Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu keluarga istri
Perasaan kembali membawa mobil mewah, memanglah sangat mengesankan. Apalagi koenigsegg gemera ini, yang pertama kali Liam kendarai di dua kehidupannya.
Kenyamanan dan fitur canggih nya, membuat harga 28+ miliar rupiah sangat berarti. Dengan kemewahan mobil ini, bahkan tidak ada mobil yang berjarak dua puluh meter di belakang Liam.
Semua pengendara lain pada menjauh dan memberi jalan, karna kalau tergores sedikit, mungkin mobil yang mereka kendarai, tidak akan cukup untuk menggantinya.
Liam berkendara ke arah mal, karna bertemu keluarga istri untuk pertama kalinya, sangat di sarankan untuk membawa beberapa hadiah.
Dia berjalan ke pusat perbelanjaan besar, yang khusus untuk orang kaya.
Setelah satu jam berbelanja, Liam telah membeli beberapa barang mewah. Untuk anggur, dia telah membeli beberapa berharga, beberapa perhiasan kelas atas, dan juga beberapa jam tangan kelas atas edisi terbatas.
Liam membeli agak banyak, karna keluarga Yuna memiliki banyak orang. Meskipun yang baik dan yang Liam anggap, hanya ayah dan ibu mertuanya. Tapi untuk menunjukkan kekayaan dan statusnya yang tidak biasa, Liam akhirnya membeli beberapa lagi. Perhiasan mewah tas branded untuk wanita, dan jam tangan mewah untuk pria.
Semua itu menghabiskan hampir sepuluh miliar rupiah, yang sungguh mahalnya sebuah nama yang sudah menjadi merek terkenal.
Setelah berkeliling beberapa saat, untuk mencoba kenyamanan koenigsegg ini. Liam pun memilih menancap lurus menuju villa Zenith residence.
Saat sedang di perjalanan, Liam sudah menelpon Yuna agar bersiap-siap. Setelah dia tiba di depan villa, dia sudah melihat Yuna berdiri di depan pintu, sembari menunggu kedatangannya.
Melihat mobil asing yang sangat mewah memasuki gerbang, Yuna terkejut. Tapi setelah melihat Liam keluar dari dalam mobil, Yuna menampakkan senyum gembira.
"Bagaimana?, apa kamu siap berangkat?," tanya Liam setelah keluar dari dalam mobil.
Mendengar itu, Yuna hanya mengangguk gembira, lalu berlari kecil mendekat kearah Liam. "Dimana ibu?," tanya Liam penasaran.
"Ibu sedang berberes beres di dalam, katanya tidak perlu berpamitan", jawab Yuna.
Mendengar itu, Liam membuka pintu penumpang depan, lalu menuntun Yuna masuk ke dalam mobil. Setelah itu, dia berbalik arah dan memasuki kursi pengemudi.
Setelah klakson berbunyi sekali, Liam melakukan mobilnya menuju villa tempat keluarga Yuna.
Meskipun kedua puluh villa Zenith residence berada di kawasan yang sama, tapi jarak antar villa cukup jauh, apalagi villa Zenith residence nomor satu Liam, dengan villa Zenith residence nomor sebelas milik keluarga Yuna, sudah berjarak hampir satu kilometer. Padahal itu hanya di batasi oleh sepuluh villa lainnya.
Saat mobil baru berjalan, Yuna sudah menelpon ayahnya. "Pah.... Saya kembali hari ini," sapanya setelah telpon di angkat.
"Kenapa sayang?, kalau mau kembali yah kembali saja, kenapa malah menelpon papah?," tanya ayahnya dengan nada paling lembut seorang ayah.
"Yuna.... Yuna pulang dengan suami Yuna pah," balas Yuna dengan wajah cemas.
Setelah perkataan itu, telpon seberang terdiam, tanpa balasan apapun.
"Baiklah pah, kami akan tiba sebentar lagi, kita akan mengobrol nanti," ucap Yuna kembali, lalu mematikan teleponnya.
Dia masih takut untuk bertemu dengan keluarganya, meskipun suaminya Adalah seseorang yang jauh lebih dari yang dia harapkan. Tapi rasa gugup itu masih jelas di wajahnya. Melihat itu, Liam menggenggam tangannya yang gemetar, "tenang saja, serahkan semuanya padaku," ucapnya menenangkan.
Sementara itu disebuah villa mewah, villa Zenith residence nomor sebelas, sudah banyak orang berkumpul di ruang tamu villa.
"Kamu bilang putrimu akan datang membawa suaminya?", tanya seorang pria tua ke arah pria paruh baya dengan wajah muram.
Sementara itu, orang-orang disekelilingnya hanya diam menatap tontonan di depannya. Pria tua itu adalah Arman Mahendra, orang tertua dan yang paling berkuasa di keluarga Mahendra. Sementara pria paruh baya yang di tunjuk nya adalah Arya Wiguna, ayah dari Yuna Wiguna.
Arya Wiguna adalah menantu yang menumpang di rumah istri, oleh sebab itu, statusnya sangat rendah di keluarga.
Istrinya, Alisia Mahendra adalah putri Arman Mahendra. Pada awalnya, Alisia Mahendra sudah di jodohkan dengan seseorang dari keluarga berada. Tapi Alisia malah memilih Arya Wiguna, seorang pria biasa-biasa.
Karna sudah terlanjur terjadi, Arman Mahendra hanya bisa pasrah dengan menantu pilihan putrinya. Tapi hal itu juga memiliki dampak yang cukup buruk untuk bisnis keluarga Mahendra, karna semua kerjasama yang dulu sudah terjalin kuat. Kini putus karna pembatalan pernikahan. Hal itu cukup berdampak pada bisnis keluarga Mahendra.
Melihat kembali kemasa kini, dengan tingkah laku cucunya yang semena-mena seperti putrinya dulu, membuat Arman Mahendra geram.
Bagaimana jika cucu menantu yang dibawanya juga sama dengan menantunya ini, bukankah itu sangat mengecewakan. Itulah sebabnya, dia mengumpulkan semua anggota keluarga, untuk melihat calon cucu menantu nya itu, apakah pantas atau tidak. Jika memang tidak pantas, dia akan memisahkan mereka berdua bagaimanapun caranya. Kejadian putrinya dulu, tidak akan terulang lagi.
Sedangkan Alisia Mahendra, yang duduk di samping Arya Wiguna, hanya bisa duduk terdiam dengan wajah pucat.
Ketegangan tampak jelas di seluruh ruangan, tapi ketegangan itu segera sirna, setelah mendengar suara mobil yang mendekat ke arah villa.
Dari kaca besar depan villa, semua keluarga itu melihat sebuah mobil sport mewah, berjalan perlahan mendekat kearah villa.
"Koenigsegg gemera, seharga 23 miliar rupiah!," teriakan seorang pria muda, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut.
Pria muda itu adalah Agus Mahendra, sepupu Yuna, anak dari paman pertamanya.
Sebagai anak muda yang menyukai mobil-mobil sport mewah, meski tidak mampu membelinya, tentu saja dia tau apa itu koenigsegg gemera.
Sementara itu, keluarga yang lain tidak memperdulikan koenigsegg gemera. Tapi mereka lebih memperdulikan 23 miliar.
Menghabiskan uang sebanyak itu, hanya untuk membeli sebuah mobil, berarti kekayaan orang itu, mungkin sudah mencapai ratusan miliar rupiah. Itu adalah pemikiran yang pertamakali muncul di benak semua orang.