NovelToon NovelToon
Lara Di Tapal Batas

Lara Di Tapal Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:72.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mengulik kisah seorang pria bernama Rafael yang menerima kesepakatan menjadi bapak rumah tangga dan membiarkan istrinya berkarier di luar rumah.

Seiring bertambah usia pernikahan, kesepakatan mereka perlahan mulai mengusik ego dan jadi dilema bagi Rafael sebagai laki-laki.

》Apakah Rafael bisa bertahan menjalani aktivitasnya sebagai bapak rumah tangga dan melihat kesuksesan karier istrinya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Lara Di Tapal Batas"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07.

...~•Happy Reading•~...

"Tidak kenal, Kak. Belum pernah ngomong. Cuma sering lihat kalau datang jemput Kak Laras di sini." Juano menjawab pelan tanpa beralih matanya dari Rafael. Dia masih khawatir kakaknya marah dan Rafael akan pergi dari rumah.

"Oh. Saya kira kenal. Ya, sudah. Mari kita main lagi." Rafael mengeluarkan kembali mainan ular tangga dan letakan di atas karpet.

"Pacar Kak Laras itu sok keren, Kak." Juano tiba-tiba berkata tanpa ditanya. Dia mengira kakaknya mengatakan sesuatu yang menyinggung Rafael, sebab wajah Rafael tidak cerah seperti sebelum kedatangan kakaknya.

"Kok tahu, keren? Dari mana sebutan itu?" Rafael terkejut dan meletakan mainan di atas karpet begitu saja. Rafael heran, sebab Juano tidak mengerti dengan tepat kata pesona, tapi bisa menyebut keren.

"Kalau datang jemput Kak Laras, suka pakai mobil beda beda, Kak. Kata teman Juan, itu keren..." Juano menjelaskan yang dia tahu, tanpa mengerti maksud pertanyaan Rafael.

"Ooh. Ya, sesuai dengan kakakmu." Rafael tidak mau membahas lebih lanjut. Dia setuju Laras mendapat pasangan sesuai dengan dirinya yang cantik dan pintar.

"Tapi ada teman Juan yang lain bilang, itu pamer, Kak." Tanpa ditanya, Juano meneruskan lagi. Rafael jadi berhenti mengatur permaianan.

"Juan, apa Juan cerita pacar Kak Laras buat teman-teman?" Rafael terkejut mengetahui pacar Laras dibahas Juano dan teman-temannya.

Juano menggoyang kedua tangan ke depan wajah Rafael. "Tidak, Kak. Tidak. Juan tidak pernah cerita ke teman." Juano cepat menjawab, karena Rafael melihat dia dengan tajam, menyelidik.

"Ada teman sekolah Juan dijemput pake mobil beda beda. Teman bilang dia keren. Tapi teman lain bilang dia pamer." Juano menjelaskan mengapa dia bisa mengatakan itu kepada pacar kakaknya.

"Oh, begitu. Yang dibilang temanmu itu bisa saja benar. Tapi jangan dibandingkan dengan pacar Kak Laras. Mungkin dia punya banyak mobil." Ucap Rafael. 'Atau dia punya showroom mobil.' Rafael meneruskan dalam hati, agar tidak dibahas lebih lanjut oleh Juano. Atau Juano kasih tahu kakaknya.

"Iya, Kak. Oh, iya. Tadi Kak Laras sudah dandan. Mungkin sebentar lagi pacar Kak Laras mau datang untuk pergi malam minggu..." Juano jadi ingat kakaknya yang cantik dan wangi.

"Mungkin. Mari kita malam minggu dengan ini." Rafael menunjuk maianan ular tangga.

"Kak Rafa, kita naik ke atas buat ngintip pacar Kak Laras, yuukkk..." Juano tiba-tiba mengajak. "Di atas ada tempat jemuran baju, bisa lihat ke halaman dan jalanan di luar." Juano meneruskan lagi.

"Tidak usah. Nanti kenalan normal saja. Tidak usah ngintip-ngintip. Kakakmu bisa marah." Rafael mengingatkan, agar Juano tidak melakukan seperti yang dibilang. Selain itu, dia ingat permintaan Laras untuk tidak keluar. Dia khawatir, pacar Laras datang saat dia keluar kamar.

