NovelToon NovelToon
Love After Married

Love After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dokter / Cinta pada Pandangan Pertama / Kaya Raya
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

Albie Putra Dewangga, 32 tahun.
Dokter bedah trauma—pria yang terbiasa berdiri di antara hidup dan mati, tapi justru kalah saat menghadapi percintaan.
Kariernya gemilang. Tangannya menyelamatkan nyawa.
Namun hatinya runtuh ketika Alya, kekasihnya yang seorang model, memilih mengejar mimpi ke Italia dan menolak pernikahan.
Bagi Albie, itu bukan sekadar perpisahan melainkan kegagalan.
Di malam yang sama, di sebuah bar ia bertemu Qistina Aulia, 22 tahun.
Mahasiswi cantik dengan luka serupa, ditinggal pergi oleh pria yang ia cintai.
Dua hati yang patah.
Dua gelas yang terus terisi.
Hadir satu keputusan gila yang lahir dari mabuk, kesepian, dan rasa ingin diselamatkan.
“Menikah saja denganku. Aku cowok kaya dan tampan,dan bisa membahagiakan mu."
Kalimat itu terucap tanpa rencana, tanpa cinta atau mungkin justru karena keduanya terlalu lelah berharap.
Apakah pernikahan yang dimulai dari luka bisa berubah menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Tes

*

*

Duduk di koridor rumah sakit sebagai penunggu pasien rasanya agak sedikit aneh untuk seorang dokter yang terbiasa menangani pasien.

Albie Putra, gelisah di kursi yang di sediakan di depan ruangan Obgyn. Menunggu Qistina yang sudah lebih dulu berada di dalam ruangan itu. Berbagai pertanyaan yang sedari tadi masih belum menemukan jawaban, memaksa Albie untuk berusaha mencarinya. Bukan Albie namanya jika hanya duduk pasrah tanpa berusaha.

"Kuncinya ada di Naufal,seingatku malam itu aku minta dia nyusul ke Bar. Pasti dia yang membawa aku pulang sampai rumah. Juga soal cewek itu, dia pasti tahu."

Albie merogoh saku celananya, mengambil ponsel yang sedari semalam setelah menelpon Naufal sengaja ia nonaktifkan.

Cepat ia menekan tombol power, ponsel di tangannya kini sudah berada dalam posisi menyala. Beberapa notifikasi bermunculan. Albie melihat satu persatu notifikasi mengambang di layar utama. Beberapa notifikasi itu lebih di dominasi oleh nomor kontak yang ia beri nama 'Mine'. Kontak khusus yang selama ini mengisi ruang spesial di hatinya–Alya.

Setidaknya ada dua puluh kali panggilan dari nomor itu, disusul dengan beberapa pesan.

< Mas, gimana kepastiannya?. Aku masih nungguin keputusan dari kamu >

< Maaf Mas, aku nggak bisa nunggu. Sore ini pesawatku take off. Sebelumnya boleh nggak kalau siang ini kita ketemu? Aku tunggu di kafe KYN.>

Albie hanya membacanya sekilas. Tidak berniat untuk membalas atau menghubungi balik, seperti kemarin-kemarin yang ia lakukan jika mendapat pesan dari Alya. Skip saja, ia lanjut mencari kontak Naufal.

Beberapa kali ia menekan tombol call di kontak itu, tapi sia-sia. Karna pemiliknya sengaja menonaktifkan. Sebenarnya Albie tahu kebiasaan seorang Naufal ketika weekend dan dia menormalisasi kebiasaan itu, dia tahu Naufal akan fokus membentuk masa otot nya di Gym atau bersepeda tanpa mau di ganggu oleh notifikasi apapun. Tapi di saat seperti ini, Albie merasa kebiasaan ini sangat-sangat menyebalkan. 'Naufal brengsek!'

Sia-sia menghubungi Naufal, Albie melanjutkan untuk menekan ikon aplikasi ponselnya yang terhubung di cctv rumah. Setidaknya ini sangat membantu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi–pikir Albie.

Layar ponsel Albie menampilkan sudut ruang tamu dalam warna hitam-putih. Waktu di pojok kanan bergerak pelan, mundur.

Pintu terbuka, muncul sosok Qistina yang di papah oleh Naufal. Beberapa detik kemudian, sosoknya sendiri masuk ke frame. Bahunya tegang, langkahnya cepat. Tangannya langsung meraih lengan Qistina, menariknya menjauh. Gerakannya terlihat kasar—bukan marah, tapi protektif yang sibuk merebut tubuh Qistina dari rengkuhan Naufal.

Ada perdebatan sedikit di sana. Lalu tubuh Qistina yang malah memilih menyandar di bahu Albie dan berakhir dengan Albie dan Qistina masuk ke kamar.

Ada lega di sudut hati Albie, setidaknya dia sudah melindungi gadis itu dari kebejatan seorang Naufal yang selama ini Albie kenal.

