NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Di cekik Arman

Walau tadi di awal Edo menolak ketika di ajak oleh Rahman mencari tahu apa yang telah berbunyi di luar rumah itu, namun pada akhirnya dia menerima juga Karena rasa penasaran yang timbul di dalam hati membuat pemuda ini ingin melihat apa yang telah berbunyi di sana dan memastikan suara tersebut berasal dari apa.

Sebab dia juga berpikir bahwa mungkin saja bila ada teman maka arwah Arman tidak akan pernah berani muncul secara brutal seperti kemarin, mengira bahwa Rahman adalah orang yang cukup pemberani sehingga tidak mungkin gentar walau hanya bertemu dengan arwah gentayangan yang menurut para warga kampung karena mati bunuh diri.

Padahal sekarang Rahman sudah tahu bahwa Arman bukan meninggal karena bunuh diri karena jelas itu tidak mungkin dia lakukan, Rahman sangat yakin bahwa Arman mati karena menjadi tumbal dari Pakde Parto yang memang harus menyerahkan nyawa setiap bulan kepada iblis yang sudah dia puja agar memberikan jabatan bagus.

Satu hal yang tidak di ketahui oleh Rahman adalah iblis itu bisa saja memakan dia atau bahkan memakan Bu Kades karena dia tidak akan pernah peduli walau kepada keluarga, sebab yang di incar oleh iblis itu hanya nyawa dan tidak akan pernah berpaling kepada nyawa lain bila sudah mengincar nyawa tersebut.

"Man, kau kalau melihat sesuatu jangan langsung lari begitu saja ya." Edo sudah memberi peringatan kepada Rahman.

"Enggak, sudah lah kau jangan penakut seperti itu karena aku tidak mungkin meninggalkan mu." jawab Rahman sambil membuka sedikit pintu.

"Astaga!" Edo sudah tegang duluan karena melihat sesuatu.

"Kenapa kau?" Rahman agak kaget karena Edo sudah tegang duluan.

"Itu!" Edo menunjuk di balik pintu yang terbuka sedikit.

Rahman mau tidak mau ikut menoleh juga karena dia penasaran apa yang sudah di lihat oleh Edo barusan ini, seketika pemuda ini menjadi tegang ketika dia melihat kaki yang sedikit tergantung dari lantai dan berlumuran dengan lumpur serta darah sehingga menimbulkan bau anyir luar biasa dari kaki tersebut.

Edo sudah gemetar dan memegang erat tangan Rahman karena dia tahu kalau itu pasti arwah Arman yang datang untuk menghantui mereka berdua, entah dengan maksud apa Arman datang ke sini tapi yang jelas Edo merasa itu karena dia telah mati bunuh diri dan tidak di terima oleh bumi.

Mereka memiliki pikiran yang berbeda karena Rahman meyakinkan diri bahwa Arman datang ke sini karena dia tidak terima setelah di jadikan tumbal oleh Pak Kades, andai saja bisa maka mungkin Rahman ingin membalas dendam kepada mereka semua yang sudah membuat dia menjadi tumbal seperti sekarang ini.

"Sakiiiiitt...tolong aku." rintih suara yang sangat serak.

Blaaaaap.

"Aaaaaaaghh mati lampu pula!" Edo berteriak kaget.

"Do kau di mana!" Rahman kaget karena Edo malah lari duluan.

"Aku tidak mau di dalam rumah, aku takut sama Arman!" jerit Edo memang sangat ketakutan.

"Edo! kau lari kemana?" Rahman panik sendiri karena sekarang dia pasti sendirian di dalam kamar.

Tap.

Tangan Rahman ada yang memegang dan dia kira adalah Edo, namun ada yang berbeda karena tangan Edo terasa sangat dingin ketika memegang lengan Rahman sehingga pemuda ini mulai merinding dan merasa ada yang tidak beres pada sahabat nya ini.

