NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: OBSESI SANG TUAN MUDA

BAB 6: OBSESI SANG TUAN MUDA

Ruang kerja Deep Raj Singh di Mansion Raisinghania adalah sebuah altar bagi kekuasaan dan rahasia. Dinding-dindingnya dilapisi kayu jati gelap, dengan rak-rak buku yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Namun, malam ini, Deep tidak sedang memeriksa laporan keuangan atau memantau pergerakan sahamnya. Ia duduk diam di balik meja mahoninya yang besar, menatap sebuah kartu nama perak yang bertuliskan: Anjali Khanna – CEO Khanna International.

Di samping kartu itu, terdapat tablet yang menampilkan rekaman CCTV dari pesta amal semalam. Deep memutar ulang momen saat Anjali bersenggolan dengannya. Ia memperlambat gerakannya, memperbesar wajah wanita itu.

"Siapa kau sebenarnya?" bisik Deep pada kegelapan ruangan.

Ada sesuatu yang salah. Deep adalah pria yang sangat teliti; ia sudah memastikan Aarohi membusuk di penjara melalui laporan Abhimanyu—setidaknya itu yang ia tahu. Namun, wanita bernama Anjali ini... dia memiliki struktur tulang pipi yang sama, bentuk bibir yang sama, namun matanya memancarkan kekuatan yang belum pernah dimiliki Aarohi. Aarohi adalah seekor rusa yang ketakutan, sementara Anjali adalah seekor macan tutul yang sedang mengintai.

Tiba-tiba, pintu ruang kerja terbanting terbuka. Deep tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang masuk. Aroma parfum mawar yang menyengat dan langkah sepatu hak tinggi yang kasar adalah ciri khas istrinya.

"Kau masih memikirkan wanita itu, kan?" suara Tara melengking, penuh dengan racun kecemburuan.

Deep mematikan tabletnya dengan tenang. "Dia seorang investor potensial, Tara. Jangan berlebihan."

"Investor?!" Tara memukul meja Deep dengan kedua tangannya. Matanya yang lebar tampak memerah karena amarah yang tidak terkendali. "Wajahnya, Deep! Wajahnya identik denganku! Kau pikir aku bodoh? Aku melihat caramu menatapnya semalam. Tatapan itu... tatapan itu sama dengan caramu menatap Aarohi dulu sebelum kita menjebaknya!"

Deep berdiri, perlahan berjalan mendekati Tara hingga jarak mereka sangat dekat. Ia mencengkeram dagu Tara dengan lembut namun kuat—sebuah gerakan yang dulu sering membuat Aarohi ketakutan, tapi Tara justru menikmatinya.

"Dengarkan aku, Sayang," suara Deep merendah, sangat tenang namun mengancam. "Aarohi sudah hancur. Dia tidak berarti apa-apa. Jika Anjali Khanna ini bisa membawa keuntungan bagi kerajaan bisnis kita, aku akan mendekatinya. Dan jika dia ternyata memiliki rahasia... aku sendiri yang akan mengulitinya. Kau mengerti?"

Tara mengatur napasnya yang memburu. Kegilaan di matanya mereda sedikit, digantikan oleh seringai tipis. "Pastikan saja kau tidak lupa siapa yang asli di sini, Deep. Karena jika kau mulai berpaling padanya, aku tidak keberatan menambah satu lagi koleksi mayat di ruang bawah tanah kita."

Setelah Tara keluar, Deep kembali duduk. Ia mengambil telepon genggamnya dan menghubungi seseorang. "Cari tahu segalanya tentang Anjali Khanna. Mulai dari kelahirannya di London, sekolahnya, hingga siapa saja relasinya. Aku ingin laporan lengkap dalam 24 jam. Dan satu lagi... periksa kembali status narapidana bernama Aarohi di penjara Shimla."

Di sisi lain kota, di apartemen mewahnya, Aarohi sedang berdiri di depan papan tulis besar yang tertutup kain hitam. Saat ia membukanya, terlihat foto-foto keluarga Raisinghania, peta aliran dana perusahaan, dan garis-garis merah yang menghubungkan musuh-musuh Deep.

"Kau mulai mencari tahu tentangku, bukan, Deep?" gumam Aarohi sambil menancapkan sebuah paku payung tepat di wajah Deep pada foto itu.

Aarohi tahu Deep tidak akan mudah percaya. Namun, itulah bagian dari rencananya. Abhimanyu telah menyiapkan identitas "Anjali Khanna" dengan sangat rapi selama bertahun-tahun. Ada catatan medis palsu di London, saksi-saksi bayaran, hingga sejarah bisnis yang sah. Aarohi tidak hanya mencuri identitas; ia menciptakan sebuah legenda.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal: “Dia sudah mulai memeriksa penjara. Semua aman. Abhimanyu.”

Aarohi tersenyum dingin. Ia mengambil sebuah gaun tidur sutra merah—warna yang sangat disukai Tara—dan mengenakannya. Ia ingin mulai membiasakan diri menjadi bayangan Tara yang lebih sempurna. Ia berdiri di depan cermin, berlatih senyum yang dulu sering digunakan Tara untuk memanipulasi orang.

"Tara ingin menjadi satu-satunya," bisik Aarohi pada pantulannya. "Maka aku akan menjadi versinya yang lebih baik. Aku akan membuat Deep meragukan kewarasan istrinya sendiri."

Besok adalah pertemuan bisnis pertama mereka di kantor Deep. Aarohi tahu ia harus memainkan peran ini dengan sempurna. Ia harus terlihat cukup asing agar Deep penasaran, tapi cukup akrab agar Deep terobsesi.

Ia mengambil sebuah botol kecil berisi parfum—bukan parfum mawar milik Tara, melainkan parfum aroma sandalwood dan vanilla yang lebih misterius. Aroma yang akan membekas di hidung Deep dan menghantuinya sepanjang malam.

"Malam ini kau bermimpi tentang Anjali, Deep," kata Aarohi sambil mematikan lampu. "Tapi besok, kau akan mulai menyadari bahwa hantu masa lalumu tidak pernah benar-benar pergi. Dia hanya sedang menunggu waktu untuk menarikmu ke neraka bersamanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!