NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baju Baru

*****

*  *  *

Mobil yang di kendari Marvin berhenti di sebuah toko baju mahal.

" Turun." Perintah Marvin.

" Nggak usah, pak. Saya pakai yang ini saja. Sebentar lagi juga kering kok." Tolak Ariana yang tak mau jika berhutang pada Marvin.

" Turun atau saya bawa keluar semua baju nya?" Ancam Marvin.

Akhirnya Ariana pun lebih dulu turun dari mobil sambil mengoceh tidak jelas dan di susul oleh Marvin.

" Tolong keluarkan semua baju kerja yang terbaik yang ada di toko ini." Pinta Marvin pada pelayan toko.

" Mari ikut saya, Mbak." Ajak pelayan itu.

" Iya, Mbak." Sahut Ariana dengan ramah.

Ariana hanya bisa pasrah dan ikut saja. Hanya mau mengganti satu pakaian saja, kenapa harus minta keluar kan semua pakaian kerja, pikir Ariana. Ingin rasanya Ariana pergi dari sana tapi dia juga tidak bisa menghindar. Toh nanti dia juga akan berangkat bersama dengan Marvin ke Mahendra Tower.

Setelah menemukan pakaian yang cocok dengan nya, Ariana kemudian masuk ke dalam kamar ganti dan mengganti baju basahnya dengan baju yang baru.

Setelah semuanya selesai, dia keluar dari sana dan menghampiri Marvin yang menunggunya sambil mengecek pekerjaan nya sampai dia tak menyadari Ariana sudah berdiri di depan nya.

" Ekhem... ekhem..." Ariana berdehem memanggil Marvin.

Marvin pun mendongak melihat ke depan. Beberapa detik Marvin melongo melihat kecantikan Ariana yang sempurna.

" Cantik." Ucap nya lirih.

" Bapak bilang apa tadi?" Tanya Ariana yang tadi dia seolah mendengar Marvin bicara.

" Ekhem... saya nggak bilang apa - apa. Sudah? Ayo." Jawab Marvin dengan cuek menutupi rasa grogi nya tadi.

" Kemana pak?"

" Ke Mahendra Tower kan? Bahan untuk dekorasi datang hari ini kan? Mau di biarin orang kerja nya ngerjain sendiri?"

" Ya, nggak."

" Kalau gitu, ayo. Apa kamu berharap saya mengajak kamu ke suatu tempat?"

" Maksud bapak? Memang nya bapak mau ngajak saya kemana?"

" Dinner mungkin." Ucap Marvin duluan beranjak dari tempat nya.

Ariana semakin bingung di buat Marvin. Dia menggaruk - garuk tengkuk nya yang tidak gatal. Masih bingung dengan maksud Marvin soal dinner tadi.

Tak mau ambil pusing lagi, Ariana segera menyusul Marvin meninggalkan toko dan masuk ke dalam mobil. Keburu Marvin marah besar pada nya.

*

*

*

Sepanjang perjalanan Ariana hanya diam. Sesekali dia melirik Marvin yang juga turut di samping nya. Berulang kali Ariana mengambil nafas dan membuang nya kasar. Sebenar nya perasaan nya sedang tidak baik sekarang.

Dia bakal bertemu dengan Rocky. Apa lagi kalau sampai Rocky melihat Ariana keluar dari mobil Marvin, bakal bisa kumat lagi nih cemburu nya sama Marvin.

" Pacar kamu siapa?" Tanya Marvin di tengah - tengah keheningan itu.

" Saya nggak punya pacar, Pak. Amel cuma iseng, Pak. Bicara seperti itu sama bapak." Jawab Ariana gugup.

" Lalu kenapa sampai tidak pulang? Kamu nginap dimana?"

" Nginep di rumah Lily, Pak. Jarak rumah saya sama dia jauh, makanya saya malas pulang. Nginap deh di rumah dia."

