Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Tidak Mau Jauh
Pagi ini Keanu tampak lesu tidak seperti biasanya bocah tampan itu, lebih banyak diam. Padahal hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu olehnya, hari dimana dia bisa bermain kerumah Omanya.
Murat yang melihat putranya lesu merasa khawatir, dia memegang kening bocah itu, " tidak demam, Kenapa sayang, hari ini kita mau kerumah Oma, kan?". Keanu hanya menggeleng.
"Keanu gak mau kerumah Oma?". Pasti anak itu akan protes kalau tidak jadi kerumah Omanya. "Keanu mau kerumah Oma, papah". Betul kan pasti anak itu protes.
"Terus kenapa sekarang bocah tampan papah sedih". Keanu hanya menggeleng dan tidak menjawab. "Huffft ...baiklah kita berangkat sekarang".
Murat menggandeng tangan putranya, karena melihat Hanna sudah siap bersama putri mereka. Seperti biasa Hanna akan selalu duduk dibelakang, entahlah Murat selalu melarang Hanna duduk didepan bersamanya dan hanya boleh Keanu yang duduk disebelahnya.
Namun, saat ini karena perjalanan mereka cukup jauh, mungkin menghabiskan waktu sekitar 1, 5 jam. Murat memindahkan baby car seat milik Keanu kebelakang agar lebih aman.
Selama perjalanan tidak ada celotehan yang biasa Keanu lontarkan. Bocah tampan itu benar benar hanya diam dan memegang tangan Hanna dengan erat.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama. Akhirnya mereka tiba di Mansion mewah milik Keluarga Demir. Tetapi selama perjalanan tadi, Murat dibuat pusing dengan tingkah laku Keanu yang menempel terus dengan Hanna.
Bahkan dia tidak mau mengalah sama sekali dengan adiknya. Jadi Murat harus membujuk baby Malika yang terus menangis karena ibunya dikuasai oleh kakaknya.
Sesampainya di Mansion, Hanna tampak kerepotan menggendong baby Malika dan menggandeng tangan Keanu karena kedua anak itu tidak mau dipegang oleh Ayahnya.
Murat yang kesal dengan tingkah Keanu mengabaikan istrinya yang sedang kerepotan dan melewati mereka begitu saja.
Ny. Amel yang sudah diberitahu oleh Maid kalau putra dan keluarga kecilnya telah tiba, segera bersiap untuk menyambut cucu - cucunya. Tapi dirinya dibuat heran dengan wajah putranya yang tampak kesal.
Namun dia tidak peduli karena baginya saat ini yang terpenting menemui cucu-cucunya. "Halo sayangnya Oma". Ny. Amel langsung memeluk Keanu yang tangannya tidak mau sama sekali lepas dari Hanna.
"Kenapa sayang, cucu gantengnya Oma?". Ny Amel heran melihat wajah Keanu yang tampak muram. " tidak apa apa mah, mungkin Keanu kelelahan tadi dijalan". Hanna tidak mau merusak suasana hati ibu mertuanya yang terlihat antusias melihat kedatangan cucu cucunya.
"Eh siapa ini? Kok ada baby cantik disini". Ny. Amel takjub melihat baby Malika yang sudah 2 bulan tidak dia temui. kini baby itu terlihat gemuk dan sangat lucu.
Ny Amel langsung menggendong baby Malika, dan bayi cantik itu tanpa penolakan langsung lengket digendongan Omanya.
Seharian ini Keanu tidak pernah mau lepas dari Hanna, padahal saat ini dia sedang dirumah Omanya. Bahkan Murat yang membujuk anaknya untuk bermain pun dibuat heran dengan tingkah pola anaknya hari ini.
"Ada apa dengan putramu, seharian ini dia tidak pernah mau lepas dari Hanna?". Tadinya Ny.Amel tidak terlalu memusingkan itu, karena dia sibuk dengan cucu perempuannya.
Tetapi semakin lama dia heran melihat kelakuan Keanu yang tidak biasa itu. "Entahlah mah, sejak tadi dirumah pun dia tidak mau lepas dari Hanna".
Murat jadi semakin khawatir dengan anaknya. " coba biar mamah bujuk dia?". Ny. Amel mendekati cucunya itu. Dia membawa satu box besar hadiah yang memang sudah dipersiapkan untuk Keanu.
"Halo cucu Oma yang ganteng, kenapa murung terus nak?". Keanu yang sedang duduk dipangkuan Hanna hanya menggeleng.
"Ini coba lihat Oma bawa apa? Katanya abang mau dibawain oleh-oleh sama Oma?". Keanu yang mulai tergoda mengangguk setelah melihat Omanya memegang satu kotak besar dus yang sudah dibungkus rapi dengan hiasan pita diatasnya.
Keanu merobek kado besar itu dengan hati-hati. Meskipun masih terlihat murung tetapi yang namanya anak kecil tetap saja bersemangat jika diberi hadiah.
" Wah bagus sekali itu sayang, ayo bilang makasih dulu sama Omanya". Keanu turun dari pangkuan Hanna. Dia langsung berhambur memeluk Omanya.
"Matatih yah Oma". Ny. Amel yang gemas dengan Keanu langsung mencium pipi gembul bocah tampan itu. "Sama sama sayang, Abang mau lagi gak kadonya?".
Keanu mengangguk. "Mau Oma". Cucunya itu tampak bersemangat. Ny. Amel menggandeng cucu tampannya itu. " Ayo ikut, Oma punya banyak kado untuk abang".
Keanu tampak ragu, dia menoleh pada Hanna.
" Enggak apa apa sayang, ikut Oma dulu, nanti tante nyusul, okey". Keanu pun menurut, tetapi sesekali dia menoleh pada Hanna. sepertinya dia takut ditinggalkan oleh Hanna.
Murat berkacak pinggang melihat putranya. "huft, kenapa dengan bocah itu". Tetapi dia membiarkan saja putranya dengan Omanya tanpa berkeinginan menyusul mereka.