Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Si Bodoh yang Kena Jebakan
Lu Wen juga ikut melongo. Setelah terdiam beberapa saat, ia bergumam dengan nada ragu.
"Ini... ini tidak disemir atau dikasih pewarna, kan?"
Ice Lantern Jade Dew ini benar-benar terlalu indah. Saking indahnya, tanaman itu malah terlihat seperti barang palsu—lebih mirip sebuah karya seni daripada makhluk hidup.
Liang Qichao, Lu Ping, dan Ling Qingxue serentak mengangkat kepala dan membentak bersamaan.
"Sembarangan!"
Ling Qingxue mendengus dingin. "Jangan asal bicara kalau kau tidak tahu apa-apa. Ini jelas-jelas Ice Lantern Kualitas Tertinggi hasil mutasi yang sangat langka!"
Lu Ping menggelengkan kepala dan menambahkan, "Lu Wen, berdasarkan pengalamanku, tidak ada yang salah dengan Jade Dew ini. Malah jauh lebih cantik daripada foto-foto yang beredar di internet."
Gara-gara Ling Qingxue, orang-orang ini memang sempat mempelajari seluk-beluk sukulen. Liang Qichao bahkan sampai membuka kebun budidaya sendiri.
Sebenarnya, Lu Wen juga punya firasat kalau tanaman itu asli. Namun, karena rasa iri yang membara, kata-kata itu terlontar begitu saja. Ia tidak menyangka ucapannya justru memicu amarah bersama.
Xia Ruofei tidak memasukkannya ke hati. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya.
Pada saat itu, Liu Minghao melirik Xia Ruofei, lalu menatap Ling Qingxue. Matanya berputar licik sebelum berkata.
"Bung Xia, kau mau menjual Jade Dew ini, kan? Begini saja, aku tawar 80.000 yuan! Jual padaku! Untuk satu pot tanaman seharga 80.000 yuan, kau sudah untung besar. Kau sudah bertahun-tahun jadi tentara, tapi uang pensiunmu mungkin tidak sebanyak itu!"
Liang Qichao langsung melompat dari duduknya. "Liu Minghao, apa maksudmu?! Aku yang menghubungi Tuan Xia duluan. Kalau dia mau transaksi, tentu saja denganku!"
Lu Ping juga menimpali, "Liu Minghao, kau ini keterlaluan! Beraninya kau menawar 80.000 yuan? Itu cuma harga Ice Lantern Kualitas Tertinggi yang biasa. Punya Tuan Xia ini varian mutasi! Begini saja, aku tawar 100.000 yuan. Tuan Xia, apakah Anda bersedia melepaskannya?"
Lu Ping memang terlihat santai bicaranya, tapi mana ada anak orang kaya yang bodoh? Kata-katanya secara halus mengejek Liu Minghao, sekaligus mengabaikan protes Liang Qichao demi mendapatkan tanaman tersebut.
"Kau..." Liu Minghao murka. "Aku bayar 120.000!"
"130.000! Jual padaku!" Lu Wen juga ikut meramaikan suasana.
Mereka semua ingin membeli pot Ice Lantern Jade Dew ini demi mengambil hati Ling Qingxue, jadi tentu saja tidak ada yang mau mengalah. Ditambah lagi, Ice Lantern Kualitas Tertinggi ini memang layak dihargai mahal.
"Kalian benar-benar tidak tahu malu!" teriak Liang Qichao. Ia lalu menatap Xia Ruofei dengan wajah memelas. "Tuan Xia, Master Bloodwolf... Anda sudah janji mau menjualnya padaku..."
Sebelum Xia Ruofei sempat bicara, Ling Qingxue mendahuluinya.
"Satu juta yuan! Aku mau Ice Lantern ini. Siapa yang berani menawar lebih tinggi dariku?"
Liang Qichao dan yang lainnya seketika membatu, sementara Xia Ruofei tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Sebelum datang ke sini, ia sudah mengecek kisaran harganya. Meski Ice Lantern mutasi ini sangat berharga, nilainya pasti tidak sampai satu juta yuan. Bahkan seperlimanya pun belum tentu sampai.