" Kenapa kamu belum punya pacar? Apa ada seseorang yang sedang kamu tunggu?" Pertanyaan Marvin kali ini membuat Ariana bingung, tak tahu harus jawab apa.

Biasa nya kalau sedang bersama Marvin, dia hanya akan membahas soal pekerjaan, tidak ada yang lain. Ini bahkan dia yang memulai membahas sial urusan pribadi Ariana yang sama sekali urusan nya.

" Cuma belum ketemu sama yang pas saja, Pak." Jawab Ariana singkat.

" Kalau ada seseorang nih. Ini misalnya ya, misal. Misal nya ada seseorang yang suka dan mau serius sana kamu. Kira - kira tanggapan kamu bagaimana?" Tanya Marvin agak sedikit terbata.

Dia juga tidak berani jujur soal perasaan nya dengan Ariana, takut Ariana menolak nya mentah - mentah.

" Suka sama saya, bapak bilang? Suka gimana ya pak?" Tanya Ariana yang heran dengan maksud pertanyaan Marvin yang menurut nya sangat aneh.

" Ya suka sama kamu. Sayang, mencintai kamu gitu."

" Tapi kayak nya nggak ada deh, pak. Bukti nya saja belum ada tuh yang nyatakan perasaan nya sama saya. Bapak terlalu jauh pengandaian nya."

Memang setelah Ariana putus dengan Rocky, ada beberapa teman dan juga tetangga dekat rumah Ariana, yang menyatakan perasaan nya pada Ariana. Bahkan sudah ada yang ingin mengajak Ariana langsung untuk menikah.

Tapi Ariana menolak mereka dengan alasan belum kepikiran kesana. Walau Ariana sadar, dia belum bisa move on dari Rocky.

" Kamu jawab saja pertanyaan saya. Nggak usah mengalihkan kemana - mana." Protes Marvin tegas.

" Iya, ini misalnya ya, pak ya. Kalau misal nya ada yang benar - benar mencintai saya dan menerima saya apa ada nya, saya akan menerima nya, pak. Walaupun saya masih butuh waktu untuk mencintai nya." Balas Ariana.

" Serius?" Tanya Marvin tak percaya dengan jawaban Ariana barusan

" Serius lah, pak. Emang ada pak? Siapa?" Ariana mulai penasaran dengan seseorang yang di umpamakan Marvin pada nya.

" Ada lah. Nanti kamu juga bakal tahu." Jawab Marvin singkat.

" Bapak mau bilang orang nya bapak?" Tebak Ariana.

" Memang nya kamu nggak mau kalau orang nya saya?" Tanya Marvin balik.

" Bukan nggak mau, Pak. Tapi belum waktu nya saja mungkin." Jawab Ariana.

" Apa saya tidak sesuai dengan kriteria kamu?"

" Saya tidak punya kriteria khusus untuk pendamping, Pak. Seperti yang saya bilang tadi. Asal dia bisa menerima saya dan adik saya saja sudah cukup."

Marvin mengangguk paham. Mungkin saat ini bukan saat yang tepat untuk Ariana menerima cinta nya. Tapi dia tidak akan berhenti sampai di sini. Dia akan terus berusaha mendapatkan hati Ariana sebelum janur kuning melengkung.

*

*

*

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, akhirnya mobil yang di kendarai Marvin memasuki area parkir Mahendra Resort.

Mereka kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju lobby. Dari kejauhan Ariana sudah bisa melihat Rocky yang berdiri di depan lobby. Seperti nya sedang berbincang - bincang dengan seseorang di sana.

Langkah Ariana semakin gontai. Kalau saja dia bisa mundur, dia akan memilih kembali ke kantor dari pada harus lanjut ikut dengan Marvin ke dalam.

" Yang penting semua anak buah kamu, kamu perintahkan jaga di depan. Jangan sampai mengganggu acara kita. Terutama bagian depan sini ya, Jhon." Titah Rocky pada Jhoni. Tangan nya juga terangkat menunjuk area depan kantor Mahendra Tower itu.

