NovelToon NovelToon
Langkah Kecil Rara

Langkah Kecil Rara

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ibu Tiri / Keluarga / Antagonis / Ibu Pengganti
Popularitas:224
Nilai: 5
Nama Author: Ica Marliani

"Ibu mau kemana? " suara Rara kecil nyaris tak terdengar.
Ibu menoleh sekilas. Mata mereka bertemu sejenak, lalu ibu buru-buru membuang pandangan. Ia mendekat, memeluk Rara sekilas. cepat sekali, seperti orang yang terburu-buru ingin pergi dari mimpi buruk.
"Kamu di sini dulu ya sama ayah. Kalau ada rezeki, kamu dan Alisya ibu jemput," bisiknya pelan, sebelum berbalik.
Rara tak mengerti. Tapi hatinya nyeri, seperti ada yang hilang sebelum sempat digenggam. Ketika mobil itu perlahan menjauh, ia masih berdiri mematung. Air matanya jatuh, tapi tak ia sadari.

"Rara Alina Putri" Namanya terpanggil di podium.
Ia berhasil wisuda dengan peringkat cumlaude, matanya berkaca. kepada siapakah ini pantas di hadiahkan?
Jika hari ini ia berdiri sendiri di sini. Air bening mengalir tanpa terasa, Langkah Kecil Rara sudah sejauh ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ica Marliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Jalan Pulang

“Kapan selesai ujian, Ra?” tanya laki-laki separuh baya itu. Nadanya tegas dan tajam.

“Hari ini terakhir, Yah.” Rara masih sibuk bersiap berangkat sekolah. Sementara itu, laki-laki tersebut fokus membersihkan cangkulnya.

“Jangan lupa, pulang sekolah langsung masak. Ayah pulang telat.” Wajahnya tetap datar, tanpa guratan senyum. Tak ada penjelasan mengapa ia akan pulang terlambat.

Rara hanya mengangguk pelan.

Laki-laki itu pergi meninggalkannya. Rara segera mengenakan sepatu sekolahnya. Langkah kecilnya terburu-buru—setiap hari ia berpacu dengan waktu.

Beberapa hari terakhir, ia berhasil tiba di sekolah tepat waktu. Setiap kali sampai di depan kelas, Bu Neti selalu menyambutnya dengan senyum ramah.

Teng…

Rara baru menginjak halaman belakang sekolah ketika bel masuk berbunyi. Ia tersenyum lega. Akhirnya, ia tiba tepat waktu lagi.

Dengan sisa tenaga yang ada, Rara melangkah masuk ke kelas. Di depan pintu, Bu Neti sudah menunggunya, seperti biasa.

“Masuk, Rara,” sapa Bu Neti dengan ramah.

Rara melangkah pelan menuju bangkunya. Tak lama kemudian, ujian pun dimulai.

Selama satu jam, Rara mengisi lembar ujian. Kertas yang semula kosong kini dipenuhi barisan angka. Saat bel kembali berbunyi, Rara menyerahkan lembarannya kepada Bu Neti.

"Ra, pulang bareng?"

Arini menegurnya, Rara sedang memungut pensilnya yang terjatuh.

"Eh, Arini! Ayuk kita lewat belakang ya. Ada pohon rambutan yang sedang berbuah."

"Aku tahu, pasti yang dipinggir jalan itu ya?" Arini tertawa girang. Kebetulan di pinggir jalan sebelum masuk persawahan ada batang rambutan yang sedang berbuah ranum.

"Tapi aku lihat Alisya dulu ya,"

Mereka keluar bersama-sama dari kelas, mata Rara liar kesana kemari mencari sosok adiknya.

"Kak Rara!' Alisya mengagetkan Rara, ia berdiri di belakang kakaknya.

"Alisya sudah lama menunggu kak Rara pulang," ucapnya merengut.

"Bagaimana ujiannya?"

Alisya menggeleng. "Alisya nggak tahu jawabnya kak." mukanya sedih.

"Alisya belum bisa baca kak." Rara mengelus rambut adiknya. Elusan yang sudah tidak dirasakannya lagi, sejak ibu pergi.

"Besok kalau kakak sudah bisa baca, kakak yang ajari Alisya ya,"

"Benar, Kak?" wajahnya berbinar. Matanya begitu tulus.

Mereka bertiga berjalan meninggalkan sekolah, bukan hanya mereka, hampir semua anak-anak mandiri. Pulang bersama-sama berjalan kaki, melewati lapangan dan persawahan.

Rara, Arini dan Alisya sampai pada tujuan mereka, stelah melewati jalan setapak ladang warga, sebuah pohon rambutan tumbuh persis di pinggir jalan yang mereka lewati.

Buahnya lebat dan hampir menyentuh tanah, bukan hanya mereka yang memetik, ada beberapa anak lain yang juga mengambil.

"Hei!! Maling.. Maling!!" teriak beberapa anak yang lain. Mereka hanya lewat, tak ikut serta.

Rara tampak ketakutan, tapi ia tidak sendiri. Banyak yang ikut memetik.

"Udah ya Arini, udah banyak." Rara mengangkat rambutan punyanya. Ada beberapa tangkai yang ia petik.

"Yuk kita pulang," balas Arini kemudian. Mereka berjalan melewati pematang sawah sambil menyantap buah rambutan.

Mereka tampak bahagia. Hingga tak terasa matahari kian terik, di persimpangan jalan Arini dan Rara berpisah karena jalan rumah mereka tak searah.

Rara melanjutkan langkahnya bersama Alisya. Di depan mereka ada segerombolan anak-anak perempuan yang juga pulang sekolah. Rara memacu jalannya, melewati mereka.

"Eh, orang kismin lewat. Maling rambutan ya,?" celetuk salah seorang diantara mereka.

"Hahaha," beberapa yang lain ikutan tertawa. Rara menggenggam tangan adiknya, mempercepat langkah agar segera sampai rumah. Kaki kecilnya tergesa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!