Tawaran Ling Qingxue jelas bukan sekadar karena ia menyukai tanaman tersebut.
Kenyataannya, saat Ling Qingxue melihat pakaian Xia Ruofei yang jika ditotal harganya bahkan tidak sampai 200 yuan, ditambah fakta bahwa ia baru pensiun dan tidak punya pekerjaan, ia menyimpulkan bahwa Xia Ruofei sedang kesulitan ekonomi. Karena itulah, ia berniat membantu Xia Ruofei.
Namun, ia cukup cerdas untuk menjaga harga diri seorang pria. Ia sedang berpikir bagaimana caranya membantu tanpa terkesan memberi sedekah. Tepat saat itu, Xia Ruofei mengeluarkan Jade Dew ini untuk dijual.
Maka tanpa pikir panjang, Ling Qingxue memberikan harga yang fantastis.
Liu Minghao buru-buru menyahut, "Qingxue, sebagus apa pun Jade Dew ini, harganya tidak mungkin satu juta yuan. Aku tahu kau sangat menyukainya. Biar aku saja yang membelikannya untukmu nanti..."
Lu Ping membenarkan letak kacamata emasnya. "Qingxue! Harga itu terlalu berlebihan..."
Ling Qingxue mendengus. "Aku suka dan aku mau. Sesuatu yang kusukai itu sulit dibeli dengan uang. Memangnya kenapa?"
"Ini..." Liang Qichao tidak menyangka situasinya akan jadi begini. Ia menatap Xia Ruofei dengan tatapan memohon.
Xia Ruofei memiliki insting yang tajam. Ia sudah bisa membaca situasi dengan jelas, dan ia sedikit banyak memahami niat baik Ling Qingxue. Namun, Xia Ruofei hanya bisa menghargai niat itu tanpa bisa menerimanya.
Ia benar-benar tidak punya kenangan tentang Ling Qingxue. Bagaimana mungkin ia tega menerima uang sebanyak itu? Halusmya, itu namanya memanfaatkan perasaan orang. Kasarnya, itu sama saja dengan menjadi "pria simpanan" yang hidup dari uang wanita!
Xia Ruofei berpikir sejenak lalu berkata.
"Direktur Liang, karena semua orang begitu antusias, mari kita lakukan lelang saja! Penawar tertinggi yang menang, adil dan jujur! Namun..."
Sampai di sini, Xia Ruofei melirik Ling Qingxue dan tersenyum.
"Teman lamaku, Ling Qingxue, dilarang ikut dalam pelelangan ini!"
Awalnya Liang Qichao mengira ucapan Xia Ruofei tidak ada gunanya. Ling Qingxue sudah menawarkan satu juta, siapa yang sanggup menandinginya? Apalagi, siapa yang berani melawan Ling Qingxue? Untungnya, kalimat terakhir Xia Ruofei membuat kekhawatiran Liang Qichao berubah menjadi kegembiraan.
Namun, Ling Qingxue tidak terima. Ia mengerucutkan bibirnya dan protes pada Xia Ruofei.
"Kenapa aku tidak boleh ikut menawar? Itu tidak adil!"
Liang Qichao dan yang lainnya hanya bisa terpaku melongo. Sudah sekian lama mereka mengenal Ling Qingxue, baru kali ini mereka melihat sisi feminim dan manjanya yang seperti itu. Rasa iri dan cemburu langsung membakar hati mereka.
Liu Minghao dan Lu Wen adalah yang paling merasa geram.
Xia Ruofei menatap Ling Qingxue dengan pasrah dan berkata, "Jangan main-main. Aku sedang serius melakukan bisnis! Kalau kau suka sukulen, nanti aku carikan yang lain untukmu..."
Wajah Ling Qingxue seketika cerah kembali. "Kau harus tepati janjimu, ya!"
"Iya, iya..." jawab Xia Ruofei seadanya.
Liu Minghao yang sudah tidak tahan lagi segera berseru, "Kalau begitu, mari kita mulai lelangnya! Lu Wen menawar 130.000, kan? Kalau begitu aku tawar 150.000 yuan!"
