NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 6

Setelah makan malam usai, Yuhan memberikan isyarat tangan. "Semuanya keluar. Kosongkan istana ini. Siapa pun yang berani mendekat dalam radius lima puluh meter tanpa perintahku, penggal kepalanya."

Para kasim dan dayang segera membungkuk dan keluar dengan terburu-buru. Pintu kayu besar itu ditutup dan dikunci dari dalam. Kini, hanya tersisa Yuhan dan Mu Lian di dalam ruangan yang mulai mendingin.

"Buka pakaianmu!" perintah Yuhan tiba-tiba.

Mu Lian tersentak. Refleks, ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menutupi tubuhnya. Meskipun mereka adalah suami istri secara sah, hubungan mereka sangat dingin. Yuhan lebih sering menghabiskan malam dengan gundik-gundiknya daripada menatap wajah Mu Lian.

"Apa maksud Yang Mulia?" tanya Mu Lian dengan nada defensif.

"Kau tidak mendengarkan perintahku, Pangeran?" Yuhan melangkah mendekat, auranya menekan.

"Ta-tapi... ini masih terlalu awal, dan hamba..."

"Jangan berpikiran kotor, Mu Lian," potong Yuhan sinis. "Tubuhmu penuh dengan sampah racun yang menyumbat meridianmu. Jika tidak dibersihkan sekarang, kau hanya akan menjadi beban bagiku."

Yuhan tidak sabar. Ia memanggil dua kasim kuat yang tadi berjaga di pintu belakang untuk masuk sebentar dan membantu melepas pakaian luar Mu Lian meskipun ada perlawanan kecil dari sang pangeran. Setelah pakaian itu terlepas, menyisakan celana tipis, Yuhan menyuruh kasim itu pergi lagi.

Di tengah ruangan, sebuah bak mandi besar telah disiapkan. Uap panas membubung tinggi, membawa aroma rempah-rempah yang tajam, campuran dari akar langit, bunga es, dan tentu saja, Air Dewa dari ruang ajaib Yuhan.

"Masuk ke dalam air itu," perintah Yuhan.

Kasim pembantu membantu Mu Lian masuk ke dalam air panas tersebut sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan mereka berdua. Begitu tubuh Mu Lian terendam hingga sebatas dada, kulitnya langsung memerah.

"Yang Mulia... air ini... panas sekali," rintih Mu Lian.

"Diam dan bertahanlah."

Di menit-menit awal, Mu Lian merasa seolah-olah seluruh tubuhnya ditusuk oleh ribuan jarum perak yang membara. Gggghhh!

Ia mencengkeram pinggiran bak mandi kayu itu hingga kukunya memutih. Keringat dingin mengucur deras di wajahnya yang terluka. Ia merasa tenaga dalamnya seakan tersedot habis ke dalam air, membuatnya merasa sangat lemas dan tak berdaya.

Apa dia ingin melumpuhkanku sepenuhnya? pikir Mu Lian dengan pahit.

Namun, Yuhan tidak berhenti di situ. Ia mengambil satu set jarum akupunktur perak dari kotak gioknya. Dengan gerakan yang sangat presisi dan cepat.

Syuut! Syuut! Syuut!

Ia menancapkan jarum-jarum itu di titik-titik saraf vital di kepala dan tengkuk Mu Lian.

ARRGGHH!

Mu Lian mengerang tertahan. Darah berwarna kehitaman mulai merembes keluar dari pori-pori kulitnya dan mewarnai air rendaman yang tadinya bening menjadi keruh dan berbau amis logam.

Setengah jam berlalu dalam siksaan yang luar biasa. Namun, tiba-tiba, rasa sakit itu berganti menjadi aliran dingin yang menyegarkan. Mu Lian terbelalak ketika ia merasakan sesuatu yang sudah bertahun-tahun tidak ia rasakan, jari-jari kakinya bisa digerakkan.

"Yang Mulia! Kaki hamba... hamba bisa merasakannya!" seru Mu Lian dengan suara serak.

"Jangan bersuara! Fokuskan pikiranmu!" bentak Yuhan.

Yuhan mengambil gayung dan menyiramkan air rendaman itu ke bahu dan dada Mu Lian. Saat melakukan itu, Yuhan sempat tertegun. Meskipun kakinya lumpuh, tubuh Mu Lian sangat terawat. Dadanya bidang, perutnya berotot keras, dan kulitnya, selain bagian yang terbakar terasa sangat kencang.

Tanpa disadari, aroma rempah-rempah dari Air Dewa yang bercampur dengan uap panas mulai memenuhi ruangan. Ada efek samping yang tidak diperhitungkan Yuhan, air Dewa yang bereaksi dengan racun kronis di tubuh Mu Lian menciptakan uap halusinasi yang bersifat afrodisiak (pembangkit gairah).

Napas Mu Lian mulai menderu.

"Hah... hah... hah..." Matanya yang tadinya layu kini berkilat dengan gairah yang liar. Sentuhan tangan Yuhan di bahunya terasa seperti api yang membakar jiwanya.

Yuhan sendiri mulai merasa pusing. Detak jantungnya berpacu lebih kencang saat melihat dada Mu Lian yang naik turun dengan tidak teratur.

Tiba-tiba, sebelum Yuhan sempat menarik tangannya, Mu Lian bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Tangan pria itu yang kuat menyambar tengkuk Yuhan dan menarik kepala sang Maharani mendekat.

