Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.
Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.
Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.
Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAIKAN
Kediaman Wiranta, disanalah Sinta dan Ana berada. Keduanya sudah pulang ke rumah, Sinta juga sudah mengabari suami dan anak-anaknya kalau dia dan Ana sudah di rumah.
Ana dan mamanya dibantuin oleh bik Surti dan beberapa pelayan lainnya sedang memasak banyak makan siang, satu persatu menu mulai masak dan di dusun rapi di meja makan yang begitu luas.
"Ana, mandilah. sebentar lagi abang-abang mu akan pulang. Ini sedikit lagi lagi biar bik Surti dam pelayan lain yang selesaikan." ucap Sinta pada putrinya.
"Baik ma" sahut Anaya sambil melepaskan celemek di tubuhnya.
Anaya berlari menuju ke atas dengan perasaan bahagia sedangkan Sinta hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Bik, bereskan sisanya dan rapikan semuanya. Saya mau mandi dulu" ujar Sinta pada bik Surti dengan ramah.
"Baik nyonya" sahut bik Surti dengan sopan.
Di sekolah bel terakhir sudah berbunyi yang menandakan jam berakhir pembelajaran hari ini. Semua murid berbondong-bondong keluar dari kelas untuk pulang.
"Gimana, nongkrong gak nanti malam? " tanya Nevan.
"Hes, lo aman? " tanya Jefran yang memastikan kondisi Mahesa karena memang dari tadi dia terlihat gusar.
"Aman gue, nanti gue ke tempat cafe biasa" ucap Mahesa yang menuju ke parkiran.
"Aku gak nganterin kamu dulu ya hari ini" ucap Mahesa pada Retta yang memang sudah sangat dekat.
"Tenang Hes, kamu tenangin diri kamu aja dulu" ucap Retta yang tersenyum ke Mahesa.
"Aku duluan" ucap Mahesa yang langsung pergi.
"Gue duluan" celetuk Farraz yang akhirnya juga ikut pergi.
"Sama, gue langsung cabut ya" ujar William.
"Sayang aku duluan" ucap William lagi pada pacarnya.
"Hati-hati" sahut Floella.
"Gue jadi penasaran deh sama adiknya mereka" ucap Jefran.
"Gue juga, lihat aja noh mereka kayak manusia gak ada nyawa" sahut Nevan.
"Yang jelas itu adik kesayangan mereka" ucap Floella.
"Lo kenal? " tanya Retta.
"Udah akrab banget, bahkan dia juga udah manja banget sama gue dan gue suka itu, dia lucu" jelas Floella tersenyum lebar dan menaikan alisnya
"Dan Mahes gak pernah ngenalin sama gue" ucap Retta cemberut.
"Emang udah jadian? "tanya Floella dengan nada mengejek.
"Sialan lu" ucap Retta yang kesal.
Helga hanya terdiam mendengar obrolan teman-temannya dan tak lama ia juga pulang bersama Havinka.
Sesampainya di rumah Mahesa turun dari motor dan menghembuskan nafas beratnya.
"Jangan terlalu dipaksa, gue yakin dia gak akan lama kok gini" ucap Farraz yang memegang pundak Mahesa.
"Gimana kalau dia benar-benar gak mau ketemu kita lagi" ucap Mahesa.
"Itu gak akan terjadi, berdoa aja semoga ada keajaiban saat kita buka pintu dan Ana berlari ke arah kita terus meluk kita lagi kaya dulu" celetuk William.
"Ya ya gue harap itu" sahut Mahesa yang melangkah duluan untuk masuk.
"Kami pu... " ucap Mahesa yang terpotong saat Anaya berlari dan memeluknya.
"Abangggg" teriak Anaya yang memeluk Mahesa.
Mata Mahesa melebar, Farraz dan wiliam yang ada di belakang Mahesa juga terkejut.
"Abang, maafkan Ana" ucap Anaya lirih yang masih memeluk Mahesa.
Mahesa mulai tersenyum, dalam sekejap doa William di kabulkan.
"Ana salah, gak seharusnya Ana menghindar dari abang" ucap Anaya lagi.
"Eheummm gak, gue gak mau maafin" ucap Mahesa yang coba mengerjai Ana.
"Abang... " lirih Ana yang semakin menenggelamkan kepalanya didada Mahesa.
Mahesa tersenyum, ia senang adiknya kembali seperti dulu lagi.
"Gak" sahut Mahesa.
