NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Murni
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Purpledee

Noari Liora, gadis sederhana yang hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba ditarik masuk ke dunia mewah keluarga Van Bodden, ketika Riana, sepupu perempuan kaya yang pernah menyakitinya di masa lalu, justru memintanya menjadi istri pengganti untuk suaminya, Landerik.

Di tengah rasa iba, dan desakan keadaan, Noa menerima tawaran itu. Pernikahan yang seharusnya hampa justru menyeretnya ke dalam lingkar emosi yang rumit, cinta, kehilangan, luka dan harapan.

Ketika Riana meninggal karena sakit yang dideritanya, Noa dituduh sebagai penyebabnya dan kehilangan pegangan hidup. Dalam rumah megah yang penuh keheningan, Noa harus belajar menemukan dirinya sendiri di antara dinginnya sikap Landerik, dan kehadiran Louis, lelaki hangat yang tanpa sengaja membuat hatinya goyah.

Akankah Noa bertahan di pernikahan tanpa cinta ini?
Atau justru menemukan dirinya terjebak dalam perasaan yang tidak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purpledee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9. Dua jiwa yang saling mencintai.

Tangan Noa bergetar siang itu, jemarinya menekan nama Riana di layar ponselnya. Noa menarik napas panjang sebelum akhirnya menempelkan ponselnya ke telinga.

“Halo, Noa?” Sapa Riana dalam telpon.

Noa menelan salivanya. “Riana, aku sudah memikirkan semuanya. Aku menerima permintaanmu.”

Hening sejenak. Lalu suara Riana yang bahagia terdengar jelas di dalam telpon.

“benarkah? Kau benar-benar mau?” Tanya Riana tak percaya, Suara Riana begitu bahagia dan ceria, terlalu ceria untuk seseorang yang kesehatannya terus menurun.

“Iya,” jawab Noa perlahan, ia tidak sanggup menahan rasa gugup yang merayap ke seluruh tubuhnya. Terdengar suara tawa kecil dari Riana, tawa lega yang membuat hati Noa sedikit menghangat sekaligus perih.

“Aku sangat bahagia, Noa. Kau tidak tahu, betapa berartinya keputusanmu itu untukku. Kau akan menjaga Landerik saat aku sudah tidak mampu lagi menjaganya. Kau akan ada di sampingnya.”

Noa tersenyum kecil, meski dia tak yakin Riana bisa merasakannya dari suara. “Aku akan berusaha.” Namun kalimat berikutnya dari Riana membuat Noa membeku.

“Noa kalau bisa, pernikahan dilakukan minggu depan.” ujar Riana lagi. “Mi–minggu depan?” Noa spontan duduk tegak di kursinya. “Secepat itu?”

“iya,” jawab Riana mantap. “Aku ingin melihat pernikahan kalian dengan mata kepalaku sendiri. Aku ingin menyaksikan kalian bersanding. Aku ingin memastikan kalian benar-benar dekat, ya mungkin untuk saat ini kalian berdua membutuhkan adaptasi dan saling mengenal satu sama lain, tapi lambat laun aku yakin kalian akan dekat.”

Noa terdiam beberapa saat.

Ia menutup matanya, mencoba mengatur napasnya yang tiba-tiba berlari. Dalam pikirannya, ia selalu membayangkan pernikahan itu akan terjadi setelah Riana tiada. Ia membayangkan dirinya hanya menjadi jaminan dan penopang kehidupan keluarga, bukan menjadi bagian dari sebuah drama yang masih hidup.

“Tapi, apakah ini tidak terlalu cepat?” tanya Noa pelan.

Riana tertawa lagi, lembut namun ada ketegangan terselip.

“Noa, aku tidak punya banyak waktu. Kau tahu itu. Dan aku ingin meninggalkan dunia ini dengan tenang, setelah melihat dua orang yang paling aku cintai, saling menjaga.”

Kata-kata itu menusuk Noa dalam-dalam. Hening menggantung. Hanya terdengar napas Riana yang sesekali tercekat. “Aku ingin kau dan Landerik, punya awal yang baik,” sambung Riana. “Aku akan ikut mempersiapkan semuanya. Kau tenang saja.”

Noa memejamkan mata lebih kuat, menahan berbagai perasaan yang saling bertabrakan, takut, bingung, tertekan, dan juga kasihan.

“Aku akan bicara dengan orang tuaku,” ucapnya akhirnya. Suaranya nyaris tak terdengar. “Terima kasih, Noa. Kau benar-benar malaikat untukku.” lanjutnya

Nada suara Riana terdengar tulus, seperti seorang kakak yang lega karena adiknya menyelamatkan sesuatu yang penting. Setelah panggilan itu berakhir, Noa menatap layar ponselnya lama sekali. Tangannya dingin, sementara jantungnya terasa seperti digenggam.

Pernikahan, minggu depan. Dengan Landerik. Di depan Riana sendiri. Dunia Noa terasa bergeser begitu cepat, begitu tiba-tiba membawanya ke arah yang tidak pernah ia bayangkan.

...♡...

Mobil hitam mereka melaju pelan di jalan raya menuju rumah sakit pusat di kota besar. Awan-awan tipis menggantung di langit Amsterdam, memantulkan cahaya keemasan matahari sore yang memudar. Di dalam mobil, suasananya sunyi, hanya terdengar suara mesin dan desah napas Riana yang sesekali terdengar lebih berat dari biasanya. Namun ada sesuatu yang berbeda hari itu, Riana tampak bersemangat. Senyumnya tidak hilang dari wajahnya sejak telepon dengan Noa berakhir.

