NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:57.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEANEHAN SI KEMBAR

"Eh, Ethan! Kemari! Makan kue ini, Ibu yang membuatnya sendiri, lho!" ucap Leo, melihat ke arah Ethan.

Ethan yang berdiri kaku seperti patung di belakang mereka, membungkuk sopan.

"Terima kasih, Tuan Muda Leo, tapi saya sedang bertugas menjaga Anda sekalian," jawab Ethan, sopan.

"Ayolah, Ethan, jangan kaku begitu, ini perintah dari hmm, Pangeran Kecil Leo!" ucap Leo menarik-narik ujung baju zirah Ethan hingga pria itu terpaksa berlutut agar sejajar dengan sang bocah.

Jasmine mengangguk pada Ethan, memberi isyarat bahwa tidak apa-apa untuk sedikit santai, dan pada akhirnya Ethan mengambil sepotong kue dan memakannya dengan khidmat.

"Bagaimana rasanya? Enak kan?" tanya Leo penuh harap.

"Sangat enak, Tuan Muda, seperti masakan Duches biasanya," jawab Ethan jujur.

Sementara itu, Lucian tiba-tiba menarik ujung gaun Jasmine, matanya yang tajam menatap ke arah balkon lantai dua, tempat Nyonya Kimberly dan Tuan Steven tadi berdiri.

"Ibu, kenapa Nenek melihat kita dengan wajah sedih?" tanya Lucian polos.

Jasmine menoleh ke atas, namun balkon itu sudah kosong, Nyonya Kimberly dan suaminya rupanya sudah masuk ke dalam.

"Mungkin Nenek hanya rindu pada kalian, Sayang, atau mungkin Nenek sedang teringat Ayah, karena kalian berdua sangat mirip dengannya," jawab Jasmine, mengelus lembut rambut Lucian.

Lucian terdiam sejenak, lalu membisikkan sesuatu yang membuat Jasmine membeku.

"Tapi Ibu, aku tadi mendengar suara detak jantung Nenek, cepat sekali, seperti orang yang sedang menyimpan rahasia besar, dan suaranya terdengar sampai ke sini," ucap Lucian sambil menyentuh telinganya sendiri.

Jasmine mengernyitkan dahi nya, jarak dari bangku taman ke balkon lantai dua itu cukup jauh, tidak mungkin anak berusia lima tahun bisa mendengar detak jantung seseorang dari sana.

"Lucian, mungkin itu hanya suara burung yang terbang di dekatmu," ucap Jasmine, mencoba menenangkan dirinya sendiri meski hatinya mulai bertanya-tanya.

"Mungkin juga," jawab Lucian pendek, meski sorot matanya menunjukkan dia tidak sepenuhnya percaya.

"Ibu! Lihat! Ada kupu-kupu besar!" teriak Leo tiba-tiba.

Leo melompat dari bangku, dan saat dia berlari, Jasmine menyadari sesuatu yang aneh, setiap rumput yang dipijak Leo seolah-olah sedikit menguning, seakan terkena hawa panas yang keluar dari telapak kaki bocah itu.

"Apa ini," batin Jasmine, linglung.

Jasmine mengerjap kan mata, mengira itu hanya halusinasinya karena silau cahaya matahari sore.

"Ethan, tolong jaga Leo, jangan sampai dia masuk ke semak berduri lagi," pinta Jasmine.

"Baik Yang Mulia," jawab Ethan segera mengejar Leo yang sudah mulai memanjat pagar tanaman.

Kini tinggal Jasmine dan Lucian di bangku itu, Lucian menyandarkan kepalanya dengan manja di lengan Jasmine.

"Ibu, kalau nanti Ayah pulang apakah Ayah akan bangga melihatku?" tanya Lucian, menatap Jasmine.

Pertanyaan itu membuat tenggorokan Jasmine terasa tercekat, dia mengecup puncak kepala Lucian yang beraroma sabun bayi dan matahari.

Cup

"Ayah akan sangat, sangat bangga, Lucian. Kamu anak yang hebat, pintar, dan menjaga adikmu dengan baik, tidak ada alasan bagi Ayah untuk tidak bangga padamu," jawab Jasmine, tersenyum kecil.

"Aku akan menunggu Ayah, Ibu, sampai kapan pun," bisik Lucian pelan sebelum akhirnya dia ikut menyusul Leo untuk bermain lagi.

Jasmine menatap punggung kedua putranya dengan perasaan campur aduk, dia tidak tahu bahwa di dalam rumah, Nyonya Kimberly sedang memegang sebuah bola kristal yang mengeluarkan denyut cahaya keemasan yang sangat tipis, pertanda bahwa pemilik nyawa yang dicari masih bernapas di suatu tempat yang sangat jauh.

