karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8.
"bukankah benar apa yang dituduhkan oleh Laras? Lantas mengapa kau marah marah seolah tak terima atas tuduhan tersebut, padahal semua itu kenyataan!"sambar Maxim dengan terkekeh sinis seraya menatap curiga pada Tania.
Degg.
"B b bukan b begitu maksudku t tapi..
"Cihh.. dasar manipulatif."potong Maxim dengan sengit seraya beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya kedalam kelas.
Seketika Wawan melebarkan kedua matanya dengan tatapan bingung akan sikap Maxim terhadap Tania, ada apa dengannya? Ya, memang Tania dan Maxim adalah sepupu. Tapi bukan sepupu sesungguhnya. Karena ibu dari Tania hanya seorang anak yang diangkat oleh Oma Naura Guardiola. Yang juga menjadi Oma nya Maxim dari pihak ayah. Jadi bisa dikatakan jika Maxim dan Tania hanya orang asing. Karena tidak ada darah Guardiola yang mengalir dalam tubuhnya Tania. Sedangkan para sahabatnya yang lain hanya menganggapnya biasa dan tak peduli. Dan segera mereka pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Maxim dengan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas. Dan meninggalkan Wawan dan Tania yang terbengong bengong akan reaksinya. "Mereka kenapa yank?"tukas Tania. KURANG AJAR "Hhh.. entah yank!?"balas Wawan seraya mengangkat bahunya. "Yaudah aku masuk dulu ke kelas, kamu juga Sana kembali ke kelas mu. Takutnya sebentar lagi pelajaran dikelas mu akan segera dimulai."pamit Wawan dengan lembut dan memerintahkan sang kekasih untuk segera kembali ke kelas nya. "Iya yank,, tapi jangan lupa untuk menegur Laras agar jangan berlaku semena-mena terhadap ku."katanya meminta dengan suaranya yang manja. "Iya sayang,, jangan kuatir nanti akan segera aku beri pelajaran untuknya."tanggap nya yakin sambil merapikan rambut sang kekasih. ( Mampus kau Laras hahaha..) Umpat Tania dalam hati dengan seringai jahat. Lantas mereka pun masuk kedalam kelas nya masing-masing untuk mengikuti pelajaran Jam pertama dikelas mereka. Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Dan tidak ada satu pun guru yang memberikan materi pelajaran di setiap masing-masing kelas. JAM ISTIRAHAT. Kring.. Bunyi bell satu kali yang menggema disekolah bertaraf internasional YADIKA 2. menandakan jika jam istirahat telah tiba. Kemudian dilanjut dengan semua murid murid yang segera keluar dari kelas mereka masing-masing untuk segera pergi ke kantin guna mengisi perut mereka yang terasa kosong, juga tenggorokan mereka yang ingin sekali dibasahi dengan siraman air es yang menyegarkan. Karena telah dihadapkan dengan soal pelajaran yang begitu pusing dikepala. Begitupun dengan Laras yang tengah duduk seorang Diri didalam kelas. Sambil mencatat pesenan beberapa guru dan teman sekelasnya. Untuk kembali dibawakan nasi uduk komplit. Dia pun sangat bersyukur pada teman-teman sekelasnya yang mau membeli barang dagangannya. Juga dengan beberapa guru yang kembali meminta dibuatkan nasi uduk komplit beserta gorengan buatannya. Kalau biasanya Laras menitipkan barang dagangannya di sekolah adik adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sekitar enam puluh bungkus. Namun tadi malam dia sengaja membuat status di WhatsApp dengan memfoto beberapa barang dagangannya. Seperti nasi uduk komplit, berbagai macam jenis gorengan. Juga ketupat sayur dengan tetelan daging ayam. Dan Laras pun tak menyangka dengan tanggapan dari teman sekelasnya juga beberapa gurunya. Yang membaca status WhatsApp nya, dan langsung minta untuk dibawakan nasi uduk komplit serta gorengan tahu isi ayam dan juga risol isi sayuran campur telur. Saat itu juga Laras langsung memberi tahu pada ibu panti dengan terlonjak senang dan bahagia. mengenai teman sekelasnya juga para guru yang memesan barang dagangannya. Dan ternyata reaksi dari ibu panti pun tak jauh berbeda dengan dirinya. Begitu senang dan bahagia akan kedatangan rejeki yang tak terduga. Memang selama ini Laras begitu minder dan sedikit