NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jiwa Yang Hilang

Kembalikan anakku!" ungkap Raisa sedikit histeris, suaranya memecah kesunyian malam. Air mata Raisa mengalir deras, hatinya begitu hancur, masa-masa bahagia itu kini berubah menjadi kenangan yang menyesakkan.

Sekarang, Adam sudah tak ada lagi. Ia meninggalkan Raisa untuk selama-lamanya, menyisakan luka yang tak mungkin sembuh.

Raisa kembali mengingat masa lalu, bagaimana antusiasnya ia dan Darma melihat Adam merangkak untuk pertama kalinya.

"Adam, ayo kemari. Ini Mama," kata Raisa bersemangat, memanggil Adam yang sedang merangkak di atas karpet.

"Adam, ini Ayah," ucap Darma sambil membentangkan tangannya. Darma berada di samping Raisa, memberikan semangat pada putranya.

Adam tampak bingung, ia berhenti sejenak, menimbang-nimbang. Akhirnya, Adam memilih untuk merangkak ke arah Darma.

"Yeee, Adam pintar!" seru Darma dengan gembira.

Saat itu, Darma langsung memeluk Adam dan menciumnya dengan sayang.

"Pelan-pelan ya, Adam," Darma yang mengajarkan Adam berjalan dan melangkah untuk pertama kalinya. Dan mereka mendokumentasikannya lewat video, agar kenangan itu abadi.

"Adam pintar, anak Ayah," ucap Darma sambil menangkap tubuh Adam yang sempoyongan.

Saat itu, semua terasa indah dan bahagia. Namun, semua itu kini telah berubah menjadi mimpi buruk yang tak berkesudahan.

Raisa tersadar dari lamunannya, ia menghentikan langkahnya sejenak. Tanpa ia sadari, ia sudah berjalan cukup jauh.

"Adam, kamu di mana, Nak?" tanya Raisa lirih, suaranya bergetar. Sekarang, Raisa berada di sebuah jembatan yang menghubungkan sebuah sungai. Raisa berada di sebuah perkampungan yang cukup jauh dari rumahnya.

"Kamu di sana, Nak?" Raisa terus bicara ngelantur, pikirannya sudah tidak karuan.

Tiba-tiba saja, perhatian Raisa tertuju pada air sungai yang berada di bawah jembatan itu. Di sana tampak gelap, arusnya tenang, hanya riakan kecil yang terdengar samar-samar.

Raisa masih berdiri menatap air sungai yang tampak tenang itu.

"Mama sudah nggak kuat lagi," bisik Raisa lirih. Ia memikirkan seberapa dalam sungai itu, apakah mampu menghilangkan penderitaannya.

"Mama nggak bisa hidup tanpa kamu," ucap Raisa lagi, air matanya semakin deras mengalir.

Angin malam semakin dingin menusuk, Raisa mulai gemetaran.

"Kenapa, kenapa harus aku?" tanya Raisa pada dirinya sendiri.

Langit tampak gelap gulita, menambah suasana kelam malam itu. Suara lolongan anjing yang lantang tak membuat Raisa takut berada di tempat itu.

"Apa salahku? Apa?" tanya Raisa lagi, suaranya bergetar.

Yang ia rasakan saat ini hanya seluruh rasa sakitnya, seluruh hidupnya sudah hancur.

"Kenapa kau ambil semua milikku?" tanya Raisa dengan nada putus asa.

Ia sudah lelah dengan kehidupan yang ia jalani, rasa sakit yang tak mampu ia tanggung lagi.

"Adam, kenapa tinggalin Mama?" ucap Raisa pelan dengan nada berbisik, air matanya terus mengalir deras membasahi pipinya.

"Aku sudah tak bisa hidup lagi," ucap Raisa lagi, bibirnya mulai bergetar. Seluruh tubuhnya tampak menahan rasa sakit yang sangat luar biasa, sakit batin yang tak bisa Raisa tahan lagi.

Raisa mulai naik perlahan ke atas tiang jembatan itu satu persatu.

Tangannya tampak gemetaran, udara malam itu sangat dingin, ditambah dengan kondisi Raisa yang sangat lemah.

Dengan susah payah, Raisa berusaha berdiri tegak di atas tiang jembatan itu.

"Hiks... hiks... hiks..." Raisa terisak.

Raisa menatap ke bawah jembatan itu, Angin bertiup lebih kencang, rambut Raisa yang terurai mulai berantakan tertiup angin menutupi wajahnya, tubuhnya mulai lunglai.

Seluruh tubuhnya gemetar, sekarang kesedihan mulai menguasainya, Raisa benar-benar sudah putus asa.

Tubuh Raisa mulai condong ke depan, perlahan Raisa membentangkan kedua tangannya.

"Aku harus pergi, aku tak punya siapa-siapa lagi," kemudian Raisa mulai menutup matanya perlahan.

Whusshh...