Baru saja Jasmine ingin menyesap sisa tehnya, suara derap kaki kuda yang cepat terdengar dari arah gerbang utama, diikuti oleh suara tawa menggelegar yang sangat familiar.

"Di mana para jagoan kecil paman?! Paman datang membawa harta karun!"

Seorang pria tampan dengan jubah biru kerajaan yang berkibar turun dari kudanya bahkan sebelum kuda itu benar-benar berhenti.

Pria itu adalah Pangeran Lucius, kakak Jasmine, yang wajahnya selalu tampak ceria meski usianya terus bertambah.

"Paman Lucius!" teriak Leo, langsung melesat, meninggalkan Ethan dan kupu-kupu nya, lalu melompat ke arah Lucius.

Hap

Lucius dengan sigap menangkap keponakannya itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara.

"Wah, Leo! Kau makin berat saja! Apa kau makan batu setiap hari?" tanya Pengeran Lucius, tersenyum kecil.

"Aku makan kue buatan Ibu! Dan aku berlatih pedang, Paman! Lihat ototku!" jawab Leo memamerkan lengannya yang mungil, membuat Lucius tertawa terpingkal-pingkal.

Lucian berjalan mendekat dengan langkah yang lebih sopan, lalu membungkuk sedikit.

"Selamat datang, Paman Lucius," sapa Lucian, dengan etika bangsawan yang sudah dia kuasai.

"Oh, lihatlah si jenius kecil ini, kamu makin mirip ayahmu saja, Lucian, terlalu kaku!" ucap Pangeran Lucius menurunkan Leo lalu mengacak-acak rambut Lucian dengan gemas.

"Ayo, beri Paman pelukan, paman jauh-jauh datang dari ibu kota hanya untuk melihat kalian, lho," ucap Pangeran Lucius, merentangkan kedua tangannya.

"Kakak! Kenapa tidak memberi kabar dulu kalau mau datang?" tanya Jasmine berdiri dari bangkunya sambil tersenyum lebar.

"Kalau aku memberi kabar, tidak akan jadi kejutan, kan? Lagipula, aku bosan di istana. Ayah terus-menerus menyuruhku melihat potret putri-putri dari kerajaan tetangga. Kepalaku mau pecah!" jawab Pangeran Lucius menghampiri adiknya dan mengecup kening Jasmine sekilas.

"Jadi, Kakak kabur lagi dari perjodohan?" tanya Jasmine sambil terkekeh.

"Sstt! Jangan kencang-kencang, nanti Ethan melaporkannya pada Ayah," bisik Pangeran Lucius jenaka sambil melirik Ethan yang hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Aku ini masih muda, bebas, dan tampan. Kenapa harus buru-buru menikah? Lagipula, melihat si kembar saja sudah cukup membuatku pusing!" ucap Pangeran Lucius, menggerutu kesal.

Jasmine hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat sifat kakak nya, Ayah nya sering curhat dan meminta nya untuk membujuk Kakak nya supaya mau menikah.

Pangeran Lucius duduk di rumput, mengabaikan jubah mahalnya yang kotor. Dia membuka tas besar yang dibawanya.

"Nah, karena Paman sedang baik hati, ini untuk kalian!" ucap Pangeran Lucius, mengeluarkan dua buah belati kayu yang diukir sangat indah, dengan gagang yang dilapisi kulit lembut.

"Waaaah! Keren sekali!" seru Leo dengan mata berbinar-binar.

Leo langsung menyambar salah satunya, dengan semangat.

"Ini dibuat oleh pengrajin terbaik di istana. Hati-hati, meskipun kayu, ini cukup kuat untuk menjatuhkan lawan," jelas Pangeran Lucius.

Sementara Lucian menerima belatinya dengan tenang, jemarinya meraba ukiran di gagang tersebut.

"Terima kasih, Paman, ini sangat seimbang," ucap Lucian, tersenyum tipis.

"Sama-sama, jagoan. Oh iya, Jasmine," ucap Lucius menoleh ke arah adiknya, suaranya sedikit merendah namun tetap santai.

"Kenapa kamu belakangan ini jarang pergi ke istana, Ayah selalu uring-uringan karena kamu jarang mengunjungi nya. Kenapa? Apa kau takut dikejar-kejar bangsawan muda yang ingin melamar mu?" tanya Pangeran Lucius, menarik turun kan alisnya.

1
Retno Palupi
semoga Lucas selamat dapat berkumpul dg keluarga
Nurhasanah
tegang nya bisa kebawa sampe besok ini 😭😭😭 ... semangatt thor di tunggu lanjutan nya 💪💪💪💪😍😍😍
Libra
ka tmbah lagi , penasaran bgt kelanjutannya
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!