Hingga mata nya menangkap pemandangan yang menambah panas cuaca siang menjelang sore ini.

Ariana sedang berjalan berdampingan dengan Marvin.

" Kalau bagian dalam bagaimana, bos?" Tanya Jhoni.

" Nanti saja di sambung Jhon. Mood saya jadi hilang tiba - tiba." Jawab nya dengan mata yang terus menatap tajam hingga Ariana dan Marvin mendekat.

Jhoni ikut menatap ke arah mata Rocky memandang.

" Kayak nya ada yang mulai terbakar nih." Ledek Jhoni.

" Kamu lihat sendiri kan, Jhon. Saya bilang juga apa. Ariana itu hanya berbohong bilang kalau dia tidak punya hubungan spesial dengan Marvin. Lihat saja, dia kemari bersama dengan Marvin."

" Sabar bos... Sabar. Belum tentu yang kita lihat itu yang sebenar nya. Bisa saja nona Ariana hanya menumpang. Lagian mereka kan menuju tempat yang sama." Bela Jhoni.

" Itu hanya alasan Ariana saja jika aku menanyakan nya."

Ariana mulai menjadi salah tingkah. Mata nya berulang kali dia lempar pandang agar tak melihat Rocky langsung.

" Selamat sore, pak Rocky." Sapa Marvin dengan senyuman nya.

" Sore, Pak Marvin." Balas Rocky, namun mata nya tetap memandang ke arah Ariana.

" Mau mengatur dekorasi acara kan, Marvin?" Tanya Rocky.

" Iya, pak. Soal nya saya tidak mau ada yang kurang untuk acara, bapak. Sebisa mungkin kami akan memberikan yang terbaik untuk bapak." Jawab Marvin.

" Terima kasih, Marvin. Memang tadi saya sudah lihat beberapa orang yang membawa kursi, meja serta barang yang lain. Memang nya tidak ada karyawan yang mengerjakan nya, pak? Sampai bos nya sendiri yang turun tangan."

" Saya memang sering memantau, pak. Apa lagi ini pekerjaan Ariana dan tim nya. Saya selalu ikut turun jika Ariana yang ke lapangan."

" Ohhh, begitu. Seperti nya Ariana ini karyawan spesial ya, buat kamu?"

Lirikan mata Rocky semakin menjurus ke Ariana sampai Ariana menganga tak percaya dengan pertanyaan Rocky barusan.

" Begitu lah, pak. Di antara yang lain, pekerjaan Ariana selalu membuat saya puas. Apa lagi Ariana yang sudah berhasil membuat pak Rocky menyetujui acara nya di pegang oleh tim nya Ariana." Jawab Marvin dengan senyuman nya.

" Karena saya suka, saya suka semua yang di miliki Ariana." Ujar Rocky.

Ariana melotot menatap Rocky. Seolah memberikan ultimatum untuk menjaga ucapan nya.

" Terutama skill nya menjelaskan detail acara pada saya. Saya sangat tertarik. Bukan begitu, Ariana?" Tanya Rocky menoleh pada Ariana.

Ariana pun mulai menunjukkan pandangan sinis nya pada Rocky.

" Iya, pak." Jawab Ariana mengeluarkan senyum paksa nya.

" Kalau begitu, mari saya antar ke lokasi. Kalian pasti tidak tahu kan dimana acara nya akan di gelar?" Ajak Rocky.

" Boleh, pak. Terima kasih sebelum nya."

" Sama - sama, Marvin. Jangan sungkan."

Rocky membiarkan Marvin berjalan lebih dulu beberapa langkah di depannnya. Sedangkan dia menyamakan langkah dengan Ariana di belakang.

Begitu juga dengan Jhoni yang tetap mengikuti mereka di belakang Rocky dan Ariana.