"Do tangan mu kok dingin sekali." Rahman masih berusaha bertanya walau sudah timbul rasa takut di dalam hati.

"Aku takut, Man." lirih suara yang sangat serak.

"Ayo kita keluar dari kamar ini kalau kamu memang sudah sangat ketakutan sekarang." ajak Rahman.

"Dia pasti akan terus menyiksa aku seperti ini, tolong lah aku Man." isak suara itu lagi.

"Siapa? kita akan cari solusi agar Arman tidak terus menghantui kita seperti ini." jawab Rahman lagi.

"Sakit, aku sangat kesakitan setiap saat dan aku ingin bebas dari dia." suara yang sangat cerah itu kembali terdengar membuat Rahman begitu yakin kalau ini bukan Edo.

"Lepaskan tangan ku!" Rahman berusaha menyentak tangan yang di pegang erat oleh tangan orang lain.

Karena orang tersebut tetap tidak mau melepaskan tangan Rahman maka pemuda ini nekat mengambil ponsel dia untuk menyalakan flash, seketika jantung Rahman seolah berhenti berdetak karena yang ada di hadapan dia dan memegang erat tangan dia itu adalah Arman.

"Huaaaaahhhh!"

"Sakit, Man." rintih Arman dengan leher terjulur.

"A..arman!" Rahman saja gugup bukan main karena ngeri melihat leher Arman yang kena jerat berwarna biru lengkap juga dengan darah di sana.

"KHAU HARUS IKUT DENGAN AKU!" Arman mendadak saja menerjang dan mencekik leher Rahman.

"Eeeeghh jangan, jangan bunuh aku!" Rahman yang jatuh tergeletak berusaha keras agar bisa kabur dari Arman.

"Semua ini gara gara kau, kau harus ikut dengan aku." Arman berteriak dengan suara yang serak dan juga berat sehingga Rahman merasa sangat ketakutan.

Tes, Tes.

"Aaaaaaghh!" Rahman jijik dan juga takut sekarang.

Air lendir bercampur dengan darah menetes keluar dari mulut Arman dan membasahi wajah Rahman sehingga pemuda itu antara takut dan juga jijik namun yang lebih besar adalah rasa takut, bila tidak ada yang menolong maka bisa saja Rahman akan mati karena dibunuh oleh Arman yang tidak terima kematiannya seperti ini.

"Allahu Akbar, tolong aku Buuu!" pekik Rahman menyingkirkan tangan Arman yang berwarna hitam kebiruan.

Dieeeeeeek.

Arman terpental menghantam tembok karena ada seberkas cahaya putih yang keluar dari tubuh Rahman, Rahman yang merasa di tolong oleh Allah segera membaca doa dan sebisa mungkin dia menghafal ayat kursi yang selama ini sudah hafal di luar kepala namun kalau sedang ketakutan seperti ini maka bisa saja menjadi berantakan.

"Ya Allah!" Rahman berusaha untuk bangkit sambil memegang leher yang terasa sangat sakit sekali.

"Ada apa, Nak?" Bu Resti keluar dari kamar dia setelah mendengar keributan.

"Ibu!" Rahman gelagapan namun juga bingung mau menjelaskan bagaimana.

"Loh kamu kenapa kok begini, leher kamu kenapa?" Bu Resti kaget karena leher Rahman ada bekas cekikan.

"Tidak ada apa apa, Bu." Rahman menggeleng sambil menarik nafas berat.

"Kamu bertengkar sama Edo ya? di mana Edo sekarang!" Bu Resti malah salah paham.

"Bukan, nanti aku akan cerita tapi sekarang aku mau cari Edo dulu." Rahman segera berlari keluar rumah.

Bu Resti hanya bisa melongo karena dia memang tidak tau apa yang sudah terjadi, tadi dia mendengar keributan dan saat dia datang malah Rahman sudah megap megap seolah mau mati dan ada bekas cekik tangan juga di leher dia sehingga wanita ini agak bingung.

Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!