baginya, orang itu adalah Nowi.

Tentu saja, perempuan pertama yang membangkitkan perasaan dalam dirinya adalah cinta lama sahabatnya sendiri.

Vito telah menemaninya melewati masa-masa sulit bersama keluarganya. Lelaki itu seperti saudara kandungnya sendiri. Bass tidak akan pernah melampaui batas yang bisa berisiko merusak persahabatan mereka.

Namun, jika ia tidak dapat mengobati apa yang dirasakan Nowi, setidaknya ia ingin menjadi teman bagi gadis itu. Terlebih lagi, sangat jelas bahwa Nowi sedang membutuhkan seseorang saat ini.

Base segera membersihkan diri, mengenakan pakaian, lalu bersiap pergi ke rumah Vito.

Ia sadar telah membuat kesalahan karena tidak segera memberitahu Vito sejak pertama kali mengetahui keberadaan Nowi di sini. Dan ia tidak akan memperburuk keadaan dengan terus menyembunyikannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!