Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Luna bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk turun kebawah menemui Adam yang sudah menunggu sedari tadi. Saat Luna sudah selesai bersiap dan keluar kamar tak nampak suaminya berada disana.
"Apa sudah keluar duluan ya?" gumam Luna
Tak mau memikirkan lebih jauh, Luna pun berjalan keluar dari kamarnya dan turun kebawah menuju restoran hotel.
Terlihat Adam sudah duduk salah satu sudut pojok restoran hotel.
"Hai Dam, sudah lama disini?" tanya Luna
"Oh Luna, sudah lumayan setengah jam yang lalu. apa kamu sudah sarapan?" ucap balas Adam.
"Belum, aku ambil sarapan dulu ya. Disini makanan cukup enak juga sesuai dengan seleraku." jawab Luna sambil mengelus perutnya yang terlihat seperti kelaparan.
"Hahaha, ambillah yang banyak Lun, kau terlihat lebih kurus dari terakhir kita bertemu itu." kata Adam.
Luna pun berlalu mengambil sarapan yang sudah tersedia di restoran itu, seperti biasa dirinya mengambil roti isi dan segelas susu segar untuk sarapan paginya.
"Itu saja apa kamu cukup Lun, ambillah yang banyak." kata Adam
"Ini saja cukup Dam, aku tak makan sebanyak itu" ucap Luna.
"Makanlah dulu, setelah itu kita bisa membicarakan apa yang mau kamu diskusikan denganku." ucap Adam.
Mereka berdua melanjutkan sarapan yang sempat tertunda, setelah setengah jam sudah menghabiskan sarapan masing-masing.
"Dam, abis gini kamu kemana?" tanya Luna
"Jika tak ada lagi urusan denganmu aku akan menikmati waktu liburanku mumpung ada disini juga." ucap Adam dengan santai
"Ayo jalan berdua denganku, aku juga butuh jalan-jalan disini aku bosan jalan sendirian aja." ucap Luna.
"Are you okay?" tanya Adam
"hhmm, i'am okay." ucap Luna
"Baik princess, hari ini hamba akan menjadi supir princess untuk jalan-jalan" jawab Adam
"hahaha, Adam kamu lucu deh kalau gini" jawab Luna sambil ketawa kecil.
"Tersenyumlah Lun, jangan bersedih terus. Aku akan membuatmu tersenyum seperti ini terus." gumam Adam dalam hati yang melihat Luna didepannya.
Adam dan Luna berjalan keluar dari restoran menuju parkiran mobil milik Adam yang sudah terparkir disana.
"Waw, mobilmu bagus juga ini." ucap Luna melihat mobil milik Adam yaitu Bugatti merah.
"Iya dong, ayo masuklah duduk didepan jangan ditengah." kata Adam
Mobil mulai berjalan menjauh dari area hotel menuju ke salah satu pantai yang tentu saja sangat disukai Luna, Adam membawa Luna menuju sana tempat luas yang sangat cocok untuk berteriak tanpa diganggu oleh orang lain.
Satu jam perjalanan menuju salah satu pantai yang khusus dimiliki oleh Adam yang ada di Bali. Tak heran Adam memiliki mobil mewah dirinya merupakan salah satu pengusaha yang cukup terkenal dan juga seorang lawyer sukses.
"Sangat indah ini Dam, boleh juga pantai milikmu ini. Dapatkah aku memiliki salah satunya disini juga." ucap Luna yang melihat pantai yang berada didepannya.
"Itu bisa diatur asal kamu punya budget cukup membeli salah satu resort disini pasti dapat pantainya juga." jawab santai Adam.
"Rasanya hari ini sangat indah apalagi melihat pantai dan cuaca yang cerah begini, ingin menyelam rasanya disana." kata Luna dengan menunjuk arah pesisir laut pantai itu.
"Ayo ikut, kita naik jetski saja disana" ucap Adam.
Hari ini Adam sangat memanjakan Luna dengan mengajak jalan-jalan dan naik jestki, dirinya sangat menyayangi Luna sudah seperti adiknya. Karena ia sudah mendapat amanat dari papanya Luna untuk menemani anaknya tanpa sepengetahuan Luna tentunya.