"Ck, udah jangan ngerjain dia dulu" ucap Farraz yang menarik Ana dari pelukan Mahesa.
"Yeuuu sialan lu" ucap Mahesa yang kesal.
"Abang, maafkan Ana" ucap Ana lirih di pelukan Farraz.
"Ana gak salah, gak perlu minta maaf" ucap Farraz yang mengusap pipi Ana.
"Tapi bang Mahes gak mau maafin Ana" ucap Ana pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Gak apa-apa, karena ada abang sama abang Raz yang udah maafin Ana" sahut William yang mengelus rambut Anaya.
"Gak bisa gitu dong, Ana harus bujuk gue" celetuk Mahesa yang kesal.
"Ana gak pandai bujuk abang" ucap Anaya dengan polos.
"Sogok kek" ucap Mahesa.
"Ana sudah masak makanan kesukaan kalian, ayo makan siang" ucap Anaya dengan exited.
"Oh ya, Ana sendiri yang masak? " tanya Farraz yang tersenyum.
"Alah, palingan bik Surti dan pelayan lain yang masak" celetuk Mahesa yang pura-pura kelihatan cuek.
"Abang nyebelin, Ana juga ikut masak tau" ucap Anaya yang kesal.
"Abang gak usah ikut makan" ucap Anaya lagi dengan wajah cemberut.
"Ayo bang Raz, bang Will kita makan" ucap Anaya lagi yang menarik Farraz dan William.
"Eh kok abang ditinggal" teriak Mahesa yang menyusul Anaya.
"Eh kalian sudah pulang" ucap Sinta yang baru turun dari tangga.
"Sudah ma" ucap Farraz dan William barengan.
"Loh Mahesa kenapa cemberut gitu? " tanya Sinta yang kebingungan.
"Ana pilih kasih ma" ucap Mahesa cemberut.
"Kok Ana sih" ucap Ana yang kesal.
"Abang Mahes gak mau maafin Ana ma, pake bilang "gue" lagi, nyebelin banget. Itu kalau Ana yang ngomong "gue" sama abang pasti dimarahin "oceh Ana yang membuat Mahesa, Farraz dan William tersenyum hangat.
"Akhirnya adik abang kembali" ucap Farraz yang menepuk kepala Anaya.
"Abang udah maafin Ana kan? " tanya Ana dengan hati-hati.
"Tentu sayang" ucap Farraz.
"Tapi lain kali, jangan dengerin omongan orang yang gak tau dan gak kenal sama kita oke" ucap William.
"Oke abang" ucap Anaya dengan semangat.
"Abang gak dibujuk nih? " tanya Mahesa yang berpura-pura cemberut.
"Ana gak bisa bujuk orang abang" ucap Ana.
"Yaudah peluk" ucap Mahesa yang merentangkan tangannya.
"Abang" ucap Anaya yang memeluk Mahesa dengan gembira.
"Heuhhhh, pokoknya kamu harus gini terus, manja sama abang, dekat-dekat sama abang, gak boleh kayak kemarin" ucap Mahesa yang gemas dengan Anaya dan semakin memeluk Anaya dengan erat.
"Iya abang, maafin Ana ya" ucap Anaya.
"Iya, tapi jangan gitu lagi ya" ucap Mahesa yang menatap adik dan mendapatkan anggukan dari Anaya.
"Yeeuuu tadi aja kayak mayat hidup lu" ejek William.
"Biarin" ucap Mahesa.
"udah sekarang kalian mandi, habis itu kita makan siang bareng. Papa kalian juga sudah di jalan" ucap Sinta.
"Siap ma" ucap Mahesa yang membuat tangan hormat.
"Bye kecil" ucap Mahesa yang mengacak rambut Anaya dan langsung lari keatas.
"Abang" teriak Anaya yang kesal.
"Bang Raz, bang will" adu Anaya pada Farraz dan William.
"Udah, nanti abang marahin Mahes. Abang mandi dulu ya" Farraz yang merapikan rambut Anaya.
"Ana abang tetap cantik kok walapun rambutnya berantakan" sahut William yang ikut merapikan rambut adiknya.
William dan Farraz pun naik ke atas untuk mandi, sedangkan Anaya dan mamanya menunggu di ruang keluarga. Tak lama kemudian papa sampai di rumah dengan itu juga Farraz, William dan Mahesa turun ke bawah.
...****************...
...****************...
Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk baut jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati....
...****************...
...****************...