Angin begitu kuat berhembus mendorong tubuh Raisa.

Set.....

Dan dalam sekejap, kakinya tak berpijak lagi.

"Mungkin aku akan masuk neraka," ucap Raisa lirih, mulai merasakan tubuhnya terjatuh dengan cepat ke dalam sungai.

Byur....

Raisa merasakan dingin yang luar biasa di sekujur tubuhnya, ia membiarkan tubuhnya masuk semakin dalam ke dasar sungai itu.

Bluk....

Bluk...

Berlahan-lahan ia mulai kehabisan oksigen, air mulai masuk ke paru-parunya. Dan jantungnya mulai berhenti berdenyut.

SENYAP....

Kepingan-kepingan ingatan kembali muncul, Raisa melihat sosok dirinya saat ia masih bayi, ia digendong ibunya dan di sebelahnya terlihat ayahnya tersenyum sambil menggodanya.

"Raisa anak Ayah yang cantik," suara itu terdengar jelas.

Ia melihat setiap tahap demi tahap kehidupannya.

Ia melihat dirinya tumbuh dari seorang bayi.

"Ayah, Bunda," suara kecilnya memanggil kedua orang tuanya, menjadi gadis kecil yang riang.

"Raisa Swandy"

"Iya, hadir" ia melihat dirinya saat di dalam kelas, menjadi gadis remaja yang penuh semangat. Suara tawa kecil terdengar, menghiasi hari-harinya.

hehehhehe

Ia melihat saat-saat bahagia dalam hidupnya.

Raisa melihat seseorang, sosok yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

"Digta Mahesa"

"Raisa Swandy"

Laki-laki itu tersenyum ke arahnya, tatapannya penuh cinta.

"Raisa aku sayang kamu," ucap Digta dengan tulus.

"Aku juga sayang kamu, Digta!" balas Raisa dengan air mata bahagia.

"Digta!"

"Raisa!" Mereka berdua menangis haru, merayakan cinta mereka yang abadi.

Saat itu, Raisa tak bisa lagi merasakan tubuhnya, ia tak bisa mendengar.

Ia juga tak bisa lagi melihat, semuanya gelap, semuanya berhenti pada waktu itu.

"Haaah," nafas Raisa terengah-engah, tiba-tiba saja Raisa berada di sebuah tempat yang sangat gelap. Seketika, Raisa merasa ketakutan, ia mulai panik.

"Aku sudah mati," gumam Raisa dalam hati.

"Apakah ini neraka?" Raisa membatin dengan cemas.

Namun, sebuah cahaya tiba-tiba muncul dari kejauhan.

Semakin lama, cahaya itu semakin mendekat ke arahnya.

Raisa tampak memperhatikan cahaya itu dengan seksama, tangannya mulai melindungi matanya dari silau.

Pelan-pelan, cahaya itu mulai meredup, Cahaya itu berasal dari tubuh seseorang. Sosok itu mengeluarkan cahaya seperti kristal, ia berpakaian serba putih.

Sosok itu berdiri di hadapan Raisa, tersenyum ke arah Raisa dengan lembut.

"Egh, egh," Raisa hanya terpaku menatap sosok itu, tak mampu berkata apa-apa.

Raisa mengangkat wajahnya perlahan, ia mulai menyadari sesuatu.

"Adam anakku," ucap Raisa seraya memeluk sosok itu erat-erat.

"Apa sekarang kita bisa bersama?" ucap Raisa masih memeluk sosok itu dengan erat.

"Tidak, kita tidak bersama," ungkap sosok itu lembut, namun tegas.

Sosok itu adalah Adam versi remaja, sekitar usia 17 tahun, dengan wajah yang tampan dan senyum yang menenangkan.

Kemudian, Raisa menatap ke sekeliling yang masih terlihat gelap gulita, satu-satunya cahaya hanya berasal dari sosok itu.

"Kenapa tidak? Apa aku akan masuk neraka?" tanya Raisa dengan nada sedih. Sosok itu mengangguk sambil tersenyum, seolah mengerti kesedihan ibunya.

"Baiklah, jika itu kehendaknya," ucap Raisa pasrah, menerima takdirnya.

Raisa seketika menangis, ia ingin memeluk Adam sekali lagi, namun sosok itu sudah tidak ada.

"Adam," Raisa memanggil nama itu dengan lirih, air matanya terus mengalir.

Sekarang, ia hanya mendengar suara asing yang menggema di sekitarnya.

"Ku kembalikan kamu ke masa mudamu, gunakan kesempatan itu dengan bijak," suara itu bergema di seluruh ruangan.

Raisa mulai panik, ia tak mengerti apa yang sedang terjadi.

Seketika, tubuhnya terjatuh dari ketinggian dengan cepat.

SET...

"AAaaaaaa....." Raisa menjerit histeris, ketakutan.

"ADAM..." teriak Raisa memanggil nama putranya, sebelum semuanya menjadi gelap.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!