NovelToon NovelToon
BEHIND THE SPOTLIGHT

BEHIND THE SPOTLIGHT

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Romantis
Popularitas:612
Nilai: 5
Nama Author: Kde_Noirsz

"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Mogok Sekolah dan Pesta Piyama

Pagi ini, Mansion Kim kembali heboh. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00, tapi Aira masih meringkuk di bawah selimut pink kesayangannya. Saat Seokjin masuk untuk membangunkan, Aira langsung mengeluarkan senjata pamungkasnya: akting lemas dan suara serak yang dibuat-buat.

"Kak Jin... Aira pusing... hiks... kepalanya muter-muter kayak komidi putar," keluh Aira sambil memegangi dahinya dengan gaya dramatis.

Seokjin langsung panik. Ia menaruh nampan sarapan dan mengecek dahi Aira. "Hah? Panas nggak ya? Perasaan biasa saja. Kamu sakit apa, sayang?"

"Sakit... sakit karena dikejar-kejar Kak Guanlin sama Kak Sunoo terus di sekolah. Aira capek disuapin di depan orang banyak, malu tau!" Aira langsung memeluk gulingnya dan cemberut manja. "Aira mau mogok sekolah hari ini. Mau di rumah aja sama Kakak."

Jimin dan Jungkook yang mendengar suara Aira langsung masuk ke kamar.

"Wah, mogok sekolah? Kebetulan! Kakak juga malas ke studio hari ini. Kita main game aja sepuasnya di kasur!" seru Jungkook kegirangan.

"Nggak boleh main game! Aira harus istirahat. Sini, biar Kakak Jimin kompres pakai air hangat supaya pusingnya hilang," ucap Jimin sambil mulai memijat telapak tangan Aira dengan lembut.

Aira tersenyum penuh kemenangan di balik selimutnya. Rencananya berhasil. Ia pun mulai bermanja-manja, minta digendong ke ruang TV dan minta dibuatkan cokelat panas dengan marshmallow berbentuk beruang.

Meskipun Aira mogok sekolah, para pangeran Hanlim tidak menyerah begitu saja. Karena pesan Aira tidak dibalas, Sunoo dan Heeseung nekat datang ke Mansion. Tapi mereka tahu, lewat pintu depan adalah bunuh diri karena ada Yoongi yang menjaga seperti anjing penjaga.

"Aira! Kau di dalam?" bisik sebuah suara dari arah balkon lantai dua.

Aira yang sedang asyik makan stroberi disuapi Taehyung kaget luar biasa. Ia melihat kepala Sunoo muncul dari balik pagar balkon. Ternyata pria itu memanjat menggunakan tangga lipat!

"Kak Sunoo?! Ngapain di situ?!" seru Aira kaget tapi juga ingin tertawa.

Sunoo melompat masuk ke balkon, diikuti Heeseung yang membawa buket bunga mawar putih dan cokelat. "Kau bilang pusing, jadi kami membawakan 'obat' paling ampuh. Cokelat ini limited edition, hanya ada sepuluh di dunia," ucap Heeseung sambil berlutut di depan Aira yang sedang duduk di sofa balkon.

"Ih, kalian nekat banget! Kalau Kak Yoongi lihat, kalian bisa digantung!" rengek Aira, tapi ia tetap menerima cokelat itu dengan senang hati. "Kak Heeseung, nyanyiin satu lagu dong... yang suaranya rendah banget itu, biar Aira nggak pusing lagi."

Heeseung baru saja ingin mengeluarkan gitarnya, tiba-tiba pintu balkon terbuka kasar. Yoongi berdiri di sana dengan wajah yang sangat gelap, memegang botol semprotan air.

"Kalian lagi... berani-beraninya masuk lewat balkon!" geram Yoongi.

Aira langsung memeluk pinggang Yoongi, memasang wajah memelas. "Kak Yoongi jangan marah... mereka cuma bawain cokelat... jangan disemprot air ya?"

Karena Aira terus merengek minta mereka jangan diusir, akhirnya Yoongi menyerah dengan syarat, mereka semua harus ikut "Pesta Piyama" di ruang tengah bawah pengawasan ketat.

Sore itu, suasana ruang tengah sangat unik. Guanlin menyusul datang (tentu saja lewat pintu depan dengan gaya sultannya). Aira memakai piyama kelinci, para pangeran memakai piyama santai yang dipinjamkan dari koleksi Hoseok, dan ke-7 abang BTS juga memakai baju rumah mereka.