"Iya, Kak Rafa. Juan gak pernah ngintip kok. Cuma melihat saat bantu Mama ambil jemuran." Juano menjelaskan sambil tersenyum dan mulai fokus pada permaianan ular tangga.

Beberapa waktu kemudian mereka hanyut oleh keasyikan permaianan ular tangga. Mereka terkejut oleh bunyi ketokan pintu dan suara panggilan Mama Juano.

"Kakak, jangan curang, ya. Juan lagi menang." Juano menggerakan tangan melarang Rafael dan segera berdiri ke pintu. Rafael jadi tersenyum melihat wajah lucu Juano melarangnya curang.

"Iya, Ma." Juano menyahut sambil membuka pintu.

"Kalian berdua bikin apa dalam kamar sampai lupa waktu dan gak rasa lapar?" Mama Juano melongokkan kepala ke dalam kamar. Ia menggeleng melihat ular tangga di atas karpet.

"Ayo keluar, mau makan malam." Ucap Mama Juano lalu meninggalkan mereka.

"Ayo, Kak Rafa. Juan jadi lapar." Ajakan Juano membuat Rafael makin tersenyum. Dia keluar, karena yakin Laras sudah pergi. Jika masih belum pergi pun, dia punya alasan dipanggil Mamanya.

Kemudian mereka berempat makan dalam diam, tanpa membahas sesuatu hingga selesai makan. "Juan, nonton TV dulu, ya. Papa dan Mama mau bicara dengan Kak Rafa." Ucapan Papanya membuat Juano melihat Mama dan Papanya bergantian. Dia masih khawatir Rafael akan diminta pergi dari rumah.

"Gak pa'pa Juan. Papa ada perlu bicara dengan Kak Rafa. Ini pembicaraan orang dewasa." Mamanya melanjutkan sebab melihat keenggangan Juano berdiri.

"Ok, Pa. Jangan lama-lama, ya. Kami lagi bertarung, kali ini Juan sedang menang." Ucapan Juano membuat mereka tertawa.

"Sudah, nonton. Kau lama di sini, makin lama Kak Rafa pergi dari sini." Papa Juano mengatakan sambil mengerakan tangan, meminta Juano pergi.

Setelah yakin Juano berada di ruangan nonton TV, Papa Juano berbicara pelan. "Rafa, jangan merasa tertekan atau berpikir negatif tentang apa yang akan kami bicarakan." Papa Juano mulai pembicaraan.

"Iya, Pak." Jawab Rafael tanpa mengangkat wajah. Jantungnya berdegup kuat, sebab mengira ada permintaan Laras agar dia tidak tinggal di rumah, karena kehadirannya telah mengganggunya.

"Ini hanya usul kami. Sambil menunggu kepastian nasib dokumen yang dicuri, Rafa mau kerja apa saja?" Pertanyaan Papa Juano membuat Rafael mengangkat wajahnya.

"Iya, Pak. Kalau bisa, saya mau kerja apa saja." Jawab Rafael penuh tekanan, sebab kondisinya tidak memungkinkan untuk pilih-pilih kerja sesuai dengan pendidikannya.

"Begini, Rafa. Kau bisa tolak, kalau tidak cocok di hati." Papa Juano berkata perlahan, sebab merasa tidak enak dan khawatir menyinggung Rafael.

"Di kantor ada lowongan kerja, tapi buat OB. Kalau kau mau, saya bisa bantu." Papa Juano melanjutkan lagi sambil menatap Rafael, supaya bisa mengetahui reaksinya.

"Apa tanpa dokumen diri, saya bisa bekerja, Pak?" Pertanyaan Rafael membuat Mama Juano yang diam mendengar jadi terharu.

"Kalau kau mau, kita coba saja. Kau buat CV, sertakan juga surat keterangan kehilangan dari kepolisian dan jaminan saya. Mungkin bisa diterima..." Papa Juano menjelaskan kondisi tempat kerjanya.

"Terima kasih, Pak. Saya akan buat CV." Ucap Rafael dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak mengira akan ditawarkan pekerjaan oleh Papa Juano.

"Baik. Kalau begitu, minta tolong Juan beli keperluan buat bikin CV." Papa Juano merasa lega, Rafael tidak tersinggung dengar pekerjaan yang ia tawarankan.