Cup!

Mu Lian mencium bibir Yuhan dengan kasar dan penuh tuntutan. Itu bukan ciuman lembut seorang suami, melainkan ciuman dari seorang pria yang telah lama memendam dahaga dan kini menemukan sumber airnya.

Yuhan terbelalak. Sebagai pembunuh bayaran, insting pertamanya adalah menusuk leher pria ini. Namun, tubuhnya, tubuh Shen Yuhan yang asli memberikan reaksi yang sangat berbeda. Aliran listrik menjalar dari bibirnya ke seluruh tubuhnya, membuatnya lemas dan terpaku di tempat.

Dalam kepulan uap air dewa dan aroma darah yang tersisa, di dalam kamar yang tertutup rapat, sang Maharani yang dingin kini berada dalam dekapan hangat suaminya yang "lumpuh".

Malam di Istana Chiangnang baru saja dimulai, dan kali ini, bukan hanya politik yang akan berdarah, tetapi juga perasaan yang telah lama mati.

Uap panas yang mengepul dari bak mandi kayu cendana itu kini terasa semakin mencekik. Aroma rempah-rempah yang tajam, bercampur dengan energi murni dari Air Dewa, menciptakan atmosfer yang memabukkan. Shen Yuhan mencoba menarik napas, namun yang masuk ke paru-parunya hanyalah udara panas yang memicu gairah liar dari tubuh aslinya.

"Mu Lian! Kau...!" Yuhan mendesis, suaranya parau. Ia mengangkat tangannya, jemarinya yang ramping bergerak secara refleks ke arah leher Mu Lian. Sebagai Shadow, insting membunuhnya bangkit, ia ingin mencekik pria yang baru saja lancang menciumnya ini.

Namun, gerakan tangannya terhenti saat ia melihat wajah Mu Lian dari jarak yang sangat dekat. Wajah pria itu memerah hebat, peluh mengucur deras dari kening hingga ke rahangnya yang tegas. Matanya yang biasanya sedingin es kini tampak bergolak oleh kabut gairah dan rasa sakit yang tertahan. Peredaran darahnya yang selama ini tersumbat oleh racun kini mengalir deras, memompa energi ke seluruh tubuhnya secara mendadak.

Sial, dia dalam pengaruh afrodisiak dari ramuanku sendiri! kutuk Yuhan dalam hati.

Yuhan mencoba menjauhkan wajahnya, namun ia sendiri merasakan keanehan pada tubuhnya. "Kenapa... kenapa tubuhku rasanya sangat panas?" bisiknya tak berdaya. Sensasi terbakar itu bukan berasal dari luar, melainkan dari dalam sumsum tulang dan aliran darahnya.

Karena rasa tidak nyaman yang luar biasa, tangan Yuhan bergerak liar, melepaskan jubah sutra terluarnya yang terasa seperti jerat api. Jubah emas itu jatuh ke lantai dengan bunyi yang lembut, menyisakan pakaian dalam tipis yang kini basah oleh uap air, menempel ketat pada lekuk tubuhnya.

"Yang Mulia..." gumam Mu Lian. Suaranya rendah, serak, dan sangat menggoda. Tatapannya tertuju pada bahu Yuhan yang putih porselen.

Sial, kenapa pria cacat ini bisa terlihat begitu tampan disaat seperti ini? Yuhan membatin, mencoba mempertahankan kewarasannya yang mulai terkikis.

Tiba-tiba, sebuah kekuatan yang tak terduga muncul dari tubuh Mu Lian. Seolah-olah kelumpuhannya menghilang sesaat karena ledakan tenaga dalam yang dipicu Air Dewa, Mu Lian menarik tangan Yuhan dengan satu sentakan kuat.

BYUUUURRR!

Yuhan kehilangan keseimbangan dan jatuh masuk ke dalam kolam pengobatan, langsung ke dalam pelukan Mu Lian. Air hangat membasahi seluruh tubuh mereka.

Deg... deg... deg...

Jantung Yuhan berdegup kencang hingga telinganya berdenging. Dada mereka saling beradu, dipisahkan hanya oleh kain tipis yang basah kuyup. Dalam posisi itu, tangan Yuhan mendarat di sisi kanan wajah Mu Lian bagian yang selama ini tertutup oleh topeng dan hiasan rambut, bagian yang hancur oleh bekas luka bakar perang.

Jemari Yuhan mengusap tekstur kulit yang kasar dan berkerut itu. Sepertinya ini bisa disembuhkan dengan Air Dewa dosis tinggi... Jika luka ini hilang, pangeran ini pasti akan sangat tampan dan gagah, melampaui semua gundik tak berguna itu, pikirnya samar.

"Yang Mulia..." bisik Mu Lian lagi. Kali ini, akal sehatnya benar-benar telah menyerah pada efek rempah-rempah dan kekuatan Air Dewa yang sedang memperbaiki meridiannya.

Tanpa memberikan kesempatan bagi Yuhan untuk membalas, Mu Lian kembali menciumnya. Kali ini jauh lebih dalam, lebih menuntut, dan penuh dengan emosi yang telah ia pendam selama bertahun-tahun dalam kesunyian dan penghinaan. Yuhan, sang pembunuh berdarah dingin, untuk pertama kalinya dalam dua kehidupan, membiarkan pertahanannya runtuh di bawah dominasi seorang pria.

1
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hmmm apa ada racun atau peletnya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!