Liu Minghao langsung menaikkan tawaran sebanyak 20.000 yuan.
Sebenarnya, harga ini sudah termasuk sangat tinggi. Ice Lantern langka di pasaran biasanya hanya berkisar di angka 100.000 yuan.
"160.000!" Lu Ping menggertakkan gigi dan menambah 10.000 yuan.
"170.000!" Liang Qichao tidak mau kalah. Ia adalah pemilik tempat ini, masak ia mau kalah di kandang sendiri!
Lu Ping mengedikkan bahu dan berkata, "Aku menyerah!"
Ia adalah orang yang logis. Karena harga tersebut sudah melampaui nilai asli tanaman itu, ia memutuskan untuk berhenti.
Uang para anak orang kaya ini tidak jatuh dari langit begitu saja. Meski ayah mereka miliarder, mereka sendiri belum punya bisnis dan hidup dari uang saku bulanan. Jika harus mengeluarkan ratusan ribu yuan sekaligus, mereka juga akan kesulitan bertahan hidup sampai akhir bulan.
Lu Wen juga menggelengkan kepala, tanda menyerah.
Liu Minghao mencibir dan berseru, "180.000!"
Hubungannya dengan Liang Qichao memang buruk, dan keluarga mereka bersaing ketat di dunia bisnis, jadi ia merasa harus menang dalam persaingan ini.
Liang Qichao mendengus. "Kalau begitu, aku tawar 200.000!"
Ekspresi Liu Minghao berubah drastis. Ia berteriak marah, "Liang Qichao, apa kau gila?! Tanaman ini tidak layak dihargai semahal itu! Apa kau sengaja ingin cari gara-gara denganku?"
"Apa aku gila cuma karena menawar lebih tinggi darimu?" balas Liang Qichao meremehkan. "Qingxue saja tadi berani menawar satu juta!"
Liu Minghao tersentak dan segera melirik Ling Qingxue. Benar saja, ekspresi Ling Qingxue tampak mulai tidak enak dilihat.
Ia buru-buru menjelaskan, "Qingxue, aku... maksudku bukan begitu..."
Ling Qingxue berkata dingin, "Kalau kau mau beli, teruskan tawarannya. Kalau tidak mampu, menyerah saja. Kenapa banyak sekali omong kosong?"
Ini benar-benar penghinaan!
Apa hal paling penting bagi seorang pria di depan wanita yang disukainya? Tentu saja harga diri. Uang puluhan ribu yuan tidak ada apa-apanya!
Mata Liu Minghao mulai memerah, seolah-olah ia baru saja disuntik adrenalin. Ia berteriak.
"250.000! Aku tawar 250.000 yuan! Liang Qichao, kau masih berani menaikkan harga?"
Xia Ruofei menyadari bahwa Ling Qingxue sengaja memancing emosi Liu Minghao agar harga Jade Dew-nya melambung tinggi. Ia tidak menyangka Liu Minghao akan begitu bodoh dan menaikkan harga hingga 50.000 yuan dalam sekali tawar.
Xia Ruofei melirik Ling Qingxue dengan tatapan seolah sedang menegur. Ling Qingxue mengedipkan matanya pada Xia Ruofei dengan nakal, seolah-olah mereka memiliki ikatan batin yang kuat.
Liang Qichao mulai merasa ragu. Harga ini sudah dua kali lipat dari nilai aslinya. Tidak bijaksana jika terus menaikkan harga, tapi ia juga tidak mau kehilangan muka.
Pada saat itu, Liang Qichao melihat Xia Ruofei diam-diam memberinya isyarat mata, sehingga ia segera sadar kembali.
Ia tertawa dan berkata, "Liu Minghao, seorang pria sejati tidak akan merebut apa yang disukai orang lain. Karena kau begitu menyukai pot Ice Lantern ini sampai rela membayar dua kali lipat, aku akan mengalah dan mewujudkan keinginanmu!"
Sambil berkata begitu, Liang Qichao mengedikkan bahu, tanda ia berhenti dari persaingan.