Landerik, yang menyetir di sampingnya, melirik beberapa kali. Ada kekhawatiran yang sudah tidak bisa ia sembunyikan lagi.

“Apa jawaban Noa?” tanyanya membuka pembicaraan, suaranya dalam dan pelan. Riana menoleh, senyumnya mekar pelan. “Dia menerimanya, Lander.”

Ia menggenggam tangan suaminya sebentar, seolah ingin memastikan ia mendengarnya jelas. “Dan aku bilang padanya, aku ingin pernikahan itu dipercepat. Aku ingin melihatnya langsung sebelum aku pergi.”

Tangan Landerik mengejang di atas setir. Rahangnya mengeras. “Sudah kubilang,” gumamnya, nada suaranya menusuk namun penuh luka, “jangan bicara seperti itu.”

Riana tertawa kecil, tawa yang kosong namun mencoba ceria. “Aku punya mata, sayang. Dokter sudah tidak memberi harapan apa pun. Aku harus realistis.”

Landerik tidak menjawab. Ia menatap lurus ke depan, matanya memerah namun tetap keras seperti pria yang memaksakan dirinya tetap kuat, meski jiwanya runtuh sedikit demi sedikit.

Dalam hening itu, Riana meraih ujung rambut panjang coklat gelap yang selalu ia gunakan. Rambut palsu itu tampak berkilau, seolah masih menyimpan sisa-sisa masa lalunya yang sehat.

Perlahan, ia melepaskannya.

Landerik sempat melirik dan detik itu pula ia memalingkan wajah dengan cepat. Kepala Riana kini terlihat jelas plontos, pucat, dengan guratan kulit yang menunjukkan betapa kerasnya perang yang ia jalani selama 3 tahun terakhir.

Riana tersenyum lembut. “Aku hanya ingin nyaman sebelum masuk ke ruang chemo,” ujarnya sambil mengambil penutup kepala rajut berwarna lembut, hadiah dari Landerik saat ulang tahunnya terakhir kali.

Ia memakainya dengan hati-hati.

“Kau tidak perlu melihatku seperti itu,” bisiknya. Nada suaranya bukan sedih, justru seakan menenangkan.

Landerik mengembuskan napas panjang. “Terkadang…” suaranya bergetar sedikit, “…aku hanya berharap semua ini terjadi padaku, bukan padamu.”

Riana menatap profilnya yang tegang, lalu tersenyum haru.

“Kalau itu terjadi padamu, aku tidak akan sanggup hidup sehari pun, sayang.” Kata-katanya membuat Landerik menggigit bagian dalam bibirnya, menahan emosi yang hampir meluap. Ia mengulurkan tangan tanpa menatap, dan Riana segera menggenggamnya erat.

“Minggu depan,” gumam Riana bahagia. “Aku bisa melihat kalian memulai sesuatu yang baik.”

Landerik menutup mata sejenak. Semua terasa seperti pisau yang menembus perlahan karena wanita yang dicintainya sedang merencanakan masa depan tanpa dirinya.

Namun ia tidak mengeluh. Ia hanya menggenggam tangan Riana lebih kuat.

“Baik,” akhirnya ia berkata pelan. “Kalau itu yang membuatmu tenang, kita lakukan.”

Mobil pun melaju menuju rumah sakit, membawa dua jiwa yang saling mencintai, namun harus menerima nasib paling pahit yang diberikan dunia.

To Be Countinue...

1
Chici👑👑
Mampir nih kak.. mampir juga yuk kak di Novelku Judul Nya Menikahi Tuan Muda Kejam kita saling dukung👍
riniandara
aku mampir kak semangat berkarya moga berkah dan sukses selalu/Heart/
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih sudah mampir kak😍
total 1 replies
Kam1la
hati2 Laderick bisa tergoda Mora
Kam1la
💪💪💪 lanjut , Noa
Kam1la
Tidak... Noa!!🤭
Deii Haqil
ow.. no, Noa..🙈💪💪
Miu Nuha.
rasany nyesek ya, harus menahan diri demi mewujudkan keinginan orla 🤧
Miu Nuha.
paham banget kalo mau nentuin kapan meninggoynya 😩😩😩
Deii Haqil
lanjut lagi..hemhemhem🤭
Kam1la
makin seru nnih ....! semangat up. dan jangan lupa mampir di Terlambat Mencintaiku...😍
Deii Haqil
makin seru😊 lanjut kak💪
Afriyeni
setidaknya kamu punya hak untuk itu saat ini noa. sebab landerik juga tidak punya kuasa untuk menekan mu.
Afriyeni
Riana, noa dan landerik adalah orang orang yg tengah bermain di atas luka masing masing
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): ouh suka bnget kata-kata nya kak😭
total 1 replies
Deii Haqil
keren kak, mantap! semagat nulisnya😁
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
Kam1la
lanjutkan...
Deii Haqil
jangan lupa ngopi. kak. semangat😁
Kam1la
alur yang bikin nyesek..... semangat berkarya Kak !!
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih kak🤗
total 1 replies
Kam1la
semangat 2.....up😍
Deii Haqil
lanjut baca, kasian juga Riana😭
ss
Kak semangat yahh...
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): makasih dh mampir kak🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!