NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Aroma Susu dan Penolakan yang Dingin

​Kata-kata Victor menggantung di udara musim panas yang tiba-tiba terasa membeku bagi Achell. Gadis dengan pita biru yang masih berbau susu. Kalimat itu bukan sekadar penolakan biasa; itu adalah sebuah penghinaan halus yang melucuti seluruh keberanian yang telah dikumpulkan Achell selama berbulan-bulan.

​Achell berdiri mematung di bawah bayangan pohon ek yang besar. Mahkota rumput yang ia anyam dengan penuh harapan, kini tampak seperti sampah tak berarti di jemarinya yang gemetar. Ia menatap punggung Victor yang kian menjauh. Punggung yang selalu ia puja, kini tampak seperti dinding batu yang mustahil untuk ditembus.

​"Uncle!" panggil Achell. Suaranya pecah, separuh tercekat oleh isak yang ia tahan di tenggorokan.

​Langkah kaki Victor berhenti. Tanpa berbalik sedikit pun, pria itu menyahut dengan nada yang sangat tenang, seolah-olah ia baru saja membahas fluktuasi harga saham, bukan menghancurkan hati seorang gadis.

​"Masuklah ke dalam, Achell. Mintalah Bibi Martha untuk mengganti gaunmu yang kotor itu. Dan besok, aku sudah meminta supir untuk mengantarmu kembali ke asrama lebih awal."

​"Kenapa? Hanya karena aku mengutarakan kejujuran?" Achell melangkah maju, menantang keheningan taman yang luas itu. "Kenapa Uncle selalu bersembunyi di balik kata 'anak kecil'? Apa Uncle takut kalau apa yang kukatakan itu benar?"

​Victor akhirnya berbalik. Ia memasukkan satu tangan ke saku celana bahannya yang mahal, sementara tangan lainnya tetap memegang dokumen bisnis. Matanya yang tajam menatap Achell dari atas ke bawah; sebuah tatapan yang seketika membuat Achell merasa sangat kerdil.

​"Takut?" Victor mendengus. Sebuah tawa kering yang meremehkan lolos dari bibirnya. "Achell, dengarkan baik-baik. Aku adalah seorang pria yang mengelola ribuan nyawa di bawah bendera Edward. Aku berurusan dengan negosiasi jutaan poundsterling setiap harinya. Bagiku, emosimu yang meluap-luap ini hanyalah sebuah gangguan kecil dalam jadwal kerjaku yang padat. Kau ingin dianggap dewasa? Maka bersikaplah dewasa dengan memahami posisimu."

​"Posisiku?" bisik Achell lirih.

​"Ya. Posisimu sebagai keponakan dari rekan bisnisku. Seorang gadis yang dititipkan di rumah ini karena orang tuanya terlalu sibuk. Peranku adalah memastikanmu tumbuh dengan pendidikan yang baik, bukan menjadi objek fantasi romansamu," ucap Victor tanpa emosi sedikit pun.

"Besok, kau berangkat pukul enam pagi. Jangan biarkan aku melihatmu dengan mata sembap seperti itu lagi."

​Victor benar-benar pergi kali ini. Ia meninggalkan keheningan yang menyesakkan di taman yang megah itu.

​Achell perlahan berlutut di atas rumput. Ia menatap mahkota bunga aster dan melati itu; bunga-bunga itu mulai layu karena remasan tangannya yang terlalu kuat. Dengan gerakan lambat, ia meletakkan mahkota itu di atas akar pohon ek yang menonjol. Akar yang keras dan dingin, sama persis seperti pria yang ia cintai.

​"Aku bukan anak kecil, Uncle Victor," bisik Achell pada angin yang berembus pelan. "Suatu hari nanti, kau akan bangun dan menyadari bahwa 'gangguan kecil' ini adalah satu-satunya hal nyata yang pernah kau miliki."

​Malam itu, di mansion Edward, Achell tidak bisa memejamkan mata. Ia berdiri di balkon kamarnya, memperhatikan lampu di ruang kerja Victor yang masih menyala hingga dini hari. Dari kejauhan, ia hanya bisa menatap bayangan pria itu—sosok raksasa yang tampak begitu perkasa, namun sebenarnya buta.

​Keesokan paginya, tepat pukul enam, sebuah mobil hitam sudah menunggu di depan gerbang utama. Achell keluar dengan gaun yang sangat rapi. Rambutnya tidak lagi diikat dua ia membiarkannya tergerai panjang untuk pertama kalinya—sebuah upaya kecil untuk terlihat lebih dewasa. Tidak ada pita biru hari ini.

​Ia berharap bisa melihat Victor di ambang pintu untuk sekadar mengucapkan selamat tinggal. Namun, yang berdiri di sana hanyalah Bibi Martha, kepala pelayan tua yang menatapnya dengan tatapan iba.

​"Tuan Victor sudah berangkat ke kantor sejak subuh, Nona Achell," ucap Bibi Martha pelan.

​Achell tersenyum tipis. Sebuah senyuman yang tidak lagi mencapai matanya yang cokelat. "Tentu saja. Dia selalu punya kontrak yang lebih penting daripada manusia, bukan?"

​Saat mobil itu bergerak meninggalkan halaman luas kediaman Edward, Achell menoleh ke belakang melalui kaca jendela. Ia melihat pohon ek besar di taman itu. Di sana, di bawah akarnya, mahkota rumputnya sudah hancur terinjak. Mungkin oleh sepatu bot tukang kebun, atau mungkin oleh langkah kaki Victor yang tergesa-gesa pagi tadi.

1
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
panjul man09
di awal cerita disebut usia victor 25 dan memasukkan achel ke asrama selama 3 tahun ,saat achel lulus usia victor 28 ditambah achel kuliah 4 tahun berarti usia victor sudah 32 tahun ,iya kan thor ???
panjul man09
sangat puitis dan/Cry//Cry//Cry//Cry/
panjul man09
alur ceritanya sangat menarik ,terlihat sangat berbeda dari novel2 yg lain , sangat menyentuh hati , ada pelajaran yg bisa diambil , tata bahasanya sangat bagus ,saat membaca novel ini seolah olah kita menonton film barat romance di layar tv .
panjul man09
hanyut terbawa cerita ....lanjut
panjul man09
semoga achell mau membuka hatinya
shabiru Al
semangat up nya ya thor,, ntar senin ta kasih vote.. besok ta kasih bunga sampe abis tuh poin 😄🤭
panjul man09
jangan pernah mengingatnya lagi achell !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!