Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perang dan Bom
Dua hari setelah perbincangan mengenai spekulasi bersama Dom, keraguan di hati Arzeus Ezoic Cyrillus masih belum menemui titik terang. Sisi dominan dan ego arogansinya terus berperang melawan kehangatan asing yang perlahan merayap setiap kali ia menatap wajah Yorinka.
Namun, rencana Zeus untuk menetap di mansion dan mengurai kebimbangan perasaannya harus kandas seketika. Sebuah kabar darurat dari distrik perbatasan memaksa sang kepala klan untuk kembali mengenakan jubah berdarahnya.
Klan musuh dari wilayah utara melakukan pergerakan agresif. Di kota sebelah, Rick, yang merupakan tangan kiri kepercayaan Zeus, sudah berada di garis depan. Berbeda dengan Josh yang patuh dan penuh kalkulasi kejam, Rick adalah seorang psikopat tulen yang manipulatif dan sangat kejam. Ia menikmati setiap desing peluru seolah itu adalah simfoni klasik.
"Tuan Zeus, Rick melaporkan bahwa klan utara telah mengepung gudang logistik kita. Baku tembak tidak dapat dihindari" lapor Josh dengan nada suara datar yang dingin sambil merefleksikan kekejaman alaminya sebagai tangan kanan sang mafia
"Siapkan helikopter, Josh. Kita berangkat sekarang" perintah Zeus tegas melangkah kaku mengabaikan rasa berat di dadanya karena harus meninggalkan Yorinka yang sebentar lagi akan melahirkan
Bahkan Zeus tidak berpamitan pada Yorinka, jika dipikir-pikir setiap Zeus keluar kota atau ada pekerjaan tiba-tiba maka Zeus tidak akan berpamitan, paginya pelayan akan mengabarkan berita kepergian Zeus pada Yorinka.
Setibanya di lokasi, atmosfer fana dunia hitam menyambut mereka dengan aroma mesiu dan anyir darah.
Rick berdiri di balik barikade beton dengan senyuman miring yang mengerikan, sementara tangannya dengan santai mengganti magasin senapan otomatis.
"Ah, Tuan Besar akhirnya datang. Pesta di sini sangat meriah" sapa Rick dengan nada yang terkesan santai
Padahal di sekelilingnya banyak nyawa melayang berserakan di atas tanah.
Pertempuran itu berjalan sangat brutal. Zeus memimpin penyerangan dengan taktik dominan yang agresif. Namun, klan musuh nampaknya sudah mempersiapkan serangan balik yang matang. Di tengah kekacauan taktis itu, kilatan cahaya dari arah gedung tua memicu alarm bahaya. Seorang penembak jitu mengarahkan laras panjangnya tepat ke arah jantung Zeus.
"Tuan, awas!" teriak Josh kejam
Josh langsung menembak mati sang penembak jitu, namun peluru laras panjang itu terlanjur melesat dan bersarang telak di bahu kiri Zeus.
"ARRGH!" Zeus mengerang tertahan
Darah segar langsung merembes membasahi kemeja hitamnya. Sisi kejamnya memuncak, mengabaikan rasa sakit di bahunya, ia terus menembak dengan tangan kanannya hingga seluruh musuh di area tersebut tewas tak bersisa.
Sementara itu, di mansion Valletta yang megah, suasana justru berbanding terbalik. Yorinka sedang duduk canggung di ruang tengah.
Keberadaan Dom yang tiba-tiba bertamu dan menetap di sana selama Zeus pergi membuat atmosfer terasa aneh bagi Yorinka. Selama ini, Yorinka memang jarang bertemu dengan Dom, dan baru sekali berbicara secara formal. Namun, hari ini terlihat Dom bertingkah sangat hangat dan lembut padanya. Dom duduk di sofa seberang sembari menyilangkan kaki, menatap Yorinka dengan senyuman ramah yang menenangkan.
"Minumlah susumu, Yorinka. Jangan biarkan anak Zeus kekurangan nutrisi saat ayahnya sedang bermain dengan peluru" ujar Dom dengan nada suara yang begitu lembut
Suara itu kontras dengan statusnya sebagai salah satu pemimpin klan paling ditakuti.
Yorinka mengerjabkan matanya, menatap Dom dengan pandangan menyelidik. Sifat cerianya sedikit tertahan oleh rasa penasaran.
"Setahuku, om Dom ini kan nggak jauh berbeda dengan Zeus. Tega dan dominan juga. Tapi kok hari ini manis banget?" batin Yorinka penuh curiga
Apa memang semua mafia begini, ya? Suka sekali memanipulasi wajah dan ekspresi demi kepentingan tertentu?. Meski menaruh curiga, Yorinka yang pada dasarnya hangat cukup suka berbincang dengan Dom. Dari obrolan santai itu, Yorinka mengetahui fakta baru bahwa Dom ternyata seusia dengan Zeus, yaitu 33 tahun, sedangkan dirinya sendiri baru berusia 24 tahun.
"Wah, om Dom ternyata udah kepala tiga ya? Tapi mukanya masih lumayan oke sih, nggak sekaku kertas semen kayak Zeus" canda Yorinka frontal memecah kecanggungan
Dom tertawa renyah, sebuah respons yang sangat jarang ia tunjukkan pada orang asing.