"Kalau begitu, besok Rafa lihat gudang di lantai atas. Rapikan jadi kamarmu. Supaya tidak tidur di lantai."

"Saya tidak apa-apa, kalau Ibu dan bapak ijinkan." Rafael merasa suatu keistimewaan dibiarkan tidur di kamar Juano.

"Begini, Rafa. Mama Juan mengusulkan, kalau Rafa bersedia mau bekerja, alangkah baik tidur di kamar sendiri. Walau kamarnya kecil dan kurang nyaman."

"Besok, Rafa lihat dulu ruangannya. Kalau kurang nyaman, ya tidur di kamar Juan lagi." Papa Juano melanjutkan.

"Iya, Rafa. Itu ruangan tempat barang tukang dan lainnya. Kalau Rafa mau, bisa pindahkan ke ruangan mencuci..." Mama Juano menjelaskan dua ruangan di lantai atas sebagai tempat mencuci, menjemur dan gudang.

"Iya, Bu, Pak. Besok saya rapikan. Terima kasih buat semuanya." Rafael berkata pelan, sebab hatinya sangat penuh menerima kebaikan berlapis dari Juan dan orang tuanya.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
Risa Virgo Always Beau
Bu Ester harusnya menampar mulutnya Laras dengan panci jangan cuma dengan tangan
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Laras bagaimana tanggung jawab mu merawat Aileen, masa sebagai Mama nya kamu tidak punya ikatan batin sedangkan Mama mu saja punya firasat lhoo tentang cucu nya yg tidak baik-baik saja keadaan nya, semoga Aileen dapat tertolong, sekarang apa yg kamu banggakan Laras dengan kejadian ini, masih kah mau sombong apa-apa bisa diatasi dengan uang
Dew666
💃💃💃
Dew666
Lanjuttttt
Ya Ris Tak Terpisahkan
Rafael semangat ya jangan sedih buktikan ke Laras kalau kamu bisa hidup sukses
Ya Ris Tak Terpisahkan
Laras ngga menghormati orang tuamu nanti kamu kena karmanya
Ya Ris Tak Terpisahkan
Laras ngga usah berniat bawa Aileen kamu ngga bisa merawat dia
Ya Ris Tak Terpisahkan
Kasihan Aileen kamu menangis terus menerus Laras tega banget deh
Ya Ris Tak Terpisahkan
Rafael kamu pasti sedih banget memang Laras keterlaluan banget deh
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭђi̽єʀᴀ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳
Cepat banget Laras ngurus cerainya tanpa dipikir panjang dulu lagian nyepelein banget sich dengan membebaskan memberi nafkah emang Rafa sesusah itu ya, gak tau aja sekarang Rafa sedang merintis nanti pas sukses lihat aja hak asuh Aileen pasti dia ambil
Rahmawati
pak yafeth dan bu ester aja sedih karna Rafa pergi, knp laras tdk merasa sedih sedikitpun😡
@ Yayang Risa Selamanya
Ibunya Rafael mengerti banget dengan apa yang Rafael rasakan ya
@ Yayang Risa Selamanya
Bibi di rumah orang tua Laras sampai bingung tuh karena baru pertama kali melihat mamanya Laras semarah itu ke Laras
@ Yayang Risa Selamanya
Laras Rafael ngga kerja karena ingat komitmen dan menepati perjanjian sebelum menikah sama kamu
@ Yayang Risa Selamanya
Aileen kalau di biarkan menangis terus menerus nanti dia sakit buruan cari Rafael supaya Aileen ngga menangis lagi
@ Yayang Risa Selamanya
Rafael jadi teringat nasehat ibunya setelah Laras menghina Rafael yang ngga bekerja
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Rafael adik kamu marah banget sepertinya ke Laras karena Laras membuat hidupmu hancur
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Laras itu anak durhaka kepada orang tua karena berani ke orang tua kandungnya
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Laras kamu ngga bisa merawat Aileen apalagi sekarang Aileen menangis terus mencari Rafael kamu pasti ngga bisa menenangkan
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan Aileen menangis terus mamanya Laras juga pasti capek menenangkan Aileen supaya ngga menangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!