NovelToon NovelToon
Masalalu Yang Terulang

Masalalu Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Time Travel / Dikelilingi wanita cantik / Murid Genius / Mengubah Takdir / Jujutsu Kaisen
Popularitas:133
Nilai: 5
Nama Author: YuniPus

Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Bab 12 – Alam Jiwa

Arya sengaja melakukannya, jika Keluarga Keraton berbuat hal yang tak menyenangkan bukankah itu berarti meraka hanyalah komplotan orang jahat?

Tak perduli apakah itu Kirana atau Surya, mereka berdua terlihat marah hingga ingin memuntahkan darah.

Lestari tak dapat membantu selain hanya melihat Arya, ia tak pernah menyangka bahwa Arya berani menghina Keluarga Keraton, salah satu dari tiga keluarga terpandang. Selain itu, tindakan Arya membuatnya semakin penasaran, orang seperti apa Arya sebenarnya?

Sementara Sekar, merasa senang melihat tingkah Arya yang menyakiti hati keluarga Keluarga Keraton dengan perkataannya. Keluarganya selalu berharap pernikahannya dengan salah satu generasi Keluarga Keraton terjadi, namun ia merasakan konflik batin. Sejak awal, kesan terhadap keluarga itu tidak baik. Mendengar perkataan tenang Arya yang langsung mengarah ke Kirana dan Surya membuat mereka tak berkomentar, Sekar tak dapat menahan tawa. Di saat yang sama hatinya semakin mengagumi Arya. Sebegitu mendalamkah pengetahuannya akan sumber pola inscription Sinar Matahari Merah dengan hanya memberitahukannya sekilas? Lalu, sementara yang lain hanya bersantai, ia menghabiskan waktunya dengan membaca semua buku.

Sementara di luar kelas, Bayu dengan tergesa-gesa berlari ke arah pria berjubah dan wakil kepala sekolah dan menyerahkan buku tersebut yang segera disambut oleh pria berjubah.

Wakil kepala sekolah Suryo memusatkan perhatiannya ke ekspresi pria berjubah.

Pria berjubah membuka halaman 30, diagram ke 6. melihat pola Api Petir di buku tersebut, dan membandingkan dengan pola Sinar Matahari Merah, wajahnya berubah suram dan tak berkata apapun.

Suryo memilih untuk diam. Ini adalah sebuah skandal Keluarga Keraton. Masalah yang melibatkan para petinggi Kota Kemuliaan, makanya ia tak berani mengatakan apapun.

Pria berjubah melihat buku tersebut. Kata-katanya sangat sulit, bahkan ia hanya mengenali sebagian kecil saja. Sesungguhnya Arya memiliki pengetahuan mendalam, membuatnya menjadi sosok yang menakjubkan. Ia terdiam sesaat sebelum berkata, "Murid ini, apakah ia memiliki bakat sejak lahir?"

Suryo Melihat Bayu. Ia tak tahu banyak tentang murid tersebut.

Bayu segera membalas "Aku baru melihatnya, ia hanya memiliki jiwa merah."

Pria berjubah menganggukkan kepalanya "Sungguh kasihan, anak ini sangat berpendidikan. Sangat disayangkan bahwa bakat alami hanya sebatas ini, namun masa depannya sangat menjanjikan. Suryo, berikan ia pekerjaan sebagai petugas perpustakaan!"

"Baik!" Suryo segera mengangguk, ia tahu bahwa pria berjubah sangat kagum dengan anak-anak yang bertalenta. Walaupun bakat alami Arya sangat rendah, ia sangat berpengetahuan dan bahkan membaca buku Api Petir Ilahi. Dengan menjadi petugas perpustakaan, ia dapat melakukan penelitian dan belajar banyak dari buku sejenis ini. Setiap orang di kota Kemuliaan memiliki keutamaan dalam melatih pencapaian mereka. Hanya sedikit yang ingin meneliti dan mempelajari buku tua. Peraturan ini ia buat untuk melindungi Arya. Selain itu, pekerjaan ini hanya dilakukan dalam ruangan sehingga Keluarga Keraton tak akan dapat menindasnya.

Namun, apakah ia akan takut? Jika di masa lalu, Arya merasa sangat ketakutan akan hal ini. Namun, dalam kehidupan sekarang, Arya tak akan menelan kembali ludahnya.

Kebencian ini, telah tertulis di hati Arya dan Keluarga Keraton harus membayarnya!