"Ayo, kita main Truth or Dare!" usul Jungkook sambil memutar botol.

Botol berhenti di arah Sunoo. "Truth or Dare?" tanya Jungkook dengan tatapan menyelidik.

"Truth," jawab Sunoo santai.

"Apa benar kau sengaja menyuapi Aira di kantin kemarin cuma buat pamer ke kami?"

Sunoo melirik Aira yang sedang asyik makan popcorn di pangkuan Jin. "Bukan buat pamer ke kalian, tapi karena Aira kalau lagi makan itu imut banget, aku nggak tahan buat nggak nyuapin dia."

Wajah Aira memerah. Ia langsung melempar popcorn ke arah Sunoo. "Kak Sunoo gombal terus! Kak Jin, suapi Aira lagi... Aira malu!" rengek Aira sambil menyembunyikan wajahnya di dada Jin.

Jin tertawa puas, merasa menang telak dari Sunoo. "Lihat kan? Dia tetap kembalinya ke Kakaknya."

Malam itu berlanjut dengan mereka menonton film komedi romantis bersama. Aira tertidur di tengah-tengah antara Guanlin dan Heeseung, kepalanya di bahu Guanlin dan tangannya digenggam oleh Heeseung. Sementara ke-7 abangnya sibuk mengatur strategi di grup chat bagaimana cara memisahkan tangan-tangan itu tanpa membangunkan Aira.

Malam mulai turun, dan perut Aira mulai berbunyi kecil. Karena ia sedang "mogok" sekolah, ia ingin sesuatu yang spesial. Dengan gaya manjanya yang paling maut, Aira menggandeng lengan Seokjin dan Heeseung secara bersamaan.

"Kak Jin... Kak Heeseung... Aira lapar, tapi nggak mau makanan pesan antar. Mau masak pizza sendiri, tapi mau dibantuin," rengek Aira sambil mengerucutkan bibirnya imut.

Seokjin, yang merasa dapur adalah wilayah kekuasaannya, langsung memakai celemek merahnya. "Tentu saja, Tuan Putri! Kakak akan ajari cara membuat adonan pizza paling lembut di dunia."

Heeseung pun tak mau kalah. Ia menggulung lengan kemeja piyamanya, memperlihatkan otot lengannya yang membuat Aira sempat terpaku sejenak. "Aku bisa membantumu memotong topping-nya, Aira. Aku cukup ahli menggunakan pisau dapur."

Tak lama kemudian, dapur megah itu berubah menjadi medan pertempuran tepung. Jungkook dan Sunoo yang tidak mau ketinggalan ikut nimbrung. Aira yang memakai celemek kuning motif kelinci tampak sibuk menaburkan tepung, namun bukannya ke adonan, ia justru tak sengaja meniup tepung itu ke arah wajah Guanlin yang baru saja masuk.

"Pfffttt!" Guanlin mematung dengan wajah penuh tepung putih.

Aira menutup mulutnya, matanya membelalak kaget. "Eh... Kak Guanlin... maaf! Aira nggak sengaja!" Tapi sedetik kemudian, Aira malah tertawa terbahak-bahak sampai matanya berair. "Hahaha! Kakak kayak hantu salju!"

Guanlin yang biasanya dingin, tiba-tiba tersenyum licik. Ia mengambil segenggam tepung dan mencolek hidung Aira. "Oh, jadi mau perang tepung ya?"

Seketika, dapur itu penuh dengan tawa dan jeritan manja Aira saat ia dikejar oleh Guanlin dan Sunoo berkeliling meja makan.

Di tengah kekacauan perang tepung, Aira bersembunyi di balik meja konter, tepat di samping Heeseung yang sedang sibuk menata keju mozarella. Heeseung menarik Aira agar tidak menabrak oven panas.

"Hati-hati, Aira. Nanti kulitmu yang cantik ini kena panas," bisik Heeseung sangat dekat di telinga Aira. Ia mengambil tisu basah dan membersihkan sisa tepung di pipi Aira dengan gerakan yang sangat lembut dan perlahan.

Aira mendongak, menatap mata Heeseung yang sangat teduh. Jantungnya berdegup kencang secara tiba-tiba. Mode manjanya berubah menjadi mode malu-malu. "M-makasih, Kak Heeseung..."

