NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: TAKHTA YANG BERDURI

BAB 17: TAKHTA YANG BERDURI

Gedung pusat Raisinghania Group masih berdiri dengan angkuh di jantung kota Shimla, namun atmosfer di dalamnya telah berubah total. Jika dulu setiap karyawan menundukkan kepala dengan rasa takut saat Deep lewat, kini mereka berbisik-bisik di balik bilik kerja dengan rasa sangsi. Pagi itu, Aarohi—yang secara resmi masih dikenal publik sebagai Anjali Khanna—melangkah masuk melalui lobi utama.

Ia tidak lagi mengenakan gaun sutra yang lembut. Kali ini, ia memakai setelan power suit berwarna biru tua dengan garis bahu yang tegas. Rambut bob hitamnya disisir rapi, dan tatapannya setajam belati yang dulu digunakan Tara. Di belakangnya, Abhimanyu berjalan dengan setelan jas abu-abu, bertindak sebagai penasihat keamanan sekaligus orang kepercayaan.

"Ingat, Anjali," bisik Abhimanyu saat mereka berada di dalam lift menuju lantai paling atas. "Para dewan komisaris di atas sana adalah sekumpulan serigala tua. Mereka setia pada Deep bukan karena cinta, tapi karena uang. Jika kau tidak bisa menunjukkan bahwa kau lebih menguntungkan daripada Deep, mereka akan mencabikmu hidup-hidup."

Aarohi memperbaiki letak jam tangan mewahnya. "Biarkan mereka mencoba. Aku sudah menghadapi iblis seperti Deep dan Tara. Serigala-serigala tua ini hanyalah hidangan pembuka bagiku."

Pintu ruang rapat besar terbuka. Sepuluh pria dan wanita paruh baya duduk mengelilingi meja oval yang terbuat dari kayu mahoni. Di ujung meja, kursi kebesaran Deep Raj Singh tampak kosong, menanti penguasa baru.

"Selamat pagi, Tuan-tuan dan Nyonya," ucap Aarohi sambil melangkah langsung menuju kursi utama itu dan duduk tanpa ragu.

Seorang pria tua dengan rambut putih tipis, Tuan Khanna (bukan kerabat Anjali), berdeham keras. "Nona Anjali, atau siapa pun nama asli Anda... kami semua menghargai keberanian Anda membongkar kejahatan Deep. Tapi memimpin perusahaan multinasional tidak sama dengan menjebak suami di hari pernikahan. Saham kami anjlok 15% sejak pagi tadi. Anda adalah risiko bagi kami."

Aarohi meletakkan tabletnya di atas meja dengan dentuman pelan yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian. "Risiko? Risiko sesungguhnya adalah jika kalian terus mempertahankan sistem korup Deep. Saya memegang 40% saham yang dipindahkan Deep kepada saya sebagai 'hadiah pernikahan' sebelum ia ditangkap. Dengan dukungan dari bank investasi di London, saya adalah pemilik suara mayoritas."

Ia menatap mereka satu per satu, memberikan tekanan mental yang ia pelajari dari Abhimanyu. "Jika kalian ingin menjual saham kalian sekarang, silakan. Tapi dalam enam bulan, saat proyek Smart City Shimla berjalan di bawah bendera baru, kalian akan merangkak kembali ke sini memohon untuk membeli satu lembar saham dengan harga sepuluh kali lipat."

Ruangan itu menjadi sunyi. Keberanian Aarohi yang dingin mulai meruntuhkan keraguan mereka. Namun, tiba-tiba pintu ruang rapat terbuka tanpa izin.

Seorang pria muda dengan wajah yang sangat tampan namun memiliki aura yang licik masuk. Ia mengenakan jas desainer Italia dan tersenyum dengan cara yang sangat menjengkelkan. Nama pria itu adalah Aryan Malik, putra mahkota dari keluarga Malik, saingan bebuyutan keluarga Raisinghania selama tiga generasi.

"Wow, pemandangan yang sangat menarik," ucap Aryan sambil bertepuk tangan pelan. "Ratu baru sedang menjinakkan singa-singa tuanya. Tapi sayang sekali, Nona Anjali... singgasana ini sudah tidak memiliki fondasi."

Aarohi berdiri, matanya menyipit. "Tuan Malik. Saya tidak ingat mengundang Anda ke rapat internal kami."

Aryan berjalan mendekati meja, meletakkan sebuah dokumen di depan Aarohi. "Saya di sini bukan untuk rapat, tapi untuk penagihan. Deep Raj Singh berutang besar pada keluarga kami. Ia menjaminkan 20% aset fisik gedung ini untuk pinjaman rahasia dua tahun lalu. Dan karena Deep sekarang adalah narapidana, utang itu jatuh tempo hari ini."

Aarohi membaca dokumen itu. Tangannya sedikit gemetar. Deep ternyata sangat licik; ia telah menggadaikan sebagian "kerajaannya" untuk menutupi jejak kejahatan lamanya.

"Dua puluh persen aset fisik tidak berarti Anda bisa mengambil alih perusahaan," kata Aarohi dingin.

"Mungkin tidak," balas Aryan sambil condong ke arah Aarohi, aroma parfum mahalnya memenuhi indra penciuman Aarohi. "Tapi itu berarti saya memiliki hak untuk menempatkan satu orang di dewan direksi Anda. Dan orang itu... adalah saya sendiri. Selamat datang di neraka yang baru, Anjali. Kita akan bekerja bersama mulai hari ini."

Aarohi menatap Aryan dengan kebencian yang mendalam. Ia baru saja menyingkirkan satu iblis, tapi sekarang seekor ular yang lebih licik telah masuk ke dalam rumahnya. Para anggota dewan mulai berbisik-bisik, beberapa dari mereka tampak senang dengan kehadiran Malik yang bisa menyeimbangkan kekuasaan Aarohi.

Setelah rapat bubar dengan suasana yang kacau, Aarohi kembali ke kantor pribadinya. Ia membanting pintu dan melempar berkas Malik ke lantai.

"Ini belum berakhir, kan?" tanya Aarohi pada Abhimanyu yang masuk mengikutinya.

"Ini baru permulaan, Aarohi," jawab Abhimanyu pelan. "Deep tahu dia akan jatuh, jadi dia sengaja menarik Malik ke dalam permainan ini untuk menghancurkanmu dari dalam. Malik bukan hanya ingin uang, mereka ingin menghapus nama Raisinghania dari peta Shimla."

Aarohi berjalan menuju jendela, menatap gedung-gedung kota Shimla di tahun 2026 yang penuh dengan persaingan kejam. "Biarkan saja Aryan Malik masuk. Dia pikir dia bisa mengontrolku? Dia tidak tahu siapa yang dia hadapi. Jika dia ingin bermain kotor, aku akan menunjukkan padanya bahwa aku telah belajar dari guru terbaik... Deep Raj Singh sendiri."

Ponsel Aarohi bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk: "Bagaimana rasanya duduk di kursiku, Sayang? Jangan terlalu nyaman. Karena saat aku keluar, aku ingin kursi itu masih hangat untukku. - D"

Aarohi meremas ponselnya. Deep mungkin di penjara, tapi pengaruhnya masih terasa seperti kabut yang mencekik. Namun, Aarohi tidak lagi takut. Ia telah menukar jiwanya dengan pembalasan dendam, dan ia tidak akan berhenti sampai setiap orang yang mencoba menghancurkannya bersimpuh di kakinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!