Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27: RAHASIA DI PANTI ASUHAN KASIH
BAB 27: RAHASIA DI PANTI ASUHAN KASIH
Shimla di pagi hari selalu berselimut kabut, namun panti asuhan yang terletak di pinggiran lembah ini terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Aarohi turun dari mobilnya dengan kacamata hitam besar menutupi wajahnya. Ia menggunakan identitas "Anjali Khanna" agar tidak ada yang mengenalinya sebagai istri Deep Raj Singh.
"Panti Asuhan Kasih," gumam Aarohi sambil menatap bangunan tua dengan cat putih yang sudah mengelupas.
Berdasarkan informasi dari Abhimanyu, Deep telah mengirimkan dana dalam jumlah fantastis ke tempat ini selama empat tahun terakhir secara rutin. Aarohi melangkah masuk, disambut oleh seorang biarawati tua yang tampak sangat tenang.
"Saya ingin menanyakan tentang donor atas nama Deep Raj Singh," ucap Aarohi tanpa basa-basi.
Biarawati itu tersenyum lembut. "Tuan Deep adalah malaikat pelindung kami. Berkat dia, seorang anak di sini bisa mendapatkan perawatan medis terbaik. Anda pasti utusannya?"
Jantung Aarohi berdegup kencang. "Seorang anak? Siapa?"
Biarawati itu membimbing Aarohi menuju sebuah taman kecil di belakang bangunan. Di sana, seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun sedang duduk di kursi roda, menatap pegunungan dengan pandangan yang dalam. Saat anak itu menoleh, Aarohi merasa seluruh dunianya berhenti berputar.
Anak itu memiliki mata yang persis seperti matanya—bola mata cokelat yang tajam namun penuh kesedihan. Tapi bentuk rahang dan senyum tipisnya... itu adalah salinan persis dari Deep Raj Singh.
"Namanya Shravan," bisik biarawati itu. "Dia dibawa ke sini empat tahun lalu oleh Tuan Deep sendiri. Tuan Deep mengatakan ibunya sudah meninggal, dan dia ingin anak ini dirahasiakan dari seluruh dunia demi keselamatannya."
Aarohi gemetar hebat. Empat tahun lalu? Itu adalah waktu tepat sebelum Deep menjebaknya masuk ke penjara. Selama ini ia mengira ia tidak pernah hamil, namun ia teringat saat ia pingsan di penjara dan dokter mengatakan ia hanya kelelahan. Apakah Deep telah membohonginya? Apakah Deep mengambil bayinya dan memalsukan kematiannya agar bisa menjebak Aarohi tanpa beban?
"Shravan?" panggil Aarohi dengan suara yang nyaris hilang.
Anak itu menatapnya. "Siapa kau? Apakah kau malaikat yang dikirim Papa?"
Aarohi jatuh berlutut di depan kursi roda itu. Ia menyentuh tangan mungil Shravan, merasakan aliran darah yang sama mengalir di sana. Kebenciannya pada Deep kini bercampur dengan rasa sakit yang tak terlukiskan. Deep tidak hanya mencuri masa mudanya, Deep telah mencuri haknya sebagai seorang ibu.
"Kenapa dia di sini, Suster? Kenapa Deep tidak membawanya pulang?" tanya Aarohi dengan air mata yang mulai jatuh.
"Tuan Deep bilang rumahnya terlalu berbahaya. Ada banyak musuh yang ingin menyakiti keturunannya. Dia bilang, suatu hari nanti, jika keadaan sudah aman, dia akan mempertemukan Shravan dengan ibunya."
Aarohi tertawa getir di tengah tangisnya. Keadaan aman? Deep menjebaknya agar Tara bisa hidup bebas, sementara anaknya dibuang ke panti asuhan terpencil. Ini adalah pengkhianatan yang jauh lebih besar daripada pembunuhan orang tuanya.
Tiba-tiba, ponsel Aarohi bergetar. Pesan dari Abhimanyu: "Aarohi, kembali sekarang! Deep mulai menanyakan keberadaanmu dan dia menemukan paspor palsumu di laci rahasia!"
Aarohi menghapus air matanya. Ia menatap Shravan sekali lagi. "Aku akan kembali menjemputmu, Sayang. Aku janji."
Kembali di Mansion Raisinghania, suasana terasa sangat mencekam. Aarohi masuk dan menemukan Deep sedang berdiri di tengah aula, memegang paspor atas nama "Anjali Khanna". Tatapan Deep tidak lagi lembut seperti saat ia bangun dari amnesia. Ada kegelapan yang mulai kembali ke matanya.
"Kau pergi ke panti asuhan itu, kan?" tanya Deep, suaranya sedingin es.
Aarohi tidak lari. Ia justru melangkah maju, kebenciannya kini telah mencapai puncak yang baru. "Kenapa kau menyembunyikannya, Deep? Kenapa kau menyembunyikan putraku?"
Deep tertegun sesaat, namun kemudian ia tertawa kecil—sebuah tawa yang sangat familiar, tawa sang manipulator. "Putra kita, Aarohi. Aku menyembunyikannya karena aku tahu jika Tara tahu tentang dia, dia akan membunuhnya. Aku melindunginya dengan cara satu-satunya yang aku tahu."
"Kau melindunginya dengan memisahkan dia dari ibunya?!" teriak Aarohi. "Kau menjebloskanku ke penjara agar kau bisa bermain rumah-rumahan dengan Tara!"
Deep mendekat, mencengkeram bahu Aarohi dengan kuat. "Kau tidak mengerti! Aku melakukan itu agar kau tetap hidup! Jika kau tidak berada di penjara, keluarga Malik akan membunuhmu dan bayi itu! Penjara adalah satu-satunya tempat di mana mereka tidak bisa menyentuhmu!"
"Dusta!" Aarohi mengibaskan tangan Deep. "Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, Deep. Dan sekarang, setelah aku tahu tentang Shravan, permainan ini berubah. Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh anak itu lagi."
Deep menatap Aarohi dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara obsesi, rasa bersalah, dan kegilaan. "Kau ingin Shravan? Baiklah. Tapi kau harus tetap di sini, sebagai istriku. Selamanya. Jika kau mencoba melarikan diri atau melaporkanku lagi, aku akan memastikan anak itu menghilang ke tempat yang tidak akan pernah bisa kau temukan."
Aarohi menyadari bahwa di tahun 2026 ini, di dalam istana yang megah namun busuk ini, ia kembali terperangkap. Namun kali ini, taruhannya bukan lagi nyawanya, melainkan nyawa putranya. Dendam paras kembar kini menjadi perang untuk memperebutkan masa depan seorang anak yang tak berdosa.
"Aku akan tinggal, Deep," ucap Aarohi dengan nada yang sangat tenang namun mematikan. "Tapi ingat ini... setiap malam saat kau tidur di sampingku, kau harus tahu bahwa aku sedang menghitung detik menuju saat di mana aku akan menggorok lehermu."
Deep hanya tersenyum dingin dan mencium kening Aarohi. "Aku tidak sabar menunggu saat itu, Sayang."