Liu Minghao juga mulai tenang, dan rasa menyesal mulai merayapi hatinya—uang sebanyak itu sebenarnya bisa digunakan untuk membeli banyak tanaman sukulen langka lainnya.
Kemudian, Ling Qingxue berkata, "Karena tidak ada lagi yang menawar, Liu Minghao, cepat bayar!"
"Ah? Aku... aku tidak bawa uang tunai sebanyak itu!" ujar Liu Minghao ragu.
"Aku punya mesin EDC di sini!" Liang Qichao tertawa. "Gesek saja kartu Anda, nanti biar bagian keuangan yang mentransfer uangnya ke rekening Tuan Xia!"
Liu Minghao tahu ia tidak bisa mengelak lagi. Dengan perasaan dongkol, ia mengeluarkan kartunya dan menyaksikan Liang Qichao memproses transaksi sebesar 250.000 yuan tersebut.
Liang Qichao menanyakan nomor rekening Xia Ruofei dan keluar kantor sebentar. Tak lama kemudian, uang 250.000 yuan telah masuk ke rekening Xia Ruofei.
"Terima kasih, Direktur Liang," ucap Xia Ruofei.
"Haha! Sama-sama!" Liang Qichao tertawa lepas. "Sayang sekali aku tidak mendapatkan Ice Lantern Kualitas Tertinggi kali ini. Kuharap kita bisa bekerja sama lagi di masa depan!"
"Tentu saja," jawab Xia Ruofei sambil tersenyum.
Di antara para anak orang kaya ini, selain Lu Wen dan Liu Minghao yang terus menyindirnya, Liang Qichao dan Lu Ping ternyata tidak terlalu buruk. Sedangkan Ling Qingxue, ia terus menatap Xia Ruofei dengan mata yang berbinar-binar.
Liu Minghao menatap Xia Ruofei dan Liang Qichao yang mengobrol akrab dengan perasaan seperti baru saja menelan lalat.
Tatapannya jatuh pada pot Ice Lantern Jade Dew yang baru saja ia beli seharga 250.000 yuan. Matanya tiba-tiba berbinar dan ia segera membawanya ke hadapan Ling Qingxue.
"Qingxue, Ice Lantern Kualitas Tertinggi ini untukmu. Kuharap kau menyukainya."
Ling Qingxue melirik dingin ke arah pot itu dan berkata datar.
"Kalau aku menginginkannya, bukankah aku bisa membelinya sendiri? Terima kasih atas niat baikmu, tapi simpan saja untuk dirimu sendiri!"
Awalnya, meski kepribadian Ling Qingxue dingin, ia masih bicara dengan sopan. Namun, karena ia melihat Liu Minghao terus-menerus memojokkan Xia Ruofei, ia sama sekali tidak menahan diri lagi.
Liu Minghao terpaku. Ia sudah menghabiskan uang saku selama setengah bulan untuk benda ini demi memenangkan hati sang dewi! Kenapa jadinya begini? Bukankah ia baru saja menjadi orang paling bodoh di dunia?
Xia Ruofei tertawa kecil dan berkata, "Direktur Liang, karena transaksi sudah selesai, aku tidak akan mengganggu lagi. Aku pamit dulu!"
"Biar aku antar!" ujar Liang Qichao buru-buru.
"Tidak perlu. Temani saja teman-temanmu! Aku bisa keluar sendiri," tolak Xia Ruofei halus.
Lalu, ia memberi isyarat mata pada Liang Qichao dan berbisik, "Aku akan menghubungimu lagi nanti."
Liang Qichao langsung mengerti dan mengangguk.
Xia Ruofei pun berjalan menuju pintu.
Tiba-tiba Ling Qingxue bersuara, "Ruofei, aku juga harus pulang. Biar aku yang mengantarmu!"
Setelah berkata demikian, Ling Qingxue melangkah lebar menyusul Xia Ruofei, meninggalkan Liang Qichao dan yang lainnya yang hanya bisa saling pandang. Di antara mereka, ekspresi Liu Minghao adalah yang paling hancur.