Fiora Gabriela adalah definisi nyata dari kesempurnaan. Sebagai putri tunggal dari dinasti bisnis raksasa, kecantikan dan kekuasaannya adalah mutlak. Namun, ada satu hal yang belum bisa ia taklukkan: hati Galang Dirgantara, pria dingin yang menjadi tunangannya demi aliansi bisnis keluarga mereka.
Bagi Galang, Fiora hanyalah wanita arogan yang terbiasa mendapatkan apa pun dengan uang. Ia menutup hati rapat-rapat, sampai akhirnya ia bertemu dengan Mira—seorang gadis dari kalangan bawah dengan hidup penuh kemalangan. Sosok Mira yang rapuh membangkitkan sisi protektif Galang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Galang mulai berpaling, membiarkan rasa iba itu tumbuh menjadi cinta yang mengancam status Fiora.
Namun, Galang lupa satu hal. Fiora Gabriela bukanlah wanita yang akan menyerah begitu saja dan menangis dalam diam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siaga satu
Prang! Byurrr!
Minuman berwarna pekat itu tumpah tepat di atas kemeja putih Mira, membasahinya hingga tembus pandang.
"Aduhhh! Maaf, Nona! Saya tidak sengaja! Apakah baju Anda mahal? Saya mohon maaf sekali!" seru pelayan itu dengan akting yang sangat meyakinkan.
Mira terpekik kaget, wajahnya memerah karena malu sekaligus basah kuyup. "T-tidak apa-apa..." rintihnya dengan mata berkaca-kaca.
Namun, reaksi Galang di luar dugaan Fiora. Alih-alih marah pada pelayan atau membiarkan Mira pergi ke toilet sendiri, Galang dengan sigap berdiri. Tanpa ragu, ia segera melepas jas mahalnya dan memakaikannya ke bahu Mira untuk menutupi pakaiannya yang basah.
"Kamu tidak apa-apa? Mari, saya antar ke toilet untuk membersihkannya," ucap Galang dengan nada sangat khawatir.
Fiora yang melihat itu ternganga. Rencananya untuk mempermalukan Mira justru menjadi panggung bagi Galang untuk menunjukkan sisi "pahlawannya".
"Tuan Galang, rapatnya belum selesai," tegur Oliver dengan dahi berkerut, merasa sedikit tidak profesional jika rapat ditinggal karena urusan asisten.
Fiora mengepalkan tangannya di bawah meja. 'Bener-bener ya, bukannya malu malah jadi dapet jas Galang!' batin Fiora panas.
Setelah kejadian menyebalkan di kafe, Fiora langsung pulang tanpa pamit pada Galang. Sesampainya di rumah, ia mengunci diri di kamar. Maskara yang mahal kini luntur karena air mata yang tak tertahankan.
"Hahahaha... dasar jelek! Galang jelek!" Fiora berteriak sambil memukuli bantalnya dengan gemas. "Jahat banget, gue kan tunangannya! Apa dia beneran suka cewek yang lemah dan hobi jatuh-jatuhan gitu? Haaa!"
Fiora merasa harga dirinya diinjak-injak. Ia yang selama ini selalu menjadi pusat perhatian, kini dikalahkan oleh gadis yang bahkan tidak tahu cara berpakaian yang benar menurut standarnya.
Dengan mata sembap, Fiora segera memulai panggilan video (VC) dengan The Circle.
"Woi, Fio! Lo kenapa? Muka lo berantakan banget kayak habis kena tsunami!" seru Jojo saat melihat wajah Fiora di layar.
"Aaaaa! Gais, kita harus cari tahu siapa cewek itu!" tangis Fiora pecah lagi. "Sakit hati gue yang kecil ini, Gessss! Galang lebih milih peluk dia pakai jasnya daripada lanjut rapat sama gue!"
"Ututuuu... cabar cayang, jangan nangis lagi. Nanti cantiknya luntur," sahut Vanya berusaha menenangkan sambil menyiapkan laptopnya. "Tenang, tim investigasi The Circle segera bertindak. Kita bakal kuliti siapa itu si Mira sampai ke akar-akarnya."
"Bener!" timpal Jojo dengan semangat. "Besok kita mulai rencana baru. Kita jangan main kasar, kita main cantik. Kalau dia mau main peran 'gadis malang', kita kasih panggung sekalian biar dia malu sendiri."
Mendengar dukungan dari sahabat-sahabatnya, Fiora menghapus air matanya. "Pokoknya cari tahu di mana dia tinggal, siapa keluarganya, dan apa motif dia deketin Galang. Gue nggak akan biarin debu jalanan itu nempel lama-lama di berlian gue!"
Setelah mengantarkan Mira kembali ke apartemen, Galang berdiri sejenak di ambang pintu. Suasana apartemen itu terasa sunyi, sangat kontras dengan keributan yang baru saja terjadi di kafe tadi.
"Saya pulang ya, Mir. Jaga diri kamu baik-baik," ucap Galang datar namun tetap terselip nada perhatian.
Mira menunduk, merapatkan jas Galang yang masih tersampir di bahunya. "Makasih ya, Pak... Maaf, saya pasti sudah bikin Nona Fiora nggak nyaman gara-gara kejadian tadi."
"Nggak kok, Mir. Jangan dipikirkan," jawab Galang singkat. Ia pun berbalik dan berjalan menuju lift.
Di dalam mobil dalam perjalanan pulang, Galang menghela napas panjang. Ia merasa kepalanya sedikit berat. Saat berhenti di lampu merah daerah Jakarta Pusat, ia membuka ponselnya. Sebuah notifikasi pesan muncul dari kontak yang ia beri nama "Fiora (Cewek Tengil)".
Pesan dari Fiora:
"Pak Bos jelek, besok jangan lupa berkas-berkasnya ditangani ya! Jangan sampai ada yang kelewat!"
Galang hanya menatap layar itu dengan ekspresi datar, namun sudut bibirnya hampir saja tertarik membentuk senyuman tipis sebelum ia segera menetralkannya kembali. "Bahkan saat marah pun dia masih sempat memerintah," gumam Galang pelan.
Keesokan Paginya.....
Fiora sudah berada di kantor lebih awal dari biasanya. Kali ini ia tidak datang dengan wajah sembap, melainkan dengan riasan bold dan aura yang sangat intimidasi. Jojo dan Vanya sudah memberinya laporan awal semalam bahwa Mira tinggal di apartemen milik Galang.
Cklek.
Pintu ruangan terbuka. Galang masuk, disusul oleh Mira yang tampak sudah memakai pakaian baru yang lebih rapi.
"Pagi, Pak Bos Jelek," sapa Fiora tanpa menoleh dari layar laptopnya, suaranya terdengar dingin dan sangat profesional.
Galang terhenti sebentar, menatap Fiora yang biasanya ceria kini berubah menjadi sangat kaku. "Pagi. Berkas yang kamu minta semalam sudah saya siapkan di meja."
Mira mencoba menyapa, "Pagi, Cece Fiora..."
Fiora hanya mengangkat satu tangannya, memberi isyarat agar Mira tidak perlu bicara. "Mbak Mira, hari ini tugas kamu cuma satu: jangan tersandung, jangan jatuh, dan jangan tumpah. Bisa, kan? Saya malas melihat drama pagi-pagi," ucap Fiora tajam sambil melirik Galang lewat sudut matanya.
Galang mengernyitkan dahi, namun ia tidak membela Mira kali ini karena ia tahu Fiora sedang dalam mode "siaga satu".