Kirana menatap Arya dengan emosi. Kebenciannya telah mencapai batas, berkata dengan dinginnya, "Masalah ini, tak akan aku lupakan!" Kirana adalah orang pendendam, dan, sebagai gurunya, ia mempunyai banyak cara untuk membuat Arya dalam masalah.

Heh Heh, ejek Arya tak henti. Sebagai seorang guru, ia biasanya mempermalukan muridnya di kelas. Sangat memalukan! Bahkan jika Keluarga Keraton tak ingin mempunyai masalah dengannya, ia yang akan memulainya!

Ini baru permulaan, Arya masih mempunyai banyak peluru untuk dilepaskan. Namun, Ia tak ingin melakukannya secepat ini sebab kekuatannya yang belum cukup. Ia tak dapat melawan Keluarga Keraton terlalu banyak, selain itu mereka merupakan salah satu keluarga terpandang. Arya menyadari bahwa ia harus segera menaikkan level kekuatannya.

Selain itu, Kirana tak memiliki keinginan untuk melanjutkan pelajaran hari ini, dan ingin segera mengakhirinya.

Hal ini segera menyebar cepat di antara para murid. Seberapa pun usaha mereka untuk menutupinya, tindakan semacam ini melanggar kode etik. Keluarga Keraton melihat Arya sebagai duri yang mengancam, namun mereka tak dapat melakukan apapun. Sebaliknya, jika terjadi sesuatu pada Arya, semua orang akan mencurigai Keluarga Keraton. Bahkan tindakan yang terang-terangan tak akan berani mereka lakukan, setelah Ini Keluarga Keraton tak akan mampu menyembunyikan hal ini dari publik.

Setelah kejadian ini, nama baik Keluarga Keraton pasti berpengaruh. Terdengar kabar bahwa Keluarga Keraton house master ingin bertemu ayah Lestari, pemimpin kota Kemuliaan, namun ditolak.

Bagi Arya, ini adalah hal yang menggembirakan.

Walaupun Arya tak tahu cara mendekati Lestari, jika ia dapat membatalkan pernikahan itu, hal itu adalah hal yang paling menyenangkan.

Setelah kejadian hari ini, pandangan Lestari kepada Surya akan sedikit berubah.

Kantor Wakil Kepala Sekolah

Suara Kirana terdengar

"Wakil kepala sekolah Suryo, murid ini tidak memiliki rasa hormat pada yang lebih tua. Ia berani melawan gurunya di kelas. Sederhana saja, hal ini tak dapat ditolerir. Aku meminta persetujuan wakil kepala sekolah untuk mengeluarkannya dari sekolah!" kata Arya emosi.

Bahkan jika ia tak mampu menjadi seorang iblis petarung yang kuat di masa depan, dengan pengetahuannya yang dalam, ia masih dapat menjadi seseorang yang penting di antara iblis petarung. Bagaimana bisa Suryo mengeluarkannya? Selain itu, Arya mendapatkan apresiasi dari pria berjubah. Namun, Kirana adalah anggota Keluarga Keraton, ia harus tetap memberi senyuman sambil membalas "Aku akan mempertimbangkannya. Mengeluarkan seorang murid dari sekolah bukanlah hal mudah."

"Wakil kepala sekolah Suryo, tak ada yang perlu dipertimbangkan. Aku meminta untuk segera dilaksanakan. Jika tidak aku tak akan mengajar lagi!" kata Kirana dengan emosi.

Suryo melirik, wanita ini tak akan berhenti. Dengan wajah penuh senyuman, ia berkata "Jika itu yang menjadi masalah, bagaimana jika aku memindahkanmu ke kelas lain?"

Kirana tiba-tiba terkejut, ia berpikir bahwa permintaannya akan dikabulkan, namun sebaliknya. Suryo telah memutuskan untuk melidungi Arya. Jika Kirana dipindahkan ke kelas lain, ia tak akan mempunyai kesempatan untuk membalas Arya. Ia mengutuk Arya dalam hati, memendam amarah dan berkata, "Tak perlu, lupakan saja masalah ini, dua bulan lagi akan ada tes calon petarung. Jika ia berada di posisi 3 terbawah, maka Anda tak bisa mengelak? Menurut aturan institut, posisi 3 terbawah akan dikeluarkan dari sekolah!"

"Tak masalah!" tawa Suryo.

Kirana mendengus, berbalik menuju pintu.

