NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterangan Dari Bima

Cong berdiri di depan gerbang sanggar, kedua tangannya bersedekap di dada dengan wajah yang sulit ditebak. Matanya menatap ke arah ban sepeda jengki yang dikayuh oleh Adi. Di belakangnya Azalea duduk menyamping dengan tampang wajah tak berdosa.

"Mau ke mana kalian?" tanya Cong penuh nada interogasi khas seorang wakil ketua yang diberi amanah menjaga ketertiban.

"Aku ada urusan di luar, Kak Cong. Sebentar aja, soalnya penting banget."

"Urusan apa sampai harus dibonceng Adi?" Cong melirik Adi dengan tatapan curiga. Ia tahu betul bagaimana sejarah Adi mengejar-ngejar Azalea, dan pemandangan ini benar-benar tidak masuk akal baginya.

"Ya habisnya nggak ada kendaraan, Kak. Mobilku kuncinya dibawa Kak Hagia. Tadi mau pinjam motor ternyata gak ada di tempat semua. Terus nemu Adi, ya sudah aku nebeng dia saja. Mau bawa sendiri, males aku berbagi jok sepeda sama dia," jawab Azalea jujur tapi ketus di bagian akhir untuk menegaskan bahwa tidak ada apa-apa antara dirinya dan Adi.

"Sama saya saja kalau gitu. Memangnya mau ke mana?"

Azalea terdiam, Gue kan mau ke rumah Kak Hagia buat interogasi Bima. Jangan sampai Kak Cong tahu. Dia kan bestie-nya Kak Hagia, sekali gue sebut tujuan, pasti laporannya langsung mendarat di kuping Pak Ketua itu.

"Nggak usah, Kak. Makasih banget," tolak Azalea cepat. "Aku sama Adi saja. Soalnya Adi ini baru tobat dan lagi buka ojek sepeda. Sebagai sesama anggota sanggar yang baik, aku mau dukung usahanya. Aku jadi pelanggan pertamanya, nih. Anggap saja ini pelaris."

Cong mengerutkan kening, tidak percaya begitu saja. "Pelaris? Lea, saya serius. Kalau kalian pergi berdua begini, saya nggak enak sama Ketua. Saya nggak bisa kalau nggak jagain anggota."

Azalea menaikkan sebelah alisnya, ia melompat turun dari boncengan dan menatap Cong dengan berani.

"Siapa yang dijagain, Kak? Kenapa harus dijagain? Dan dijagain dari siapa?"

Cong seketika membeku. Ia menelan ludah dengan susah payah. Ia ingin menjawab, "Ya dijagain dari si Adi ini, dan dijagain karena kamu itu kesayangan Hagia!" Namun kata-kata itu tertahan di tenggorokan. Ia takut salah bicara dan malah membongkar perasaan Hagia yang selama ini dijaga dalam diam oleh sang ketua.

Melihat Cong yang terdiam, Azalea melanjutkan dengan nada yang lebih menekankan prinsip.

"Kak Cong, di sanggar ini kita semua teman, kan? Kak Hagia selalu bilang jangan tebang pilih. Sekarang Adi sudah jadi anggota, dia mau berubah, dan aku cuma mau bantu usaha ojeknya. Masa Kak Cong malah mau mematikan rezeki orang yang mau tobat? Lagian, aku bukan anak kecil yang harus diawasi setiap detik."

Dilema besar menghantam kepala Cong. Di satu sisi, argumen Azalea sangat logis dan membawa-bawa prinsip kesetaraan yang selalu didengungkan Hagia. Di sisi lain, instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.

Sementara itu di atas jok sepeda, Adi tersenyum simpul. Lubang hidungnya kembang kempis menghirup udara kemenangan. Hatinya berbunga-bunga, bahkan rasanya ia ingin terbang.

Wah, minyak dari Suci beneran manjur juga, batin Adi kegirangan. Ia mengira pembelaan mati-matian Azalea adalah tanda bahwa gadis itu mulai menaruh hati padanya. Padahal, Azalea hanya sedang menggunakan dirinya sebagai tameng agar bisa pergi ke rumah Hagia tanpa ketahuan.

"Ya sudah pergi sana. Tapi jangan lama-lama," ujar Cong akhirnya.

"Siap, Kak Cong. Yuk, Di, jalan!" perintah Azalea.

Sepeda itu pun meluncur pergi. Cong segera merogoh ponselnya. Ia tidak mungkin membiarkan ini tanpa melapor. Jempolnya dengan cepat mengetik pesan singkat ke Hagia.

Ketua, gawat. Azalea pergi sama Adi naik sepeda jengki. Katanya urusan penting. Saya ikuti dari belakang sekarang secara diam-diam."

...****...

