NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Aturan Sang Pimpinan Perusahaan: Jangan Ada yang Tahu

Rahasia besar itu tetap tersembunyi dengan sangat rapat di dalam saku seragam Gwenola saat ia menuruni tangga marmer yang dingin. Di ujung anak tangga, Xavier sudah menunggu sambil menyesap kopi hitam dengan gaya yang sangat angkuh dan berwibawa. Pria itu meletakkan cangkir porselennya lalu menatap Gwenola dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan sorot mata yang sangat tajam.

Gwenola merasa sangat tidak nyaman berada di bawah pengawasan pimpinan perusahaan yang memiliki pengaruh sangat besar tersebut. Ia menundukkan kepala sambil terus meremas saku roknya, memastikan cincin berlian sepuluh miliar itu tidak menonjol keluar dan mengundang kecurigaan. Suasana di ruang makan yang sangat luas itu terasa begitu sunyi hingga suara detak jantung Gwenola terdengar sangat jelas.

"Duduklah dan habiskan sarapanmu karena aku tidak ingin kau jatuh pingsan di sekolah nanti," perintah Xavier dengan nada bicara yang sangat datar.

Gwenola menarik kursi kayu jati itu dengan perlahan lalu duduk di hadapan Xavier dengan tubuh yang nampak sangat kaku. Ia menatap piring berisi roti panggang di depannya tanpa ada selera makan sedikit pun karena rasa cemas yang terus menghantui pikirannya. Setiap kali ia bergerak, ia bisa merasakan logam dingin di dalam sakunya yang seolah terus mengingatkan pada kontrak pernikahan rahasia mereka.

"Aku tidak lapar, aku hanya ingin segera pergi ke sekolah agar tidak terlambat," bisik Gwenola tanpa berani mengangkat wajahnya.

Xavier meletakkan kedua tangannya di atas meja lalu condong ke arah Gwenola hingga jarak di antara mereka menjadi sangat dekat. Ia mencengkeram dagu Gwenola dengan lembut namun penuh dengan tekanan yang membuat gadis itu terpaksa menatap matanya yang sehitam jelaga. Kilatan peringatan nampak sangat nyata di balik manik mata Xavier yang nampak sangat tidak tersentuh oleh rasa kasihan.

"Dengarkan aku baik-baik karena aku tidak suka mengulangi perintahku untuk kedua kalinya," ucap Xavier dengan suara yang sangat rendah dan mengancam.

Gwenola menahan napasnya saat merasakan aura dominan dari pria di hadapannya menyelimuti seluruh indra perasaannya yang sedang kacau. Ia bisa mencium aroma parfum kayu cendana yang sangat maskulin bercampur dengan aroma kopi hitam yang pekat dari napas Xavier. Ketakutan yang amat sangat mendalam membuat lidah Gwenola terasa sangat kelu untuk sekadar memberikan jawaban singkat.

"Jangan pernah menyebut namaku atau menunjukkan hubungan kita kepada siapa pun di sekolah menengah atas itu," tegas Xavier sambil mempererat cengkeramannya.

Gwenola mengangguk cepat karena rasa sakit yang mulai terasa di bagian dagunya akibat tenaga Xavier yang sangat kuat. Ia menyadari bahwa pimpinan perusahaan ini benar-benar serius ingin merahasiakan keberadaan dirinya dari mata publik serta media massa. Bagi Xavier, pernikahan ini mungkin hanyalah sebuah transaksi bisnis yang tidak boleh merusak reputasi besarnya di dunia luar.

"Bagaimana jika teman-temanku melihat mobil mewahmu saat menjemputku nanti?" tanya Gwenola dengan nada yang penuh dengan kekhawatiran yang besar.

Xavier melepaskan dagu Gwenola lalu berdiri sambil merapikan jas mahalnya yang nampak sangat rapi tanpa ada sedikit pun lipatan. Ia memberikan isyarat kepada sopir pribadinya yang sudah menunggu di dekat pintu besar rumah mewah tersebut dengan sikap yang sangat hormat. Senyum tipis yang sangat dingin kembali menghiasi wajah tampan sang penguasa bisnis yang sangat licik itu.

"Mobil itu akan menurunkanmu di gang gelap yang berjarak dua blok dari gerbang utama sekolahmu," sahut Xavier sambil melangkah pergi.

Gwenola terpaku di tempat duduknya, merasa harga dirinya semakin diinjak-injak oleh aturan yang dibuat secara sepihak oleh pria tersebut. Ia merasa seperti seorang penjahat yang harus bersembunyi di balik bayang-bayang kegelapan hanya untuk menempuh pendidikan yang seharusnya menjadi haknya. Namun, bayangan wajah ayahnya yang mungkin sedang dalam pelarian membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain patuh.

Ia bangkit dari kursi lalu mengikuti langkah Xavier menuju mobil hitam yang nampak sangat mengkilap di bawah sinar matahari pagi. Selama perjalanan, tidak ada satu pun percakapan yang terjadi di antara mereka, hanya ada keheningan yang sangat menyesakkan dada bagi Gwenola. Gadis itu terus menatap ke arah luar jendela, melihat jalanan kota yang mulai ramai oleh orang-orang yang menjalani hidup normal.

"Ingatlah bahwa setiap tindakanmu akan selalu berada di bawah pengawasanku yang sangat ketat," bisik Xavier saat mobil mulai melambat.

Gwenola segera turun dari mobil tepat saat kendaraan itu berhenti di sebuah gang sempit yang nampak sangat sunyi dan sedikit kotor. Ia tidak menoleh lagi ke arah Xavier dan langsung berlari menuju sekolah dengan perasaan hati yang sangat hancur berkeping-keping. Ia tidak menyadari bahwa di ujung gang tersebut, ada sepasang mata yang menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu yang sangat besar.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!