Melihat Kirana pergi, sinar mata Suryo dingin. Kirana terlalu mengandalkan statusnya sebagai anggota Keluarga Keraton dan sedikit sombong dan mendominasi. Suryo berpikir kembali, bahkan Jika hasil Arya rendah, dengan ilmu yang ia miliki, ia tak akan berada di posisi tiga terbawah. Jika itu terjadi sekalipun dan ia dikeluarkan, pria berjubah itu akan mengambil dan mempekerjakannya.

Saat ini di lantai 3 perpustakaan, terdapat banyak ruangan kecil. Pada umumnya ruangan tersebut dipergunakan sebagai ruang baca murid, namun, tempat ini menjadi basis Arya dan grupnya sebab Arya telah dipekerjakan sebagai petugas perpustakaan oleh institut. Menjadi seorang petugas tak perlu melakukan apapun dan akan digaji 300 koin per bulan, siapa yang tak menginginkannya?

Tindakan institut mempekerjakan Arya sangat aneh, namun ia dapat mengetahui alasannya. Level tertinggi di institut ingin melindungi Arya dari tekanan Keluarga Keraton! Walaupun posisi ini tidaklah besar, namun tetaplah seorang pegawai kota. Bahkan jika itu Keluarga Keraton, akan tetap menginginkannya.

Arya sangat bersukur kepada institutnya.

Wakil kepala sekolah Suryo tak menyadari bahwa mempekerjakan Arya merupakan sebuah keuntungan yang besar ke depannya.

"Arya, menantang Keluarga Keraton, bukankah itu tidak baik?" kata Darma. Ia merasa khawatir.

"Siapa yang peduli itu baik atau tidak, yang penting sangat lega," kata Bagas. Melihat wajah Kirana yang penuh amarah, ia merasa senang akan hal itu. Entah mengapa ia tak menyukai wanita itu.

Arya menatap Darma sambil menganggukkan kepala "Aku tahu! Beberapa hari kita tak ke kelas, Shen Kirana mungkin merasa cemas."

Sejak Arya memutuskan, Darma tak dapat melarang lagi.

Saat ini selain Arya, Darma, dan Bagas, ada 3 murid yang berasal dari keluarga jelata. Hanya merekalah yang selalu mendukung Arya. Bakat mereka juga tidak begitu buruk, hanya memiliki jiwa merah. Mereka adalah Bambang, Candra dan Joni. Arya mempercayai mereka, di masa lalu mereka adalah bawahan Darma, walaupun mereka tak dekat dengan Arya namun mereka sangat setia pada Darma. Dalam pertempuran dengan para binatang buas sebelum kota Kemuliaan hancur, mereka membela kota hingga nafas terakhir dan tewas di medan perang bersama Darma, ikatan persaudaraan sedarah!

Dan di kehidupan ini, kelompok kecil ini dipimpin oleh Arya.

"Aku baru saja menghabiskan 6 ribu koin untuk membeli 6 kristal jiwa utama. Aku ingin mengetes kemampuan kalian!" kata Arya sambil melihat ke arah mereka.

"Tes kemampuan? Bukankah kita telah melakukannya saat masuk di institut ini?" kata Darma bingung.

Sambil tersenyum penuh misteri, Arya berkata "Tes dariku berbeda dengan mereka!"

Mereka merasa ragu. Sejak berdirinya kota ini, mereka selalu melakukan metode yang sama. Kekuatan jiwa mereka telah diukur, apa yang ingin ia tes? Satu kristal jiwa seharga seribu coin dan Arya membawa 6 buah, tiap orang mendapatkan satu buah! Meskipun mereka memiliki keraguan dengan perkataan Arya, namun berdasarkan pengetahuan mendalam yang ia tunjukkan sebelumya, mereka merasa yakin tanpa harus berdiskusi.

"Pada umumnya, kristal jiwa yang tak terpakai akan sangat sensitif. Hasilnya akan sangat akurat Jika digunakan untuk mengetes kekuatan jiwa dari satu orang. Namun saat digunakan lebih dari satu orang untuk kristal yang sama, kristal jiwa akan mengalami gangguan dan tak dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan jiwa dan tipe dari jiwa tersebut," kata Arya tertawa.

"Selain kedua hal itu, hal apa lagi yang dapat di tes?" tanya Bagas penasaran.

"Atribut dan bentuk dari kekuatan jiwa!" jawab Arya tersenyum.

Darma, Bagas dan lainnya saling memandang satu sama lain, apa yang dikatakan Arya terdengar masuk akal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!