Albie mematikan layar ponsel. Ia sudah menemukan sedikit titik terang jika gadis yang baru saja ia ketahui namanya dari KTP miliknya saat melakukan administrasi rumah sakit itu menyerangnya lagi dengan mengatakan kalau dia pelaku pelecehan seksual atau penculik, dan akan melaporkannya ke Polisi atas dugaan itu. Setidaknya dari bukti rekaman itu jelas terlihat kalau gadis itu melakukannya atas kemauannya sendiri. Bukan paksaan.

***

Pintu ruang Obgyn terbuka, memunculkan sosok Qistina yang sedikit pucat di ikuti oleh dr Syarifah– dokter spesialis kandungan di rumah sakit itu.

"Sudah selesai dokter Albie, silahkan di pergunakan dengan baik hasil tes nya." Senyum penuh arti dari dr Syarifah membuat Albie semakin penasaran dengan petunjuk di dalam kertas yang sedang di pegang oleh Qistina.

Cepat Albie meraih kertas itu, tidak ia baca keseluruhan. Tapi menit berikutnya Albie akhirnya bisa bernafas lega–sangat lega. Dari hasil tes itu menunjukkan keperawanan Qistina belum rusak sedikitpun. Itu artinya, mereka belum melakukan apa-apa di malam itu. Albie sudah menduganya, karna sejauh pengetahuannya ketika orang dalam keadaan mabuk meski dalam keadaan tidak sadar, dia hanya melakukan kebiasaan-kebiasaannya saja. Sama dengan kasusnya kali ini, Albie yang terbiasa menjaga keperjakaannya ketika sadar, akan melakukan hal yang sama ketika mabuk. Jadi sangat tidak mungkin jika ia melakukan itu.

'Sekarang waktunya membuat gadis itu mengerti siapa seorang Albie, seenaknya menuduh aku sebagai penjahat.'

Bulu kuduk Qistina meremang saat melihat sorot mata Albie yang menoleh setelah membaca lembar kertas itu. Ia sadar kalau dia salah sangka dengan pria yang ternyata adalah penolongnya. 'Duh, gimana kalau orang itu malah balik melaporkan aku ke polisi, karna aku sudah mencemarkan nama baiknya. Sebaiknya aku minta maaf.'

Qistina maju selangkah lebih dekat dari posisi Albie berdiri. Lalu menangkupkan kedua tangannya

"Maaf Pak, saya sudah salah sangka. Aku anggap masalah ini selesai. Permisi." Lalu ia sedikit membungkukkan tubuhnya. 'Cepat pergi dari sini, sebelum orang itu berubah pikiran'

What? Semudah itu? Tidak sesimple itu Nona!

Albie menahan lengan Qistina. Wajah yang sedari tadi menahan malu karna wibawanya di jatuhkan serendah-rendahnya tentu tidak akan membiarkan begitu saja, mempersilahkan gadis itu pergi dengan mudah bukanlah sesuatu ide yang bagus. Enak saja!Di samping itu, panggilan Qistina tadi yang menyebut Albie sebagai Bapak, Ha? Apa sebapak-bapak itu seorang Albie?

"Heh, kamu pikir semuanya sudah selesai dengan kata maafmu barusan? Apa yang kamu tuduhkan tadi tidak bisa menarik pemahaman orang-orang tentang saya. Apa kamu bilang tadi? Aku orang jahat yang menculik kamu dan membuat kamu tidur di kamarku. Dan kamu mau laporkan ke Polisi. Apa kamu tidak bisa berfikir, mana ada seorang penjahat malah membawa orang yang di culiknya ke rumah sakit? Kamu sudah sangat keterlaluan menjatuhkan martabat saya. Lalu apa? kamu cuma minta maaf dan mau pergi begitu saja. Apa kamu tidak pernah belajar sopan santun?"

Kalimat dari Albie bagai hujan yang tumpah dari langit tanpa bisa di bendung. Qistina sadar, ia sudah salah sangka. Tapi bukankah pria berjas dan mabuk yang sering ia temui saat bekerja sebagai pelayan bar biasanya adalah bajingan. Lalu bajingan seperti apa Pria yang ada di hadapannya ini, yang semalam ia ingat kalau dia di ajak menikah,bilang kalau dia seorang pria kaya raya dan bukan duda tanpa rasa malu sedikitpun. Tapi kini, ia bicara soal martabat juga sopan santun. Hah? yang benar saja!

Langkah Qistina tersurut ke belakang. Nyalinya sedikit ciut. 'Tapi nggak bisa, wajar dong kalau aku bersikap begitu. Aku hanya melindungi diri, apa salahnya.'

"Kan saya sudah minta maaf Pak, lagi pula saya juga mabuk berat malam itu. Jadi wajar, kalau saya berfikir bapak menculik dan memanfaatkan situasi."

