Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nayla Berkunjung ke Rumah Dimas
Sesuai janjinya, Dimas video call bu Ratih di waktu luangnya. Meskipun baru meninggalkan sang ibu beberapa hari namun hatinya di selimuti rasa rindu yang mendalam.
"Assalamualaikum bu" sapa Dimas melalui video call.
"Walaikum sallam nak" respon bu Ratih.
"Ibu apa kabar ? Ibu sehat kan ?" tanya Dimas.
"Alhamdulillah sehat nak" jawab bu Ratih.
"Kamu gimana kabarnya di jakarta nak ?" tanya balik Bu Ratih.
"Alhamdulillah, Dimas baik-baik saja kok bu"
"Kamu gak ngajar yah ? Kok tiba-tiba video call ibu ?" tanya Bu Ratih kembali.
"Ini kan hari Sabtu bu, sekolah libur, nah mumpung lagi free, Dimas video call sama ibu buat ngobatin kangen" jawab Dimas.
"Kamu betah tinggal di Jakarta nak ?"
"Untuk saat ini sih Dimas betah bu, malah Dimas juga udah punya murid les privat baru loh di daerah menteng" sahut Dimas.
"Alhamdulillah, ibu ikut senang nak, semoga kamu selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah" doa Bu Ratih kepada Anaknya.
"Aamiin, terimakasih doanya bu" ucap Dimas.
"Oh ya nanti kalau liburan Dimas pulang, ibu mau di beliin oleh-oleh apa bu ?" tanya Dimas kepada sang ibu.
"Kamu mau beliin ibu apa aja boleh kok nak, apa pun itu ibu pasti seneng" sahut bu Ratih.
"Nak, video call nya udahan dulu yah, sepertinya ada pembeli di warung, ibu harus melayani dulu" ujar bu Ratih.
"Iya bu, terimakasih ya bu udah mau video call sama Dimas.
"Assalamualaikum ibu" ucap Dimas.
"Walaikum sallam nak" jawab bu Ratih sembari menutup video call nya.
Bu Ratih bersihcepat menuju ke warungnya. Seorang wanita berbalik badan ke arah jalan, hanya rambutnya dari belakang yang terlihat bu Ratih.
"Iya, mau beli apa yah mba ?" tanya bu Ratih dari arah belakang wanita itu.
Wanita itu berbalik badan kemudian melepas kacamata hitamnya.
"Assalamualaikum bu" sapa wanita itu.
"Walaikum sallam, masya Allah, nak Nayla" jawab Bu Ratih.
"Masya Allah, sekarang tambah cantik yah" puji bu Ratih.
"Ah ibu dari dulu gak pernah berubah, sukanya muji Nayla" sahut Nayla sembari tersenyum.
"Eh kamu kesini sama siapa ?" tanya Bu Ratih.
"Sendirian kok bu" jawab Nayla.
"Suami kamu gak ikut ?" Nayla menggelengkan kepalanya.
"Nayla sudah ijin suami mau datang kesini ?" tanya bu Ratih lagi.
Kembali Nayla menggelengkan kepalanya.
"Nayla kesini diam-diam bu, tanpa sepengatahuan mas Anton" sahut Nayla yang terlihat begitu sedih.
"Jangan begitu dong Nay, bagaimana pun juga mas Anton itu kan suami kamu, jadi kamu harus ijin dulu kemana pun kamu pergi" petuah bu Ratih.
"Yah kalau Nayla ijin ke mas Anton mau ke rumah Kak Dimas, mana boleh bu ?" ujar Nayla.
"Oh yah, silakan , Nay, masuk dulu !" seru bu Ratih.
Nayla masuk ke rumah bu Ratih lalu duduk di sofa ruang tamu.
"Tadi ibu kira ada pembeli yang mau beli makanan di warung ibu habisnya nak Nayla nunggunya di depan warung sih" ucap bu Ratih dengan senyumannya.
"Iya bu, Nayla agak lupa juga soalnya rumahnya yang sebelah mana, dulu kan kak Dimas cuma sekali ngajakin Nayla kesini jadi yang Nayla ingat itu ya warungnya bu" sahut Nayla sembari tertawa kecil.
"Oh ya bu, kak Dimas nya ada ?" tanya Nayla.
"Dimas sekarang ngajar di Jakarta" jawab bu Ratih.
"Loh bukannya kak Dimas ngajar di SMA Al-Ikhlas bu ?" tanya Nayla kembali.
"Dimas sudah mengundurkan diri dan sekarang ngajar di Jakarta" respon bu Ratih.
"Ibu tau gak kak Dimas ngajar di sekolah mana ?" tanya Nayla lagi.