"Sini, biar Kakak ajarkan cara memilin pinggiran pizza-nya," Heeseung berdiri di belakang Aira, memegang kedua tangan Aira untuk membimbingnya membentuk adonan. Posisi ini membuat Aira seolah-olah sedang dipeluk dari belakang oleh Heeseung.

Jungkook yang melihat adegan itu dari jauh sambil membawa botol saus tomat langsung melotot. "EHEM! Kak Heeseung, adonannya jangan ditekan terlalu keras, nanti Aira capek!" Jungkook langsung menyelinap di antara mereka, memberikan sepotong sosis ke mulut Aira agar posisi "pelukan" itu terlepas.

Aira tertawa sambil mengunyah sosis pemberian Jungkook. "Enak! Kak Kookie, suapi lagi!" rengek Aira sambil membuka mulutnya lebar-lebar, membuat Jungkook merasa menang telak karena Aira lebih memilih suapannya.

Setelah pizza hasil kolaborasi (dan kekacauan) itu matang, mereka semua berkumpul di meja makan panjang. Yoongi dan Namjoon sudah duduk manis menunggu. Karena ini "Pesta Piyama", mereka sepakat mematikan lampu utama dan menggantinya dengan banyak lilin aromaterapi, membuat suasana menjadi sangat hangat dan romantis.

Aira duduk di tengah-tengah, diapit oleh Sunoo dan Guanlin. Di seberangnya, ke-7 abangnya menatap para pangeran dengan pandangan waspada namun juga santai karena perut mereka sudah kenyang.

"Ini pizza terenak yang pernah Aira makan!" seru Aira bahagia sambil menyandarkan kepalanya di bahu Yoongi yang duduk di dekatnya. "Makasih ya Kakak-kakak semua sudah mau nemenin Aira mogok sekolah hari ini."

"Asalkan kamu bahagia dan nggak pusing lagi, Kakak bakal lakuin apa aja," ucap Hoseok sambil mengelus puncak kepala Aira.

Sunoo tiba-tiba membisikkan sesuatu ke Aira. "Besok sekolah ya? Kalau kau masuk, aku akan membawakanmu hadiah yang lebih besar dari cokelat tadi."

Aira mengerucutkan bibirnya. "Hadiah apa dulu? Kalau nggak menarik, Aira mau mogok lagi aja."

"Hadiahnya adalah... aku tidak akan mengganggumu selama seharian penuh," goda Sunoo.

"Ih! Itu mah bukan hadiah buat Aira, itu mah Kak Sunoo yang males!" rengek Aira sambil mencubit lengan Sunoo. Semua orang tertawa melihat interaksi mereka.

Malam itu berakhir dengan sangat damai. Para pangeran akhirnya pamit pulang lewat pintu depan (kali ini diizinkan oleh Yoongi). Aira yang sudah sangat mengantuk akhirnya digendong oleh Taehyung menuju kamarnya. Sebelum tidur, Aira mencium pipi ketujuh abangnya secara bergantian.

"Selamat malam, Kakak-kakak hebat Aira... sayang kalian banget," gumam Aira sebelum tenggelam dalam mimpi indahnya. Di atas meja riasnya, tertinggal sebuah catatan kecil yang diselipkan Guanlin tanpa ada yang tahu "Mimpi indah, Miss KA. Aku tahu rahasiamu, tapi hatiku lebih memilih menjagamu daripada membongkarnya."

📢 SO SWEET! 😍 Dapur Mansion Kim bener-bener jadi saksi bisu kemanjaan Aira. Tapi tunggu, Guanlin baru aja kasih kode kalau dia tahu rahasia Miss KA?! Gawat atau malah makin romantis nih?

👇 VOTE [A] Kalau kalian setuju Guanlin simpan rahasia Aira | [B] Kalau kalian mau Aira jujur aja sama Guanlin!

💬 KOMEN : Menurut kalian, siapa yang paling jago masak di antara 3 pangeran tadi? 😂

🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab 12 bakal kembali ke sekolah dan Aira bakal dapet kejutan besar di perpustakaan!

⭐ KASIH RATING 5 STARS biar kemanjaan Aira terus berlanjut!

BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #AiraCooking #SweetMoments #PrinceSecret #BTSSiblingGoals

1
Ayu Nur Indah Kusumastuti
Syuka banget sama FL nya, manja2 gitu deh
Noirsz: pembaca setia nih, mode lock on 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!