"Lalu, kalau kamu mabuk kamu bisa seenaknya menuduh orang lain seperti itu tanpa memberi kesempatan untuk memberi penjelasan. Ini, kamu lihat ini. Bukti kalau kamu yang mau masuk ke kamar saya, bukan saya yang apa kamu bilang tadi, memanfaatkan situasi?".

Albie menampilkan layar ponselnya yang berisi rekaman cctv tadi pada Qistina. Nampak jelas kini betapa menjijikkan sikapnya saat mabuk. Qistina malu sendiri melihat tingkah yang ada di video itu. 'Astaga kenapa aku sebajingan itu.'

Diam-diam hatinya bersyukur berada di tangan orang-orang yang tepat, bukan orang-orang jahat yang bisa saja merebut paksa semua miliknya.

"Gimana? Sudah jelas sekarang?"

"I..iya maaf Pak, saya benar-benar sudah salah."

"Nggak cukup dengan maaf, saya membawamu kemari tentu dengan biaya. Sekarang kamu ganti semua biaya yang saya keluarkan. Ini tagihannya!"

Albie menyerahkan selembar struk yang tertera biaya-biaya perawatan saat hampir pingsan tadi sekaligus tes keperawanan. Angka yang fantastis bagi Qistina.

Gadis itu tertegun, bingung karna tidak punya uang. 'Aku bayar pakai apa? Tabunganku cukup sih, tapi kan mau buat nebus motor di bengkel. Aduh...!'

Albie melihat gelagat Qistina, "Kenapa? Nggak punya uang? Nggak usah pura-pura ya, Saya tahu harga minuman yang kamu minum di Bar tadi malam. Jadi tidak mungkin kalau kamu nggak punya uang untuk mengganti uang saya."

Albie tidak tahu, kalau minuman itu karna Calvin yang membelikannya. Kalau bukan Calvin mana mungkin Qistina sanggup membelinya.

"Iya Pak, nanti saya akan transfer."

"Sekarang, saya tidak percaya nanti." Albie menyodorkan barcode di layar ponselnya.

'Huh, nggak sabaran banget sih orang ini.'

Selesai, nominal yang tertulis di struk tadi sudah lunas Qistina bayar. Itu artinya tabungan yang dia punya ludes–tak bersisa. Dan itu artinya lagi, dia akan kemana-mana jalan kaki karna tidak ada uang untuk menebus motornya di bengkel. 'Huh Apes nya!'

*

*

*

~Apa semuanya sudah selesai karna transferan tadi?

~Lanjut baca ceritanya, jangan lupa like koment, subcribe dan rating 5 ya!

~ Salam hangat dari Penulis🤍

1
Suamiku Paling Sempurna
Zifa kasihan Qistina buru buru malah kamu tahu dosennya cuti
Tulisan_nic: teman terlucnut emang
total 1 replies
Suamiku Paling Sempurna
Albie mending kamu healing saja di banding lembur kerja
Suamiku Paling Sempurna
Naufal kamu menyarankan Albie mendirikan caffeshop bersama dengan Qistina
Suamiku Paling Sempurna
Anin kamu memang bisa membedakan lelaki buaya karena papa kamu itu buaya bikin mama kamu sakit hati pasti tuh
Suamiku Paling Sempurna
Albie sepertinya sedang kecapekan makanya belum pulang padahal dia sudah selesai shift
Suamiku Paling Sempurna
Pasti Qistina telinganya sakit mendengar teriakan Zifa
sleepyhead
Dia keren sekali yang Mulia 🤣
sleepyhead: gpp, jd kan Yowan bs mengenal Zila dr sifat aslinya tanpa jaim jaim...
total 2 replies
sleepyhead
Betul, Eutanasia sbnarnya topik yg kontroversial dan diatur hukum di banyak negara.
Bberapa negara melegalkan eutanasia, sementara yang lain melarangnya....
sleepyhead: hihiii simsim kak
total 2 replies
sleepyhead
Eutanasia aktif
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Qistina ibu kamu perhatian banget ke kamu bikinkan nasi goreng buat kamu sebelum berangkat kuliah
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ternyata Albie mau ambil alih semua shif malam ya
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ternyata Albie sama Alya pernah ingin dirikan caffeshop
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Qistina kalau makan jangan sambil bicara jadi ngga jelas bicaranya kamu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Albie ternyata kamu membenci papa kamu karena papa kamu dulu yang membunuh Bilqis
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Dark Choco itu Albie ternyata ada ada saja Anin
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Naufal itu cafe tempat ketemu Alya dan Albie
Suamiku Paling Sempurna
Albie baru menyadari kalau Qistina itu cantik dan baik
Suamiku Paling Sempurna
Perhatian banget Albie menyuruh Qistina menjaga Bilqis di ruangannya supaya bisa istirahat
Suamiku Paling Sempurna
Albie mau makan tapi balita itu mencoba meraih sendok yang di pegang Albie membuat Albie ngga jadi makan dong
Suamiku Paling Sempurna
Qistina ternyata Albie tahu KTP kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!