malu. Untuk mempromosikan barang dagangannya lewat WhatsApp atau sosial media, karena teman-teman di sosial media juga di WhatsApp nya, adalah teman teman sekolahnya. Walaupun berbeda kelas. Tapi untuk rupa wajahnya Laras sangat mengenalnya, begitupun dengan mereka, Dan Laras hanya takut mereka akan menolaknya mentah-mentah jika dia menawarkan juga mempromosikan barang dagangannya. Yang pada akhirnya akan membuat malu dirinya sendiri. Karena bagi Laras bisa sekolah disini saja sangat bersyukur dan cukup menguntungkan. Apalagi dia salah satu murid yang mendapatkan beasiswa. Dalam rentang waktu sekitar enam tahun mengenyam pendidikan dari menengah pertama hingga lulus menengah akhir. Dan pihak sekolah hanya meminta syarat pada Laras untuk terus menjaga nilai nilai pelajaran nya dengan baik. Sampai kelulusan. Dan jika dia masih mempertahankan nilai nilainya dengan bagus. Pihak sekolah akan merekomendasikan universitas terbaik untuk Laras lewat jalur beasiswa, sampai memiliki gelar yang diimpikannya. Laras pun tengah memikirkan masa depan dirinya juga masa depan adik adiknya yang berada dipanti. Karena ada dua adiknya yang kembar identik tidak bersekolah. Sebab ke batasan mental juga kendala biaya. Karena a adiknya kembarnya yang memiliki kebutuhan khusus. Dan jika ingin menyekolahkannya harus sekolah luar biasa, untuk anak anak yang berkebutuhan khusus seperti adik kembarnya. Maka dari itu ibu panti lebih baik tidak menyekolahkan. namun terkadang jika ada waktu luang sedetik demi sedikit sang ibu mengajarkan dua adik kembarnya tentang pengucapan huruf alfabet juga pengenalannya. Dan semoga ada hasil yang memuaskan dengan apa yang kami usahakan untuk kebaikan dua adik kembarnya, juga kebaikan bersama. Hhhh... Tuhan berikan pertolongan untuk kesusahan yang hamba hadapi. Dan sertakan lah jalan keluarnya, juga berikanlah keridhoan mu untuk setiap hembusan nafas yang hamba keluarkan.< Doa Laras penuh harap akan kebaikan untuk ibunya juga adik adiknya. Laras tak menyadari jika sedari tadi ada seorang laki-laki yang tengah berdiri tegap didepan pintu kelasnya. Dengan menatap penuh ingin tahu dengan apa yang Laras pikiran. "LARAS.."panggil suara tegas dengan sorot matanya yang dominan. Seraya berjalan tegap untuk mendekat pada sang gadis yang begitu serius dengan kesibukannya. Seketika Laras pun mengangkat wajahnya untuk melihat siapa gerangan yang memanggil nya? Hhhh...huh!! Untuk apa dia datang kesini? "Mana bekal ku? Bukankah kemarin malam aku mengirim pesan pada mu. Untuk dibuatkan spaghetti.!"pintanya dengan memaksa. "Enggak ada!!"katanya datar dengan sedikit auranya yang dingin, tanpa mau bertatap muka dengannya. Degg. ( A ada apa dengan Laras? M mengapa sikapnya berbeda!) Bathin Wawan bertanya-tanya namun terselip rasa kebingungan yang melanda. "Kenapa enggak ada? Apa kamu tak membuat nya untuk ku?"ujarnya ketus seraya meminta penjelasan yang konkrit. Namun Laras menanggapinya dengan terdiam bungkam tanpa mengatakan apa-apa. Yang ada dia malah sibuk memeriksa kembali dengan membaca pada sebuah yang catatan berisi pesanan temen temennya juga beberapa guru yang mengajar. Dan Wawan semakin bingung dan terheran-heran dengan sikap dan respon dari Laras. Yang seolah-olah begitu tak peduli dengan kehadirannya. "LARAS!!"panggilnya dengan suara yang meninggi dan mengeraskan rahangnya. sembari menyugar rambutnya kebelakang dengan gerakan kasar. "LAR.."panggil Wawan kembali namun berhenti ketika melihat telapak tangan Laras terbuka lebar lebar Lalu di sodorkan tepat diwajahnya dengan tatapan matanya yang tajam tertuju untuknya. "Mana duitnya??"pinta laras dingin dengan sorot matanya yang memicing dominan kearahnya. "Duit! Duit apa? "Kau minta dibuatkan makanan spaghetti? Tapi tak memberikan aku duit untuk membeli bahan-bahannya. Cihh.. DASAR PELIT MAU ENAK NYA SAJA!! Degg. °°°°°°°°°°°°° HY JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. SALAM DUNIA HALU °<°