"Jangan panggil aku om, Yorinka. Usia 33 adalah usia matang bagi seorang pria klan. Dan kurasa, kau terlalu lama dikurung di rumah ini. Bagaimana kalau hari ini aku mengajakmu keluar mansion?" tawar Dom
Mendengar kata "keluar", mata Yorinka langsung berbinar ceria.
"Beneran? Boleh keluar? Zeus nggak akan marah nih?" tanya Yorinka memastikan
"Aku yang bertanggung jawab atas keselamatanmu hari ini. Zeus tidak akan berani mendebat ku" jawab Dom penuh arogansi dominan yang mutlak
Sebelum berangkat, bi Maria yang perhatian dan hangat segera mendekat bersama Shela, pelayan muda yang ramah. Bi Maria memasangkan jaket tebal pada tubuh Yorinka.
"Hati-hati di jalan, nyonya. Tolong jaga kandungan anda" pesan bi Maria lembut
Shela juga tersenyum ramah, memberikan tas kecil berisi keperluan darurat bumil kepada Yorinka.
Dom membawa Yorinka ke sebuah pusat perbelanjaan atau mall besar yang paling mewah di pusat kota. Di sana, Dom menunjukkan kemurahan hatinya yang luar biasa. Ia memperbolehkan Yorinka belanja sepuasnya, membeli apa saja yang diinginkannya untuk persiapan melahirkan dua bulan lagi. Yorinka yang sudah lama terisolasi merasa sangat bahagia, sifat ceria dan hangatnya kembali terpancar sempurna saat ia memilih baju-baju bayi yang lucu.
Namun, kedamaian di mall megah itu hanya bertahan sekejap.
BOOOMMMM!!!
Sebuah ledakan dahsyat mengguncang lantai dasar mall, memecahkan kaca-kaca etalase toko dan memicu kepulan asap hitam yang pekat. Suara sirene tanda bahaya langsung meraung keras, memicu kepanikan massal. Ribuan pengunjung mall berteriak histeris, berlarian menyelamatkan diri menuju pintu darurat.
"Astaga! Ada bom!" jerit Yorinka panik refleks memeluk erat perut buncitnya yang sudah membesar
Sifat penakutnya mendadak terpicu kembali. Dom dengan cepat menarik tubuh Yorinka ke belakang tubuh tegapnya. Wajah lembut Dom dalam sekejap lenyap, digantikan oleh ekspresi kasar dan dominan seorang mafia tingkat tinggi. Ia merutuki dirinya sendiri di dalam hati. Karena terlalu meremehkan situasi dan menganggap wilayah ini aman di bawah pengawasannya, Dom telah lalai dengan tidak membawa barisan pengawal pribadi bersamanya demi kenyamanan belanja Yorinka.
"Sialan! Mereka memanfaatkan celah ini" umpat Dom dengan nada rendah yang sangat kejam
Seluruh pengunjung mulai diungsikan secara sepihak oleh petugas keamanan mall. Namun, saat Dom sedang menuntun Yorinka menuju jalur evakuasi bawah tanah, terdengar suara desing peluru yang memecah keheningan koridor yang mulai sepi.
DOR! DOR! DOR!
Tembakan asal entah darimana datangnya tiba-tiba beruntun mengarah ke posisi mereka. Peluru-peluru itu menghantam dinding marmer di dekat kepala Yorinka, menyemburkan serpihan batu yang tajam. Dom yang memiliki insting bertarung sangat lihai segera mendekap tubuh Yorinka, membawa wanita itu berguling di balik pilar beton yang kokoh.
Dom mengeluarkan pistol dari balik mantelnya, membalas tembakan musuh dengan akurasi yang mematikan. Sifat kejamnya keluar sepenuhnya saat ia melihat tiga orang pria bermasker hitam terus merangsek maju, mengabaikan Dom dan memfokuskan moncong senjata mereka tepat ke arah perut Yorinka.
Dom menyadari satu hal dengan sangat pasti, serangan bom dan tembakan ini bukan merupakan bentuk sabotase mall biasa. Ini adalah serangan terencana yang dengan sengaja ditujukan untuk menghabisi Yorinka dan janin yang dikandungnya yang merupakan penerus klan Cyrillus yang sedang lemah tanpa perlindungan Arzeus.
"Tetap di belakang saya, Yorinka! Jangan lepaskan peganganmu!" bentak Dom dengan nada dominan yang kaku
Matanya berkilat penuh amarah kejam karena harga dirinya sebagai pelindung sementara telah diinjak-injak oleh klan musuh misterius ini.
Yorinka hanya bisa meringkuk ketakutan di balik punggung Dom, air mata mulai menetes sembari terus berdoa agar anak di dalam kandungannya selamat dari badai kematian yang kembali menghampiri hidupnya. Misteri tentang siapa dalang di balik serangan ini, dan bagaimana nasib Zeus yang terluka di kota sebelah, kini menjalin benang merah yang semakin rumit dan berbahaya bagi masa depan klan Cyrillus.
🔪🔪🔪
Deg-degan banget sumpah.😭
Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk like, komen, vote dan subscribe ya.
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya