NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hitungan mundur waktu kematian

"Untuk mendapatkan bukti keterlibatannya dalam penyelundupan dana militer. Masih membutuhkan waktu lagi." Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Aku akan beristirahat untuk hari ini. Kau pastikan tidak ada yang datang atau pun menganggu pemulihanku," ujar Kaisar Xiao Chen membuat rencana untuk dirinya sendiri.

"Yang Mulia, beberapa pejabat tinggi mungkin akan percaya. Tapi, Tuan Yu Wangyi pasti akan memiliki banyak alasan. Agar dia dapat menerobos masuk istana tempat anda beristirahat," saut Pengawal Zhu Wan.

"Katakan saja aku sedang merencanakan memiliki keturunan Kekaisaran." Pria di atas tempat tidur sudah menempatkan tubuhnya di posisi ternyaman.

Dari luar kamar suara Kasim Gu terdengar. "Yang Mulia, ada yang harus hamba laporkan."

"Masuk."

Kasim Gu segara masuk kedalam ruangan kamar.

"Kau tahu aku telah kembali?" Ujar Kaisar Xiao Chen.

Kasim Gu memberikan hormat. "Sedikit saja pergerakan di dalam ruangan kamar. Pasti saya bisa mendengarnya lebih jelas dari orang lain."

"Katakan dengan cepat. Aku sudah sangat mengantuk." Menguap. Kaisar Xiao Chen menutup mulutnya saat terbuka lebar.

Kasim Gu berjalan lebih dekat. "Ada kabar menggemparkan yang tersebar keseluruhan Ibu Kota." Semua orang mendengarkan dengan seksama. "Selir Jing di kabarkan telah berselingkuh dengan Ketua utama penjaga pintu Ibu Kota. Kabar ini juga telah sampai di hadapan banyak orang."

Pria di atas tempat tidur langsung bangun. Dia melirik kearah Pengawalnya.

Pengawal Zhu Wan mengangguk mengerti. Dan segara berjalan keluar untuk mencari tahu apakah berita itu benar atau salah.

Di ruangan kamar Selir Yu, wanita itu masih dengan santainya menikmati sarapan paginya. Dia makan dengan sangat lahap bahkan beberapa lauk juga telah ia habiskan sendiri. "Eaakk..." Sendawa terdengar cukup kuat.

"Selir Yu." Pelayan Guyi berlari masuk keruangan kamar dengan terburu-buru. "Ada masalah besar."

Selir Yu menatap pelayan itu di saat ayam bakar utuh sudah ia pegang dengan kedua tangan. Dan berniat menggigitnya perlahan untuk merasakan setiap kenikmatannya. "Ada apa? Apa Yang Mulia akan memenggal seseorang." Satu gigitan besar ia berikan di bagian paha ayam bakar.

"Iya. Yang Mulia pasti akan memenggal kepala mereka." Pelayan Guyi mengatur napasnya.

"Siapa orang yang sial. Yang telah menganggu macan tidur?" Selir Yu menatap kearah pelayannya.

"Kabar perselingkuhan Selir Jing telah menyebar keseluruhan Ibu Kota," ujar Pelayan Guyi.

Brakkkk...

Ayam bakar di tangannya terjatuh di meja.

"Apa? Bagaimana bisa?" Menatap tidak percaya. Selir Yu segera membersihkan tangannya lalu dia bersembunyi di bawah tempat tidur. "Jika ada orang yang datang mencarimu. Katakan jika aku sedang sakit. Tidak bisa keluar dari kamar."

Pelayan Guyi berlutut, dia sedikit merendahkan tubuhnya agar dapat melihat kebawah tempat tidur. "Selir Yu, apa yang anda lakukan?"

"Menghindari bahaya." Menempatkan tubuhnya pada posisi ternyaman.

"Selir Yu, Yang Mulia memanggil anda untuk datang keistana." Suara dari luar dengar sangat kuat.

Di dalam ruangan kamar Selir Yu membuat tubuhnya masuk semakin dalam. Dia menatap melas kearah pelayannya. Tapi Pelayan Guyi justru memandangi dirinya dengan menggelengkan kepalanya. Tidak berniat untuk memberikan bantuan.

"Selir Yu, jika Yang Mulia yang telah memanggil anda. Saya juga tidak bisa berbuat banyak hal," ujar Pelayan Guyi.

"Selir Yu, jika anda tidak memberikan tanggapan. Saya dan beberapa penjaga akan masuk paksa." Kasim Gu terus memaksa.

Dengan terpaksa Selir Yu keluar dari tempat persembunyiannya. Tidak ada lagi harapan untuk dirinya bisa lepas dari alur yang telah di tetapkan penulis.

"Aku akan datang setelah berganti," ujar Selir Yu dari dalam ruangan kamar.

Pelayan Guyi menyimpan gaun terbaik. Karena Selir Yu selalu menginginkan penampilan sempurna di saat menemui Kaisar.

Selang lima belas menit.

"Selir Yu, sudah waktunya untuk pergi."

Wanita yang masih duduk di depan cermin memperhatikan setiap detail yang ada di tubuhnya. "Kau yakin aku sudah siap? Lihat ini, gaun yang aku kenakan terasa sesak. Bahkan aku tidak bisa bernapas. Sepatu motif bunga juga terlihat kampungan." Bangkit. "Bagaimana jika kita membeli gaun dan sepatu baru sebelum menemui Yang Mulia."

Pelayan Guyi menatap tanpa ekspresi. "Tidak ada waktu lagi." Dia menarik kuat tangan Selir Yu. "Jika kita tidak segera pergi. Yang Mulia pasti akan marah besar."

"Aaaa..."

Tangan Pelayan Guyi di lepas di saat Selir Yu memegang perutnya kuat. "Selir Yu."

Melihat tatapan khawatir dari Pelayan Guyi. Membuat Selir Yu merasa tidak tega.

"Tidak, tidak ada. Kita pergi sekarang." Selir Yu menekan hatinya yang sudah di penuhi ketakutan.

Di ikuti enam pelayan wanita dan satu pelayan pribadinya. Selir Yu justru berjalan serampangan.

"Selir Yu, sudah waktunya."

Berhenti untuk memetik bunga.

"Selir Yu, sudah waktunya."

Mengambil segerombol buah anggur saat melewati jalur dengan rambatan pohon anggur.

"Waaahhh... Ada katak. Katak itu cukup imut. Yahhh..." Dia berlari mengejar katak yang sudah hampir hilang dari pandangan matanya.

Belupppmmm...

Katak itu melompat kearah danau.

Pelayan Guyi sudah hampir kehilangan akal melihat tingkat Selir Yu. "Sepertinya dia tidak hanya kehilangan ingatannya. Tapi juga jati dirinya." Ia lambaikan tangannya pelan.

Enam pelayan wanita segara berjalan mendekati wanita yang masih sibuk di pinggiran danau kecil.

"Apa kalian juga ingin menangkap ikan-ikan itu? Bukankah mereka sangat lucu dan manis!" Selir Yu bangkit berniat menceburkan dirinya kedalam kolam.

Tapi dua pelayan wanita terlebih dulu menahan kedua tangannya.

"Selir Yu, tidak ada waktu lagi."

Dua pelayan wanita lainnya mengangkat kedua kakinya. Dan dua di antaranya menopang di bagian punggungnya.

"Apa yang kalian lakukan? Turunkan aku. Guyi, turunkan aku." Meskipun berteriak dan mencoba melawan. Tetap saja Selir Yu tidak berdaya di saat keenam pelayan wanita memegangi tubuhnya. Dan membawa dirinya menuju aula istana utama. "Jangan... Aku tidak ingin mati. Aaaaa... Guyi, apa kau tega melihat Nyonya mu ini mati hari ini?"

"Jika anda tidak segara pergi menemui Yang Mulia. Anda pasti akan mati hari ini. Dan kami semua akan di penggal di tengah Ibu Kota," ujar Pelayan Guyi yang terlihat berjalan tenang di bagian depan.

"Tindakan kalian hanya akan mempercepat akhir cerita. Aaa... Apa yang aku katakan kalian juga tidak akan paham." Selir Yu melemaskan seluruh tubuhnya.

Di depan pintu aula utama istana, keenam pelayan wanita menurunkan tubuh selir Yu perlahan. Mereka segera mundur di saat tatapan mematikan dari wanita itu langsung terarah kepada mereka.

"Selir Yu, Yang Mulia telah menunggu sejak tadi." Pelayan Guyi terus mengingatkan hal yang sama.

Tapi bagi wanita itu, setiap ucapan itu adalah pengingat jika alur cerita berjalan sempurna. Nyawanya akan mati malam itu juga.

Selir Yu masuk kedalam aula utama. Dia melihat gambaran yang ia baca di bab kedua pada novel.

Kaisar Xiao Chen duduk di atas singgasananya. Memandang dingin kearah setiap orang yang ia lihat. Jubah emas membuat keagunggan dalam setiap jahitan. Mengambang megah di tubuhnya.

'Semua tokoh dalam novel selalu memiliki gambaran paling sempurna,' gumamnya dalam hati. Selir Yu berhenti tepat di samping Selir Jing yang sudah berlutut ketakutan di lantai. 'Tetap tenang. Sekalipun mati. Kematian itu akan datang di malam hari. Sebelum kematian itu datang masih ada jalan untuk membalikkan alur cerita.'

"Kau puas." Selir Jing menatap dengan amarah menggebu di kedua matanya.

"Puas?" Menatap kearah wanita di sampingnya. "Kenapa aku harus puas?" Ujar ketus Selir Yu.

"Kau telah berjanji. Tapi kau juga yang mengingkari janji itu. Selir Yu, kau terlalu kejam." Suaranya penuh tekanan.

"Sebelum kau menghakimiku sebagai penjahatnya. Seharusnya kau sadar dengan tindakanmu sendiri. Kau sudah menjadi milik Yang Mulia. Tapi kau bercinta dengan pria lain. Selir Jing, sekarang siapa penjahat yang sebenarnya?" Setiap ucapannya seperti bilah pisau yang langsung menyayat mati wanita di sampingnya. "Kau bahkan tidak memiliki rasa malu atas perselingkuhanmu. Dan kini kau ingin melimpahkan semua kejahatan kepadaku. Tidak masuk akal." Memalingkan wajahnya sembari mengibaskan gaun yang ia kenakan.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!