Seakan tak membuang kesempatan sesikit pun, Rocky mencuri kesempatan itu, mencoba memegang tangan Ariana dengan paksa. Namun, sebisa mungkin Ariana melepaskan nya hingga membuat Jhoni yang berjalan di belakang menjadi bingung.

" Diam, atau aku bilang sama Marvin soal hubungan kita." Ancam Rocky berbisik, tepat di telinga Ariana yang membuat Ariana tak berkutik.

Akhirnya dengan pasrah, Ariana membiarkan Rocky menggenggam tangan nya sampai menuju ruangan besar, yang akan mereka sulap menjadi tempat acara untuk perayaan HUT perusahaan.

" Ini pak tempat nya?" Tanya Marvin.

" Oh, iya Marvin." Jawab Rocky gugup yang langsung melepaskan pegangan tangan nya saat Marvin menoleh ke belakang.

" Nanti setelah acara potong tali di luar, acara akan di lanjutkan ke dalam ruangan ini. Nanti sudut sana khusus bagian makanan saja ya, Marvin. Soalnya ada pintu yang bisa tembus keluar, untuk keluar masuk makanan." Lanjut Rocky menunjuk sudut yang dia maksud.

" Kira - kira besok kata sambutan untuk pembukaan siapa saya ya, pak?"

" Nggak banyak.  Palingan cuma papa saya, sama perwakilan dari tamu saja, satu orang."

" Lalu untuk pengumuman pertunangan bapak? Siapa nanti yang akan umumkan, pak?" Tanya Marvin yang membuat Rocky bingung.

Sejenak dia memandang Ariana yang ketepatan juga sedang menunggu jawaban dari Rocky.

Rocky bingung harus jawab apa. Dia takut jawaban yang dia keluatkan nanti akan menyakiti hati Ariana.

Tapi walau pun Ariana tidak kecewa, dia juga merasa tak ingin melukai perasaan wanita yang sangat dia cintai itu.

*

*

*

Ariana diam menatap Rocky dengan tatapan yang menakutkan. Dia juga penasaran dengan jawaban yang akan di keluarkan Rocky pada Marvin.

Dan di satu sisi lagi, Rocky semakin takut untuk menjawab pertanyaan dari Marvin. Pertanya Yang menurut Rocky bisa menjebak nya.

" Bagaimana pak Rocky? Atau mungkin, bapak sendiri yang akan mengumumkan nya?" Tanya Marvin lagi memastikan.

" Saya kurang tahu pak kalau soal itu. Kita bicarakan nanti saja setelah semua nya sudah beres." Jawab Rocky.

Mungkin sebaik nya Rocky mengelakkan nya saja dari pada dia terus - terusan berada di situasi yang membahayakan hubungan nya dengan Ariana.

" Baiklah, pak Rocky. Kalau begitu kami mau kesana dulu." Pamit Marvin.

" Ayo, Ariana." Ajak Marvin.

Ariana mengekor di belakang Marvin. Tapi mata nya masih menatap Rocky dengan tatapan yang bisa membunuh Rocky kapan saja. Namun Rocky hanya menaikkan bahu nya pada Ariana.

" Kalau gitu kamu atur lah, Ariana. Sesuai dengan dekorasi yang mereka inginkan. Saya mau periksa daftar catering nya dulu." Perintah Marvin.

" Iya, Pak. Oh ya, pak. Tadi bapak bilang Lily sudah disini. Dimana dia?"

" Lily sedang keluar, tadi pembungkus kursi yang di bawa salah. Jadi dia kesana untuk pilih langsung."

" Oh, gitu." Ucap Ariana mengangguk.

" Ya sudah ya. Saya mau kesana."

" Iya, pak."

* Heredang... Haredang... Kalau di bab yang lewat Rocky berhasil membuat Ariana cemburu dengan Nelly, kali ini Rocky yang di buat kepanasan melihat Ariana keluar dari mobil Marvin. Cusss... Mandi sungai sana Rocky biar nggak gerahan.

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!