Di rumah pribadi Hagia.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras keringat (bagi Adi), Azalea akhirnya sampai di depan pagar kediaman Hagia. Ia meminta Adi menunggu di depan.

Keberuntungan berpihak padanya. Gerbang kecil tidak terkunci, dan ia melihat Bima sedang asyik mewarnai di teras rumah.

" Assalamu'alaikum, Bima."

Bocah itu mendongak, matanya berbinar melihat Azalea. "Wa'alaikumsalam. Eh, Mbak Azalea! Nyari Mas Lura ya? Dia mah jarang pulang sekarang kaya Bang Toyib."

"Nggak, Kakak justru nyari kamu. Sini deh," Azalea duduk di kursi samping Bima dengan napas yang masih sedikit tersengal. "Kakak mau tanya sesuatu. Tapi kamu harus jujur ya, jangan bilang-bilang Kak Lura kalau Kakak nanya ini."

"Tanya apa, Kak?"

"Beneran Kak Lura itu sudah punya calon istri? Yang kemarin kamu bilang itu, lho."

Wajah Bima tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Ia mengangguk. "Beneran, Kak. Masa Bima bohong, anak kecil kan ndak bisa bohong. Bapak sama Ibu sudah sering bahas itu kok."

Hati Azalea mencelos. Rasanya seperti ada es batu yang jatuh ke dalam perutnya. Dingin dan bikin nyes. "Kamu ada buktinya nggak?"

Bima terdiam sejenak, lalu ia teringat sesuatu. Ia mengangkat pergelangan tangannya, menunjukkan sebuah smartwatch atau jam pintar berwarna biru.

"Nih, lihat sendiri. Tadi Ibu kirim pesan ke Bima, katanya besok harus pakai baju rapi karena mau ada pertemuan keluarga buat bahas rencana lamaran Mas Lura."

Azalea mendekatkan wajahnya ke layar jam pintar tersebut. Matanya dengan teliti membaca baris demi baris pesan dari Ibu.

Bim, besok pulang sekolah langsung mandi yang bersih ya. Pakai kemeja yang Ibu beli kemarin. Kita mau ketemu keluarga calon istrinya Mas Lura. Jangan sampai malu-maluin di depan calon kakak iparmu.

Kalimat itu terpampang nyata. Tidak ada ruang untuk salah tafsir. Pertemuan keluarga. Lamaran. Calon kakak ipar.

Dunia Azalea seolah berhenti berputar.

"Mbak? Mbak Azalea kok bengong? Mbak sakit ya?" tanya Bima polos.

Azalea mencoba tersenyum, meski rasanya sangat getir. "Nggak, Bim. Kakak cuma kaget aja ternyata Kak Lura cepat banget ya mau nikah. Makasih ya infonya."

Azalea berdiri dengan kaki yang terasa lemas. Ia harus segera pergi dari sini. Dalam hatinya bertanya-tanya, siapa wanita yang beruntung yang bersanding dengan Hagia?

.

.

Bersambung.

1
Felycia R. Fernandez
dirumah calon mertua mu Lea
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tarik ulur nih pasti
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Suka dengan Hagia. dia memilih jujur. setidaknya orang tua Lea memberikan jalan, atau kebenaran jika Lea itu jomblo
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Dan sepertinya azalea belum ngeh jika adipati juga nama dari hagia
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ternyata bukan kebingungan lea saja yang terjawab. kita juga /Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ini jurinya udah di sogok Hagia kah? /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Lah, juri pun kepo /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Woiiiiiii, ini bukan pentas. tapi isi hati 🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dih-dih sepengertian dan seperhatian itu. siapa yg gak meleleh coba
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Datang bulan, memang kadang bikin mood berantakan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kamu bukan saingan Lea. Karena kamu merupakan pemenangnya
〈⎳ FT. Zira
aduh.. yg lagi merana, merananya di bagi bagi.. giliran hagia yg merana ditinggal calonnya
〈⎳ FT. Zira
cara Cong jelasin itu sesuatuu🤣
〈⎳ FT. Zira
hati ini gundah gulana memikirkan ayang yg di jodohkan oleh orang tuanya yg ternyata dengan diriya🤣
Felycia R. Fernandez
go Azalea...balik ke rumah pasti ini...
gpp,ntar Hagia bakalan datang pakai pakaian pengantin kerumah mu ,buat jemput kamu 😆😆😆
Felycia R. Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tepok jidat aku kk Thor
total 2 replies
Felycia R. Fernandez
walah...kenapa bisa di lepas Hagia??? 😳
Felycia R. Fernandez: oh iya...
total 2 replies
nowitsrain
Yang bacanya juga ikut gemaszh
nowitsrain
Kenapa harus xixixi banget sih Kakkk
nowitsrain
Hai ganteng... kiw kiww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!