NovelToon NovelToon
Bucin, Suami CEO

Bucin, Suami CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Persahabatan / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Ika Nanda

kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.

yuk ikuti cerita nya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

setelah selesai makan, Hana pun mencuci semua peralatan makan yg kotor. Jimin pun di minta membantu oleh ibu nya, sedang kan kedua orang tua mereka duduk di ruang tamu.

"aku bantu... " Jimin mengambil lap dan mulai membantu Hana

"terimakasih.... " ucap Hana

"kau masuk kelas hari ini!?? " tanya Jimin

"tidak... kuliah sedang libur satu bulan, ini akhir tahun. " jawab Hana dengan lembut

"aah benar, aku sampai lupa. "

"bagaimana kabar mu sunbae!?? " Hana pun melihat Jimin

"aku baik, hanya saja... yah kau tau lah"

Hana pun mengambil lap lain dan membantu Jimin "jika ingin sembuh, kau juga harus hidup sehat. "

Jimin pun terdiam sejenak "kenapa kau menerima perjodohan ini!?? "

"aku... sunbae sendiri, kenapa menerima nya. karena ingin sembuh kan, begitu juga aku." jawab Hana menyusun peralatan makan yg sudah bersih

"kau juga sakit... !?? "

"tidak, ada hal lain."

"kalau begitu, kau tidak keberatan kan kalau pernikahan di lakukan secara tertutup. juga tidak perlu ada yg tau tentang pernikahan kita."

"maksud nya pernikahan secara sembunyi-sembunyi begitu... "

"yaah, pernikahan ini kan hanya untuk menguntungkan satu sama lain. jadi aku rasa tidak ada salah nya kan.!! atau bila perlu, setelah aku sembuh, kita bisa bercerai. jadi, kau bisa menjalani hidup mu lagi"

"apa pernikahan hanya ajang kompromi bagi mu!?? "

"apa.... "

Hana pun terdiam sejenak "jika sunbae menginginkan seperti itu, maka lakukan saja. aku akan setuju"

melihat Hana yg penuh ketulusan, Jimin pun seakan luluh oleh kelembutan nya.

"ayo keluar, ibu pasti sudah menunggu kita. " ajak Hana berjalan lebih dulu

mereka pun kembali ke ruang tamu bersama orang tua mereka.

"bagaimana!?? apa Hana setuju!?? " tanya nyonya Min Seo melihat Jimin

Jimin pun mengangguk kecil sembari melihat ke arah Hana yg hanya diam saja.

nyonya Haeri pun angkat bicara "sebenarnya Min Seo, aku kurang setuju dengan permintaan Jimin. apa lagi ini tentang kehidupan putri ku... " nyonya Haeri pun membelai lembut rambut putri nya itu "jika memang Jimin tidak menginginkan perjodohan ini, tidak perlu mengikat Hana di sisi nya. aku yakin, Hana bersedia membantu Jimin dalam masa pertobatan nya. kau mengerti kan maksud ku...!?? " jelas nyonya Haeri melihat teman nya itu

nyonya Min Seo pun terdiam sesaat "memang benar... karena kau memiliki seorang putri, jadi kau juga harus memastikan tentang kehidupan nya... baiklah Jimin, sekarang semua ada di tangan mu. Jika.... "

"lakukan saja... aku mengerti maksud bibi Haeri. maaf kan atas keegoisan ku tadi, kita akan lakukan pesta pernikahan pada umum nya." ucapan Jimin itu, membuat Hana mengerutkan dahi

"bibi tidak memaksa Jimin, bibi hanya tidak ingin putri bibi tertekan selama menikah. karena bibi tidak tau berapa lama lagi bisa melihat nya... "

"ibu.... " Hana pun memeluk ibu nya itu

"bibi jangan khawatir, aku tidak akan membuat nya merasa tertekan"

pertemuan malam itu pun berlalu begitu saja

keesokan hari nya, Hana pun menghabiskan waktu nya berdiam diri di rumah. sedang kan nyonya Haeri sedang sibuk menyelesaikan urusan penjualan perusahaan.

malam itu, Hana yg baru selesai mandi pun turun untuk membuat makan malam. namun saat ia melewati ruang kerja ibu nya, pintu nya tidak tertutup. "apa ibu sudah pulang ya!! " pikir Hana

Hana pun menghampiri ruang kerja ibu nya, ia pun melihat ibu nya sedang memandang sebuah map dengan tatapan yg kosong. Hana pun menghampiri ibu nya, dan melihat map di tangan ibu nya itu. "tidak apa-apa bu... semua nya sudah selesai sekarang, kita akan melanjutkan toserba ayah. agar ibu pun bisa lebih banyak istirahat... " ucap Hana memeluk ibu nya

"ambil ini, kau saja yg pegang. ibu masih punya uang di tabungan, ibu takut akan salah mempergunakan nya... " nyonya Haeri menyerah kan sebuah kartu debit

Hana pun mendorong nya "tidak... ibu saja yg simpan, jika seperti ini, ibu seakan benar-benar akan meninggalkan aku. "

pada saat itu, nyonya Haeri pun tiba-tiba batuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulut nya. Hana pun panik "ibu... " Hana pun memberikan beberapa lembar tisu "ayo kita ke rumah sakit sekarang"

"tidak Hana... "

"jangan menolak bu... "

Hana pun memaksa ibu nya untuk ke rumah sakit. Hana mengemudi kan mobil nya dengan perasaan gelisah. paham akan hal itu, nyonya Haeri pun mencoba menenangkan nya "ibu tidak apa-apa sayang, kau jangan panik. "

"bagaimana bisa di sebut tidak apa-apa, ibu mengeluarkan darah. atau, memang sudah sering seperti ini dan aku tidak mengetahui nya. "

nyonya Haeri pun hanya diam saja.

mereka pun tiba di rumah sakit, dan Hana langsung meminta untuk menindaklanjuti kondisi ibu nya. sepanjang pemeriksaan, Hana sama sekali tidak ingin meninggalkan ibu nya walau sudah di larang oleh dokter.

akhirnya, malam itu nyonya Haeri pun di infus dan menginap di rumah sakit. saat itu juga, perasaan Hana hancur. karena satu-satu nya penyemangat nya sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Hana tidak tau harus kemana, karena mereka tidak memiliki sanak saudara di kota itu....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!