"Wah ibu kurang tau ya nay, nama sekolahnya pake bahasa inggris jadi ibu ga hafal, cuma katanya sih sekolah internasional di daerah menteng" jawab bu Ratih lebih lanjut.
"Oh begitu ya Bu"
"Oh ya nay kamu mau minum apa ? biar ibu buatin" ujar Bu Ratih.
"Gak usah repot-repot Bu, saya tadinya kesini cuma pengin ketemu kak Dimas aja kok Bu, berhubung kak Dimas di luar kota, saya pamit dulu ya Bu" ujar Nayla.
"Loh kok bentaran aja sih nay ? Gak minum-minum dulu ?" canda Bu Ratih.
"Gak usah Bu, terimakasih banyak, soalnya nanti mas Anton nyariin Nayla" ujar Nayla lebih lanjut.
Keluar dari rumah bu Ratih. Hati Nayla menyisakan tanda tanya tentang keberadaan sang mantan. Jika harus jujur, Nayla masih merindukan sosok Dimas. Ingin rasanya berjumpa kembali dengannya namun apa lah daya kapal sudah berlayar jauh.
Sampai di rumahnya, Anton langsung menghadang langkah istrinya.
"Kamu habis dari mana Nay ?" tanya Anton.
"Ya habis belanja lah mas, nih belanjaannya" respon Nayla.
"Kamu gak bohongi aku kan ?" tanya Anton kembali.
"Ya gak lah mas, ngapain juga bohong, lagian kenapa sih mas Anton bawaannya curiga mulu" kilah Nayla.
"Ya sudah, dah sana masak dulu !" seru Anton.
"Mas Anton mau di masakin apa ?" tanya Nayla kepada suaminya.
"Apa aja boleh yang penting enak" jawab Anton.
"Baik mas, ditunggu yah !" seru Nayla.
Pagi itu, Nayla memasakan sang suami ayam goreng tepung dan tumis kangkung cabe hijau. Saat masakan sudah siap di sajikan di atas meja makan tiba-tiba saja Anton teringat akun media sosial.
"Nay, kamu punya akun media sosial apa aja ?" tanya Anton.
"Paling cuma Instagram aja mas, Facebook dan twitter Nayla sudah gak aktif" respon Nayla.
"Coba mana handphone kamu !" seru Anton.
"Mau buat apa mas ?". "Udah cepetan bawa sini !" pinta Anton kembali.
Hati Nayla merasa was was karna beberapa foto mesra dirinya dan Dimas belum ia hapus bahkan ia juga tidak pernah memposting foto pernikahannya dengan Anton.
Jari Anton menekan aplikasi Instagram di layar handphone Nayla. Ia sangat terkejut ternyata Nayla masih mengabadikan fotonya dirinya dengan sang mantan. Seketika itu juga Anton terbakar api cemburu dan naik pitam.
"Nay, kenapa kamu belum menghapus foto-foto kamu sama cowok sialan itu ?" tanya Anton di sertai tatapan mata yang melebar.
Nayla hanya menunduk sembari menggigit kecil bibirnya. Sementara itu, Anton langsung menghapus semua foto-foto Nayla dan Dimas di gallery profil Instagram itu.
"Sekarang kamu jujur ke aku nay, apa kamu masih mencintai Dimas ?" tanya Anton dengan nada keras.
Nayla menggelengkan kepala.
"Jangan bohong nay , jawab yang jujur nay apa kamu masih mencintai Dimas ?" tanya Anton lagi.
Nayla menganggukan kepalanya dengan pelan. Tiba-tiba tamparan keras dari tangan Anton mendarat di wajah Nayla.
"Praaaaakkk"
Air mata Nayla jatuh tak tertahankan menahan rasa sakit di pipinya. Untuk pertama kali dalam hidupnya di tampar oleh seseorang bahkan orang tua Nayla pun tidak pernah melakukan itu. Alih-alih melindungi istrinya malah justru Anton berbuat kasar kepadanya. Nayla hanya terdiam tanpa bisa melawan.
"Awas aja ya nay, kalau sampai aku tau kamu masih menyimpan sesuatu tentang Dimas lagi, aku gak akan segan memukulmu" suara ancaman Anton kepadanya.
Anton memilih pergi dari rumahnya sementara Nayla masih dengan isakan tangisnya sembari duduk di kursi. Masakan yang sudah terlanjur matang di biarkan begitu saja di atas meja makan. Apa yang Anton lakukan tak malah membuatnya jera justru ia semakin merindukan sikap lemah lembut Dimas yang pernah ia lalui bersamanya.
"Ya Allah, maafin Nayla yang masih mencintai kak Dimas" begitu isi suara hatinya.