"Kamu punya jetski Dam, waah aku mau aku mau." jawab Luna
"Tentunya punya, ayo.." ajak Adam pada Luna.
Adam dan Luna berkeliling sekitar pantai itu menaiki jetski, Adam melihat senyum Luna tak luntur sedari tadi sungguh membuat hatinya ikut senang.
"Luna, apa kamu ingat dengan kakak kita saat kecil dulu" tanya Adam
"Siapa ya? aku lupa." jawab Luna
" Dulu kamu sering memanggilnya kak Ed." jawab Adam
"Aah iya, aku ingat. Apa kabarnya sekarang kak Ed sudah sangat lama enggak tahu kabarnya sama sekali semenjak itu." ucap sendu Luna melihat arah laut.
Adam yang melihat sekilas ikut sedih.
"Bodoh kamu Dam, kamu menanyakan hal itu ke Luna. Ia jadi sedih begini." gumam Adam dalam hati meruntuki dirinya menanyakan hal cukup sensitif bagi Luna.
"Sudah..sudah tidak perlu dipikirkan lagi Lun, lebih baik kita berkeliling lagi okay." kata Adam
"Kamu sih, menanyakan itu." ucap Luna sambil memukul lengan Adam cukup keras.
"Aaaww, sakit Lun. Kamu itu cewek tapi kelakuan kok seperti singa begini." jawab Adam mengeluh sakit memegang lengannya.
Mereka berdua berkeliling disektiar area pantai kurang lebih tiga puluh menit dan kembali lagi ke resort yang berada disana.
"Thank you Dam, hari ini aku sungguh amat senang sudah diajak kesini." ucap Luna yang sudah duduk dengan santai diarea outdoor resort dan menghadap ke pantai.
Adam hanya tersenyum saja tanpa menjawab ucapan Luna untuknya.
"Apa kamu sudah menghubungi suamimu?" tanya Adam pada Luna.
"Belum, buat apa aku menghubunginya. Ia tak akan mengingat aku dam. Kamu tau sendiri aku ini istri tak dianggapnya." jawab datar Luna.
"Baiklah, terserah kamu sajalah Lun.." kata Adam.
- -
Disalah satu cafe yang berada hotel bintang lima. Seorang pria duduk dengan santai dan melihat laptop yang berada didepannya.
"Dia ada dimana sekarang?" tanya pria itu pada asistennya yang ada didepannya.
"Nona bersama sahabatnya mengunjungi salah satu pantai milik sahabatnya yang berada disini tuan." jawab asisten.
"Tetap awasi terus dari jauh. Suaminya masih disini juga?" ucap pria itu.
"Masih tuan, sekarang berada diperusahaan yang ada disini." ucap asistennya.
"Awasi juga suaminya jangan sampai membuat masalah bagi gadisku terutama kekasihnya itu." ucap tegas pria itu.
"Bagaimana dengan keluarga nona tuan?" tanya asisten
"Untuk saat ini biarkan saja, Jika disalah satu pihak dari sana bikin masalah segera bereskan semuanya." jawab datar pria itu.
"Baik tuan."jawab asisten.
"Sebentar lagi Luna kita akan bertemu kembali, kakak akan terus melindungimu dari jauh" gumam pria itu dalam hati.
- -
Hari sudah menjelang sore dan Luna sudah merasa sangat lelah dengan aktivitas seharian yang dilakukannya. Luna pun kembali ke hotel.
"Ayo antar aku kembali Dam, aku sudah sangat lelah hari ini."ajak Luna pada Adam
"Baik Princess, ayo aku antar balik." ucap Adam.
Adam mengantar Luna kembali, terlihat Luna sudah sangat lelah didalam mobil Luna sudah tertidur dalam perjalanan menuju hotel. Adam yang melihatnya pun tak tega membangunkannya.
Mobil Adam sudah sampai di hotel tempat Luna menginap, Luna yang masih tertidur membuat Adam tak bangunkan.
"Tidur pun sangat tenang seperti tak ada beban sama sekali Lun.." ucap Adam melihat Luna yang masih tertidur disampingnya.
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